[Book Review] Marry Now Sorry Later

25272615

Judul: Marry Now, Sorry Later
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Twigora
Terbit: 2015
Tebal: 438 hlm.
ISBN: 9786027036222
“BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI
DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?”
Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai.
“ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI
SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?”

Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan?
“SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG,
DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA
SEUMUR HIDUP.”

Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia?
Selamat jatuh cinta,
CHRISTIAN SIMAMORA

REVIEW:

Jao Lee, pengusaha importir tunggal mobil mewah di Indonesia, dengan nama perusahaan Shylock Indonesia.
Reina Hardiansyah, putri tunggal dari pengusaha Hardiansyah Electronics. Hanya saja, ayah Reina baru-baru meninggal dunia dan meninggalkan sejumlah ‘hutang’ dengan Shylock Indonesia.
Jao Lee, selaku CEO Shylock Indonesia ‘mendesak’ Reina agar segera membayar ‘hutang’ ayahnya itu. Jao bahkan mengancam akan mengangkat permasalahan ini ke jalur hukum jika Reina tidak sanggup membayarnya.
Karena itu, Reina meminta keringanan pada Jao.
Jao Lee, si pengusaha cerdas dan cerdik tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Jao akan memberikan keringanan selama seminggu jika Reina bersedia tidur dengan Jao. Tentu saja, Reina menolak mentah-mentah ‘ajakan’ itu, awalnya. Sampai, Reina menyerah. Ya, Reina bersedia menjadi teman tidur Jao.
Tidak sampai di situ, kegilaan Jao semakin menjadi. Karena ‘ketagihan’ dengan Reina, Jao malah mengusulkan sesuatu yang lebih gila lagi: Menikah. Jika Reina bersedia dinikahi oleh Jao, maka hutang tersebut di anggap lunas.
Ehm… karena sudah pada yang tahu kalo tema buku ini adalah ‘kawin paksa’ #eh. Maka, seperti yang kalian tahu, Reina bersedia menikahi Jao. Hanya saja, sesaat sebelum acara resepsi super mewah yang diadakan Jao khusus untuk Reina, Reina malah kabur!
Lalu, enam bulan kemudian,  dengan seluruh kemampuan Jao, ia akhirnya menemukan Reina!
Pada saat-saat ini, lika-liku kehidupan mereka dimulai.

Aku selalu menyukai karya-karya penulis ini. Aku pikir, setelah membaca buku ini.. mohon maaf untuk All You Can Eat, (setelah sebelumnya AYCE merupakan buku favoritku dari Bang Ino ini) MNSL-lah buku favorit aku sekarang!
Jadi ya, setelah aku membaca beberapa halaman… aku menemukan sebuah plesetan! Yang aslinya Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) menjadi Ganteng-Ganteng Simamora. Diceritakan sih, tokoh utama pemain GGS ini (Ganteng-ganteng Simamora) yang bernama Michael itu teman baik Jao Lee. Michael yang selalu membantu dan menjadi ‘temen’ curhat Jao.
Aku juga menemukan beberapa ‘tokoh’ dari ALYE dan Guilty Pleasure. Seperti Pamela Ang dengan fashion shownya, fyi, Pamela Ang itu kakak/ adik (ya? Lupa. Hehe) dari Julien Ang yang merupakan tokoh utama di Guilty Pleasure. Juga ada Anye, fyi, Anye ini kakak dari tokoh siapa sih namanya, lupaaa! di AYCE (sahabatnya Sarah, si tokoh utama cewek) #blah
Seperti biasa, meskipun ditulis dari sudut pandang penulis, gaya penulisan Bang Ino selalu ‘sesuatu’, mungkin karena adanya plesetan bahasa Inggris (meskipun sudah berkurang), dan gaya ‘bicara’ tokoh-tokoh yang agak bitchy ditambah selipan bahasa Inggris.
Dan.. yah.. cover! Cover MNSL ini agak berbeda dari buku-buku Bang Ino lainnya. Biasanya sih, cover-nya hawtt karena cowok-cowok. Tapi kali ini, [+] Cewek! With red lipstick! So, kalo menyangkut desain cover, desain halaman dalam, ah.. tidak lupa dengan desain paper doll (makanan wajib) sudah oke!
Overall, buku ini sukses ‘dinobatkan’ menjadi buku ter-favoritku dari semua J-Boyfriend (setelah sebelumnya pernah di duduki oleh Pillow Talk dan All You Can Eat). Dan yah… aku merekomendasikan buku ini kepada kalian semua yang ‘suka’ dengan novel bertema pernikahan. Ups.. pernikahan paksa 😀

