[Book Review] Januari: Flashback

24461222

Judul: Januari, Flashback

Penulis: Cherry Zhang, Petronela Putri, Pia Devina

Tebal: 208 hlm.

Penerbit: Grasindo

Terbit: Januari, 2015

ISBN: 978-602-251-867-9

REVIEW:

Seorang pengusaha, Armand Rahardja ditemukan tewas disaat pesta perayaan tahun baru. Banyak dugaan bahwa Armand Rahardja bunuh diri. Tapi, bagi anaknya, Arumi, ‘bunuh diri’ sangat tidak cocok. Ayahnya itu sedang berada di puncak kesuksesan. Bagaimana bisa seseorang yang sedang berada di puncak kesuksesan memutuskan untuk bunuh diri?

Kematian kadang bisa terasa begitu dekat,
… sejauh apa pun kita berlari.
Iya kan, Arumi?

Tidak cukup hanya di situ. Setelah kematian Armand Rahardja, serentetan terror menghampiri putrinya, Arumi. Anehnya, terror tidak hanya sampai ke Arumi, tapi juga ke Aluna, dan Era. Aluna dan Era merupakan anak dari sahabat-sahabat ayahnya.

Disisi lain, dalam membantu Arumi dkk. untuk ‘mencari’ tahu tentang kematian ayahnya serta ‘siapa’ yang meneror mereka, ada seorang polisi muda bernama Gara. Dengan Gara, Arumi dan Era, juga Aluna mulai mencurigai Om Handoko,  salah satu sahabat dekat ayah Arumi. Bukannya dengan prasangka buruk ya, sebelumnya Arumi ‘pernah’ memergoki Om Handoko ‘memeras’ dan ‘menekan’ ayahnya di ruang kerja ayahnya Arumi. Belum lagi, paraf mirip paraf Om Handoko selalu disampirkan di kaki surat yang diselipkan di setiap paket terror yang Arumi dkk. terima.

Sebenarnya… apa yang terjadi?

Siapa dalangnya?

Dari semua Monthly Series yang sudah di terbitkan sampai saat ini, hanya Januari dan Maret yang telah aku baca. Pertama kali, aku membaca Maret: Flowers. Berhubung karena Maret: Flowers merupakan kumpulan cerpen (atau novela?) dari masing-masing penulis (biasanya 3 penulis Grasindo berkolaborasi), awalnya aku pikir Januari: Flashback ini juga kumcer dari masing-masing penulis yang berkolaborasi… dan… ternyata bukan!

Hanya saja, penulisannya ditulis dari sudut pandang orang pertama. Dengan bagian-bagian untuk tiap tokohnya (tuker-tuker). Ada Arumi, Aluna, dan Era. Mungkin ketiga penulis membagi-bagi siapa yang ‘menuliskan’. Hanya saja, pada bagian ucapan terima kasih (atau yang begitulah), tidak disebutkan penulis mana yang menuliskan tokoh ini-itu. So, aku nggak bisa mengomentari tentang gaya penulisan penulis ini-itu dan… berhubung ketiga penulis ini masih merupakan penulis baru untukku (belum pernah baca karya mereka satupun). Eh, atau memang ada dituliskan? (maksudnya, misalnya penulis Cherry menuliskan berdasarkan sudut pandang Aluna), tapi memang aku-nya yang nggak ke-baca? #lupakan

Jujur saja, cover-cover dari Monthly Series ini aku-banget. Simpel, dan banyak misteri (coba perhatikan kalimat yang tersimpan di covernya). Dan… ya, aku menyukai cover dari buku ini, Januari: Flashback.

Januari: Flashback memiliki ending yang… tidak terduga! Dan.. berhubung karena buku ini seperti genre-genre thiller atau memang thiller? (Beneran, aku agak buta soal genre :(), aku menebak-nebak tentang siapa si ‘pembunuh’? Dan… tebakanku salah! Meskipun sudah berada di 1/4 menuju akhir, (biasanya di bagian ini sudah di kupas tentang pembunuhnya dan sudah membuat kita lebih gampang menebak), um.. dan tebakanku masih salah!
Unbelievable! Endingnya… aku suka banget!

