JULY Wrap-Up

1406563081557

I’ve only read 3 books this month. And currently reading 2 books, there are Eleanor&Park by Rainbow Rowell and Casa Blanca by Dahlian. In JUNE BOOK HAUL post, i’ve said that i will read The One by Kiera Cass first, but i thinking again and i picked Casa Blanca to be read. Now, i’m in page 86. And i planned to finishing read Casa Blanca today. So, hope my reading mood is high.
Actually, i’m currently reading Sherlock Holmes: Misteri Pemanggilan Arwah before i read Girls in the dark and currently reading Casa Blanca. But that book is disappeared, so poor me! T_T
So, there are 3 books i’ve read:
1. Girls in The Dark by Akiyoshi Rikako

22432940

2. Selamat Datang Cinta by Odet Rachmawati

18627778

3. Interlude by Windry Rahmadina

22081836

Advertisements

Book Review: Interlude

22081836

Judul: Interlude
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagas Media
Terbit: 2014
Tebal: 372 hlm.
ISBN: 979-780-722-3
Hanna,
listen.
Don’t cry, don’t cry.
The world is envy.
You’re too perfect
and she hates it.
Aku tahu kau menyembunyikan luka di senyummu yang retak. Kemarilah, aku akan menjagamu, asalkan kau mau mengulurkan tanganmu.
“Waktu tidak berputar ulang. Apa yang sudah hilang, tidak akan kembali. Dan, aku sudah hilang.” Aku ingat kata-katamu itu, masih terpatri di benakku.
Aku tidak selamanya berengsek. Bisakah kau memercayaiku, sekali lagi?
Kilat rasa tak percaya dalam matamu, membuatku tiba-tiba meragukan diriku sendiri. Tapi, sungguh, aku mencintaimu, merindukan manis bibirmu.
Apa lagi yang harus kulakukan agar kau percaya? Kenapa masih saja senyum retakmu yang kudapati?
Hanna, kau dengarkah suara itu? Hatiku baru saja patah….

REVIEW&PLOT:

“Berat rasanya, ya, Hanna?” tanyanya, “Beban itu. Apa kau tak ingin melepasnya?”
“Saya tidak tahu caranya. Saya tidak tahu apa itu bisa.”
“Bisa. Kenapa kau ragu? Beri kesempatan pada pemuda itu. Beri kesempatan pada dirimu sendiri. Kalau tidak, selamanya, kau tidak akan bisa menjalin hubungan. Selamanya, kau tidak akan bisa bahagia. Kau berhak bahagia, sayang. Sungguh-sungguh bahagia.”
Hanna memiliki masa lalu yang kelam. Karena itu, ia selalu menutup dirinya dari lingkungan luar dan ibunya menyewa seorang psikiater bernama Loraine.
Hanna mengambil cuti kuliah setahun. Setelah itu, Hanna kembali ke apartemen yang dulu ia tinggali.
Kai adalah seorang anak band pemain gitar. Dulunya, Kai mengambil kuliah jurusan hukum, nilainya selalu sempurna. Begitu dengan wajahnya, ia sempurna, disukai oleh gadis-gadis. Tapi, sekarang, Kai juga memutuskan untuk cuti kuliah. Ia seperti tidak memiliki masa depan. Hanya menulis lagu, bermain gitar dan wanita setiap harinya. Semua itu karena keluarganya yang tidak harmonis, tidak seperti keluarga Hanna. Orangtua Kai sudah berada pada ambang perceraian, selalu bertengkar.
Sampai suatu saat, mereka bertemu.
Di atap apartemen Hanna.
Awalnya, Hanna tidak mendengar alunan lagu yang dibawakan Kai. Hanna mendengarnya melalui perekam suara yang selalu ia bawa kemana-mana. Itulah salah-satu hobi Hanna. Ia suka merekam apapun yang berada di sekitarnya.
Keduanya bertemu dan saling tertarik. Awalnya Hanna pikir ia hanya tertarik dengan lagu yang dibawakan Kai.
Lain lagi dengan Kai. Kai pikir Hanna seperti gadis-gadis lain, pura-pura terlihat polos, tapi aslinya mau juga.
Kai pun menjebak Hanna. Kai mencium Hanna di apartemen Hanna.
Hanna yang telah bisa tidur lelap selama 2 bulan terakhir, semua usahanya sia-sia. Ia kembali teringat kejadian itu. Kejadian yang dilakukan oleh mantan pacarnya yang ia kira adalah laki-laki baik-baik.
Padahal, sebelumnya, Gitta, vokalis band Second Day Charm sekaligus teman dan mantan pacar Kai telah mengingatkan Hanna bahwa Kai bukai cowok baik-baik. Tapi, Kai selalu sukses untuk merayu Hanna yang polos.
“Kau tidak harus memberi jawaban. Aku cuma mau kau tahu. Saat ini, Hanna… aku, Kai Risjad, mencintaimu. Dan, aku berjanji tidak akan mencintai seperti cara orangtuaku mencintai. Aku tidak akan menyerah semudah itu.”
Gitta menceritakan semua kejadian yang menimpa Hanna, dan Kai tersadar. Ia salah. Ia pun meminta maaf pada Hanna.
Kai mencintai Hanna. Bukan dalan artian mencintai harus tidur dengan wanita itu 1 atau 2 kali. Arti mencintai yang sesungguhnya.
Jadi, apakah Hanna bisa menerima Kai setelah apa yang ia alami di masa lalu? Bagaimana Hanna bisa berjuang melawan apapun yang ia takuti selama ini? Dapatkah ia kembali percaya pada lelaki seperti Kai?
