[Book Review] Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

24636477

Judul: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Penulis: Eka Kurniawan

Penerbit: GagasMedia

Terbit: Maret 2015

Tebal: 170 hlm.

ISBN: 6022910722

“Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.”

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

REVIEW:

Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi merupakan salah satu judul dari 15 cerita pendek dalam buku ini. Dibandingkan dengan Kumcer Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri, kumcer di sini lebih pendek. Bayangkan saja, buku ini hanya memiliki 170 halaman dan menampung 15 cerpen.

Ini adalah pertama kalinya aku membaca karya Eka Kurniawan. Sedikit telat memang, secara tuh, penulis ini sudah sangat terkenal di Indonesia. Bahkan, beberapa bukunya sudah diterjemahkan ke bahasa asing.

Jadi, ini beberapa ‘cerpen’ favoritku dari buku ini:

  • Gincu ini Merah, Sayang

Kecemburuan itu membawa mereka kepada pertengkaran kecil, yang lalu diselamatkan oleh cinta.

Gincu ini Merah, Sayang bercerita tentang suami-istri yang saling mencurigai satu sama lain. Wajar saja sang suami mencurigai istrinya, Marni. Marni, sang istri, sebelum dipersunting oleh suaminya, Rohmat Nurjaman, bekerja sebagai wanita penghibur di bar Beranda. Kemudian, setelah bertemu Rohmat Nurjaman, hidup Marni pelan-pelan berubah. Setelah menikah, Marni melepaskan pekerjaan haramnya itu. Hanya saja, rumah tangga mereka selalu dipenuhi dengan ‘kecurigaan’ satu sama lain. Cerita ini memberi pesan: Jika mencintai, maka harus ‘memercayai’.

  • Penafsir Kebahagiaan.

Sebelumnya, Siti bekerja sebagai pelacur di salah satu tempat pelacuran di daerah kota Jakarta. Belakangan, seorang mahasiswa Amerika mengajaknya ke Amerika. Untuk dipekerjakan. Pekerjaan yang sama. Hanya saja, bayarannya lebih tinggi.

      Ia masih tak yakin dan kembali bertanya, “Untuk itu kenapa kalian, enam pemuda sinting ini, harus membawa perempuan dari Jakarta?”

      Jimmi menghembuskan napas dan berkata sejujurnya, “Pelacur Amerika, hmmm, kamu tahu, mahal.”

      “Jadi itu alasannya. Mahal dan murah.”

  • Cerita Batu

Cerita Batu bercerita tentang sebongkah batu yang amat sial. Menjadi saksi mata dan tertuduh. Seorang pria membunuh seorang wanita dan mengikat tubuh wanita tersebut dengan batu dan membuangnya ke sungai agar jasadnya tidak mengambang. Batu terus berteriak kepada manusia tentang siapa si pembunuh. Dan benar saja, ia hanyalah sebongkah batu seukuran kepala bayi yang kian mengecil karena terkikis. Tapi, tekadnya tidak berubah. Ia tetap bertekad untuk membalas dendam pada manusia itu.

      “Jika manusia tidak bisa menegakkan keadilan,” katanya, sedikit menggeram, “akulah yang akan melakukannya.”

  • Teka-teki Silang

Cerpen ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan cerpen-cerpen lainnya pada buku ini. Teka-teki Silang mirip seperti cerita psikopat, atau memang cerita psikopat? (Jujur saja, aku tidak begitu pandai dalam menilai cerita.)

Juwita adalah salah satu dari sekian orang yang menyukai Teka-teki Silang. Ia selalu mengumpulkan potongan surat kabar yang memuat Teka-teki Silang, ada beberapa yang ia dapatkan dari majalah. Suatu ketika, ia mengisi sebuah Teka-teki Silang. Dan anehnya, apapun yang berhasil dijawabnya menjadi sebuah kebenaran. Ia benar-benar menemukan ‘kucing gosong’ di depan ‘halaman’ rumahnya. Kata ‘kucing’ ‘gosong’ dan ‘halaman’ adalah jawaban yang ‘berhasil’ ia temukan pada Teka-teki Silang itu. Lalu, kenapa semua menjadi sebuah kenyataan? Belum lagi Juwita menemukan kata ‘Juwita’ pada salah satu pertanyaaan pada Teka-teki Silang itu.

Sebenarnya, apa yang terjadi?