Hanya saja, aku tidak begitu menyukai para tokoh pada cerita ini. Arumi digambarkan terlalu sempurna, meskipun sudah ditutupi dengan kejadian ayah Arumi yang meninggal, aku hanya merasa bahwa hidup Arumi terlalu gampang. Banyak orang yang menyukai dan mengasihinya (ups.. dan berakhir pada ke-iri-an), dan… pada beberapa titik, aku merasa buku ini unsur romance-nya kerasa banget (Eh, buku ini genre utamanya bukan romance-kan?). Aneh sih, buku yang menceritakan tentang pembunuhan, detektif-detektif gitu, unsur romancenya menonjol banget. Seperti Era yang menyukai Arumi, juga Gara, sang polisi muda yang membantu mereka dalam ‘menyelesaikan’ kasus ini. Juga Aluna yang ternyata malah menyukai Gara!

Overall, meskipun aku ‘kurang’ merasa puas pada beberapa bagian, aku menyukai buku ini :)!

Ratings: 3 of 5 stars

Advertisements

[Book Review] Maret: Flowers

24977368

Judul: Maret, Flowers.
Penulis: Adya Pramudita, Ninna Rosmina, Kezia Evi Wiadji
Penerbit: Grasindo
Terbit: 2015
Tebal: 232 hlm.
ISBN: 9786022519218
Kisah tentang perempuan yang mengalami kehilangan
juga penderitaan yang sama.
Masa lalu ternyata menghubungkan mereka
untuk tiga kejadian mengerikan
di bulan Maret.
Seruni:
Ia berani mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan
apa yang menjadi miliknya lima tahun lalu.
Anggrek:
Sejak kejadian itu, hidupnya penuh dengan kepahitan.
Dan ia menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam.
Lily & Rose:
Mereka berbeda, tetapi mempunyai satu kesamaan,
yaitu masa lalu. Jika konsekuensi dari sebuah perbuatan adalah kematian,
salah satu dari mereka dengan senang hati akan
menuntutnya!

REVIEW:

Buku ini merupakan seri ke-3 dari proyek Monthly Series. Jujur saja, aku belum membaca Januari ataupun Febuari, bisa di bilang, ini buku pertama dari Monthly Series yang aku baca.
Karena ditulis oleh 3 penulis berbeda, buku ini menyajikan 3 kisah dengan konflik yang hampir mirip dengan tokoh yang berbeda-beda tetapi saling berhubungan satu sama lain.
1. Losing You [Seruni] Oleh: Adya Pramudita
Dia yang hilang, 
akan kembali dengan rupa berbeda.
Seruni hamil diluar nikah. Dihamili oleh teman abangnya. Ini bukan bagian terburuknya.
Seruni dipaksa untuk menggugurkan kandungannya. Mengingat bahwa ayah Seruni merupakan tokoh masyarakat dan ibunya memiliki karier gemilang di salah satu kantor pemerintahan. Dan, tentu saja Seruni menolak mentah-mentah. Karena penolakan Seruni, kedua orangtuanya memutuskan untuk ‘mengasingkan’ Seruni.
Rabu malam di minggu pertama bulan Maret itu Seruni merasakan mulas yang hebat, semakin lama semakin hebat. Lalu, ketika matahari mulai terbit, seorang bayi lahir. Bayi laki-laki.
Seperti katanya, hari setelah ia melahirkan bayinya adalah hari yang tidak pernah sama lagi.
Bayi yang terlahir sehat itu tiba-tiba menangis keras. Kata orangtua Seruni, bayi laki-laki tersebut tidak dapat bertahan karena hipotermia.
Lima tahun kemudian, Seruni mengetahui rahasia-rahasia yang diperbuat oleh kedua orangtuanya. Karena ‘kesalahan’ orangtua Seruni, Seruni memutuskan untuk kembali ‘menemui’ Raf, ayah biologis dari anak yang pernah dikandungnya 5 tahun lagi. Seruni menemui Raf dengan sebuah alasan kuat. Seruni meminta bantuan dari Raf.
     “Kemarin pertama kalinya Banna menemuiku, sebelumnya ia tidak pernah lagi mau bertemu denganku, memutuskan pertemanan sejak itu. Semua teman yang sering main di rumahmu dulu, semuanya meninggalkanku. Setelah aku dipenjara akibat perbuatan bejatku padamu, hidupku selesai. Ketika kamu tidak pernah lagi mau bicara denganku, hidupku berakhir.” Raf mencondongkan tubuhnya ke depan, menegaskan keyakinan dari setiap kata yang ia ucapkan. “Selama ini aku tahu hidupmu juga berakhir, Seruni.” lanjutnya lirih.

