[Movie Adaptation] Insurgent

Insurgent
source: WeHeartIt
Insurgent merupakan sekuel dari film Divergent. Baca review Divergent: Here. Baca review buku Insurgent: Here.
Tris masih dibawah bayang-bayang akan ‘penembakan’ Will, ia masih dilanda bersalah karena telah membunuh temannya sendiri. Awalnya, Tris merahasiakan ini kepada semua orang. Sampai, saat di bawah serum kejujuran milik faksi Candor, Tris menceritakan semuanya. Dan ini berakibat buruk pada hubungannya dengan sahabatnya, Christina.
Karena Four dan Tris yang ‘menyerang’ Jeanie habis-habisan (Divergent),Four, Tris, Caleb, dan Peter resmi menjadi buronan kaum Erudite. Di dalam misi menyelamatkan diri, mereka berempat mengungsi di markas Amity pada awalnya. Sampai Eric, utusan  Jeanie menemukan mereka, untungnya mereka berhasil melarikan diri. Belum lagi Peter yang memilih untuk berkomplot dengan Jeanie.
Dalam ‘misi’ melarikan diri dari markas Amity, Tobias, Tris, dan Caleb malah bertemu dengan kelompok tanpa faksi. Lalu, Tris dan Caleb mengetahui satu hal: Ibu Four belum meninggal, Ibu Four merupakan ‘pemimpin’ tanpa faksi.
Disisi lain, Jeanie terus menerus mencari Divergent murni 100% untuk membantunya membuka sebuah kotak pesan rahasia masa depan yang ia curi di markas Abnegation karena hanya Divergent murni yang bisa melakukannya. Sampai, Jeanie mengetahui bahwa Tris merupakan Divergent yang murni 100%.
Sebenarnya, apa isi pesan yang terdapat dalam kotak itu? Mengapa Jeanie sangat berambisi untuk ‘membuka’ kotak itu?

Divergentgifs

Banyak orang yang lebih menyukai Insurgent dari pada Divergent. Aku tidak. Aku lebih menyukai Divergent. Entah kenapa, aku pikir film ini lebih membosankan daripada Divergent. Entah kenapa. Mungkin karena rambut Tris yang pendek banget?#lupakan.
Karena aku bukan pengingat yang baik, aku tidak bisa menjelaskan apakah ada perbedaan antara film dengan bukunya. Katanya sih ada. Yang aku tahu, menjelang akhir film, pesan dari kotak yang di curi Jeanie itu memunculkan video seorang perempuan. Di buku, perempuan yang muncul di video itu namanya Edith Prior, tapi di film nggak dibahas tuh namanya.
Overall, aku suka filmnya 😀

 

Ratings: 6.5 of 10 stars.

Advertisements

Playing Around with Romance [EVENT]

Displaying HUT BBI.jpgBerhubung aku baru bergabung sebagai anggota BBI pada bulan tua di tahun 2014, bisa dikatakan ini pertama kalinya aku ‘ikut’ berpartisipasi dalam ‘merayakan’ ULTAH komunitas Blog Buku Indonesia a.k.a BBI.
Jadi, untuk merayakan ULTAH ke-4 BBI, acara yang dibuat oleh Divisi Event BBI adalah Around the Genres in 40 Days. Pada acara ini, div. Event membagi-bagi peserta ke dalam 3 kelompok berdasarkan genre: Romance, Sci-Fiction & Fantasy, dan Child-lit & Young-Adult. Tentu saja, dan sudah pasti aku masuk ke kelompok Romance.
Daftar member Grup Romance:
  1. Afifah Mazaya [Lady Book’s Notes]
  2. Ajen Angelina [Ajen dan Buku]
  3. Alluna Maharani  [Clair de Lune]
  4. Angela Noviana  [Harlequin Romance]
  5. Cut Lilis Rusnata  [Purple Bookis]
  6. Dini Novita [Dinoy Books Review]
  7. Ira [Bacaan Saya ]
  8. Meliana Januaria [Bookish Roomie]
  9. Nina Ridyananda [The Book Addict Diaries]
  10. Putri Utama [Read. Review. Romance]
  11. Saptorini Rien [Aku, Buku, dan Kopi]
  12. Siro [Review Siro]
  13. Sulis Peri Hutan [KubikelRomance]
  14. Viona [StarLibrary]