~
Interlude berarti Jeda. Mungkin penulis mengangkat kata ini sebagai judul dari buku ini karena kedua tokoh utamanya ssama-sama mengambil jeda (cuti) saat kuliah. Suatu kesamaan.
Interlude merupakan buku karya Windry Ramadhina yang pertama ku baca, lalu ada Montase yang menunggu di rak buku.
Konflik yang cukup sensitif, masa lalu yang kelam Hanna, diperkosa. Tapi, konflik ini ‘cukup’ untuk membuat saya ikut merasakan apa yang dirasakan Hanna. Bahasa singkatnya, ‘feel’nya kedapet.
Covernya berwarna biru laut, mengingatkan saya kepada Hanna yang suka laut dan Kai yang namanya berarti laut. Simple tapi cantik. Warna pastel (belakangan ini lagi nge-trend warna-warna pastel)
Alurnya maju, tidak ada flashback secara langsung, kejadian yang ditimpa Hanna pun hanya sedikit-sedikit diceritakan. Buku ini termasuk Adult, tapi Young-Adult juga bisa masuk, tapi bagi saya, lebih cocok ke Young-Adult. Soalnya nggak ada adegan-adegan yang terlampau HOT, paling hot yah cuma sebatas ciuman. Nggak se-hot novel-novel Harlequin.
Pemeran-pemeran pembantu juga sangat membantu pada ‘keseruan’ novel ini. Bukan hanya Hanna dan Kai yang memiliki konflik. Pemeran pembantu seperti Gitta yang dianiaya oleh pacarnya Ian, pemain drum musik aliran Rock. Juga ada Jun, teman satu band Gitta yang mencintai Gitta.
Bicara soal pemeran yang paling saya suka. Saya paling suka Jun. Jun adalah tipikal Good Boy, tidak merokok, tidak main perempuan, tidak minum alkohol, juga bussines man. Perfect.
Windry Ramadhina telah masuk pada jejeran penulis yang aku suka mulai saat ini, aku menyukai cara Windry Ramadhina menuliskan cerita dari awal sampai akhir. Dan menemukan beberapa typo pada buku ini. Salah satunya ada pada halaman awal, p.7. Disana tertulis piza dengan 1 ‘z’ seharusnya ditulis pizza dengan 2 ‘z’. Memang, saya akui, tidak ada sesuatu yang sempurna, disetiap novel pasti ada typonya, yang membedakan hanya typo yang sedikit atau yang banyak. Typo yang sangat terlihat hingga tidak terlihat seperti kesalahan spasi.
Overall, saya menyukai buku ini jika dilihat dari kategori romance, tidak terlalu menye-menye. Menyelesaikan buku ini hanya dalam dua hari. Tapi, saya hanya memberikan 4,5 bintang untuk buku ini. Entah kenapa, biasanya saya langsung ngasih 5 bintang untuk jejeran buku yang menurut saya bagus, tidak peduli typonya. Tapi dibuku ini, saya sangat terganggu dengan typonya. Contohnya nih ya, pada halaman berapa gitu saya menemukan typo yang sangat jelas sekali. Titik, spasi, lalu paragraf. Aneh! Saya juga sangat menyukai Ending pada buku ini. Happy Ending, to be honest. 🙂