 

2. Revenge [Anggrek] by Ninna Rasmina
Dia tidak akan pernah bisa hidup tenang
sebelum membalasnya…
Anggrek, atau biasa disapa Anggie bukan perempuan baik-baik. Semua orang tahu itu. Ada gossip bahwa Anggie hampir meniduri seluruh karyawan pria di kantornya. Anggie tidak membantah itu.
Hanya saja, meskipun Anggie cantik dan seksi, tidak ada pria yang ‘berniat’ bertemu kembali dengan Anggie setelah melewati malam bersama. Itu semua karena sebuah alasan. Anggie memiliki kelainan seksual.
Kelainan seksual yang didapat Anggie bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa sebab.
Diumur Anggie yang kesebelas, Anggie diperkosa oleh Om-nya. Lelaki bejat yang merupakan adik kandung ayahnya sendiri. Pria bejat bernama Austin. Anggie di’paksa’ untuk memenuhi nafsu hewan pamannya bukan hanya satu kali. Melainkan berkali-kali.
      Tanpa bisa ditahan, air matanya deras mengalir membasahi pipi. Ternyata air matanya belum habis sama sekali. Kenapa ini harus terjadi pada dirinya, kenapa Tuhan memberikan takdir kehidupan begitu kejam pada dirinya?
3. Deja Vu [Lily & Rose] by: Kezia Evi Wiadji
Jika konsekuensi dari sebuah perbuatan
adalah kematian,
Salah satu dari mereka dengan senang hati
akan menuntutnya!
Rose dan Lily tentu orang yang berbeda, sekilas.
Rose si cantik dan seksi, tapi misterius. Lily yang selalu dihantui oleh sederet mimpi buruk yang terjadi berulang-ulang. Lily orang yang tertutup, memilih untuk hidup seorang diri. Tanpa teman. Selain sederet mimpi buruk yang selalu menghantui Lily, Lily juga seringkali terbangun dan menemukan benda-benda tidak pada tempatnya. Suatu keanehan yang sering ia temui.
Lily seorang penulis. Karyanya selalu bestseller. Rose merupakan salah-satu dari sekian banyak fans Lily.
Jika dilihat sekilas, tentu saja mereka merupakan orang yang berbeda. Lily dan Rose memiliki segala sesuatu yang berbanding terbalik.
Tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa Rose merupakan Lily. Rose merupakan manifestasi dari Lily dengan kepribadian yang lebih kuat.
Jujur saja, hanya karya mbak Kezia yang pernah aku baca sebelumnya, You’re Invited dan Till it’s Gone. Dua penulis lainnya benar-benar masih ‘orang’ baru untukku.
Maret: Flowers merupakan buku ke-3 dari proyek Monthly Series oleh Grasindo. Untuk pertama kalinya, aku mengomentari tentang judul dari buku ini. Bukankah lebih cocok judulnya inggris semua? March: Flowers. Menurut aku sih lebih cocoknya gitu. Masa bulan ‘Maret’-nya bahasa Indonesia diikuti ‘Flowers’ bahasa Inggris.
Konflik  utama dari Losing You, Revenge, dan Deja vu mirip semua, dengan klimaks yang berbeda tentunya. Masa lalu kedua tokoh sama. Sama-sama kelam. Tapi, aku lebih menyukai kisah Losing You daripada Revenge. Entah kenapa, mungkin karena Losing You lebih ‘nyesek’ (?) [minus konflik yang klise, tentunya.]
Membaca kisah Lily dan Rose membuat aku teringat dengan drama korea yang baru-baru ini kutonton, Kill Me Heal Me. Tentu saja, kisah Lily dan Rose yang ‘lebih’ kelam.
Sederet mimpi buruk yang menimpa semua tokoh di masing-masing cerita semuanya terjadi pada bulan Maret. Tokoh-tokoh dalam setiap cerita, meskipun tidak ‘saling’ berhubungan secara langsung, minimalnya, mereka semua pernah bertemu.
Meskipun konflik yang ditawarkan cukup klise, entah kenapa, rata-rata aku menyukai semua cerita yang ditawarkan penulis. Menurut aku, ketiga penulis di sini, bisa ‘menggambar’ sesuatu yang sudah mainstream dengan ‘keahlian’ penggambaran yang berbeda. Dan tentunya, membuat aku ikut ‘terhanyut’.
Overall, membaca tiga kisah di sini membuat aku ikut ‘merasakan’ ‘nyesek’. Apalagi, cerita pertama yang sad ending, mengingat banyak cerita yang Happily Ever After, membuat aku ‘nyesek’ parah. Bagi pembaca yang ‘ingin’ membaca ‘sesuatu’ yang berbeda. Fiksi yang kelihatan ‘non-fiksi’, (meskipun cerita yang ditawarkan drama banget, my opinion), hanya saja ‘kedramaan’ tersebut ‘ditawarkan’ dengan ending yang… yahh…
Singkat kata, aku menyukai buku ini 😀