Ratings: 5 of 5 Stars

Advertisements

[Book Review] Moon in the Spring

23291785

Judul: Moon in The Spring 
Penulis: Hyun Go Wun
Penerbit: Haru
Terbit: September, 2014
Tebal: 405 hlm.
ISBN: 9786027742390
Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian….

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik. Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian. Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu. Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain. Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya.

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal. Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan. Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi. Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia… meski ia merasa lelah.

REVIEW:

Kang Min-Hyuk adalah seorang pria yang dingin dan licik. Di saat tunangannya sekarat, diambang kematian, Min-Hyuk malah menunjukkan sikap tak acuh, sangat terkesan bahwa Min-Hyuk tidak memiliki hati.
Melihat hal itu, sang calon Dewi, Dal-Hee harus menempuh tujuh kali reikarnasi untuk dapat menjadi dewi seutuhnya. Maka, disaat Yoon Ji-Wan, tunangan Min-Hyuk dinyatakan meningggal pada pukul 19.20 karena gagal jantung akibat bunuh diri, sang calon Dewi, Dal-Hee, memutuskan untuk melanggar etika reikarnasi dan bereikarnasi menjadi Ji-Wan demi membuat Min-Hyuk yang berhati dan beraura gelap menjadi Min-Hyuk yang baru dan lebih baik. Singkatnya, ‘memanusiakan’ Min-Hyuk.
Ji-Wan yang telah dinyatakan meninggal beberapa saat yang lalu tiba-tiba hidup kembali! [Tentu saja, yang hidup dalam tubuh Ji-Wan adalah sang calon Dewi, Dal-Hee)
Min-Hyuk, sang tunangan merasa ada beberapa hal yang aneh tentang Ji-Wan, meskipun Min-Hyuk tidak terlalu dekat dengan Ji-Wan, Min-Hyuk tetap saja merasa ada yang aneh. Mulai dari kemampuan bermain piano Ji-Wan yang menurun, juga ‘selera’ baju Ji-Wan yang tiba-tiba berbeda (Ji-Wan biasanya menyukai baju yang berwarna suram, sekarang, Ji-Wan malah lebih menyukai baju berwarna cerah dan lebih pandai memilih model baju).
Puncaknya, karena Min-Hyuk ‘super-curiga’ dengan Ji-Wan yang kepribadiannya, Min-Hyuk mengajak Ji-Wan ke restoran dan sengaja memesan ‘sea-food’ untuk Ji-Wan (Ji-Wan alergi sea-food) dan… Ji-Wan memakannya!
Di sisi lain, Min-Hyuk merasa ia mulai menyukai Ji-Wan. Ah, maksudnya Dal-Hee.
Lalu, bagaimana kisah mereka selanjutnya? Sang calon Dewi, Dal-Hee tentunya harus kembali ke langit saat ‘pekerjaan’nya selesai. Lalu, bagaimana dengan Min-Hyuk?