Book Review: Girls in the Dark

22432940

Judul: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Terbit:  Mei 2014
Tebal: 279 hlm.
ISBN: 978-602-7742-31-4
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu…?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….

Kau… pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

REVIEW&PLOT:

 

 

WHEN: Tanggal x Juli, setelah sekolah usai.
WHERE: SMA Putri Santa Maria. Pot bunga.
WHO: Kelas 3-B. Shiraishi Itsumi.
WHAT: Meninggal berlumuran darah.
WHY: Tidak jelas.
HOW: Jatuh dari teras.

 

Ketua klub sastra SMA Putri Santa Maria tewas mengenaskan! Gadis yang malang. Lalu, beredar rumor bahwa salah satu anggota klub sastra yang membunuh Itsumi!
Kalian juga melihat jasad Itsumi di tempat kejadian, kan? Kenapa Itsumi meninggal di kompleks sekolah? Kenapa dia telungkup di dekat pot bunga di bawah teras? Kenapa dia memegang benda itu saat dia meninggal? Apa yang ingin disampakan oleh gadis itu…
Shiraishi Itsumi namanya.
Ia memiliki segalanya. Kecantikan, kepopuleran, harta.
Sang wakil ketua klub yang juga merupakan sahabat Itsumi kini menggantikan Itsumi sebagai ketua klub yang baru.
Sumikawa Sayuri sudah bersahabat dengan Itsumi sejak SD. Itsumi dan Sayuri sangat bertolak belakang. Itsumi yang memiliki semuanya, dan Sayuri yang hidup dilindungi oleh bayangan Itsumi.
Dua orang yang mirip kalau tidak saling mendukung, pasti saling berlawanan. Lalu, dua orang yang bertolak belakang kalau tidak saling mendukung, pasti akan saling berlawanan. Tidak ada yang terletak diantaranya. Mungkin, kalau kita sudah dewasa, kita bisa mengendalikannya dengan terampil. Mirip atau tidak mirip, cocok atau tidak cocok, kita pasti bisa menemukan rahasianya dan berenang-renang dalam masyarakat.
Klub sastra selalu melakukan pertemuan rutin. Pertemuan rutin setiap akhir semester ke-16 selalu memakai acara Yami-nabe. “Pertemuan Pembacaan Naskah dan Yami-nabe.” Tema acara hari ini adalah “Kematian ketua klub sebelumnya, Shiraishi Itsumi.”
“Sebuah naskah dengan tema kematian Itsumi. Naskah yang kita persembahkan bagi Itsumi. Saya ingin kita mencoba mengingat sekuat tenaga, menceritakan sesuai dengan ingatan itu, dan saling berbagi tentang kejadian tidak menyenangkan ini. Pasti ada yang bisa terlihat dengan meleburkan kematian Itsumi dalam sebuah naskah.
Kenapa Itsumi harus mati? Kemudian… apakah benar ada di antara kita yang membunuhnya?
Yami-nabe: Arti harafiahnya “panci dalam kegelapan”. Peserta akan membawa bahan makanan yang dirahasiakan dari orang lain. Semua orang harus memasukkannya ke dalam panci berisi air mendidih dan kemudian memakannya. Karena saling tidak tahu bahan masing-masing (tidak diperkenankan untuk memberi tahu), biasanya rasanya menjadi tidak keruan, kalau beruntung, jadi enak.
Ada 7 anggota di klub Sastra, termasuk Itsumi dan Sayuri.
Anggota pertama yang membaca naskah adalah Nitani Mirei (Kelas 1-A). Nitani Mirei adalah siswa dengan keterbatasan ekonomi namun memiliki otak yang pintar, maka dialah si penerima beasiswa.
Pembaca kedua, Kominami Akane (kelas 2-B)
Kominami Akane sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan klub sastra, ia lebih tertarik dengan restoran ala barat. Tapi, setelah mendegar rumor bahwa di dalam klub itu ada sebuah kitchen shet yang canggih, Akane pun berpikir lagi saat diajak Itsumi untuk bergabung
Shiraishi Itsumi terlalu sempurna. Secara umum, baik itu dalam menghias roti, atau kudapan tradisional, untuk meningkatkan cita rasa, seorang artis sengaja menghancurkan kesimetrisannya. Bentuk itulah yang justru menarik. Tetapi, sosok Itsumi terlalu mendetail seolah sudah dihitung dengan cermat dan diatur terlalu teratur dan tidak ada yang tidak sempurna. Benda yang sempurna itu tidak cantik. Vulgar.
Pembaca Ketiga, Diana Detecheva (Murid Internasional)
Diana Detecheva merupakan murid internasional yang berasal dari Bulgaria dan bersekolah di SMA Santa Maria. Diana memiliki penyimpangan seksual, Diana menyukai Itsumi! Berawal dari rasa kagum, berkembang menjadi Cinta, ingin memiliki, posesif.
Pembaca keempat, Koga Sonoko (kelas 3-B)
Merupakan saingan terberat Itsumi karena sama-sama bercita-cita menjadi seorang dokter.
Manusia hidup bukan karena adanya jiwa. Manusia hidup karena dia menarik napas, mengalirkan oksigen di sekujur tubuh, mengeluarkan hormon, mengalirkan darah, melakukan reaksi kimia didalam tubuh. Lewat pembedahan, aku sadah bahwa hidup hanyalah sebuah proses fisika.