 

Ratings: 4 of 5 Stars

[Book Review] Insomnia

24721896

Penulis: Flazia
Penerbit: Grasindo
Terbit: Januari 2015
Tebal: 208 hlm.
ISBN: 9786022518587
SHIN YUN-HEE
Aku seorang playgirl dan pernah terlibat dalam tragedi Sunday Affair. Hanya saja, aku tidak tahu kalau kesalahanku akan menjadi separah ini.
“Karena sikap cerobohmu itu, kau jadi dililit kesulitan ‘kan, Nona Shin?” Nyonya Kim tertawa sebentar sambil memandangku jijik, “Atau bahkan, tidak akan ada pria yang bersedia menikahi gadis jahat sepertimu! Dan…”
“Chagi!” panggil seseorang.
Tanganku terkepal menahan marah—tapi tiba-tiba aku merasa sebuah tangan hangat menelusup ke sela-sela jariku dan meluluhkan kepalan tanganku barusan.
“Yun-Hee~ya, kau tidak dengar aku memanggilmu? Kita harus—”
“J-Jeong-Tae~ssi?” panggil Nyonya Kim terbata.
***
KANG JEONG-TAE
Aku seorang playboy dan terlibat dalam Sunday Affair di sisi lain kafe, di hari yang sama ketika kejadian itu juga menimpa Yun-Hee—teman SMU-ku.
“K-Kau tidak mungkin adalah kekasih Nona Shin kan, Jeong-Tae~ssi?” tanya Nyonya Kim menuntut, wajahnya pucat.
“Dengan segala hormat, maaf telah mengecewakan Anda, Nyonya. Tapi Yun-Hee memang kekasih saya,” jawabku berbohong.
“T-Tapi apa kau tidak tahu, Jeong-Tae~ssi? Semua orang tahu dia terlibat Sunday Affair di Caffèst beberapa bulan lalu! Dia berselingkuh di depan umum dan membuat kekacauan yang memalukan di sana!”
Dan parahnya, perselingkuhanku juga terungkap di sana. Aku dan Yun-Hee bernasib sama, karena itu aku harus segera menyelamatkan gadis ini sekarang juga.

REVIEW:

Jeong Tae dan Yun Hee merupakan teman lama. Teman SMA yang bertemu kembali dalam tragedi Sunday Affair di sebuah kafe di Seoul.
Mereka berdua bertemu di situasi yang mencanggungkan. Sama-sama kepergok selingkuh oleh pasangan masing-masing. Karena tragedi Sunday Affair, Jeong Tae memutuskan untuk ‘berhenti’ dan ‘bertobat’ untuk menjadi Playboy. Jong Tae memiliki Golongan Darah A, dan seorang A merupakan orang yang setia, lalu kenapa Jong Tae menjadi Playboy?
Di sisi lain, bertemu dengan Yun Hee di tragedi Sunday Affair membuat Jong Tae teringat kembali pada masa SMA mereka. Kala itu, Jeong Tae pernah menyukai Yun Hee dan kemudian menembak Yun Hee, tentu saja Yun Hee menolaknya. Menolak Jeong Tae dengan alasan yang sangat tidak masuk akal: Orang dengan golongan darah A dan B itu tidak cocok.
      “Jika kau memilih masa lalumu, aku tidak akan pernah menjadi masa depanmu, Jeong Tae. Sekalipun kau bilang bahwa kau menyukaiku berkali-kali setelah ini atau besok,” ucapku tegas. Sudah cukup. Ji-Hye tidak boleh dibebani dengan pria yang belum melupakannya sejak lama.
Bagaimana bisa orang mencintai orang yang sama dua kali? Tanyakan pada Jeong Tae. Jeong Tae mengakui ia menyukai Yoon Hee lagi. Hanya saja, Jeong Tae masih belum bisa melupakan cinta pertamanya, Ji Hye, yang notabene-nya merupakan sahabat Yoon Hee.