Aku rasa, cerpen-cerpen pada buku ini terlampau singkat (ah, ini cerpen, ya kan?). Iya, sih. Memang benar, sesuai namanya ‘Cerita Pendek’, hanya saja, pada beberapa cerita, memang benar-benar pendek, sampai ending yang penulis gantung. Ah, jika beruntung maka para pembaca akan mengerti sebab-akibat konfliknya.

Perempuan Patah Hari yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Penulis benar-benar sangat ‘ahli‘ dalam menemukan sebuah judul yang ‘pas’ untuk mewakili ke-limabelas cerpen pada buku ini. Sampul bukunya juga sangat adem! Meskipun tergolong simpel, ya.

Aku tidak begitu menikmati buku ini. Mungkin karena kekecewaanku pada beberapa cerpen yang memiliki ‘akhir’ yang menggantung. Atau mungkin, kembali ke awal, aku bukanlah ‘seorang’ peminat cerpen? (Walau akhir-akhir ini aku lebih sering membaca cerpen.)

Nilai plus dari novel ini adalah adanya ide cerita yang bervariasi pada setiap cerpen di novel ini! Sangat kreatif! Penulis bahkan tidak mengangkat tema super-klise di kalangan novel Indonesia.

Meski begitu, aku tetap akan membaca karya lain dari penulis ini. Cantik itu Luka. Salah satu novel Sastra Indonesia yang populer. Bahkan sudah diterjemahkan ke bahasa lain. Judul inggrisnya adalah Beauty is Wound.

Advertisements

[Book Review] Gloomy Gift

24937809

Judul: Gloomy Gift
Penulis: Rhein Fathia
Penerbit: Bentang Belia
Terbit: Maret, 2015
Tebal: 284 hlm.
ISBN: 9786022910893
Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. Kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi.
Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakkan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.
Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?
Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut yang berkepanjangan.

REVIEW:

Terkadang, cinta adalah tentang menghadapi ketakutan terbesarmu. 
Kara dan Zeno. Di hari pertunangan mereka, sekelompok orang tidak di kenal menyerbu masuk membawa senjata api dan melepaskan tembakan. Kontan saja, seluruh orang di ruangan mulai panik, termasuk Kara. Entah kenapa, terhitung dari ‘waktu’ pertunangan mereka, Kara dan Zeno ‘resmi’ jadi buronan. Bukan buronan polisi. Melainkan buronan Lintang Samudra.
Kara memang mengenal Zeno. Tapi, masih banyak hal yang belum Kara ketahui tentang Zeno. Kara mengetahui bahwa pekerjaan Zeno adalah arsitek. Hanya saja, kenapa seorang arsitek bisa menyimpan sebuah pistol dalam laci di ruang apartemennya?
      “Satu setengah tahun kenal, setahun pacaran, dan baru hari ini aku tahu sisi lain dari kehidupanmu.” Kara merasa dirinya telah ditipu.
Save Your Life, disingkat SYL merupakan organisasi yang membantu seorang/sekelompok dalam memecahkan masalahnya. Biasanya masalah yang ‘dituntaskan’ SYL merupakan masalah yang terlalu rumit jalur biroaksinya jika harus melalui kepolisian. Cara kerja anggota SYL pun sangat terutup, hanya anggota inti saja yang mengetahui identitas masing-masing, anggota lainnya bahkan tidak pernah bertemu muka/sekedar mengetahui nama asli (Anggota SYL biasanya berkomunikasi melalui telepon khusus dan menggunakan ‘nama samaran’ agar tidak terlacak keberadaannya. Menurutnya, semakin terutup organisasinya, semakin lancar proses kerjanya)
Setelah ditelah lebih lanjut, segerombol orang yang menyerbu masuk di acara pertunangan mereka merupakan kroco Lintang Samudra. Lintang Samudra baru-baru ini meminta cairan dana ‘yang tidak masuk akal’ terlalu besar kepada pihak asuransi karena tenggelamnya kapal miliknya di perairan manui. Yang menjadi masalah, pihak asuransi merasa bahwa kasus kecelakan kapal milik Lintang Samudra sangat mencurigakan, seperti ‘kecelakaan’ yang direncanakan. Maka dari itu, pihak asuransi meminta ‘bantuan’ SYL untuk memecahkan kasus ini.
Tapi, apa hubungan Zeno dan Kara dengan Lintang Samudra? Mengapa Kroco Lintang Samudra mengincar mereka?
Ya, ini merupakan pertama kalinya aku membaca karya penulis, Rhein Fathia.
Jujur saja, aku sangat terkesan akan ide cerita dalam novel ini. Tidak kliseHanya saja, aku kurang menyukai gaya penulisan penulis yang menuliskan cerita dari sudut pandang penulis, mungkin, jika ditulis dari sudut pandang tokoh utama, baik Zeno maupun Kara, atau bergantian setiap babnya pasti akan lebih ‘terasa’ perasaannya. Mungkin, aku akan ‘lebih’ terbuai dalam cerita ini. 
Buku ini dibuka dengan prolog yang sangat menjanjikan, membuat pembaca (aku) sangat penasaran akan apa yang akan terjadi selanjutnya/ kenapa bisa terjadi? Lalu, tiba di bagian bab pertama yang pada awalnya aku kira Flashback (berhubung potongan kisah pada prolog sangat berbeda dengan bab pertama), lalu saat tiba di bab 3 atau 4, aku mulai menyadari tentang ‘keterkaitan’nya. 
Ada beberapa hal yang ‘tidak’ dapat aku uraikan. Seperti klimaks pada konflik (atau mungkin, karena aku ‘ngebut’ baca kali ya? Btw, aku baca buku ini dalam sekali duduk 😀 mungkin 3 jam? #lupakan). Nah, aku sedikit binggung sih pada klimaksnya. Jadi, aku akan ‘membahas’ tentang ending cerita ini. Sangat unbelievable! Pada bab 16- bab terakhir sebelum epilog, aku mulai ‘berpikir’ bahwa penulis akan menyajikan sad ending. Lalu, saat menuju epilog… 
Bicara soal tokoh favorit, tentu saja Zeno! Zeno merupakan tipe yang ‘setia’ meskipun sedikit dingin, dia juga ‘rela’ mengorbankan nyawanya untuk Kara (hu..uh.. jadi terharu). Tapiiiiiii… aku nggak begitu suka Kara, Kara terlalu gimana ya… cenggeng? Bodoh? Lebih percaya dengan orang lain daripada tunangannya sendiri. Menyimpulkan sesuatu tanpa bertanya ‘kebenaran’ pada Zeno. Sebenernya aku bisa sih toleransi sikap Kara, berhubung karena Kara memiliki trauma gara-gara kehilangan ayahnya. Hanya saja, karakter Kara kurang cocok sih sama buku bergenre romance dengan ‘selipan’ action didalamnya 😀
Pada awalnya, aku tidak begitu tertarik dengan buku ini. Entah kenapa. Mungkin karena Rhein Fathia masih merupakan ‘penulis’ baru untukku, aku belum pernah membaca satupun karyanya. Dan disusul dengan cover yang ‘kurang’ menarik sih, mungkin harus ‘diselipin’ muka si doi ya? Hehe. Tapi, jika dilihat lebih rinci, cover dari buku ini ‘sangat’ mencerminkan genre cerita (perhatikan pistol yang dipegang di kedua tangannya), ‘aksi’ banget. Pada akhirnya, setelah ‘melihat’ beberapa ulasan teman ditambah dengan lomba review yang diinformasikan dalam komunitas BBI (ditambah hadiah yang *kalo menang* sangat menarik #nyarigratisan), jadi beli deh buku ini 😀
Overall, aku sangat menikmati buku ini. Aku rekomendasikan kepada semua pembaca yang ingin ‘membaca’ sesuatu yang berbeda dan tidak klise (jangan tanyakan tema gimana yang klise, semua pembaca tahu itu). Diselipi adengan aksi dan romantis 😀 serta ending yang sangat.. unbelievable! Like it! Planned to read the others Rhein’s books :O 

Image6

 Ratings: 4 of 5 Stars

Book Review: Outsider 3

outsider3depan

Penulis : Guiyeoni
Penerjemah : Dwita Rizki
Penyunting : Nunung Wiyati
Penerbit : Bentang Belia
ISBN : 9786027975118
Harga : Rp 49.000,-

 

Ibu Eun Chan menawariku untuk pindah ke luar negeri selama satu tahun. Karena merasa telah banyak mengacau di rumah, aku sepertinya harus pergi. Tapi, Eun Chan menyelamatkanku dari ‘pengusiran’ ini. Jadilah aku harus menghadapi hari-hari ke depan bersama mereka lagi.
Satu demi satu misteri di kehidupan baruku mulai terkuak setelahnya…
Aku jadi tahu kenapa Ha Ru bersikap aneh padaku. Aku juga tahu ada hubungan apa antara Ha Ru dengan Yoon Yeong, sahabatku. Tapi, semua ini terlalu memusingkan. Sampai tragedi yang hampir merenggut nyawaku terjadi. Lagi-lagi Eun Chan yang datang. Kenapa bisa Eun Chan? Kenapa bukan Ha Ru? Semua orang justru memperingatkanku untuk menjauhi Ha Ru-ku… Hidupku, sepertinya masih akan terus terombang-ambing, entah sampai kapan…