Pembaca terakhir, Takaoko Shiyo (Kelas 2-C)
Penulis Bestseller terkenal yang muda!
Mereka membaca naskah mereka masing-masing, dan anehnya, isi naskah mereka saling menuduh satu sama lain! Alibi-alibi bermunculan.
~~~
Menulis sebuah novel dengan menceritakan dari sudut pandang orang pertama adalah hal yang tersulit bagi penulis, itulah yang aku baca pada sebuah artikel. Kenapa sulit? Si penulis harus benar-benar memahami karakter tersebut, sehingga saat ditulis, pembaca dapan merasakan ‘feel’-nya. Dan ini terjadi pada Okiyoshi Rikako.
Rikako benar-benar memahami setiap karakter dalam buku ini. Hebatnya, karakter dibuku ini bukan sedikit, tapi ada 7 orang pemeran yang harus diceritakan dari sudut pandangnya masing-masing. Di setiap babnya, POV bergantian dari karakter satu dengan karakter yang lain.
Rikako juga menuliskan sebuah penggambaran dengan sangat lengkap. Mengingatkan saya dengan J.K. Rowling. Singkatnya, gaya penulisan Rikako sangat spesifik. Penggambaran yang sangat jelas.
Saya menemukan sebuah typo pada halaman awal. Lavendel, pada halaman 7, seharusnya ‘Lavender’.
Alur ceritanya maju, plotnya keren, seperti kumpulan cerita pendek yang saling berhubungan. Tema ceritanya juga tergolong langka.
Tapi, entah kenapa, saya merasa cerita ini ‘agak’ mirip dengan Omen karya Lexie Xu. Saya tidak akan menceritakan dimana letak persamaanya, karena jika saya ceritakan, saya akan memberi spoiler lengkap dari buku ini. Yang jelas, ada kesamaan.
Saat kita membaca naskah pertama yang dibacakan oleh Mirei, awalnya saya kira si pelaku adalah Sanoko, tapi saat pembacaan naskah kedua, orang yang tertuduh berbeda lagi. Singkatnya, endingnya nggak ketebak.
Novel ini sukses tidak membuat saya bingung, soalnya biasanya, saya selalu sering bingung dengan pemeran utama yang terlalu banyak.
Pada pergantian babnya pun, novel ini memberi latar yang terkesan kelam, sesuai dengan temanya. Juga covernya yang berwarna hitam memberi kecendurungan pada novel misteri. Tidak ada kesalahan warna. Pas. Cocok. Gambar seorang cewek yang aku duga Itsumi menghiasi covernya, menghadiakan kesan gotic. Keren.
Overall, saya sangat menikmati novel ini. Saya membaca novel ini hanya dalam waktu beberapa jam dengan ditemani segelas chatime yang langsung habis di menit-menit pertama. Gaya penulisan Rikako sangat rinci, lengkap, jelas. Memudahkan para pembaca untuk berimajinasi sepuas-puasnya. Sebenarnya, beberapa kekurangan yang sangat spesifik dalam novel ini adalah pada pencarian si pelaku. Latar waktu di novel ini tidak disebutkan dengan jelas, tapi, yang pasti, saya pikir latar waktu nya adalah masa kini. Pada masa kini, penemuan seorang pelaku pembunuhan kan gampang-gampang saja? Tinggal otopsi, atau pengecekan CCTV disekitar sekolah. Nah, dinovel ini tidak ada tuh yang begituan, hanya berdasarkan naskah-naskah tiap anggota saja.

RATINGS: 4.5 of 5 Stars.

Wishful Wednesday #11

wishful-wednesday

Beberapa minggu hiatus dari meme ini dan kembali lagi hari ini. Pos terakhir tgl 21 May 2014.
Jadi, pada minggu yang biasa-biasa ini, saya memiliki 2 buku untuk dijadikan Wishlist.
Buku yang menjadi Wishlistku minggu ini adalah:

LANDLINE by Rainbow Rowell

18081809
Georgie McCool knows her marriage is in trouble. That it’s been in trouble for a long time. She still loves her husband, Neal, and Neal still loves her, deeply — but that almost seems besides the point now.

Maybe that was always besides the point.

Two days before they’re supposed to visit Neal’s family in Omaha for Christmas, Georgie tells Neal that she can’t go. She’s a TV writer, and something’s come up on her show; she has to stay in Los Angeles. She knows that Neal will be upset with her — Neal is always a little upset with Georgie — but she doesn’t expect to him to pack up the kids and go home without her.

When her husband and the kids leave for the airport, Georgie wonders if she’s finally done it. If she’s ruined everything.

That night, Georgie discovers a way to communicate with Neal in the past. It’s not time travel, not exactly, but she feels like she’s been given an opportunity to fix her marriage before it starts . . .

Is that what she’s supposed to do?

Or would Georgie and Neal be better off if their marriage never happened?