Around the Genres in 30 Days ditujukan untuk ‘mengisi’ acara (event) dalam 1 bulan sesuai genre masing-masing dan kreativitas masing-masing grup.
TIMELINE TOPIK ACARA:
Rabu, 1 Apr
Giveaway
Your Very First Romance Book
Kamis, 2 Apr
Top Romance Author
Jumat, 3 Apr
Book Boyfriends & Book Girlfriends
Sabtu, 4 Apr
Scenes In The Story
Minggu, 5 Apr
Ekranisasi (fokus bahas Movie Adaptation from Books)
Senin, 6 Apr
Top Romantic Cities From Books
Selasa, 7 Apr
Songs That Remind Me of Books
Rabu, 8 Apr
Opini: Why Everybody Needs To Read At Least 1 Romance Book?
Kamis, 9 Apr
Ten Romantic Covers
Jumat, 10 Apr
Opini: Second Lead Dalam Novel
Sabtu, 11 Apr
Top 5 Males Too Good To Be True
Minggu, 12 Apr
Posting Subgenre 101 + Hasil Baca Bareng
Ketentuan dari Grup Romance adalah setiap anggota wajib memilih (min.3) topik yang akan diposting. Topik yang akan aku posting adalah: Scenes in The Story; Ekranisasi; Top Ten Romantic Cities from Books; dan Top Ten Romantic Covers.
Selain postingan bergantian dari setiap anggota, setiap anggota juga akan mengadakan GIVEAWAY.
Giveaway (beserta informasinya) akan di posting pada tanggal 1 April dan pemenang giveaway akan diinformasikan di blog ini pada tanggal 15 April 2015.

Book Review: Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri

23638420

Judul: Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri
Penulis: Bernard Batubara
Tebal: 300 hlm.
Terbit: 2015
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 9797807711
“Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri.
Untuk hal itu, aku setuju.”
Kebanyakan orang lebih senang menceritakan sisi manis dari cinta.
Sedikit sekali yang mampu berterus terang mengakui
dan mengisahkan sisi gelap cintanya.
Padahal, meski tak diinginkan, selalu ada keresahan
yang tersembunyi dalam cinta.
Bukankah kisah cinta selalu begitu?
Di balik hangat pelukan dan panasnya rindu antara dua orang,
selalu tersimpan bagian muram dan tak nyaman.
Sementara, setiap orang menginginkan cinta yang tenang-tenang saja.
Cinta adalah manis. Cinta adalah terang. Cinta adalah putih.
Cinta adalah senyum. Cinta adalah tawa.
Sayangnya, cinta tak sekadar manis. Cinta tak sekadar terang.
Cinta tak melulu tentang senyum dan tawa. Ini kisah cinta yang sedikit berbeda.
Masih beranikah kau untuk jatuh cinta?

REVIEW:

Seperti yang kita ketahui, buku ini berisi kumpulan cerpen karya Bernard Batubara. Buku ini berisi 15 cerpen. Cerpen pertama berjudul ‘Hamidah Jangan Keluar Rumah’ disusul cerpen penutup ‘Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri.’
Hanya saja, yang akan aku bahas ‘hanya’ cerpen favoritku: [No particular Order]
1. Seorang Perempuan di Loftus Road.
“Kadang, aku masih memikirkanmu.” Katanya.
Sayangnya, kadang tidak cukup bagiku. Jika ia adalah sesuatu atau seseorang yang layak aku tunggu, ia tidak akan memberiku hanya sebuah kadang, Kata itu merendahkan usaha dan meremehkan seluruh kerja keras penantianku. Aku tidak ingin mencintai seseorang yang memberiku kadang.
Menceritakan tentang seorang perempuan yang telah menjelma menjadi pohon. Pohon di Loftus Road. Perempuan itu menjelma menjadi pohon karena telah menanti kian lama.
2. Bayang-bayang Masa Lalu
Kau akan dikutuk menjadi tua dan tak bisa mati sebab kau mencintai manusia yang berseteru dengan kaummu sendiri. Kau akan terus hidup untuk menyaksikan semua yang kau cintai mati dan meninggalkanmu sehingga kau akan menyesal telah menentang kaummu, keluargamu.
Ainun, dulunya adalah seorang kembang desa. Banyak lelaki yang menyukainya. Hanya saja, Ainun malah jatuh hati kepada Subairi, seorang pengumpul ilalang. Suatu ketika, Subairi dituduh dan diancam warga desa untuk di bunuh. Bukan ancaman tak beralasan, Subairi telah kepergok ‘mau’ memperkosa seorang gadis. Tentu saja, Ainun tidak percaya, karena Ainun pikir, Subairi bukanlah orang yang tega berbuat hal se-laknat itu. Belum lagi, Subairi mengatakan pada Ainun bahwa bukan ia yang berbuat, tapi temannya. Tentu saja, Ainun sangat percaya kepada Subairi.
Hanya saja, kepercayaan Ainun pada Subairi disalahgunakan oleh Subairi.
Maka, karena dianggap telah menentang kaum sendiri dan lebih memilih untuk mencintai manusia yang berseteru dengan kaumnya, Ainun dikutuk menjadi tua dan tidak bisa mati selamanya oleh mbak Yati, wanita tua dan dukun di kampungnya waktu itu.
Kini, saat usianya 709 tahun, Ainun mulai mengetahui hal-hal yang seharusnya ia tahu waktu itu. Dan kini… Ainun sangat menyesali keputusannya itu.
3. Orang yang Paling Mencintaimu
Hanya orang yang paling mencintaimu, yang mampu membunuhmu.
Kala itu, ia hanya berusia sembilan tahun. Dan kala itu, saat di usia sembilan tahun, ia menjadi saksi tunggal pembunuhan ibunya. Ibunya bukan di bunuh orang lain. Ibunya di bunuh oleh orang terdekat mereka. Ibunya di bunuh oleh ayahnya sendiri.
Lalu, ia memutuskan untuk pergi dari rumah. Ia lalu bertemu seseorang. Seseorang yang sangat mirip dengan ibunya, umurnya pun hampir setara dengan ibunya. Nama wanita itu adalah… Miranda.
Miranda orang yang bersih, rajin membakar sampah, mirip dengan ibunya. Entah kenapa, ‘kemiripan’ itu membuatnya mencintai Miranda.
Miranda mempunyai obsesi yang aneh, selalu membunuh semua pria yang habis tidur dengannya.
Mengapa aku menembak mati Miranda yang aku cintai? Mengapa Miranda menghabisi nyawa laki-laki yang ia setubuhi? Jika Miranda menyetubuhi laki-laki itu, bukankah artinya ia mencintainya? Mengapa ia membunuh laki-laki yang ia cintai?