Ini kali pertama aku membaca buku karya FLAZIA. Dan, aku cukup terkesan dengan kemampuan penulis untuk menggambarkan suatu tempat, sangat cocok dengan profesi kedua tokoh utama, arsitek dan desainer.
      Ruang makan ini memakai gaya industrial European vintage. Karena konsepnya industrial, ada beberapa material bangunan yang dibiarkan tanpa finishing. Misalnya saja dinding bata yang dibiarkan tanpa dicat dan juga dinding yang hanya diselimuti acian semen tanpa dicat. Beberapa lukisan sengaja digantungkan sedemikian rupa sehingga karakter ruangan menjadi lebih kuat.
      Satu hal yang membuatku terkesan adalah adanya vertical garden atau semacam green wall di salah satu sisi ruang. Dinding itu ditumbuhi oleh tanaman pakis dan jenis tanaman rambat lainnya. Ada beberapa lampu kecil yang ditempatkan di sana untuk menonjolkan keberadaan tanaman. Kasarnya dinding konsep industrial berhasil disegarkan dengan green wall itu. Manis sekali.
Funiture yang dipilih memenuhi syarat konsep vintage. Ada satu meja panjang dengan enam kursi di satu sisi, enam kursi di sisi yang lain, dan satu kursi di ujung meja sekarang disinggahi oleh Ayah Yun-Hee. Di atap–tepat di atas meja makan, terdapat lampu-lampu gantung dari besi bergaya Eropa kuno. Elegan.
Ide penulis dalam ‘mengawali’ cerita juga sangat unik. Jika penulis lainnya ‘mengawali’ cerita dengan adegan mainstrem, Flazia mengawali cerita dengan suatu tragedi yang dinamakan Sunday Affair. Kedua tokoh yang sama-sama player ‘ketahuan’ berselingkuh oleh pasangan masing-masing. Dari tragedi Sunday Affair itulah kedua tokoh ‘memulai’ sebuah cerita.
Konflik dari cerita ini tidak begitu berat, tentang tokoh utama yang tidak bisa berdamai dengan masa lalu.
Jujur saja, aku sangat terkesan dengan cara penulis menggambarkan keadaan sesuatu, baik itu suasana atau keadaan sebuah ruangan. Sangat detail. Membuat aku bisa lebih ‘berimajinasi’.
Kenapa berjudul insomnia?
Sang tokoh utama, Jeong Tae memiliki penyakit insomnia. Sebagai seorang arsitek, tentu saja Jeong Tae selalu di kejar deadline design bangunan. Pekerjaannya membuat ia terserang insomnia.
Ah, ya. Berbicara tentang cover. Meskipun covernya manis dan unyu, aku tidak ‘terlalu‘ menyukai covernya. Sangat childish sekali. Sudah beberapa kali aku berkunjung ke Gramedia dan hanya sekedar melirik buku ini. Pada kali ke-3 aku berkunjung ke toko buku, baru-lah aku mengambil buku ini dan membaca blurb-nya. Dan… entah kenapa, dengan blurb yang ‘begitu’ menjanjikan jalan cerita yang ditawarkan penulis, aku tertarik pada buku ini.
Overall, aku ‘cukup’ puas dengan cerita yang ditawarkan penulis. Membaca buku ini membuat aku ‘ketagihan’ untuk membaca buku-buku karya Flazia selanjutnya. 🙂

Ratings: 4 of 5 Stars.

[Book Review] Muse

23432894

Judul: Muse
Penulis: Devania Annesya
Penerbit: Grasindo
Terbit: 2014
Tebal: 200 hlm
ISBN: 9786022517474
Aku sahabat dari istrimu, tempat kau biasa mendiskusikan segala hal. Aku sahabat dari istrimu, tempat di mana kau selalu meminta nasihat dalam menghadapi kegilaan istrimu. Aku sahabat dari istrimu, dan aku jatuh cinta padamu.