Tema cerita sangat unik! Dan tentu saja: tidak klise.
rating
4 of 5 stars
bookshelves
read
status
Read from October 24 to 25, 2014
format
Paperback
review
4.5 stars
Kalau-kalau dilihat dari reading updates yang aku copy goodreads, tentunya sudah lama-ya, aku membaca buku ini. Dan… baru kesempetan review hari ini. Dan… hampir-hampir ‘melupakan’ ceritanya. 25 Oktober 2014? Udah hampir 1 tahun! #Blah
Karena aku tiba-tiba sadar kalau telah mendaftar sebagai partisipan di Reading Challenge Penerbit Haru, maka aku memutuskan untuk ‘mereview’ buku ini dan tidak menunda-nunda lagi! 😀
Untuk terjemahannya, aku sangat puas. Tidak terkesan kaku sama sekali (fyi, beberapa buku terjemahan yang aku baca, gaya terjemahannya super-kaku. Bahkan, untuk buku-buku yang super-laris di negara asal, bahkan telah di film-kan, aku malahan ‘ngeh’. Entah kenapa. Tapi yang pasti, aku pikir itu semua karena ‘gaya terjemahannya’ yang ‘kaku.)
Jadi ya, seperti biasa, karena aku sudah membaca beberapa karyanya Hyun Go-Wun, aku rasa, tentang ‘kepuasan’ terhadap cerita sudah tidak perlu dipertanyakan. Di korea sendiri, penulis ini juga sangat terkenal (menurut pandanganku, mungkin benar), bisa dilihat dari buku-bukunya yang telah difilmkan (search sendiri di google :D)
Tokoh-tokoh sampingan juga ‘sangat’ membantu dalam kebagusan cerita. Kisah asmara bukan hanya pada tokoh utama, melainkan juga pada tokoh sampingan. Seperti Mi-Ra, adik Ji-Wan yang jatuh cinta pada ‘pengawal’nya Dal-Hee.
Overall, meski ada beberapa hal yang menurutku kurang ‘pas’, lupa sih di bagian mana yang kurang. Hanya saja, jika dilihat dari reviewku di goodreads, aku memberi 4.5 bintang ! Jadi ya..

4.5 Stars !

[Book Review] Januari: Flashback

24461222

Judul: Januari, Flashback

Penulis: Cherry Zhang, Petronela Putri, Pia Devina

Tebal: 208 hlm.

Penerbit: Grasindo

Terbit: Januari, 2015

ISBN: 978-602-251-867-9

REVIEW:

Seorang pengusaha, Armand Rahardja ditemukan tewas disaat pesta perayaan tahun baru. Banyak dugaan bahwa Armand Rahardja bunuh diri. Tapi, bagi anaknya, Arumi, ‘bunuh diri’ sangat tidak cocok. Ayahnya itu sedang berada di puncak kesuksesan. Bagaimana bisa seseorang yang sedang berada di puncak kesuksesan memutuskan untuk bunuh diri?

Kematian kadang bisa terasa begitu dekat,
… sejauh apa pun kita berlari.
Iya kan, Arumi?

Tidak cukup hanya di situ. Setelah kematian Armand Rahardja, serentetan terror menghampiri putrinya, Arumi. Anehnya, terror tidak hanya sampai ke Arumi, tapi juga ke Aluna, dan Era. Aluna dan Era merupakan anak dari sahabat-sahabat ayahnya.

Disisi lain, dalam membantu Arumi dkk. untuk ‘mencari’ tahu tentang kematian ayahnya serta ‘siapa’ yang meneror mereka, ada seorang polisi muda bernama Gara. Dengan Gara, Arumi dan Era, juga Aluna mulai mencurigai Om Handoko,  salah satu sahabat dekat ayah Arumi. Bukannya dengan prasangka buruk ya, sebelumnya Arumi ‘pernah’ memergoki Om Handoko ‘memeras’ dan ‘menekan’ ayahnya di ruang kerja ayahnya Arumi. Belum lagi, paraf mirip paraf Om Handoko selalu disampirkan di kaki surat yang diselipkan di setiap paket terror yang Arumi dkk. terima.

Sebenarnya… apa yang terjadi?

Siapa dalangnya?