~~~
To be honest, Rainbow is new author for me. I’m currently reading her book, Eleanor & Park. And i’m in love with that. I’m in love with the author’s narrative voice.
Because of Eleanor&Park, i’m curious about all Rainbow books and just found out that she’s has new book. The title is Landline. Maybe, this book is the most anticipated book this year.
So do i, i always looking for all Rainbow books. Only Eleanor&Park that have been published by Indonesia publisher. And i only have Fangirl (e-book version) and Eleanor & Park (Indonesia version, paper back).
This book was on my wishlist for a long time. Why?
I’ve read the synopsis (behind the book) and curious about it. Besides that, Rainbow is my favorite author. As a fans, we need to collect all our favorite author, right?

 

Girls in the Dark by Akiyoshi Rikako

22432940

Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu…?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….

Kau… pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

~~~
Actually, this book isn’t my cup of tea. But i’ve read Wishing Her To Die (Also published by Penerbit Haru), and pretend to like this genre and finally i’m really in love with this genre.
So why i likes this book?
Of course because the mystic cover. That cover makes me so so so curious about the plot, theme, and many more. Anddd.. also the behind book synopsis. Pluss.. A lot of my friends gave 4-5 stars at goodreads! So…  what makes you not curious about this book ya?
Breaking news!!
Today is special post, because the host @Bookstoshare held a giveaway.
#Luckbemine
Caranya gampaaaang banget, dan giveaway ini hanya berlangsung satu hari lho (16 Juli 2014), jadi yuuuk buruan ikutan 🙂
1. Buat postingan Wishful Wednesday di blog. Gak harus blog buku, kok, yang penting di blog.
2. Postingan tersebut harus berisi tentang wishlist buku kamu (boleh lebih dari satu buku), serta alasan mengapa kamu pengen buku tersebut. Jangan lupa cantumkan cover dan sinopsis.
3. Buku tersebut harus tersedia di bukabuku.com, karena sponsornya menggunakan toko buku online tersebut, dan harga maksimal (ongkir tidak termasuk) adalah Rp 100.000. Yah, karena di tokbuk tersebut selalu ada diskon 15%, jadi nyerempet Rp 100.000 dikit gak papa deh…
4. Setelah posting, masukan link tersebut ke linky yang tersedia. Lalu pemenang akan dipilih menggunakan random.org, hanya ada satu orang pemenang dan satu blog hanya memasukkan satu link dan satu post.
5. Giveaway hanya berlangsung selama 1 hari, Rabu tanggal 16 Juli 2014. Linky post dapat disubmit pada jam 09.00 WIB dan link terakhir ditunggu sampai jam 23.59 WIB. Peserta yang sudah membuat post tapi tidak memasukan link ke linky dianggap gugur.
6. Pengumuman pemenang diumumkan hari Jumat tanggal 18 Juli 2014. Pemenang diberi waktu konfirmasi 2×24 jam melalui email nurauliafina@gmail.com, bila tidak mengirimkan email apapun, akan dipilih pemenang lainnya.
7. Pemenang juga harus memasukan buku tersebut ke dalam Buying Monday bulan Juli 2014 yang di-host oleh Aul @ The Black in The Book.

Book Review: Love & Misadventure

18484083

Judul: Love & Misadventure
Penulis: Lang Leav
Tebal: 176 hlm.
Versi: E-book
Genre: Poerty Book

REVIEW:

Actually, this book isn’t my cup of tea at all, and i’m not a poetry readers, and now, i founding myself is get insane with poerty book! Not because i don’t like this book. But, otherwise, I love this book so much!
I’ve been finished this book 2 weeks ago, and just wrote and posted the review today. All i want to say is was: This is my first time read a poetry books and i fall in love with this book!
The author of this book, Lang Leav is new author to me. Because i never read her book, until 2 weeks ago and started to read!.
I’ve felt in love with the cover! The cover looks so cool, and simple at the same time. Easier to understand and adequately described all matters of feeling.
Actually, i’ve buy this book solely because the cover looks so pretty.
I love the way Lang Leav writes all the poet. And, Of course i’ve enjoyed all the poet.
I don’t say the poem is very good, and otherwise, the poem in this book is simple, but can amazed me. Every poem put my feelings into it.