Jatuh cinta pada Jonas adalah apa yang tidak pernah Renatha rencanakan. Namun begitulah adanya, ia jatuh cinta pada Jonas, suami dari Nadia – sahabatnya. Mulanya itu hanya sebuah rasa tanpa perlu mendapat pengakuan. Mulanya…

“Kau… mau sampai kapan kau akan lari, hm?“
“Kenapa tidak? Kalau perlu aku lari lagi sekarang. Aku akan pergi ke tempat di mana aku tidak akan menemukan satu orang pun yang mengetahui masa laluku. Terutama kamu! Adalah sebuah kesalahan mempercayaimu malam itu!“

REVIEW:

Memang benar bahwa Renatha memiliki segalanya, secara fisik. Renatha memiliki darah Jerman, dari ayahnya. Barangkali, kelebihan-kelebihan itu yang membuat ia populer, dimanapun. Apalagi dengan warna mata hijaunya yang berkilauan. Memiliki daya ikat tersendiri.
Tentu saja, sebagai tokoh dalam sebuah cerita fiksi, Renatha tidak akan pernah memiliki ‘kesempurnaan’ yang lengkap. Memang benar, ‘daya tarik’ mata hijaunya merupakan pemberian dari ayahnya yang juga bermata hijau, tapi… ‘mata hijau’-nya adalah satu-satunya hal yang ayahnya berikan (turunkan) padanya. Karena sejak awal, Renatha tidak pernah dekat… atau bertegur sapa dengan ayahnya. Bagi Renatha, ayahnya… tidak terjangkau.
Renatha memiliki pekerjaan yang menjanjikan, pramugari di sebuah maskapai penerbangan di Jakarta. Begitu juga dengan Nadia, sahabat Renatha. Mungkin, ‘daya tarik’ Nadia tidak ada apa-apa jika dibandingkan dengan ‘daya tarik’ yang dimiliki Renatha. Hanya saja, ‘keberuntungan’ Nadia membuat Renatha iri.
Keberuntungan bahwa Nadia menikahi Jonas Antariksa, seorang penulis novel. Iri karena ‘kesetiaan’ dan ‘kecintaan’ Jonas pada Nadia. Iri karena Nadia mendapatkan suami ‘langka’. Suami yang memiliki aspek-aspek yang ‘diidamkan’ oleh wanita.
Awalnya, Renatha merasa akan ‘merebut’ kebebasan Nadia, hal yang lazim dilakukan oleh suami kebanyakan. Tapi, Jonas berbeda, ia tidak mengekang Nadia. Ia membebaskan Nadia untuk ‘melanjutkan’ hubungan persahabatan lagi dengan Renatha. Awalnya, hanya Nadia-lah sahabat Renatha. Lalu, entah kenapa, kemudian Renatha menjadi ‘tempat’ untuk Jonas menumpahkan semua ‘curahan hati’ tentang kehidupan rumah tangganya dengan Nadia. Barangkali, ‘kegigihan’ Jonas untuk mempertahankan rumah tangganya membuat Renatha jatuh cinta pada Jonas.
Ya, Renatha jatuh cinta pada Jonas, suami sahabatnya sendiri.
      Adalah kamu yang selama ini kunanti. Adalah kamu yang selama ini kucari. Adalah kamu yang merupakan akhir dari hidup yang kujalani. Bagimu mungkin aku hanya seorang gadis asing yang mudah tertawa oleh candamu. Hanya kenalan yang selalu ada ketika kau merasa lelah melangkah. Hanya seorang kawan yang menangis ketika kau bilang kau ingin hilang dari muka bumi. 
      Yang perlu kamu tahu, akulah seorang yang akan gemetar ketakutan seperti anak kecil ketika membayangkan kau akan benar-benar hilang. Yang perlu kamu tahu, akulah seorang yang jantungnya rapuh kala lenganmu menggesek lenganku. Dan akulah gadis yang separuh napasnya hilang menguap di dimensi nanti tanpa pernah kau menyadari rasa ini.
Renatha.
Cerita ini disusun dengan alur maju-mundur. Di bagian prolog, kita akan menemukan surat berisi ‘ungkapan hati’ Renatha yang ditujukan pada Jonas. Lalu, pada bab 2, pembaca aka dibawa kembali ke masa-masa pertemuan Nadia dengan Jonas. Kala itu, Nadia dan Jonas belum berkenalan. Mungkin ‘kegigihan’ Nadia untuk berkenalan dengan Jonas membuat Jonas tertarik dan kemudian menyukai Nadia. Lain dengan Renatha yang cenderung dingin dan sering melamun.
Mungkin, pembaca akan menyebut Renatha ‘perempuan licik’ atau barangkali ‘perempuan ular’. Mungkin semua itu tidak benar, walau sedikit benar. Renatha benar-benar menyayangi Raisa, anak dari Jonas dan Nadia. Tapi, itu semua tidak menutup kemungkinan akan Renatha yang tidak ‘memanfaatkan’ Raisa untuk bertemu lebih sering dengan Jonas. Raisa adalah alasan Jonas untuk berada lebih dekat dengan Renatha.
Cerita ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran tokoh lain di samping Renatha.
Davi, mari kita menyebutnya ‘pria brengsek pura-pura baik depan apartemen’. Davi menyukai kecantikan Renatha. Tentu saja, seperti pria metropolitan brengsek lainnya, Davi tidak percaya dengan komitmen. Berpacaran dengan banyak perempuan sekaligus. Renatha adalah perempuan yang cantik. Davi tidak akan pernah tidak menyukai perempuan yang cantik. Itulah asumsi Davi, pada awalnya. Tapi, akhir selalu berbeda dengan awal. Hipotesis awal dan hipotesis akhir seringkali berbeda.
Pada akhirnya, bagaimana keadaan rumah tangga Jonas dan Nadia? Bagaimana pula ‘keadaan’ hati Renatha? Mengingat bahwa ‘keadaan hati’ dapat berubah. Apakah Renatha akan mencintai Jonas sampai akhir? Lalu, bagaimana dengan Davi? Bagaimana pula keadaan Raisa jika Jonas dan Nadia bercerai?
Tokoh favoritku dalam cerita ini adalah Jonas. Jonas adalah tipe suami yang tidak ‘mengekang’ kebebasan istrinya. Selalu mengalah untuk menyelamatkan rumah tangganya. Suami yang tidak mudah tergoda dengan wanita lain. Dan yang paling penting, suami yang memprioritaskan kenyamanan anaknya.
Konflik pada cerita ini tergolong sensitif. Seorang wanita yang menyukai suami dari sahabatnya sendiri. Untungnya, konflik yang diangkat tidak klise. Jangan bertanya lagi konflik seperti apa yang klise. Semua pembaca tahu itu.
Sejak lama, buku ini sudah ‘menempati’ wishlist aku. Aku selalu penasaran dengan karya ini. Terutama karena pengarangnya adalah pengarang yang sama dengan pengarang X: Kenangan yang Berpulang serta Blurb buku yang sangat menjanjikan.
Ekspetasi awalku akan seberapa besar aku akan menyukai buku ini ternyata tidak begitu berbeda dengan akhirnya. Aku menyukai buku ini. Aku menyukai cover dari buku ini. Sangat suka. Aku juga menyukai klimaks dari konflik dalam buku ini. Terutama karena konflik yang diangkat pun juga sedikit sensitif.

