[Winner Announcement] Apapun Selain Hujan

GagasMedia

Hai!! malu

Post ini sudah telat banget, bener nggak? Sangat melenceng dari ‘tanggal’ yang aku janjikan. Dan pertama-tama, aku mau minta maaf soal ketidak-konsisten-an aku 😀

kembali ke topik jadi, ada sekitar lebih dari 30 orang yang mengikuti giveaway ini. Dan ada beberapa orang yang masih tidak membaca rulesnya dan akhirnya: memberi jawaban disaat periode giveaway sudah tutup T_T (that’s why kolom komentar aku itu private)

Jadi, setelah aku pikir-pikir dan milah-milah (bener, susah banget cari pemenangnya, rata-rata jawabannya puitis banget) akhirnya:

Selamat Fian Aulia!!

Silahkan kirim data diri (Nama, No hp, alamat lengkap) ke vionasese138@gmail.com

Q: Kamu setuju nggak sih, dengan istilah, “Nggak papa kita gak bersama, yang penting kamu bahagia?”
Nggak setuju.

Alasannya?

A:
Cinta itu dilandasi rasa perjuangan dan pengorbanan. Mengapa perjuangan saya tulis terlebih dahulu? Bayangkan, kalau kita berkorban dulu lalu berjuang, lalu apa yang akan diperjuangkan? Sedangkan segalanya telah dikorbankan.

Nah, yang namanya Truly Love itu harus diperjuangkan. Seiringnya waktu, cinta itu akan terlihat, masih patut diperjuangkan atau tidak. Kalau sudah tidak patut, korbankan saja. Berarti bukan cinta sejati.

Jika belum apa-apa sudah berkorban begitu saja, berarti jelas-jelas bukan Truly Love.

Istilahnya begini, mendung tak berarti hujan. Cinta bukan berarti cinta sejati. Bukankah sudah digaris bawahi, ‘Cinta sejati akan selalu bersama’.

Nah, jangan membohongi perasaan sendiri, atau kasarnya terlalu munafik. Cinta bukan sekadar saling membalas hati. Tapi, juga saling memiliki dan menjaga.

Apa salahnya berjuang, kita akan mendapat sebuah pelajaran berharga dari yang namanya perjuangan.:)

[Blog Tour] Apapun Selain Hujan – What is Truly Love?

GagasMedia

Tema Blog Tour Apapun Selain Hujan adalah What is Truly Love? 

Jadi, jika ditelaah dari google, banyak sekali arti dari Truly Love. Buku Apapun Selain Hujan juga memuat banyak arti dari Truly Love yang disampaikan secara tidak langsung. Pada bab awal, aku gagal menemukan ‘arti sebenarnya’ dari Truly Love tersebut. Dan, yah… saat menuju akhir, penulis seperti ‘memberi kesempatan’ bagi pembaca untuk ‘mengerti sendiri’ apa itu Truly Love.

Menurutku, Apapun Selain Hujan memberi tahu banyak sekali definisi Truly Love dan salah satunya adalah: Truly Love nggak hanya buat pasangan.

[Baca postingan Review Apapun Selain Hujan]

I was so taken by this story, terutama disaat Faiz dan Wira yang lebih mengutamakan ‘persahabatan’ daripada cinta. Masing-masing dari mereka telah berkorban buat cinta. Memang benar kalau udah berhadapan dengan cinta, kita harus berkorban. Hanya saja, intinya bukan yang itu. Faiz dan Wira sama-sama ‘lebih’ condong ke ‘penyelamatan’ hubungan persahabatan mereka. So sweet, right?20160530111302-1.jpg

Disisi lain, buku ini juga menyiratkan tentang kebimbangan Wira mengenai Kayla dan Nadine sehingga tergagas satu hal: If someone truly loves you, they won’t judge you by your past. Bener nggak sih?

Menurut aku sendiri, Truly Love is complicated.

Aku kurang setuju jika ada yang bilang: Gakpapa kita gak bersama, yang penting kamu bahagia.

