January: Book Haul

Starlibrary

 

 

Hasil tangkapan pada bulan Januari in sangat sedikit, hanya dua. Aku membeli Single Ville dan Muse dengan harga 100.000 (dua buku). Gone Girl adalah hadiah karena memenangi Winna Efendi RC tahun lalu (Thanks kak Luckty). Sedangkan Allegiant merupakan gift dari teman (mengingat bahwa aku berulang tahun pada bulan Desember 2014).
Mengingat bahwa aku jarang membuat post tentang BOOK HAUL di tahun 2014, aku memutuskan (harus) membuat post BOOK HAUL setiap bulan.
Buku-buku yang telah aku baca di bulan Januari ini hanya:
Swiss: Little Snow in Zurich.
Itu pun buku pinjaman dari teman. Saat ini, aku tengah membaca London by Windry Ramadhina. I hope i’ll finish it early and write the review!
Advertisements

[Opini Bareng] January: Expectation

ABM_1422532044

Tema Opini Bareng bulan ini adalah: Ekspetasi. Berhubung karena ini adalah kali pertama aku menuliskan post tentang Opini, aku cukup ‘kebingungan’ dan ‘kewalahan’ untuk memikirkan apa yang harus kutuliskan dalam post ini. 
Pada akhirnya, aku memutuskan untuk: Memilih buku yang menurut aku melebihi dan dibawah ekspetasiku dan menyadari bahwa postku ‘sedikit’ berbeda dari yang lainnya –__–

Banner_OpiniBareng2015

BEYOND MY EXPECTATION:
Mei Hwa: Sang Pelintas Zaman

Buku ini sangat membuat aku terkesan! Pada awalnya, membeli buku ini adalah keterpaksaan. Keterpaksaan karena aku mengunjungi toko buku dan tidak menemukan buku yang menarik untukku. Sebenarnya, cover dari buku ini tidak cukup menarik untukku. Memang, aku menyukai buku dengan cover simpel, cover simpel dimiliki oleh buku ini. Tetapi, kesimpelan cover dari buku ini tidak menari, warnanya pun sangat tidak mengkilau. Hanya saja, blurb dan judul dari buku ini sangat membuatku tertarik. Mei Hwa, etnis Tionghua (mengingat bahwa aku juga berasal dari etnis tionghua). Buku ini bahkan mendiami rak bukuku selama hampir 2 bulan, kemudian aku memutuskan untuk membacanya. Kau tahu apa yang terjadi?
Aku mengalami kejadian ini lagi. Menghakimi buku dari covernya yang ‘nggak banget’, padahal isinya ‘bagus banget’. [Review]
Ide cerita sangat unik dan juga… cerdas. Diceritakan secara bertahap dan berurut dari rentang waktu yang cukup lama, tahun 1932 sampai 2002. Tokoh yang hidup dalam waktu berbeda ternyata saling berkaitan. Masa lalu yang berkaitan dengan masa kini. Konfik yang ditawarkan sangat beragam. Klimaks yang sangat menegangkan. Aku merekomendasikan kalian semua yang menyukai sejarah untuk membaca buku ini. Menikmati sejarah Indonesia yang penuh emosi dalam rangkaian cerita dengan latar non-fiksi dan dengan tokoh fiksi.

 

BELOW MY EXPECTATION:
The Fault in Our Stars

11870085

Siapa pecinta buku romantis yang tidak mengenal buku ini? Mungkin ada, beberapa, minoritas. Buku ini selalu menjadi ‘buku rekomendasi’ dimana-mana. Keromantisan hubungan August dan Hazel. Kemanisan hubungan keduanya. Atau, kesedihan ending pada buku ini.
Aku tidak pernah membaca dan tidak pernah tahu versi aslinya. Memang benar bahwa aku menonton filmnya, tapi aku membaca buku versi Indonesianya. Kau tahu apa? gaya bahasa sangat kaku. Aku benci ini. Gaya bahasa yang kaku membuat aku nggak bisa ‘merasakan’ apa-apa. Singkatnya, katakanlah aku membaca buku ini sampai habis (kenyatannya aku tersendat di pertengahan buku ini, tidak pernah tiba di halaman terakhir), aku akan langsung melupakan hal-hal yang pernah terjadi di buku ini. Mungkin, aku hanya akan mengingat bagaimana pertemuan mereka. Atau quote yang aku dapatkan dalam buku tersebut.
Bukan menjelek-jelekkan, sesuai dengan tema dari post ini, ini semua hanya pendapatku. Ekspetasi awal berbeda dengan akhirnya. Pada awalnya, aku pikir buku ini akan membuat aku nangis bawang, seperti buku THE NOTEBOOK atau filmnya karya Nicholas Sparks, dan ternyata, aku bahkan tidak pernah tiba pada halaman terakhir buku ini.