 

Ratings: 4 of 5 Stars

Book Review: X, Kenangan yang Berpulang

20622333

Judul: X, Kenangan yang Berpulang
Penulis: Devania Annesya
Penerbit: Grasindo
Terbit: 2014
Tebal: 274
ISBN: 978-602-251-289-6
Andra menengadah dan ia menggunakan tatapan mata teduhnya untuk melunakkan hati Ariel. “Aku hanya baru sadar kalau aku begitu mencintaimu dan tidak bisa melepaskanmu.”

“Kau tahu kan aku tidak percaya cinta? Jadi jangan gunakan alasan itu.” balas Ariel ketus.

“Aku membutuhkanmu.”

Ariel mengatupkan rahangnya erat-erat. “Lalu kau di mana saat aku membutuhkanmu?”

—————————————

Tujuh tahun sejak terakhir Ariel Narinta bertemu dengan Andra Anggara – pria cinta pertamanya. Ariel sudah hampir bisa menjalani hidupnya dengan normal. Ia sudah baik-baik saja.

Namun laki-laki itu kembali muncul dalam hidup Ariel, sebagai atasannya. Ia muncul dan memaksanya kembali menoleh ke belakang. Kembali menatap kenangan yang sangat ingin ia lupakan.

Bagi Ariel, Andra adalah pelajaran terpahit dalam hidupnya. Darinya, Ariel belajar untuk tidak pernah mempercayai siapapun. Tuhan sekalipun.