………………

Jika ia mencintaiku, apakah suatu hari nanti ia juga akan membunuhku? Apa sebenarnya ia tidak mencintaiku? Mungkin karena itu aku ingin membunuhnya. Mungkin aku tak ingin mengakui Miranda tidak membunuhku karena ia tidak mencintaiku.
4. Nyctophilia
Nyctophilia artinya orang yang akan menemukan rasa nyaman dalam kegelapan. Bahkan, mencintai kegelapan.
Sama seperti judulnya, tokoh dalam cerita ini, Jamelia, adalah orang yang menyukai kegelapan. Tidak, bukan! Ia bukan seorang pengidap Nyctophilia. Hanya saja, ada suatu rahasia yang ia sembunyikan. Kegelapan akan membantunya merahasiakan rahasianya. Karena di dalam kegelapan, kau tidak akan melihat apa-apa.
5. Menjelang Kematian Mustafa
Adalah MustAfa bin Meksum, dengan masa kecil sebagai orang melarat. Hanya menanti untuk dibagi sembako dan orang-orang dari partai yang membagikan amlop dan kaos.
Kemudian, suatu ketika, seorang pria bercerutu menawarkan Mustafa hal yang paling ia inginkan: uang.
Sejak kehadiran pria bercerutu itu, kehidupan Mustafa berubah. Mustafa memiliki hal yang paling ia inginkan. Kemudian, hidup Mustofa hanya dipenuhi dua hal: perintah dan uang. Melakukan perintah dan mendapatkan uang.
Perintah untuk Mustafa adalah membunuh.
Sejak saat itu, Mustafa diajari untuk membunuh.
Kenapa Menjelang Kematian Mustafa?
Karena, inti dari cerita ini adalah menjelang kematian Mustafa. Di saat umurnya sudah 69 tahun, sudah tua renta dan lemah, seorang anak muda menodongkan pistol ke kepala Mustafa. Pemuda itu menanyakan kata-kata terakhir yang ingin diucapkan Mustafa. Lalu, mengalirlah cerita demi cerita dari mulut Mustafa. Tentang korban pertamanya, teman pembunuhnya, dan kehidupan masa kecilnya hingga di tolong oleh pria bercerutu.
“Tidak, Anak muda, aku tidak membunuh karena itu. Aku membunuh karena membutuhkan uang.”
“Bohong. Setelah kau banyak uang, toh, kau tetap membunuh.”
“Itu karena aku sudah tak bisa lagi melepaskannya dariku, atau melepaskan diriku darinya.”
“Membunuh?”
“Yah. Saat kau sudah terbiasa dengan sesuatu, melepaskan kebiasaan itu akan menjadi lebih sulit ketimbang menghabisi nyawa seratus orang.”
6. Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri
Cerpen ini dijadikan judul dari buku ini. Cerpen ini juga merupakan cerita penutup dari buku ini.
Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri.
Untuk hal itu, aku setuju.”
Menceritakan seorang pria berumur 17 tahun. Sebenarnya, pemuda itu merupakan seorang malaikat yang tinggal di bumi. Sudah sejak lama malaikat itu ingin kembali ke langit, ke tempat asalnya. Dan… saat ia bertemu dengan perempuan bernama Rahayu, ia ingin tinggal di bumi satu hari lagi

