[Book Review] Tiger on My Bed

27219184

Judul: Tiger on My Bed
Penulis: Christian Simamora
Tebal: 396 hlm.
Penerbit: Twigora
Terbit: Desember, 2015
ISBN: 978-602-70362-3-9

“UNTUK MENARIK PERHATIAN LAWAN JENISNYA,
HARIMAU BETINA BISA MERAUNG SAMPAI 69 KALI SELAMA 15 MENIT.”

Jai harus mengakui, Talita Koum Vimana membuatnya sangat penasaran. Dia duduk di pangkuan Jai, membuai dengan suara tawanya, dan bahkan tanpa ragu mengkritik kemampuannya merayu lawan jenis. Hebatnya lagi, semuanya terjadi bahkan sebelum Jai resmi berkenalan dengan Tal.

“SELAYAKNYA TARIAN,
HARIMAU JANTAN DAN BETINA MELAKUKAN KONTAK FISIK SATU SAMA LAIN, DISERTAI SUARA RAUNGAN DAN GERAMAN.”

Jujur saja, alasan utama Tal mendekati Jai justru karena dia sama sekali bukan tipe idealnya. Dia dipilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out.
Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa bersalah.

“TAHUKAH KAMU, SETELAH PROSES KAWIN SELESAI,
HARIMAU JANTAN SELALU MENINGGALKAN BETINANYA?”

Tiger arrangement, begitu keduanya menyebut hubungan mereka.
Dan ketika salah satu pihak terpikir untuk berhenti, pihak lain tak boleh merasa keberatan.
Jai dan Tal menikmati sekali hubungan kasual ini. Tak ada tanggung jawab, tak ada penyesalan… sampai salah satu dari mereka jatuh cinta.

Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA

REVIEW:

Kehidupan percintaan Talita Koum Vimana benar-benar sebuah tragedi. Talita, biasa dipanggil Tal, sedang terpuruk gara-gara ditinggal oleh (mantan) tunangannya. Parahnya, orang yang berselingkuh dengan (mantan) tunangan Tal tidak lain tidak bukan adalah wedding plannernya sendiri!

Tal tahu tidak akan mudah untuk move on dari Rizal, si (mantan) tunangan. Maka dari itu, sebagai sahabat, Fika dan Yana menyarankan Tal untuk mencari rebound.

“Lo bilang apa tadi? Gue butuh… rebound?
“Iya. Masa lo nggak tahu sih arti rebound?” Alih-alih bertanya, Fika malah terdengar seperti meremehkan. Nggak percaya saja, hari gini masih ada yang kurang familier dengan istilah itu.
Tapi sejurus kemudian, Fika menjelaskan dengan sabar. “Semacam cowok yang nggak akan lo pacarin dalam situasi normal. Tipe cowok yang lo pilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik diajak make out — macam cowok-cowok seksi yang rajin gue pin di akun Pinterest gue laaah.”

Yap. Pilihan Fika dan Yana, untuk cowok ‘rebound’ buat Fika adalah Jai Birksted.

Awalnya, mereka melakukan ‘Tiger Arrangement’. Situasi dimana mereka bakal berpisah tanpa rasa bersalah setelah make-out selesai. Fyi, berdasarkan ‘pengetahuan’ Tal, setelah Harimau jantan dan betina kawin, Harimau Jantan akan langsung pergi meninggalkan Betina.

Um, sebenarnya aku rada ill-feel gimana gitu sama Tal. Soalnya ‘selalu’ Tal yang duluan menghubungi Jai duluan. Gimana ya, aku rada merasa kurang cocok sih. Mestinya Jai duluan yang menghubungi Tal. Dan yah… belakangan aku bisa memaklumi, berhubung Jai mempunyai masa lalu yang kurang mengenakan.

Jujur saja, semangat bacaku di tahun ini tuh rendah banget. Bayangkan, bulan desember aku udah baca tiga buku (termasuk buku ini) tapi dua buku lainnya terbengkalai (Fangirl by Rainbow Rowell dan Earth by Agnes Jessica). Sedikit curhat, nggak tahu kenapa rasanya ‘susah bingit’ menyelesaikan sebuah buku akhir-akhir ini.

Kembali ke topik.
Seperti biasa, endingnya agak ketebak sih. But, that’s not a big problem. Berhubung karena aku suka ide ceritanya. Meski nggak ‘se-addicted‘ sama alur cerita Marry Now Sorry Later. 

Dan….

Beribu maaf untuk Jai, aku lebih menyukai Jao. Ada beberapa hal yang mendukung. Mungkin karena ‘sex-scene’ di Tiger on My Bed itu ‘nggak ketulungan’, terlalu banyak menurutku. Jadinya, konflik dan cerita-cerita yang ditawarkan agak ‘ketutupan’, beda sama MNSL yang konfliknya itu ‘ngena’ banget.

Oh ya, mungkin ini agak aneh ya. Tapi aku suka banget sama pembatas bukunya xD :P. Warnanya hitam-kelam gitu. Kesannya misterius! 😀 Dan, aku juga menyukai cover dari buku ini. Udah merupakan ciri khas tersendiri, nama penulis dipajang dengan font yang giant, melebihi judul bukunya 😀

Overall, aku cukup menikmati buku ini (buktinya reading progressku yang ‘tergolong’ super-cepet, bacanya kemarin malem, nyelesainnya siang tadi, ugh! udah rekor tersendiri… meningat Fangirl dan Earth yang…..)
Hanya saja, aku jadi agak ‘ngeh’ perihal ‘sex-scene’ yang bertebaran (untungnya covernya nggak vulgar yah, aduh nggak bisa dibayangin deh!)
Yep, aku menyukai gaya penulisan penulis! Ceplas-ceplos! Bikin ngakak, diselipi humor-humor ringan bin ‘sedikit’ vulgar. By the way, mengungkit soal humor yang ditawarkan penulis, aku bahkan dibuat ‘ngakak’ sebelum menikmati isi cerita. Bagaimana tidak?
Waktu sedang membaca ‘Ucapan Terima Kasih’ penulis di awal buku, aku menemukan sepenggal kalimat ini:

PEMBACA SETIA (YES, YOU!)