Aku merasa kalau si ‘aku’ terlalu berkorban dan dibutakan oleh cinta sejati yang bahkan dia-nya nggak tahu kalau itu cinta sejatinya atau bukan. Bukankah, kalo bener itu cinta sejati, mereka bakal bersama? Emang ada ya yang kasusnya begini: Dia itu cinta sejati gua, tapi nikahnya sama doi.
Mungkin sih ‘aku’ bisa beranggapan kalau ‘dia’ cinta sejatinya yanggg sebenarnya bukan. BIG NO! Mana mungkin cinta sejati kita kecantol di orang?
Mungkin kita cuma terbiasa dengan kehadiran orang itu sampai merasa ‘ada’ yang hilang dan end up: salah mengartikan.
Bener nggak, sih?

Terus, bukankah Truly Love harus diperjuangkan?

 

GIVEAWAY TIME!!!

Rules:

1. Share tentang giveaway ini di twitter dengan hastag #BlogTourASH dan tag @GagasMedia @Authorizuka @viionna_

2. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar (disertai nama akun twitter dan alamat email)

Kamu setuju nggak sih, dengan istilah, “Nggak papa kita nggak bersama, yang penting kamu bahagia?” Alasannya?

3. Akan dipilih satu pemenang yang akan mendapatkan 1 eksemplar buku Apapun Selain Hujan.

4Giveaway ini hanya dilaksanakan selama 24 jam. Berakhir pada 31 Mei 2016 jam 2 siang. 

5. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Juni 2016.

[Secret Santa 2015] Wishlist

secret santa 2015

Hallo!

Meskipun ini tahun keduaku menjadi member BBI, ini adalah kali pertama aku mengikuti event Secret Santa ini! Which is, bikin aku super excited! Nggak sabar nunggu riddle dan kado dari santa! xD.

-My Wishlist-

1. Magnus Chase and the Gods of Asgard #1: The Sword of Summer by RIck Riordan
2. P.S I Still Love You by Jenny Han
3. The Girl on The Train by Paula Hawkins
4. Lockwood & Co. 1: The Screaming Staircase – Undakan Menjerit by Jonathan Stroud
5. Lockwood & Co: The Whispering Skull – Tengkorak Berbisik by Jonathan Stroud

Nah, nggak muluk-muluk kan? Moga-moga bisa nebak Riddle dari Santa! 🙂

Scene on Three #2

SceneOnThree

Halo! Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa kembali untuk menuliskan kejadian-kejadian di meme Scene on Three ini! By the way, sepertinya terakhir kali aku berpartisipasi dalam meme ini hampir setahun yang lalu xD.

      Samuel mencibir. “Aku tidak menikah, oke? Itu tidak ada dalam kamusku.” Itu benar. Dia tidak berhubungan serius dengan perempuan. Dengan perempuan, dia sebatas berkencan, bercumbu, dan bercinta. Tidak lebih. Itu pun tidak untuk waktu yang lama. “Komitmen adalah penyakit,” dalihnya, “itu sesuatu yang menggerogoti hubungan lelaki dan perempuan sampai habis, sampai keduanya tidak tahu lagi apa yang dulu membuat mereka bergairah. Mereka jadi terikat.” 

Lawan bicaranya mengernyit. “Wajar lelaki dan perempuan jadi terikat. Itu tujuan mereka menikah. Supaya bisa saling memiliki.”

Samuel mendesah, lalu malas-malasan mendebat, “Saling membebani, lebih tepatnya. Percayalah, menikah cuma akan menghilangkan keasyikan. Begitu terikat, lelaki dan perempuan berubah membosankan. Segala hal, bahkan seks, mereka lakukan semata-mata karena rutinitas dan kewajiban. Lalu, salah satu atau keduanya mulai menginginkan pasangan baru. Ujung-ujungnya, mereka berpisah. Kalaupun tidak, mereka saling membenci sampai mati. Nah, katakan, kenapa aku harus membuang kebebaskanku untuk itu?”

Scene diatas merupakan percakapan antara Daniel Hardi dan salah satu pekerjanya, Rayyi. Scene diatas diambil dari buku terbaru karya Windry Ramadhina, salah satu penulis favoritku yang berjudul “Last Forever”

Aku belum menyelesaikan membaca buku ini, jadi belum ada review. Mungkin review akan kutulis dua hari lagi, atau jika ada keajaiban, besok. Mengingat minat reviewku akhir-akhir bener-bener parah.