It’s amazing, how just eight little lines can tug at your heartstrings and bring along with a flood of emoticons. Real and Raw. Some of the poems are very short (four lines or more) but paint a story as well.
This book is so popular in GoodReads, so many people gave 5 stars to this book, and so do i. And i curious about it. Why this book so popular? And finally i found what makes this book so popular: this is high-quality poems! (But shakespare’s poems more high quality! OF COURSE! He’s the best author ever!, Gawd. Back in time.)
Overall, i’ve enjoyed this book so far, every page was full of emoticons and have a beautiful meaning! I recommended you all to read this poerty book! (Even if this book isn’t your cup of tea, at least, give a try!)

FIVE STARS TO THIS BOOK!

Book Review: Selamat Datang, Cinta

18627778

Judul: Selamat Datang, Cinta
Penulis: Odet Rahmawati
Penerbit: GagasMedia
Terbit: 2013
Tebal: 232
 
Bisakah kau berhenti bersedih?
Lalu, lihat aku yang selalu bersamamu.
Bisakah berhenti memunggungi masa depan?
Percayalah, semua akan baik-baik saja selama kau bersamaku.
Kau butuh kepercayaan untuk membunuh semua keraguan.
Dan aku… membutuhkan kesempatan untuk mengajakmu bahagia di hari selanjutnya.
Kurasa, ini waktu yang tepat untuk berpindah hati.

 

REVIEW&PLOT:

Selamat Datang, Cinta merupakan karya debutan Odet Rahmawati. Dan saya ‘kurang’ menyukai buku ini. Karena beberapa hal.
Pertama, Font. Font yang digunakan cenderung kecil, juga margin2 yang cenderung berhimpit, belum lagi typo yang bertebaran.
Kedua, Typo. Saya menemukan beberapa typo.
Ketiga, Tema.
Tema yang diangkat ‘cenderung‘ ‘sangat’ mainstream. Sahabat jadi Cinta.
Biasanya saya selalu suka dengan tema-tema seperti ini. Tapi, entah kenapa, saya cenderung merasa bosan saat membaca buku ini. Mungkin karena saya sudah sering membaca buku dengan tema yang sama.
Keempat, Plot.
Plotnya cenderung lambat. Serasa lagi nonton Tukang Bubur Naik Haji/ Cinta Fitri yang episodenya sampai ribuan. Maka dari itu, saya tidak menyertakan plot di post kali ini, karena saya pribadi ‘sangat’ tidak cocok dengan buku ini.
Kelima, Judul.
Gawd. Penulis sekarang suka banget ngasih judul yang euw. (Jadi teringat Cinta Masa Lalu).
Cover? Okelah! Cukup manis.
Review ini merupakan tanggapan pribadi aku ya, nggak ada maksud apa pun. Nggak ada dendam terselubung.
Actually, buku ini sudah lama berada pada rak buku aku, tapi baru seminggu yang lalu ngebaca, boring, garing, lalu bikin reviewnya today.
Sinopsis cover bukunya dibuat sangat puitis membuat aku berharap lebih pada buku ini, tapi ternyataa… Saya dibuat kecewa!!
Seperti yang saya katakan diatas, cerita dalam buku ini mirip sinetron indonesia. Ceritanya mendayu-dayu, datar, nggak ada bagian yang bisa membuat hati aku naik-turun/nyesek/senang/whatev.
Quote dalam buku ini banyak, kata-katanya juga terlalu kaku. Meskipun quote dalam buku ini banyak, nggak ada satu pun yang lengket di hati aku. Nggak tau kenapa. Mungkin karena faktor ‘kekecewaan’ aku ya.
Overall, buku ini menjadi buku yang paling aku tidak suka pada tahun ini dan buku ini membuat mood baca aku menjadi menurun. Mengawali review buku pertama pada bulan ini.

 

Ratings: 1 of 5 stars.

 

 

#2 Book Haul: June 2014

1404488004696

My book haul on June 2014 is:
1. The One by Kiera Cass.
I’ve buy this book at Booksbeyond.com, the International version. And i planned to read it at June, but i can’t. I’ve little bit busy these days, so maybe i will read it at the end of this month.
2. Guilty Pleasure by Christian Simamora.
I’ve been reads this book! [Click Here] for the review.
3. Simple Thinking about Blood Type by Park Dong Sun.
This is comic & non-fiction book. It’s talk about the characteristic of Blood Type and some short story about Blood Type. I’ve read this book, but i’ve not write the review. Maybe i will write the review as soon as possible.
p.s: i’ve really enjoyed this book, but the price of this book is so expensive (maybe its because of the full-color pages.)
4. Casablanca by Dahlian
Dahlian is one of my favorite Indonesian Author, and Casablanca is one of STPC series. This book have been at my wishlist for a long time, and i buyed this book last month. So excited of this! I will read this ASAP! (but i think i will reads The One first)