Karya pertama Bernard Batubara yang aku baca berjudul Cinta. (Baca pakai titik) dan jujur, aku 10 kali lipat lebih menyukai buku ini daripada Cinta. Dengan alasan yang logis  tentunya. Hal yang ingin diungkapkan penulis tidak bertele-tele (mengingat bahwa buku ini merupakan kumcer). Tidak seperti pada Cinta., mau mengungkapkan rasa ‘cinta’ pun harus ditulis dengan paragraf yang panjang. Dan, bukannya kita mendapatkan feel ‘rasa cinta’ tersebut, yang aku dapatkan: ‘kebosanan’ dan ‘Kapan paragraf sedemikian rupa ini berakhir? Sangat membosankan’
Jujur saja, kisah-kisah cinta yang penulis ungkapkan di sini sangat heart-warming. Bukan hanya cerita cinta yang dilihat dari satu sisi. Tapi dilihat dari banyak sisi. Kisah manis, perih, sisi gelap dan kelam. Kau akan menemukan semua cerita dengan kisah begitu di buku ini. 15 cerita dengan topik, tema, konflik yang berbeda satu sama lain. Kesamaannya hanya pada seberapa kelam cerita tersebut.
Aku tidak begitu menyukai cerpen, biasanya begitu. Karena itu, aku jarang sekali membaca cerpen. Kenapa begitu? Aku pernah beranggapan seperti ini ‘Kau akan melupakan keseluruhan cerita secepat kau membacanya.’ Kita tahu bahwa cerpen adalah cerita pendek yang akan kita baca hanya dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit (tergantung tingkat kecepatan membaca para pembaca). Dan… itu adalah waktu yang sangat singkat. Seringkali, aku selalu melupakan cerita-cerita yang aku baca dengan cepat. Tapi, di sini kasusnya berbeda. Aku menemukan ‘permata yang baru ditemukan’ dalam buku ini. Lalu, aku menyadari satu hal: Kau akan mengingat sebuah cerita bukan karena dalam proses membaca, kau cukup lama menyelesaikannya. Tapi, kau akan mengingat sebuah cerita karena kau menemukan sesuatu yang membuatmu ‘terperangah’.
Sejujurnya, aku membaca buku ini satu minggu atau dua minggu yang lalu. Karena aku ‘super’ sibuk minggu lalu (dan minggu ini), aku tidak sempat ‘menuliskan’ review dari buku ini. Biasanya, meskipun masih ingat dengan ‘inti cerita’, aku tetap akan mulai melupakan plot sepanjang cerita. Hanya saja, Entah kenapa aku mengingat plot cerita dari cerpen-cerpenf favoritku (mungkin karena cerpen kali ya, jadi plotnya tidak begitu luas)
Jadi, mari kita bahas tentang covernya. Covernya ‘super-duper’ simpel. Dengan latar ungu yang memberikan kesan kelam, disertai judul yang ukuran font raksasa; JATUH CINTA ADALAH CARA TERBAIK UNTUK BUNUH DIRI. Sejauh ini, aku ‘cukup’ menyukai cover ini. Singkat kata, cover ini tidak buruk rupa.
Overall, aku merekomendasikan buku ini untuk kalian semua yang ingin merasakan tentang cerita cinta yang lain daripada yang lain.

Ratings: 4 of 5 Stars.

[Book Review] Insomnia

24721896

Penulis: Flazia
Penerbit: Grasindo
Terbit: Januari 2015
Tebal: 208 hlm.
ISBN: 9786022518587
SHIN YUN-HEE
Aku seorang playgirl dan pernah terlibat dalam tragedi Sunday Affair. Hanya saja, aku tidak tahu kalau kesalahanku akan menjadi separah ini.
“Karena sikap cerobohmu itu, kau jadi dililit kesulitan ‘kan, Nona Shin?” Nyonya Kim tertawa sebentar sambil memandangku jijik, “Atau bahkan, tidak akan ada pria yang bersedia menikahi gadis jahat sepertimu! Dan…”
“Chagi!” panggil seseorang.
Tanganku terkepal menahan marah—tapi tiba-tiba aku merasa sebuah tangan hangat menelusup ke sela-sela jariku dan meluluhkan kepalan tanganku barusan.
“Yun-Hee~ya, kau tidak dengar aku memanggilmu? Kita harus—”
“J-Jeong-Tae~ssi?” panggil Nyonya Kim terbata.
***
KANG JEONG-TAE
Aku seorang playboy dan terlibat dalam Sunday Affair di sisi lain kafe, di hari yang sama ketika kejadian itu juga menimpa Yun-Hee—teman SMU-ku.
“K-Kau tidak mungkin adalah kekasih Nona Shin kan, Jeong-Tae~ssi?” tanya Nyonya Kim menuntut, wajahnya pucat.
“Dengan segala hormat, maaf telah mengecewakan Anda, Nyonya. Tapi Yun-Hee memang kekasih saya,” jawabku berbohong.
“T-Tapi apa kau tidak tahu, Jeong-Tae~ssi? Semua orang tahu dia terlibat Sunday Affair di Caffèst beberapa bulan lalu! Dia berselingkuh di depan umum dan membuat kekacauan yang memalukan di sana!”
Dan parahnya, perselingkuhanku juga terungkap di sana. Aku dan Yun-Hee bernasib sama, karena itu aku harus segera menyelamatkan gadis ini sekarang juga.