 

REVIEW:

Sebenernya sih-ya, mau review seri Outsider ini secara bertahap. Dari buku pertama, kedua, dan ke tiga. Tapi, rasanya lebih bagus langsung loncat ke buku ke-3 aja, soalnya Outsider 1 dan 2 belum begitu terkuak misterinya. Di buku ke-3 ini lah misteri-pun terkuak.
Jika pada buku pertama dan buku pertama aku lebih prefer Eun Chan-Han Seol daripada Ha Ru-Han Seol, di buku ketiga ini, aku malahan nggak tahu mau dukung siapa. Guiyeoni bener-bener tahu caranya untuk membuat sebuah cerita yang alurnya nggak ketebak sama reader.
Memangnya salah sangka itu sebuah kesalahan? Yang salah itu orang yang membuatmu jadi salah sangka!
Dari semua seri Outsider (kecuali Outsider 4 yang belum keluar versi Indonesianya), tentunya favoritku adalah Outsider 3! Di Outsider 3 ini, aku bisa ngerasain pengorbanannya Ha Ru! Di buku ke 3 inilah, ada muncul tokoh baru.
Aku selalu suka dengan cara Guiyeoni menuliskan cerita dari sudut pandang tokoh utama, juga cara penulis bisa menyedot pembaca terbawa oleh ceritanya. Sampai sekarang, akupun masih terbayang-bayang dengan seri Outsider ini!
Bicara soal covernya, mbak ilustrasi sampul bener-bener pandai mengkaitkan isi cerita ke dalam bentuk sampulnya!
“Semakin lama akan semakin parah. Kamu akan merasakan rasa sakit yang tak tertahankan kalau terus berhubungan dengan keluarga itu. Lebih baik kamu pergi untuk sementara. Hanya sampai hatimu dan hati anak-anak itu bisa tenang.”
Meskipun dari segi cerita yang tidak mainstream dan tidak mudah ketebaknya penulis itu sangat perfect. Tapi, ciri khasnya penulis, yang suka membubuhkan emoticon di setiap sudut cerita ini membuatku sedikit terganggu. Sebenernya, jika kekurangan-kekurangan itu dihapus, aku nggak akan segan-segan memberi 5 bintang untuk buku ini!
Overall, aku sangat menikmati buku ini! Buku ini cocok dibaca untuk kamu yang ngerasa ‘sebuah pengorbanan’ dari seorang laki-laki nggak akan pernah ada. Aku juga lagi menunggu (banget) Outsider 4 yang belum diterbitin di Indonesia!!

 

Ratings: 4 of 5 stars.

Book Review: Outsider #1

Judul: Outsider #1

Penulis: Guiyeoni

Penerbit: Bentang Belia

ISBN: 9786027975071

Harga: Rp. 47.000

Pamanku kabur! Membawa lari semua uang peninggalan orangtuaku. Aku dalam masalah gawat. Karena sudah nggak ada jalan lain, terpaksa kutemui keluarga itu -_-“. Aku masih heran banget tentang ini, mereka bilang mau mengadopsiku.

Lalu, aku terjebak dalam urusan cinta segitiga yang bikin pusing. Eun Chan dan Ha Ru, saudara-tiri-baruku yang aneh itu. Belum lagi, sikap dingin ibu mereka kepadaku. Sepertinya, ada yang nggak beres pada masa lalu. Mungkin, ini ada hubungannya dengan alasan mereka mengadopsiku?

Lama-lama bisa gila aku di rumah ini! Aku, Han Seol, berjanji akan memecahkan misteri ini! Keanehan-keanehan yang makin menjadi di keluarga ini.

REVIEW:

Ada beberapa poin plus dan minus pada buku ini.

  1. Covernya! Menarik banget! Kreatif!

  2. Aku suka sama gaya penulisan Guiyeoni yang selalu menuliskannya dari sudut pandang tokoh utama. Poin minusnya, penulis selalu menyertakan emoticon yang SUPER BANYAK.