Tumblr

[Book Review] Swiss: Little Snow in Zurich

18141955

Judul: Swiss,  Little Snow in Zurich
Penulis: Alvi Syahrin
Penerbit: Bukune
Terbit: Juni 2013
ISBN: 602-220-105-5
Di Zürich,

Ada kisah tentang salju yang hangat, tentang tawa yang mencair. Membuat Yasmine tersenyum bahagia.

“Ich liebe dich,”—aku mencintaimu—bisik gadis itu, membiarkan repih salju membias di wajahnya. Manis cinta dalam cokelat yang laki-laki itu berikan membeku menjadi kenangan di benaknya, tak akan hilang.

Di puncak gunung Uetliberg—yang memancarkan seluruh panorama Kota Zürich—bola-bola salju terasa hangat di tangannya, kala mereka bersisian. Dan Jembatan Münsterbrücke, jembatan terindah dan tertua di Zürich, seolah bersinar di bawah nyala lampu seperti bintang.

“Jika aku jatuh cinta, tolong tuliskan cerita yang indah,” bisik gadis itu. Ia tahu ia telah jatuh cinta, dan berharap tak tersesat.

Namun, entah bagaimana, semua ini terasa bagai dongeng. Indah, tetapi terasa tidak nyata.

Tschüs—sampai jumpa—
Yasmine, semoga akhir kisahmu indah.

REVIEW:

Temui Jasmine dengan kamera yang tergantung di lehernya di dermaga yang berbaring kukuh di tepi danau Zurich. Lalu, temui seorang laki-laki di ujung dermaga tersebut. Kedua orang yang sering saling bertemu di dermaga tersebut tapi tidak saling menyapa, Yasmine selalu malu untuk menyapa laki-laki tersebut duluan. Sampai suatu saat, laki-laki itu menyapa Yasmine dan memperkenalkan namanya sebagai Rekel. Rekel Steiner.
Di bawah salju yang berjatuhan, kisah mereka dimulai. Dimulai pada musim dingin, dan diakhiri oleh musim dingin.

https://i1.wp.com/images.gadmin.st.s3.amazonaws.com/n12377/images/buehne/Zuerichsee-1.jpg

“Melangkahlah, temukan kebahagiaanmu, dan jangan lupa berdoa untukku.”
Prolog dan Epilog pada buku ini sangat unik. Point of View pada prolog dan epilognya adalah Snow. Salju. Dibuat seolah-olah Salju adalah hidup, salju yang ikut menyaksikan kisah Rekel dan Yasmine.
Tokoh pada buku ini tidak terlalu banyak, tokoh yang ditampilkan hanya seputar orang-orang yang berhubungan dengan kedua tokoh utama. Seperti sahabat Yasmine, Dylan dan Elena. Atau pacar Rekel, Reene.
Buku ini merupakan buku pinjaman dari teman. Paris: Aline juga sudah menanti untuk dibaca olehku. Sejak kecewa pada seri STPC seperti Casablanca. Aku sudah memutuskan untuk tidak membeli serial tersebut. Tapi, buku ini membuat aku ingin membaca beberapa kisah seri STPC lagi.
Buku ini menyajikan cerita yang cukup bagus, meski mainstream. Hal tersebut–untungnya tertolong oleh gaya penulisan penulis yang rapi, menggunakan kata-kata yang bagus, mengingatkanku pada cara penulisan Windry Ramadhina dan Winna Efendi. Hanya saja, kurasa lingkaran cerita dalam buku ini terlalu sempit. Serta penulis kurang menyajikan tentang kuliner di Swiss. (Di Casablanca, Dahlian menyajikan banyak tempat wisata dan kuliner.), penulis di sini hanya banyak menyabarkan tentang tempat wisata, itu pun kebanyakan dermaga di danau Zurich dan pegungungan. Lalu, pada cover halaman terakhir, aku menemukan sebuah fakta. Fakta bahwa penulis adalah seorang pria. Dan ini membuat aku memberikan poin plus untuk penulis.
Cover dari buku ini sangat manis. Sketsa kota Zurich, mungkin? Beberapa skesta tentang tempat-tempat wisata di Zurich juga dijabarkan dalam buku ini.
Herannya, aku tidak memiliki tokoh favorit (mengingat bahwa aku selalu memiliki tokoh favorit di setiap buku yang aku baca. Atau mungkin aku kurang ‘terbawa’ ke dalam cerita pada buku ini?)
Alasan kenapa aku tidak menyukai tokoh Yasmine:
1. Yasmine terlalu naif, masik mengejar-ngejar orang yang sudah jelas-jelas menyakitinya.
2. Yasmine terlalu bodoh untuk memilih. Dylan adalah laki-laki yang baik, santun, dan yang pasti, ia menyukai Yasmine.
Alasan kenapa aku tidak menyukai Rekel:
1. Rekel tidak berpikiran secara Rasional. Bagaimana ia bisa menuduh orang lain yang membuat adiknya meninggal padahal adiknya meninggal karena kanker getah bening?
2. Rekel adalah laki-laki yang tidak bisa berdamai dengan masa lalu.
3. Rekel Munafik.