REVIEW:

Jeong Tae dan Yun Hee merupakan teman lama. Teman SMA yang bertemu kembali dalam tragedi Sunday Affair di sebuah kafe di Seoul.
Mereka berdua bertemu di situasi yang mencanggungkan. Sama-sama kepergok selingkuh oleh pasangan masing-masing. Karena tragedi Sunday Affair, Jeong Tae memutuskan untuk ‘berhenti’ dan ‘bertobat’ untuk menjadi Playboy. Jong Tae memiliki Golongan Darah A, dan seorang A merupakan orang yang setia, lalu kenapa Jong Tae menjadi Playboy?
Di sisi lain, bertemu dengan Yun Hee di tragedi Sunday Affair membuat Jong Tae teringat kembali pada masa SMA mereka. Kala itu, Jeong Tae pernah menyukai Yun Hee dan kemudian menembak Yun Hee, tentu saja Yun Hee menolaknya. Menolak Jeong Tae dengan alasan yang sangat tidak masuk akal: Orang dengan golongan darah A dan B itu tidak cocok.
      “Jika kau memilih masa lalumu, aku tidak akan pernah menjadi masa depanmu, Jeong Tae. Sekalipun kau bilang bahwa kau menyukaiku berkali-kali setelah ini atau besok,” ucapku tegas. Sudah cukup. Ji-Hye tidak boleh dibebani dengan pria yang belum melupakannya sejak lama.
Bagaimana bisa orang mencintai orang yang sama dua kali? Tanyakan pada Jeong Tae. Jeong Tae mengakui ia menyukai Yoon Hee lagi. Hanya saja, Jeong Tae masih belum bisa melupakan cinta pertamanya, Ji Hye, yang notabene-nya merupakan sahabat Yoon Hee.

Ini kali pertama aku membaca buku karya FLAZIA. Dan, aku cukup terkesan dengan kemampuan penulis untuk menggambarkan suatu tempat, sangat cocok dengan profesi kedua tokoh utama, arsitek dan desainer.
      Ruang makan ini memakai gaya industrial European vintage. Karena konsepnya industrial, ada beberapa material bangunan yang dibiarkan tanpa finishing. Misalnya saja dinding bata yang dibiarkan tanpa dicat dan juga dinding yang hanya diselimuti acian semen tanpa dicat. Beberapa lukisan sengaja digantungkan sedemikian rupa sehingga karakter ruangan menjadi lebih kuat.
      Satu hal yang membuatku terkesan adalah adanya vertical garden atau semacam green wall di salah satu sisi ruang. Dinding itu ditumbuhi oleh tanaman pakis dan jenis tanaman rambat lainnya. Ada beberapa lampu kecil yang ditempatkan di sana untuk menonjolkan keberadaan tanaman. Kasarnya dinding konsep industrial berhasil disegarkan dengan green wall itu. Manis sekali.
Funiture yang dipilih memenuhi syarat konsep vintage. Ada satu meja panjang dengan enam kursi di satu sisi, enam kursi di sisi yang lain, dan satu kursi di ujung meja sekarang disinggahi oleh Ayah Yun-Hee. Di atap–tepat di atas meja makan, terdapat lampu-lampu gantung dari besi bergaya Eropa kuno. Elegan.
Ide penulis dalam ‘mengawali’ cerita juga sangat unik. Jika penulis lainnya ‘mengawali’ cerita dengan adegan mainstrem, Flazia mengawali cerita dengan suatu tragedi yang dinamakan Sunday Affair. Kedua tokoh yang sama-sama player ‘ketahuan’ berselingkuh oleh pasangan masing-masing. Dari tragedi Sunday Affair itulah kedua tokoh ‘memulai’ sebuah cerita.
Konflik dari cerita ini tidak begitu berat, tentang tokoh utama yang tidak bisa berdamai dengan masa lalu.
Jujur saja, aku sangat terkesan dengan cara penulis menggambarkan keadaan sesuatu, baik itu suasana atau keadaan sebuah ruangan. Sangat detail. Membuat aku bisa lebih ‘berimajinasi’.
Kenapa berjudul insomnia?
Sang tokoh utama, Jeong Tae memiliki penyakit insomnia. Sebagai seorang arsitek, tentu saja Jeong Tae selalu di kejar deadline design bangunan. Pekerjaannya membuat ia terserang insomnia.
Ah, ya. Berbicara tentang cover. Meskipun covernya manis dan unyu, aku tidak ‘terlalu‘ menyukai covernya. Sangat childish sekali. Sudah beberapa kali aku berkunjung ke Gramedia dan hanya sekedar melirik buku ini. Pada kali ke-3 aku berkunjung ke toko buku, baru-lah aku mengambil buku ini dan membaca blurb-nya. Dan… entah kenapa, dengan blurb yang ‘begitu’ menjanjikan jalan cerita yang ditawarkan penulis, aku tertarik pada buku ini.
Overall, aku ‘cukup’ puas dengan cerita yang ditawarkan penulis. Membaca buku ini membuat aku ‘ketagihan’ untuk membaca buku-buku karya Flazia selanjutnya. 🙂