I love you with all my butt.
I want to say heart, but my butt is bigger.

4 Stars for you!

[Book Review] Marry Now Sorry Later

25272615

Judul: Marry Now, Sorry Later
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Twigora
Terbit: 2015
Tebal: 438 hlm.
ISBN: 9786027036222
“BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI
DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?”
Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai.
“ADAKAH SAUDARI MERESMIKAN PERKAWINAN INI
SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?”

Setelah enam bulan bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan?
“SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG,
DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATINYA
SEUMUR HIDUP.”

Ini cerita cinta tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk tetap bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia?
Selamat jatuh cinta,
CHRISTIAN SIMAMORA

REVIEW:

Jao Lee, pengusaha importir tunggal mobil mewah di Indonesia, dengan nama perusahaan Shylock Indonesia.
Reina Hardiansyah, putri tunggal dari pengusaha Hardiansyah Electronics. Hanya saja, ayah Reina baru-baru meninggal dunia dan meninggalkan sejumlah ‘hutang’ dengan Shylock Indonesia.
Jao Lee, selaku CEO Shylock Indonesia ‘mendesak’ Reina agar segera membayar ‘hutang’ ayahnya itu. Jao bahkan mengancam akan mengangkat permasalahan ini ke jalur hukum jika Reina tidak sanggup membayarnya.
Karena itu, Reina meminta keringanan pada Jao.
Jao Lee, si pengusaha cerdas dan cerdik tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Jao akan memberikan keringanan selama seminggu jika Reina bersedia tidur dengan Jao. Tentu saja, Reina menolak mentah-mentah ‘ajakan’ itu, awalnya. Sampai, Reina menyerah. Ya, Reina bersedia menjadi teman tidur Jao.
Tidak sampai di situ, kegilaan Jao semakin menjadi. Karena ‘ketagihan’ dengan Reina, Jao malah mengusulkan sesuatu yang lebih gila lagi: Menikah. Jika Reina bersedia dinikahi oleh Jao, maka hutang tersebut di anggap lunas.
Ehm… karena sudah pada yang tahu kalo tema buku ini adalah ‘kawin paksa’ #eh. Maka, seperti yang kalian tahu, Reina bersedia menikahi Jao. Hanya saja, sesaat sebelum acara resepsi super mewah yang diadakan Jao khusus untuk Reina, Reina malah kabur!
Lalu, enam bulan kemudian,  dengan seluruh kemampuan Jao, ia akhirnya menemukan Reina!
Pada saat-saat ini, lika-liku kehidupan mereka dimulai.

Aku selalu menyukai karya-karya penulis ini. Aku pikir, setelah membaca buku ini.. mohon maaf untuk All You Can Eat, (setelah sebelumnya AYCE merupakan buku favoritku dari Bang Ino ini) MNSL-lah buku favorit aku sekarang!
Jadi ya, setelah aku membaca beberapa halaman… aku menemukan sebuah plesetan! Yang aslinya Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) menjadi Ganteng-Ganteng Simamora. Diceritakan sih, tokoh utama pemain GGS ini (Ganteng-ganteng Simamora) yang bernama Michael itu teman baik Jao Lee. Michael yang selalu membantu dan menjadi ‘temen’ curhat Jao.
Aku juga menemukan beberapa ‘tokoh’ dari ALYE dan Guilty Pleasure. Seperti Pamela Ang dengan fashion shownya, fyi, Pamela Ang itu kakak/ adik (ya? Lupa. Hehe) dari Julien Ang yang merupakan tokoh utama di Guilty Pleasure. Juga ada Anye, fyi, Anye ini kakak dari tokoh siapa sih namanya, lupaaa! di AYCE (sahabatnya Sarah, si tokoh utama cewek) #blah
Seperti biasa, meskipun ditulis dari sudut pandang penulis, gaya penulisan Bang Ino selalu ‘sesuatu’, mungkin karena adanya plesetan bahasa Inggris (meskipun sudah berkurang), dan gaya ‘bicara’ tokoh-tokoh yang agak bitchy ditambah selipan bahasa Inggris.
Dan.. yah.. cover! Cover MNSL ini agak berbeda dari buku-buku Bang Ino lainnya. Biasanya sih, cover-nya hawtt karena cowok-cowok. Tapi kali ini, [+] Cewek! With red lipstick! So, kalo menyangkut desain cover, desain halaman dalam, ah.. tidak lupa dengan desain paper doll (makanan wajib) sudah oke!
Overall, buku ini sukses ‘dinobatkan’ menjadi buku ter-favoritku dari semua J-Boyfriend (setelah sebelumnya pernah di duduki oleh Pillow Talk dan All You Can Eat). Dan yah… aku merekomendasikan buku ini kepada kalian semua yang ‘suka’ dengan novel bertema pernikahan. Ups.. pernikahan paksa 😀

Ratings: 5 of 5 Stars