REVIEW&PLOT:

Ada sesuatu yang tak pernah berakhir meski telah terhenti. Sesuatu itu disebut Kenangan.
Setelah 7 tahun putus dan tidak pernah bertemu, takdir memainkan hati Ariel. Kini, Ariel bertemu lagi dengan mantannya, Andra. Tentunya dengan keadaan yang sangat berbeda dari 7 tahun lagi.
Sekarang mereka bertemu lagi, dan Andra berperan sebagai atasan Ariel.
“Seharusnya kita tidak jatuh cinta pada orang yang tepat. Akan lebih mudah ketika kita jatuh cinta pada orang yang salah. Kita tak akan terlalu terluka ketika mereka meninggalkan kita.”
Andra digambarkan sebagai lelaki yang sangat sempurna. Terlampau sempurna. Tampan, baik hati, kaya. Tapi, tidak bagi Ariel. Dulunya Ariel juga sangat memuja Andra.
“Andra, kau sangat baik seperti malaikat.”
Cerita ini di lengkapi dengan Flashback. Flashback ini yang bikin manis!
Flashback yang mengisahkan kehidupan SMA Ariel dan Andra. Bagaimana saat-saat Ariel ditinggal Andra. Saat-saat Andra memutuskan Ariel. Juga Kisah kelam Ariel. Ia diperkosa ayah tirinya sendiri. Sebenarnya Andra ini nggak mau ninggalin Ariel, tapi gara-gara teman-teman yang menghina Andra.
“Seharusnya kita tidak jatuh cinta pada orang yang tepat. Akan lebih mudah ketika kita jatuh cinta pada orang yang salah. Kita tak akan terlalu terluka ketika mereka meninggalkan kita.”
Konflik yang diangkat cenderung sensitif. Korban pemerkosaan. Karena itu, Ariel tidak percaya lagi dengan keberadaan Tuhan
Lalu ada pemeran sampingan dan konflik sampingan, meskipun nggak setegang konflik utama.
Anggara, Ayah Andra, membesarkan Andra dengan seorang diri karena ibu Andra telah meninggal dunia saat melahirkan Andra. Lalu ada suatu ketika saat Ariel menanyakan kenapa Anggara tidak menikah lagi. Dan Anggara menjawab dengan sangat bijak.
“Setelah ibunya Andra… kenapa Ayah tidak menikah lagi?”
“Ada sesuatu yang tak pernah berakhir meski telah terhenti. Sesuatu itu disebut kenangan.”
Jalan ceritanya sangat cepat. Mulai dari SMA, bekerja, menikah dan punya anak. Endingnya? sedih dan bahagia. Aku suka cara penulis menuliskan setiap kejadian dengan sangat cepat.
Meskipun cerita ini sinetron abis, tapi, entah kenapa aku sangat menyukai cerita ini. Singkat kata, FEEL-nya kedapet banget. Aku bahkan merasakan nyesek sendiri, dan di beberapa bagian aku nangis karena sedih bangettt… Terakhir kali, aku baca novel yang Feelnya kedapet banget itu kalo nggak salah Sunshine Becomes You by Ilana Tan, sekitar 2 tahun yang lalu.
Bicara soal pemeran favorit, tentu aja si Andra! Orangnya royal banget! Suka memberi bantuan pada orang-orang miskin. Sempurna. Dan tokoh ‘Andra’ ini sangatsangat FIKSI. Karena hampir MUSTAHIL ada orang yang seperti Andra itu di dunia nyata. Saya juga suka Anggara, ayah Andra. Anggara adalah tipe yang setia dan sangat berwibawa.
Ini pertama kalinya saya membaca karya Devania Annesya, dan jujur, saya jatuh cinta dengan buku ini dan ingin membaca semua karya Devania Annesya di masa depan.
Covernya keren banget! Cantik! Sketsanya menarik banget! Dengan latar putih yang gimanaaa gituu..
Disetiap babnya juga di sisipkan oleh lirik lagu yang menggambarkan topik setiap babnya.
Overall, saya sangat menikmati buku ini. Saya seperti tersedot kedalam cerita fiksi kehidupan Ariel dan Andra. Ikut menyaksikan bagaimana Kekelaman masa lalu Ariel, lalu ikut merasakan penyesalan Andra. Covernya yang sangat menarik, juga sinopsis pada cover belakang yang membuat penasaran. Recommended for you 🙂 Khusus nya yang suka Young-Adult fiction.
“Seharusnya kita tidak jatuh cinta pada orang yang tepat. Akan lebih mudah ketika kita jatuh cinta pada orang yang salah. Kita tak akan terlalu terluka ketika mereka meninggalkan kita.”

Ratings: 5 of 5 Stars