Alasanku kenapa aku memilih scene tersebut adalah karena Daniel. Daniel yang menolak mentah-mentah komitmen. Aku tidak bisa menjabarkan seluruh alasanku. Karena, jika iya, itu sama saja aku membeberkan poin-poin penting dalam buku ini. Sedikit pencerahan, Last Forever bercerita tentang dua orang yang tidak menginginkan komitmen dalam cinta dan terjerat situasi yang membuat mereka harus mulai memikirkan komitmen.

Silakan bagi scene kalian sampai akhir bulan ini:

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Happy Halloween! ❤

 

 

[Giveaway Winner] Rentak Kuda Manggani

Hai!
Pertama-tama, maaf untuk ‘pengumuman’ pemenang yang telat. Behubung karena hari senin kemarin aku sibuk banget 😀

Dan.. Jujur ya, memilih jawaban bagus diantara jawaban bagus-bagus itu sulit banget. Jadi, setelah melakukan pemilihan sebaik-baiknya. Aku menyimpulkan seorang pemenang. By the way, aku suka gaya penulisan jawabannya. Bagus tulisannya 🙂

Selamat Kepada:

Irfan R

Twitter: @irfansebs
yang akan mendapatkan 1 buah novel Rentak Kuda Manggani dan 1 novel terbaru dari Divapress. 

Silahkan email ke vionsese138@gmail.com dengan format:

Subjek: Pemenang Blogtour
Nama:
Alamat lengkap: 

Ikuti Blogtour di blog berikutnya:

[Blogtour + Giveaway] Rentak Kuda Manggani

Starking_resized

Judul: Rentak Kuda Manggani
Penulis: Zelfeni Wimra dkk.
Penerbit: Diva Press
Terbit: Agustus, 2015
Tebal: 176 hlm.
ISBN: 978-602-255-954-2

Kembali ke rumah masing-masing adalah kembali memasuki diri. Mengetuk dan menyapa ruang-ruang perenungan. Menghirup napas sedalam mungkin sehingga bisa memaknai kesendirian. Zelfeni Wimra—Rentak Kuda Manggani

Malam ini seharusnya kami berada di rumah, menyiapkan kado-kado di bawah pendar lampu pohon Natal, bernyanyi, menikmati suka cita serta hidangan yang enak bersama keluarga. Tetapi perang telah membawa kami jauh dari rumah. Adam Yudhistira—Stille Nacht

Ia tidak melukaiku, sungguh, tapi aku begitu terluka. Kematiannya bagiku adalah cara Tuhan mengembalikanku ke tempat kami pertama saling menambatkan cinta. Faisal Oddang—Lelaki yang Takut Menyeberang

Perkenalan kalian seperti malam yang turun di Ormoc—terjadi begitu saja. Mungkin juga kau tidak terlalu mengharapkannya, seperti hujan renyai yang bersikeras bertahan di kota itu. W.N. Rahman—Sebelum Mencapai Tacloban

Di belakang punggungnya, kusaksikan puluhan orang mengikuti kakinya melangkah. Pemimpin agama, para pejabat pemerintahan, polisi, para guru, kaum migran, anak-anak telantar, dan pelacur. Yohanes W. Hayon—Pegawai Pajak

REVIEW:

Buku ini berisi kumpulan cerpen sebanyak duapuluh satu buah dengan pengarang yang berbeda untuk setiap ceritanya. Heran kan? Begitupula denganku. Awalnya aku nggak nyangka, buku yang tergolong tipis ini mampu menampung cerpen sebanyak itu.

By the way, aku memiliki sebuah kebiasaan khusus jika membaca kumcer. Aku selalu menelaah bagian ‘daftar isi’ dan mencari-cari judul yang paling menarik, dilanjutkan ke judul-judul berikutnya. Aku pikir ini bukan kebiasaan baik, ya. Pasti kalian pernah denger yang beginian: jangan judge karna lo bukan hakim.. #lupakan!

Rentak Kuda Manggani, dari cerpen sebanyak itu, ada sebuah cerpen yang berjudul Rentak Kuda Manggani. Aku tidak tahu, mengapa tim penerbit akhirnya ‘mengangkat’ judul cerpen ini menjadi judul keseluruhan yang mewakili.
Mari kita bicara soal penampakan sampul!
Aku sangat menyukai desain dari sampul buku ini. Desain yang simpel tetapi sangat ‘meyakinkan’.