Ratings: 4 of 5 Stars.

[Reading Challenge/Master Post] 100 Days of Asian

image

Jika biasanya Reading Challenge diselenggarakan dalam waktu satu tahun, sesuai dengan judulnya, Reading Challenge kali ini hanya diselenggarakan dalam 100 hari. Mulai 1 Maret sampai 8 Juni 2015.
Cakupan buku yang dibaca semua genre, boleh kumpulan cerpen. Hanya saja, sesuai dengan judulnya ‘Asian’, buku yang di baca harus ditulis oleh penulis Asia atau setting-nya di Negara Asia.
Mau ikutan Reading Challenge ini? Klik Lust and Coffe untuk info yang lebih lengkap!

[Top 5 Wednesday] Books You’d Save in a Fire

Today is thursday, and the title is TOP 5 WEDNESDAY. [Warning: Late Post]
So, yesterday topic was ‘Book You’d Save in a Fire’ 
What? If there is a Fire, i’ll save my money first! Gawd. 
After i thought clearly, this is the 5 books i’ll save if there is a Fire: 
(p.s: NO PARTICULAR ORDER)

22151696206400152347778920622333

23432894

[Book Review] Rintik Tawa

23441611

Judul: Rintik Tawa
Penulis: Rosa Amanda Salim
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: 2014
Tebal: 344 hlm.
ISBN: 9786020251042
Jelita merasakan pedih yang luar biasa di saat sang kakak, Jericho, meninggal akibat kecelakaan. Jelita merasa meninggalnya sang kakak akibat dari kelalaian para dokter yang menangani kakaknya. Belum lagi keberadaan sang ayah yang merupakan dokter senior, membuatnya semakin membenci para dokter yang bisa menyelamatkan nyawa pasiennya. Jelita menyimpulkan bawah ini adalah pembunuhan. Dia bertekad untuk menjadi seorang dokter dan menemukan pembunuh kakaknya.
Bima yang mengetahui kepedihan hati Jelita selalu hadir menemaninya. Bersama-sama mengambil sekolah kedokteran dan koas di wilayah yang sama. Tapi apa jadinya kalau Bima menyukai perempuan lain. Belum lagi kehadiran Dokter Edmund yang menghukumnya dengan alasan konyol. Bisakah Dokter Edmund mengisi kekosongan hati Jelita?

REVIEW:

Jelita memiliki ambisi untuk menjadi dokter. Ia berambisi menjadi dokter bukan karena ayahnya yang juga merupakan dokter. Jelita memiliki ambisi untuk menjadi dokter bukan karena ia menyukai profesi itu, sebaliknya, Jelita membenci orang-orang yang berprofesi dokter. Menurut Jelita, dokter adalah seorang pembunuh. Karena kelalaian seorang dokter, Jelita harus kehilangan kakak satu-satunya, selamanya.
Kematian dan kehilangan itu menyakitkan sekali. Benar-benar menyakitkan. Tetapi tidak mungkin menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Maka itu, saya hidup untuk menghilangkan rasa sakit akibat kehilangan. Juga untuk menghilangkan sakit orang lain karena kematian,”