  3. Alurnya? nggak cepat-nggak lambat. Sedang. Btw, Outsider ada berapa buku sih? 3? atau 4 ? [Actually, buku ini aku pinjam dari kawanku^^, dan aku ‘bermaksud’ minjam buku selanjutnya dan selanjutnya]

  4. Guiyeoni is my Korean Favorite Author!! Buku karya Guiyeoni yang sudah pernah aku baca: He Was Cool, Romance of their Own, Five Stars (hanya buku pertama), Outsider.

  5. Agak nggak ngerti tentang ‘jenis kelamin’ tokoh utamanya. Berhubung karena nama korea (aku sulit membedakan mana cewek mana nama cowok). Jadi, setelah beberapa lama (mungkin akhir bab 1, memasuki bab 2) aku baru tahu kalau tokoh utamanya berjenis kelamin wanita.

  6. Penulis ini kenapa sih? Sepertinya, selalu ‘mengusahakan’ agar semua bukunya ber-seri.

 

Han Seol memiliki garis kehidupan yang buruk. Pamannya kabur dan membawa semua uang keluarganya. Itu semua menyebabkan Han Seol menjadi ‘gelandangan’ di umur yang sangat muda.

Setelah sekian tahun berlalu, sekarang Han Seol sudah berumur 18 tahun. Hari itu, pamannya muncul lagi di depan hidungnya dengan membawa berita bahwa seorang kakek kaya raya ingin mengadopsi Han Seol.

Kakek itu memiliki 2 orang putra: Eun Chan dan Ha Ru

Han Seol selalu berpikir (Aku juga): Kenapa kakek ini? mengadopsi seorang yang telah berumur 18 tahun? Benar-benar mencurgiakan!

Sesuai dengan informasi yang aku dapat, masalah-masalah dan kejanggalan akan mulai terkuak pada buku ke 2 dan selanjutnya

 

Ratings: 3 of 5 Stars

Book Review: The Elite (The Selection #2)

16248068

Judul: The Elite

Author: Kierra Cass

Penerbit: HarperTeen/ Bentang Belia

Terbit: 2013

Tebal: 420 hlm

Ini tidak mudah. Tinggal enam yang bertahan sekarang. Tugas-tugas Seleksi semakin sulit dan menegangkan.

Pada saat genting seperti ini, bisa-bisanya perasaanku terhadap Maxon justru naik turun. Labil.

Kadang, aku merasa benar-benar menyukai Maxon, dan akan maju untuk itu. Namun, saat aku bertemu Aspen di sudut istana ini, aku juga nggak bisa menghindari perasaanku yang masih membuncah untukknya, cinta pertamaku.

Dilema itu makin memuncak saat sesuatu yang besar dan mengerikan terjadi. Ketika aku meragukan kebijaksanaan seorang Pangeran Maxon.

REVIEW:

Ini tidak mudah. Tinggal enam yang bertahan sekarang. Tugas-tugas Seleksi semakin sulit dan menegangkan.

Dari tigapuluh lima gadis di The Selection, sekarang semuanya telah tereliminasi, menyisakan lima gadis.

America Singer, Kriss Ambers, Celeste Newsome, Elise Whisks, Natalie Luca.

Okay, agak kecewa di buku ke-dua ini. Jika di buku pertama penggambaran karakter-nya kuat, di buku ini karakternya lemah. Elise Whisks tidak terlalu diceritakan di buku ini.

“Pada saat genting seperti ini, bisa-bisanya perasaanku terhadap Maxon justru naik turun. Labil.”

Dannnnn…. makin benci sama America Singer, cewek Plin Plan.

Kesannya, semua cerita ‘fokus’ ke America saja. Meskipun beberapa kejadian diceritakan detail, itu tetap tidak sebagus dibuku pertama. Detail yang ‘terlalu’ detail membuat saya terngantuk-ngantuk. Tapi, saya menyelesaikan ini hanya dalam tiga jam.

Plot ceritanya sangat lambat, mirip seperti drama indonesia.

Now the ratingg, agak bingung mau kasih berapa. Wishlist saya adalah The One, lanjutan dari buku ini. Penasaran sih, meskipun saya telah memprediksi siapa yang menjadi ratunya.

Seperti dibuku pertama, saya tidak menemukan adanya quote dalam buku ini. (Mungkin ada, tapi gak kebaa soalnya saya membaca memidai/cepat)

Anwy, ‘detail dress’ yang digambarkan Kierra Cass bagus-bagus. (Hanya bagi orang yang pandai ber-imajinasi) Xoxo

Ratings: 3 of 5 Star.