Dan… jujur saja, semua penulis yang karyanya memenuhi setiap lembar buku ini masih tergolong baru bagiku. Aku belum pernah membaca karya-karya terdahulu mereka. Dan.. aku menemukan beberapa penulis yang ‘bukunya wajib baca’, and.. looking forward to their next project!

Karena banyaknya isi cerita dalam buku ini, aku hanya akan mereview beberapa cerita yang aku suka.
nb: no particular order

  • Menjadi Jangkrik oleh Benny Arnas
    Aku menyukai cerpen ini. Bukan karena jalan cerita yang ‘aku banget’ sehingga ‘aku suka’. Tapi gara-gara cara penyampaian cerita yang dilakukan oleh penulis. Cerpen ini sama sekali tidak ‘mengandung’ percakapan antar tokoh meski diceritakan dari sudut pandang orang pertama. Sebenarnya, tidak ada yang aneh dalam hal ini, mengingat bahwa cerita ini merupakan cerpen.
    Disisi lain, penulis benar-benar tahu cara mencari judul yang membuat pembaca tertarik.

Pada akhirnya, cara paling indah untuk melawan kebohongan yang dilegalkan dan dimaklumatkan adalah dengan mengabaikannya.

  • Gisela Meine Rose by Granito Ibrahim
    Cerita ini mengambil latar waktu dimasa peperangan dan bercerita tentang seorang pria bernama Heinz yang berjuang dalam pasukan peperangannya dan seorang wanita Gisela yang sabar menunggu.
    Cara penulisan penulis dalam menggambarkan suasana peperangan membuatku kagum, apalagi diselipi suasana mellow. Terlebih lagi, akhir (yang tidak benar-benar akhir) yang cukup mengagetkan.

“Demi Gisela, lakukan apa yang aku katakan! Atau semuanya akan terlambat.”

  • Love, Halley, and War oleh Ade Ferdiansyah
    Sama seperti cerpen diatas, cerita ini juga mengambil latar waktu dimasa lalu dan latar tempat yang mendominasi adalah masa peperangan. Yang membedakan hanyalah alur yang cepat. Dari tahun 1910 sampai 1980-an.
    Cerita ini juga bercerita tentang dua kekasih yang harus dipisahkan karena adanya peperangan. Sang lelaki yang terus memperjuangkan cinta mereka ditengah peperangan dengan menulis surat secara berkala. Hanya saja, si perempuan tidak pernah membalas surat-surat tersebut.
    Sebenarnya… apa yang terjadi?
    Mungkin, dari semua cerpen yang terdapat dinovel ini, aku paling menyukai cerpen ini. Membaca cerpen ini membuatku teringat novel karya Nicholas Sparks yang berjudul The Longest Ride. Percakapan-percakapan yang sederhana dan manis. Pengorbanan tokoh utamanya sangat bikin baper.

“Aku bukan takut karena peluru atau semacamnya, yang mungkin saja bisa membuatku lumpuh seumur hidup atau bahkan mati. Tetapi yang aku takutkan adalah kehilangan kamu. Merpati kecil yang sangat aku cintai.

  • Rentak Kuda manggani by Zelfeni Wimra
    Bercerita tentang seorang pria diusia lansia yang memiliki banyak penyesalan dihidupnya. Menyesali sekaligus mensyukuri pilihan yang diambilnya dimasa lalu. Kini, disaat usianya yang tidak lagi muda, pria itu memutuskan untuk ‘menyusuri’ kembali masa lalunya. Ingatannya selalu melayang kepada perempuan berbau cengkih itu.

Kembali ke rumah masing-masing adalah kembali memasuki diri. Mengetuk dan menyapa ruang-ruang perenungan. Menghirup napas sedalam mungkin sehingga bisa memaknai kesendirian.

-Giveaway Time-

Penasaran dengan cerpen-cerpen lainnya? Ikuti giveaway dan menangkan satu buku Rentak Kuda Manggani dan satu buah novel terbaru dari Diva Press untuk satu pemenang. 