Dari semua Monthly Series yang sudah di terbitkan sampai saat ini, hanya Januari dan Maret yang telah aku baca. Pertama kali, aku membaca Maret: Flowers. Berhubung karena Maret: Flowers merupakan kumpulan cerpen (atau novela?) dari masing-masing penulis (biasanya 3 penulis Grasindo berkolaborasi), awalnya aku pikir Januari: Flashback ini juga kumcer dari masing-masing penulis yang berkolaborasi… dan… ternyata bukan!

Hanya saja, penulisannya ditulis dari sudut pandang orang pertama. Dengan bagian-bagian untuk tiap tokohnya (tuker-tuker). Ada Arumi, Aluna, dan Era. Mungkin ketiga penulis membagi-bagi siapa yang ‘menuliskan’. Hanya saja, pada bagian ucapan terima kasih (atau yang begitulah), tidak disebutkan penulis mana yang menuliskan tokoh ini-itu. So, aku nggak bisa mengomentari tentang gaya penulisan penulis ini-itu dan… berhubung ketiga penulis ini masih merupakan penulis baru untukku (belum pernah baca karya mereka satupun). Eh, atau memang ada dituliskan? (maksudnya, misalnya penulis Cherry menuliskan berdasarkan sudut pandang Aluna), tapi memang aku-nya yang nggak ke-baca? #lupakan

Jujur saja, cover-cover dari Monthly Series ini aku-banget. Simpel, dan banyak misteri (coba perhatikan kalimat yang tersimpan di covernya). Dan… ya, aku menyukai cover dari buku ini, Januari: Flashback.

Januari: Flashback memiliki ending yang… tidak terduga! Dan.. berhubung karena buku ini seperti genre-genre thiller atau memang thiller? (Beneran, aku agak buta soal genre :(), aku menebak-nebak tentang siapa si ‘pembunuh’? Dan… tebakanku salah! Meskipun sudah berada di 1/4 menuju akhir, (biasanya di bagian ini sudah di kupas tentang pembunuhnya dan sudah membuat kita lebih gampang menebak), um.. dan tebakanku masih salah!
Unbelievable! Endingnya… aku suka banget!

Hanya saja, aku tidak begitu menyukai para tokoh pada cerita ini. Arumi digambarkan terlalu sempurna, meskipun sudah ditutupi dengan kejadian ayah Arumi yang meninggal, aku hanya merasa bahwa hidup Arumi terlalu gampang. Banyak orang yang menyukai dan mengasihinya (ups.. dan berakhir pada ke-iri-an), dan… pada beberapa titik, aku merasa buku ini unsur romance-nya kerasa banget (Eh, buku ini genre utamanya bukan romance-kan?). Aneh sih, buku yang menceritakan tentang pembunuhan, detektif-detektif gitu, unsur romancenya menonjol banget. Seperti Era yang menyukai Arumi, juga Gara, sang polisi muda yang membantu mereka dalam ‘menyelesaikan’ kasus ini. Juga Aluna yang ternyata malah menyukai Gara!

Overall, meskipun aku ‘kurang’ merasa puas pada beberapa bagian, aku menyukai buku ini :)!

Ratings: 3 of 5 stars

[Book Review] Carsh into You

10767531

Penulis: AliaZalea
Penerbit: Gramedia
Terbit: Desember, 2012
Tebal: 280 hlm.
ISBN: 9789792267648

REVIEW:

Nadia sangat membenci Kafka. Bagaimana tidak, saat di sekolah dasar, Kafka, si anak jahil itu selalu mengusili Nadia. Apapun yang diperbuat Nadia selalu menjadi bahan usilan Kafka. Maka dari itu, Nadia sangat membencinya. Sampai sekarang.
Setelah bertahun-tahun berlalu, saat Nadia pelan-pelan sudah mulai melupakan Kafka. Laki-laki itu kembali muncul. Laki-laki dewasa yang sangat berbeda dengan yang dikenal Nadia dulu.
Pertemuan kembali mereka tidak bisa dibilang pertemuan baik-baik, karena pertemuan mereka sangat… memalukan. Atau setidaknya bagi Nadia, itu sangat memalukan.
Dua puluh tahun berlalu, di suatu pagi, Nadia terbangun dengan hanya menggunakan pakaian dalam di hotel Kafka. Sebenarnya, apa yang terjadi?
~
Crash Into You termasuk salah satu novel Metropop yang paling banyak diminati. Bagaimana tidak? Penulisnya, AliaZalea juga sudah menjadi salah-satu penulis terkenal (bagi penyuka metropop, siapa sih yang tidak kenal? Novelnya saja sudah berkali-kali dicetak ulang.)
Kalau dibandingkan, aku lebih menyukai Dirty Little Secret, tapi, tentu saja aku lebih menyukai Crash Into You daripada Devil in Black Jeans 😀 ah.. tidak lupa Celebrity Wedding!
Yang aku favoritkan dari AliaZalea adalah… mungkin ide ceritanya? (berhubung aku tidak begitu ‘into’ sama gaya penulisannya. Meskipun ditulis dari sudut pandang orang pertama sih. Mungkin alasan paling gila: font/ jenis tulisannya nggak bangett…) Ide cerita penulis ini selalu bervariasi. Layaknya Ilana Tan, AliaZalea juga memiliki ‘seri’ dalam setiap novelnya. Seri Adri dkk. Terdiri dari beberapa novel sih. Tapi yang sudah aku baca cuma DLS, buku ini dan Devil in BlackJeans 🙂
Pada akhirnya, hal yang selalu aku lakukan: mengomentari covernya! Ugh! Covernya… ibaratkan ‘kesimpelan’ yang terlalu ‘simpel’ dan cita warna yang ‘minus’. Bayangkan saja, si objek ‘sepatu’ dan warna latarnya sama? What? Lagian si objek (baca: stilleto) sangat tidak mencerminkan isi cerita. Mungkin cuma mencerminkan tokoh wanita yang shopaholic? Which is, tidak begitu digambarkan penulis.
Overall, meskipun covernya aku beri minus, aku tetap menyukai ide cerita dan plot yang dipaparkan penulis. Meski sedikit sinetron, nggak papa, yang penting tidak ‘sesinetron’ sinetron Indonesia #fail.

Ratings: 3 of 5 Stars

[Book Review] Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

24636477

Judul: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Penulis: Eka Kurniawan

Penerbit: GagasMedia

Terbit: Maret 2015

Tebal: 170 hlm.

ISBN: 6022910722

“Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.”

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

REVIEW:

Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi merupakan salah satu judul dari 15 cerita pendek dalam buku ini. Dibandingkan dengan Kumcer Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri, kumcer di sini lebih pendek. Bayangkan saja, buku ini hanya memiliki 170 halaman dan menampung 15 cerpen.

Ini adalah pertama kalinya aku membaca karya Eka Kurniawan. Sedikit telat memang, secara tuh, penulis ini sudah sangat terkenal di Indonesia. Bahkan, beberapa bukunya sudah diterjemahkan ke bahasa asing.

Jadi, ini beberapa ‘cerpen’ favoritku dari buku ini:

  • Gincu ini Merah, Sayang

Kecemburuan itu membawa mereka kepada pertengkaran kecil, yang lalu diselamatkan oleh cinta.

Gincu ini Merah, Sayang bercerita tentang suami-istri yang saling mencurigai satu sama lain. Wajar saja sang suami mencurigai istrinya, Marni. Marni, sang istri, sebelum dipersunting oleh suaminya, Rohmat Nurjaman, bekerja sebagai wanita penghibur di bar Beranda. Kemudian, setelah bertemu Rohmat Nurjaman, hidup Marni pelan-pelan berubah. Setelah menikah, Marni melepaskan pekerjaan haramnya itu. Hanya saja, rumah tangga mereka selalu dipenuhi dengan ‘kecurigaan’ satu sama lain. Cerita ini memberi pesan: Jika mencintai, maka harus ‘memercayai’.

  • Penafsir Kebahagiaan.