 

Overall, aku cukup menikmati buku ini. Meskipun sempat bosan pada pertengahan buku, aku tetap melanjutkan membaca buku ini sampai habis. Buku ini cocok untuk orang-orang yang menyukai traveling. Membaca buku ini membuat aku ingin mengunjungi kota Zurich. Menikmati Danau Zurich dari dermaga.

Ratings: 3 of 5 Stars

[Master Post] Indonesia Romance Reading Challenge 2015

Behubung karena aku sudah pernah mengikuti IRRC ini tahu lalu, aku sudah bisa memperkirakan jumlah buku karangan penulis Indonesia yang aku baca. Maka, dengan tidak ragu, aku langsung memilih level Married yaitu membaca lebih dari 31 buku.
Button IRRC 2015 ini sangat manis:) Kesan yang menyejukkan. Floralnya itu perempuan banget. 🙂
Yuk ikutan IRRC 2015!
Kunjungi A, Greedy Bibliophile

[Master Post] NonFiction Reading Challenge 2015

nonfiction reading challenge 2015

Mudah-mudahan, dengan mengikuti RC ini, aku bisa ‘meningkatkan’ minatku untuk membaca lebih banyak lagi buku-buku nonfiksi. Tahun lalu, aku hanya membaca 2 buku nonfiksi. Dua-duanya tidak di review dan beceritakan tentang bagaiamana menggunakan kartu kredit dan membuahkan kartu kredit. Kadang kala, aku merasa aku melakukan rasis kepada buku. Mementingkan buku fiksi dan menuliskan reviewnya, sedangkan buku non-fiksi… tidak. Jadi, aku memutuskan untuk mengikuti RC ini.
Aku menargetkan membaca 10 buku. Belum tahu buku apa. Tapi, yang pasti, aku akan membaca buku-buku yang berhubungan dengan motivasi menjadi kaya. (Niat banget ya)
Yuk ikutan Nonfiction Reading Challenge! Pertama kali di Indonesia! Kunjungi Lensa Buku.

[Book Review] Walking After You

23686088

Judul: Walking After You
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia
Terbit: 2014
Tebal: 320 hlm.
ISBN: 979-780-772
Masa lalu akan tetap ada. Kau tidak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.
Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.
An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang tak bisa ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.
Pernahkan kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka.
Mungkin, kisah An seperti kisahmu.
Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.

REVIEW:

“Pelangi yang muncul setelah hujan adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja.”
Buku ini menceritakan tentang Anise, atau yang sering dipanggil An. Wanita yang tidak bisa berdamai dengan masa lalu, selalu diganggu oleh rasa bersalah hingga mengorbankan cita-citanya. Anise menyukai makanan prancis, lalu kenapa ia bekerja di Afternoon Tea sebagai koki kue?
Dibalik keceriaan Anise, ternyata Anise menyimpan luka yang mendalam. Ia tidak dapat berdamai dengan masa lalunya.
Disisi lain, ada Julian, koki kue yang dingin dan apatis, tetapi tampan. Karena pipi Julian yang gampang memerah, An selalu menggoda Julian. Lambat laun, An merasa bahwa ia menyukai Julian.
Lalu, seorang dari masa lalu muncul kembali. Jinendra. Jinendra mengajak An untuk kembali bekerja direstorannya (restoran masakan prancis). Pada akhirnya, apakah An akan tetap mengikuti mimpinya, yaitu menjadi koki masakan prancis, atau mengorbankannya demi menjadi koki kue yang sama sekali bukan keahliannya?
Windry selalu menjadi penulis favorit aku. Ada banyak alasan untuk itu. Terutama pada gaya penulisannya. Sebuah cerita yang sederhana, dengan konflik yang cenderung ringan dan klimaks yang biasa saja dapat dijadikan lebih dari biasa dari sisi keahlian dalam penulisan. Konflik yang ringan akan membuat kita terbawa suasana hingga mata berkaca-kaca adalah hasil dari gaya penulisan yang lembut dan memikat. Pada awalnya, aku paling menyukai gaya penulisan Winna Efendi, dari Refrain, Ai, Unbelievable, Remember When, Happily Ever After, Tomodachi. Pada akhirnya, aku harus menggeser jabatan Winna Efendi dan menempatkan Windry Ramadhina sebagai penulis favorit dari segi gaya penulisan dan ide cerita.
Ya, selain gaya penulisan, hal lain yang aku sukai dari penulis adalah ide cerita. Metropolis yang membuat penasaran, montase, Interlude dan Walking After You yang membuat mata berkaca-kaca.

 

Ratings: 4 of 5 Stars.

Baca & Opini bareng BBI 2015

Baca Opini Bareng 2015

Ini pertama kalinya aku ikutan event/posbar yang diadakan BBI semenjak bergabung beberapa bulan yang lalu. Bahkan Secret Santa pun aku nggak ikutan 😦
Kegiatan Baca Bareng
Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap bulan, Divisi Event akan menentukan tema bacaan tertentu.
Tema ini cukup luas dan teman-teman bebas memilih buku yang teman-teman anggap sesuai dengan tema—bisa fiksi maupun non fiksi—untuk dibaca dan dipos resensinya di blog masing-masing pada tanggal yang telah ditentukan di pukul 09.00 WIB.
Gunakan banner berikut di awal posting, ya.

Banner_BacaBareng2015

Tema Baca Bareng:
  • Januari: Buku Secret Santa, dipos tanggal 30 Januari 2015.
  • Februari: Profesi, yaitu buku-buku yang di dalamnya dijelaskan cukup rinci mengenai profesi tokoh-tokohnya. Misalnya, Twivortiare Ika Natassa yang menjelaskan profesi bankir. Dipos tanggal 27 Februari 2015.
  • Maret: Adaptasi buku ke film atau film ke buku, misalnya The Fault in Our Stars, Supernova, dll, dipos tanggal 31 Maret 2015.
  • April: Buku yang sudah diterbitkan yang sebelumnya dipos online (wattpad, blog, forum, dll), misalnya Coup(L)ove Rhein Fathia, Kambing Jantan Raditya Dika, dll., dipos tanggal 30 April 2015.
  • Mei: Buku bertema Hak Asasi Manusia dan kritik sosial, misalnya I am Malala, Kumpulan Puisi Wiji Thukul, A Time to Kill John Grisham, dll., dipos tanggal 29 Mei 2015.
  • Juni: Budaya dan setting Indonesia, misalnya Laskar Pelangi Andrea Hirata, Lampau Sandi Firly, dll., dipos tanggal 30 Juni 2015.
  • Juli: Kenakalan anak-anak, misalnya serial Malory Towers Enyd Blyton, serial Anak-anak Mamak Tere Liye, dll., dipos tanggal 31 Juli 2015.
  • Agustus: Seputar Perang Dunia I dan II, misalnya Code Name Verity Elizabeth Wein, A Farewell to Arms Ernest Hemingway, dll., dipos tanggal 28 Agustus 2015.
  • September: Sastra Eropa, misalnya buku-buku Jane Austen, Leo Tolstoy, dll., dipos tanggal 30 September 2015.
  • Oktober: Horror, misalnya buku-buku Eve Shi, R.L. Stines, dll., dipos tanggal 30 Oktober 2015.
  • November: Detektif / Thriller / Misteri, misalnya Gone Girl Gillian Flynn, Da Vinci Code Dan Brown, Agatha Christie, dll., dipos tanggal 27 November 2015.
  • Desember: Baca bareng 1 judul, ditentukan kemudian, dipos tanggal 28 Desember 2015.