Syarat:

  1. [Wajib] Follow twitter @divapress01 atau like FanPage Penerbit DIVA Press
  2. [Tidak Wajib] Follow twitter @viionna_ atau instagram @viionna
  3. [Wajib] Share link giveaway ini ditwitter dan mention @divapress01 dan @viionna_
  4. [Wajib] Menjawab pertanyaan ini dikolom kometar dibawah dengan Format:
    Nama:
    Link Share:
    Jawaban:

Ceritakan pengalaman menarik yang pernah terjadi dihidupmu! Kalau dijadikan cerpen, menurutmu bakal dikasih judul apa sih?

1441535282764

[Periode giveaway: 21-27 September 2015/ Pengumuman pemenang: 28 September 2015]

[Special Post] Selamat Hari Buku Nasional!

10610488_1586408498297109_2979072851917334537_n

Selamat Hari Buku Nasional, readers!
Pertama-tama, aku akan ‘memamerkan’ buku-buku karya penulis Indonesia-ku. Beberapa ada yang masih dipinjam teman, jadi foto ini ‘hanya’ seadanya di rak buku.
1431843171610_resizedBeneran, saat ‘ditantang’ oleh Div. Event BBI untuk ‘memfoto’ semua koleksi buku dengan penulis Indonesia. Aku tuh cukup ‘ngehh’ ya (butuh pengorbanan berat buat ngeluarin semua buku), tapi ya, berhubung karena hari ini cuma setahun sekali…

1431843231302_resized

Jadi ya, saat ‘proses’ membongkar buku (yang dari kapan kali), aku kembali teringat buku yang bener-bener Novel (dulu lebih prefer komik daripada novel), aku ‘menemukan’ novel pertama (mungkin kedua?) yang aku beli: Hate You Love You (Btw, novel pertama yang aku punya tuh Circle Love oleh Monica Petra. Hanya saja, Circle of Love bukan novel pertama yang aku baca (loh kok bisa?) Nah ya, aku punya relasi yang hobi baca, jadi ya aku pinjem aja dari dia. HA HA.

20150517_124637_resized

Udah buruk rupa kan? Iya, udah lama juga.
Setiap pembaca pasti mempunyai penulis favorit, begitupula dengan aku. Aku memiliki ‘banyak’ sekali penulis favorit. Baik itu ‘hanya’ sekadar ‘suka’ atau ‘suka banget’.
20150517_125102_resizedDahlian, salah satu penulis ‘favorit’-ku. Banyak pembaca yang ‘beropini’ bahwa karya Dahlian sedikit dramatis. Memang benar, kadang aku ngerasa kalau buku penulis ini ‘fiksi banget’. Konfliknya pun sering kita temukan di FTV atau drama (?) dengan jalan cerita yang hampir sama tapi berbeda. Hanya saja, mungkin yang ‘beginian’ itu aku banget. Sejauh ini aku menyukai karya-karya penulis ini. Meskipun ‘sedikit’ menyesal untuk Casablanca.