Sebelumnya, Siti bekerja sebagai pelacur di salah satu tempat pelacuran di daerah kota Jakarta. Belakangan, seorang mahasiswa Amerika mengajaknya ke Amerika. Untuk dipekerjakan. Pekerjaan yang sama. Hanya saja, bayarannya lebih tinggi.

      Ia masih tak yakin dan kembali bertanya, “Untuk itu kenapa kalian, enam pemuda sinting ini, harus membawa perempuan dari Jakarta?”

      Jimmi menghembuskan napas dan berkata sejujurnya, “Pelacur Amerika, hmmm, kamu tahu, mahal.”

      “Jadi itu alasannya. Mahal dan murah.”

  • Cerita Batu

Cerita Batu bercerita tentang sebongkah batu yang amat sial. Menjadi saksi mata dan tertuduh. Seorang pria membunuh seorang wanita dan mengikat tubuh wanita tersebut dengan batu dan membuangnya ke sungai agar jasadnya tidak mengambang. Batu terus berteriak kepada manusia tentang siapa si pembunuh. Dan benar saja, ia hanyalah sebongkah batu seukuran kepala bayi yang kian mengecil karena terkikis. Tapi, tekadnya tidak berubah. Ia tetap bertekad untuk membalas dendam pada manusia itu.

      “Jika manusia tidak bisa menegakkan keadilan,” katanya, sedikit menggeram, “akulah yang akan melakukannya.”

  • Teka-teki Silang

Cerpen ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan cerpen-cerpen lainnya pada buku ini. Teka-teki Silang mirip seperti cerita psikopat, atau memang cerita psikopat? (Jujur saja, aku tidak begitu pandai dalam menilai cerita.)

Juwita adalah salah satu dari sekian orang yang menyukai Teka-teki Silang. Ia selalu mengumpulkan potongan surat kabar yang memuat Teka-teki Silang, ada beberapa yang ia dapatkan dari majalah. Suatu ketika, ia mengisi sebuah Teka-teki Silang. Dan anehnya, apapun yang berhasil dijawabnya menjadi sebuah kebenaran. Ia benar-benar menemukan ‘kucing gosong’ di depan ‘halaman’ rumahnya. Kata ‘kucing’ ‘gosong’ dan ‘halaman’ adalah jawaban yang ‘berhasil’ ia temukan pada Teka-teki Silang itu. Lalu, kenapa semua menjadi sebuah kenyataan? Belum lagi Juwita menemukan kata ‘Juwita’ pada salah satu pertanyaaan pada Teka-teki Silang itu.

Sebenarnya, apa yang terjadi?


Aku rasa, cerpen-cerpen pada buku ini terlampau singkat (ah, ini cerpen, ya kan?). Iya, sih. Memang benar, sesuai namanya ‘Cerita Pendek’, hanya saja, pada beberapa cerita, memang benar-benar pendek, sampai ending yang penulis gantung. Ah, jika beruntung maka para pembaca akan mengerti sebab-akibat konfliknya.

Perempuan Patah Hari yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Penulis benar-benar sangat ‘ahli‘ dalam menemukan sebuah judul yang ‘pas’ untuk mewakili ke-limabelas cerpen pada buku ini. Sampul bukunya juga sangat adem! Meskipun tergolong simpel, ya.

Aku tidak begitu menikmati buku ini. Mungkin karena kekecewaanku pada beberapa cerpen yang memiliki ‘akhir’ yang menggantung. Atau mungkin, kembali ke awal, aku bukanlah ‘seorang’ peminat cerpen? (Walau akhir-akhir ini aku lebih sering membaca cerpen.)

Nilai plus dari novel ini adalah adanya ide cerita yang bervariasi pada setiap cerpen di novel ini! Sangat kreatif! Penulis bahkan tidak mengangkat tema super-klise di kalangan novel Indonesia.

Meski begitu, aku tetap akan membaca karya lain dari penulis ini. Cantik itu Luka. Salah satu novel Sastra Indonesia yang populer. Bahkan sudah diterjemahkan ke bahasa lain. Judul inggrisnya adalah Beauty is Wound.