 


Kegiatan Opini Bareng
Opini Bareng ini bentuk kegiatannya lebih fleksibel dan bebas daripada Baca Bareng. Intinya adalah, Divisi Event memberikan tema yang harus teman-teman eksplor dalam satu bulan. Namun, bagaimana cara teman-teman menyampaikan tema opini tersebut adalah bebas; teman-teman bisa membuat satu pos berisi opini teman-teman terkait tema, bisa membuat daftar bacaan sesuai tema (Top 5, Top 10, dsb), bisa juga memilih buku-buku bacaan selama sebulan sesuai tema opini bareng dan menulis resensi dengan menitikberatkan pada tema Opini Bareng.
Tidak ada tanggal khusus posting bareng dan teman-teman bisa membuat 1 pos atau lebih bertema sama dalam 1 bulan.
Silahkan gunakan banner Opini Bareng di awal posting kamu, ya.

Banner_OpiniBareng2015

Di bawah ini adalah tema Opini Bareng dan pertanyaan pancingan (tidak harus kamu ikuti, tapi bisa jadi panduan kalau kamu bingung mau membahas apa)
Tema Opini Bareng
♥ Januari: Ekspektasi
Pernahkah kamu ingin membaca suatu buku karena mendengar buku itu bagus atau merasa sepertinya buku itu “gue banget”? Bagaimana setelah kamu akhirnya membaca buku yang kamu inginkan itu? Atau pernah sebaliknya, menyangka tidak akan suka suatu buku tetapi ketika kamu selesai membacanya kamu malah menikmatinya?
♥ Februari: Karakter Tokoh Utama
Apakah kamu lebih menyukai karakter utama yang serbasempurna, mirip dengan kepribadianmu, atau yang hidupnya penuh dengan masalah dan ketidaksempurnaan? Apakah kamu menyukai tokoh utama yang cerewet atau pendiam?
♥ Maret: Alur Cerita
Apakah kamu tipe yang ingin alur cerita maju teratur atau melompat-lompat? Buku dengan alur yang paling menyenangkan dan paling menyebalkan yang pernah kamu baca?
♥ April: Hubungan dengan Pembaca
Apakah kamu pernah merasa terhubung dengan suatu bacaan? Apakah kamu pernah mendapati buku yang pesan moralnya sama sekali bertentangan dengan pendapatmu? Bagaimana menyikapinya?
♥ Mei: Realita Sosial
Pernah merasa buku yang kamu baca sangat jauh dari kenyataan? Sangat sesuai dengan kenyataan? Kemungkinan akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat?
♥ Juni: Setting dalam buku
Bagaimana penulis menuliskan latar buku yang kamu baca? Apakah membuatmu dapat membayangkan tempat itu pada waktu itu?

♥ Juli: Side-kick characters

Pernah membaca buku di mana karakter utama memiliki teman baik? Apakah si teman baik itu berhasil mencuri perhatianmu? Apakah si teman baik berpengaruh besar pada si tokoh utama?

♥ Agustus: Amanat
Apakah buku yang kamu baca membuatmu belajar sesuatu dan sampai kini kamu terapkan dalam kehidupanmu?
♥ September: Peran Wanita
Pernahkah kamu membaca buku di mana wanita tampil sebagai tokoh yang sangat kuat dan patut dikagumi? Atau justru sebaliknya, tak berdaya dan menyusahkan? Dari buku yang kamu baca, bagaimana peran wanita dalam buku itu?
♥ Oktober: Klimaks
Apakah buku yang kamu baca memiliki titik di mana rasanya kamu sangat deg-degan, geregetan, dan sebagainya? Ataukah datar saja? Mana yang lebih kamu suka?
♥ November: Logika dalam Cerita
Apakah buku yang kamu baca masuk akal? Apakah kamu tidak keberatan membaca buku yang tidak masuk akal secara logikamu?
♥ Desember: Bebas
Pilih satu hal yang menurutmu menarik untuk dibahas. Bisa terkait selera bacaan pribadimu secara umum bisa juga terkait bacaanmu bulan ini.