20150517_125255_resized20150517_125324_resized

Orizuka. Sebenarnya aku tidak terlalu menyukai teenlit (kebanyakan buku Orizuka bergenre teenlit). Maka dari itu, sebagai penggemar Orizuka, aku kira buku Orizuka yang aku punya masih tergolong sedikit dibandingkan dengan yang lain. Secara tuh, Orizuka sudah menelurkan 20 buku.
20150517_125443Christian Simamora, penulis favorit dikarenakan ‘ide cerita’ yang selalu ‘cocok’ di aku. Konflik yang tidak begitu sensitif tapi bikin tegang. J-Boyfriend yang ‘digambarkan’ HOT semua. Sayangnya cuma fiksi. :(. By the way, buku penulis ini yang paling laku. Selalu dipinjem. Dari tangan ke tangan. Hilang. Berakhir tinggal 2. Buku yang lain: Pillow Talk dan Good Fight yang bahkan belum sempat di buat Review 😦
20150517_125352_resized Windry Ramadhina, penulis favorit dikarenakan ‘gaya penulisan’ yang mellow, bikin pembaca selalu ‘terbuai’ dengan cerita yang ditawarkan. Meskipun konflik dan jalan cerita yang biasa-biasa saja. Minus Interlude yang keberadaannya masih ditangan teman 😀
1431842967799_resizedSebenernya agak malu sih, ngepost foto yang ini. Dikarenakan aku selalu ‘berkoar-koar’ dimanapun tentang Ilana Tan yang menjadi penulis favorit aku. Dan nyatanya… meskipun aku sudah membaca ‘semua’ karya Ilana Tan (beneran nih, termasuk kumcer yang dikit pake banget Autumn Once More, minus Seasons to Remember ya karena bukan Novel). Aku kenal Ilana Tan pun karena temanku yang berkoar-koar tentang Seasons Series dan end-up aku membaca novel itu dan ketagihan lalu membaca Sunshine Becomes You. Dan yah… semua pinjeman dari temen :D. Tidak lupa karya Karla M. Nashar, Love Hate & Hocus-Pocus. Sampai sekarang belum baca lagi karya yang lain dari penulis yang sama 😦
1431842727661_resizedWinna Efendi! Penulis lokal favoritku karena ‘gaya penulisannya’ (selain Windry Ramadhina, tentunya!). Meskipun penulis ini selalu mengangkat tema tentang ‘persahabatan’, plot dan konfliknya selalu berbeda (kadang ada yang sama, sih). Tapi sempet ‘impressed’ sama Happily Ever After. Menggabungkan tentang keluarga, cinta, dan persahabatan sekaligus! Sweet!
1431842862255_resizedLexie Xu, penulis favorit lokal dengan genre yang berbeda! Bukan romance tapi thiller (?) Eh, thiller bukan sih? Tapi belakangan jadi suka penulis lain sih. Contohnya Eve Shi dengan Aku Tahu Kamu Hantu dan Ruwi Meita dengan buku ‘detektif’ (?) Misteri Patung Garam. Tidak lupa Gerbang Dialog Danur yang lupa di-foto perbesar (lihat ditumpukan ya!)
20150517_125426_resizedGlam Girls Series! (Eh, series bukan sih?) Nah, lupakan. Membaca buku ini ‘terasa’ nonton gossip girl yah. Tapi yang versi Indonesia tentunya! Minus 18 content tentunya!
20150517_125147_resizedBuku-buku yang dibeli karena ’embel-embel’ pemenang maupun naskah pilihan. (minus People Like Us)
20150517_125044_resizedChristina Juzwar. Sampai Lupa. Sebenarnya aku tidak begitu memfavoritkan penulis ini sih. Hanya saja, jika dilihat dari kedua buku yang aku punya (maafkan gambar yang salah posisi), cukup berbeda ‘genre’nya antara Let Me Kiss You dan Seoul, I Miss You. LMKY (kayaknya) sudah masuk adult. Sedangkan Seoul, I Miss You yang masih Young Adult (?) atau malahan teenlit?
20150517_124922_resizedBuku dengan judul panjang yang aku miliki.
Setelah aku ‘membeberkan’ buku-buku lokal yang aku punya. Sekali lagi, aku ingin mengucapkan: Selamat Hari Buku Nasional!
Kita tahu bahwa ‘semangat’ baca bangsa Indonesia kalah jauh dengan negara-negara luar. Perpustakaan semakin sepi. Apalagi perpustakan sekolahku! Sampai ditutup malahan!
Membaca sangat penting. Dengan membaca, kita bisa mengenal dunia.

Anyone who says they have only one life to live must not know how to read a book- Unknown

Dunia perbukuan di Indonesia memang makin berkembang. Hanya saja, yang kita inginkan adalah generasi muda yang juga ‘berkembang’ dalam rangka ‘kegemaran’ mereka terhadap membaca. Generasi kita saat ini lebih prefer ‘game’ daripada ‘baca’. Dan itu bukanlah sesuatu yang harus dibanggakan. Bagaimana cara untuk mengatasi hal itu? Tanamkan ‘kesadaran’ pada diri masing-masing! Membaca buku dan meraih ilmu!
Banyak sekali penerbit lokal yang ‘menerbitkan’ buku-buku karya penulis lokal. Tidak jarang juga penerbit lokal malah ‘menerjemahkan’ karya penulis asing. Banyak sekali karya penulis asing yang go internasional, diterjemahkan ke berbagai bahasa. Jika dibandingkan dengan karya penulis Indonesia, tentu kalah telak. Karya penulis Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa lain masih cenderung sedikit. Saran saya adalah, mari kita sama-sama membaca, menulis. Membuktikan bahwa sastra Indonesia tidak kalah dengan karya penulis asing!