Book Review: The Selection

1050729316004121

Penulis: Kierra Cass

Penerbit: HarperTeen/ Bentang Belia

Terbit: April 2012

Tebal: 426 hlm.

 

Semua gadis di sini menginginkannya, Kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin merebut hatinya, kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin berdiri di sana sebagai Putri raja, kecuali aku.

Jika bukan demi keluargaku, aku tak mungkin mau melakukannya. Yang kuinginkan hanyalah hidup bersama Aspen, pujaan hatiku, cinta pertamaku.

Demi Tuhan, aku tidak mau ikut Seleksi konyol itu, memperebutkan seorang Pangeran Bodoh di dalam istana sana. Mereka menjanjikan berbagai hal yang menyilaukan bagi kami, kasta bawah. Harta, takhta, dan kehidupan yang lebih layak.

Tapi, apa mereka punya cinta? Apa Pangeran Maxon nanti akan bersikap baik? Gimana dengan Aspen? Kenapa Aspen justru ikut memaksaku masuk ke dalam permainan itu? Haruskah aku menghadapi ini sendirian?

REVIEW:

Dari Sinopsis di atas, para reader pasti udah menemukan inti cerita ini.

America Singer adalah seorang kasta Lima, Aspen yang notabene-nya adalah ‘pacar America’ kastanya tujuh. Sedangan The Prince, Maxon Schreave berkasta satu. Di kota illea, terdapat delapan kasta. Kasta satu adalah raja, ratu, pangeran ataupun putri dan kasta delapan adalah yang terendah dari semua kasta (budak). Bahkan kasta delapan tidak diakui lagi oleh masyarakat,  biasanya yang menduduki kasta delapan adalah para pengkhianat.

Semua gadis di sini menginginkannya, Kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin merebut hatinya, kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin berdiri di sana sebagai Putri raja, kecuali aku.

Alasannya adalah karena America telah jatuh cinta dengan Aspen, meskipun hubungan mereka diam-diam. Di ibukota illea, si suami kastanya harus lebih tinggi dari si istri.

America adalah kasta lima, sedangkan Aspen kasta enam. Kasta enam adalah pelayan dan hanya satu tingkat lebih tinggi dari kasta tujuh.

Jika bukan demi keluargaku, aku tak mungkin mau melakukannya

America menolak keras untuk mengikuti seleksi itu, tapi keluarganya, terutama Mom terus memaksannya. Bahkan Aspen-pun menyuruh America untuk mengikuti seleksi itu. Jika terpilih menjadi salah satu peserta, otomatis kasta America akan dinaikkan menjadi kasta Tiga.

Akhirnya America mengikuti seleksi itu dan diterima. Yang terpilih hanya tigapuluh lima gadis dari tiap daerah.

~~~

Tema yang sudah biasa, cinta segitiga. Cerita ini seperti gabungan antara Cinderella Story dan The Hunger Games.

Sama-sama seleksi. Jika di Hunger Games yang paling kuat yang akan menang, di The Selection pemenangnya ditentukan oleh Pangeran Maxon sendiri.

Saya menyukai cerita ini, temanya adalah tentang pemilihan putri di kerajaan illea dan cinta segitiga. Memang sih, tema yang sudah terlalu umum.

Saya membaca versi Indonesianya, banyak kesalahan pada typo-nya sehingga men-‘yulitkan’ saya untuk memahaminya.

Overall, saya tertarik untuk membeli buku ini karena ‘cover’ yang menarik (Versi inggris), dan merupakan New York Times Bestseller.

One Star Buat Tema yang diangkat.

Two Star buat ‘Karakter’ yang kuat, selain tiga pemeran utama, Kierra Cass juga menceritakan tentang keluarga America, Aspen dan Maxon, belum lagi beberapa peserta seleksi dan para pemberontak. Kierra Cass menceritakan dengan sangat detail.

One Star buat Covernya

Minus 1/2 karena nama Karakter yang buruk, America Singer? Well, profesi America adalah seorang penyanyi, ibunya juga seorang penyanyi. Tapi kenapa harus Singer? Juga, ‘America’ seperti nama benua. America bahkan dipanggil ‘Mer’ oleh Pangeran Maxon dan Aspen.

W.E.I.R.D

Ratings: 3.5 of 5 Stars.