Banner_BacaBareng2015

Jika dilihat dari segi tema, tema yang diangkat sudah ‘cukup’ baik, temanya nggak mainstream. Hanya saja, aku  kurang puas dengan Plotnya. Ada beberapa bagian yang aku rasa terlalu simpel dan tidak masuk akal. Mengapa Jelita menyalahkan dokter?, padahal harusnya Jelita menyalahkan teman kakaknya, Jericko. (Jericko masuk rumah sakit karena kecelakaan adu balap). Lalu, di bagian ‘Ayah Jelita cenderung dingin dan membenci Jelita’ (meskipun hidup dalam satu rumah, mereka tidak saling berinteraksi, Ayahnya sibuk bekerja, pulang-pun tidak bertegur sapa). Belakangan yang aku ketahui, kasus ‘Ayah Jelita cenderung dingin dan membenci Jelita’ berawal karena Ayahnya ‘menyalahkan’ Jelita atas kematian istrinya. (Ibu Jelita meninggal gara-gara melahirkan Jelita). Nah, persoalan ini membuat aku sedikit ‘bahhhhhh…’ Kenapa? Ayah Jelita merupakan seorang dokter spesialis Anestesi. Seorang dokter harusnya punya pikiran yang lebih baik daripada orang lain. Bagaimana bisa seorang dokter dengan ‘pikiran pendeknya’ mem-blame kelahiran anaknya sendiri? Gawd.
…… Begitu juga jam-jam yang sama di hari berikutnya. Praktis, Jelita telah lelah luar biasa secara fisik.
      Setelah menemukan cangkir dengan motif paling netral di antara yang lain, Lily mengisinya dengan air mendidih. Dicarinya bubuk susu di salah satu lemari. Tetapi tak ada bubuk berwarna putih di sana.
…………. Sekali lagi Lily mengerjap-ngerjapkan matanya. Tak mau ambil pusing, Lily mengambil kedua toples itu.
……. Susu atau kopi ya tadi? Jelita tak yakin. ….
Sebenernya, aku itu tipe pembaca yang nggak terlalu perhatian dengan keberadaan typo di dalam suatu cerita. Typo seperti: kesalahan spasi dan huruf masih bisa aku toleransi. Tapii…. kalo typonya udah parah bangettttt…. seperti: PERBEDAAN NAMA TOKOH… itu baru aku nggak bisa toleransi.
(lihat cuplikan singkat di atas) Nama tokoh utamanya: Jelita. Lalu kenapa tiba-tiba ‘berganti nama’ ke Lily? Perbedaan nama Jelita dan Lily itu jauh banget!! Setelah kurang lebih enam baris mengganti ‘nama’, Lily(?) pun kembali bernama Jelita. -_- Ternyata, setelah aku telusuri lebih lanjut, ternyata buku ini nggak ada proofreadernya, cuma editor doang.
Jika kalian adalah pembaca yang cukup jeli. Kalian akan menemukan perbedaan pengucapan nama pada Blurb dan pada reviewku. Ya, Jericho pada blurb buku dan Jericko di reviewku. Nama yang benar adalah: Jericko, artinya: BAHKAN TYPO PUN TERDAPAT PADA BLURB BUKU. Whatttttt….
Tentu saja buku ini memiliki ‘sedikit’ kelebihan.
Dalam upaya mendalami cerita ini, penulis menyertakan banyak istilah kedokteran agar para tokoh-tokohnya terasa ‘benar-benar’ dokter. Aku sampai dibuat terkesan oleh kemahiran penulis dalam menuliskan sebuah scene operasi. Lalu, saat aku membaca biografi penulis di cover belakang buku ini, ternyata penulis memang merupakan dokter. Pada akhirnya, aku kira penulis lebih cocok jadi dokter 😀

 

Ratings: 1.5 of 5 Stars