Book Review: Cinta Masa Lalu

20640775

Judul: Cinta Masa Lalu
Penulis: Nima Muntaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: 2014
Tebal: 306
ISBN: 978-602-02-3101-3

 

Mimpi apa yang paling buruk

bagi seorang gadis?

Diperkosa dan mengandung di umur 18 tahun

mungkin merupakan pengalaman paling buruk.

Apalagi jika pelakunya adalah kekasih sepupumu.

Dan itu terjadi pada  Viona

REVIEW & PLOT:

Pertama-tama aku mau mengomentari ‘Judul Buku’-nya.

Cinta Masa Lalu? 

To be honest aja, judulnya bikin aku Ill-Feel.

For your information dikit, begini certianya:
Seminggu yang lalu aku mengunjungi Gramedia dan bermaksud cari buku ini. Buku ini kecil banget!! Ukurannya seperti buku-buku Harlequin. Butuh waktu ekstra untuk cari buku ini. Pertama-tama saya nyarinya di bagian Novel, dan ternyata malah ketemunya di bagian Harlequin.

Sebenernya aku juga udah cek di search engine di komputer yang tersedia di Gramedia buat liat stok, dan ternyata stoknya masih ada. Jadi aku bela-belain nyari deh. Kalo aku mau, aku bisa tanya mbak-mbaknya, tapi ya gini, ego-ku tinggi, malu lah tanya, masa judulnya beginian banget. -_-.

 

Kedua aku mau mengomentari tentang ‘Cover’-nya.

To be honest aja, cover-nya nggakkkk bangettt. Desainnya terlampau sederhana sehingga aku nggak menemukan ‘pion’ yang menggambarkan (atau setidaknya menunjukkan sedikit) inti/ cerita dari buku ini.

 

Ketiga, isinya.

Kertas yang dipakai itu semacam kertas koran dan agak tipis. Kemudian untuk typo, yah.. tergolong banyak. Mungkin untuk ini aku dapat ‘sedikit’ mengerti, dikarenakan nggak ada proofreadernya… jadi…

Kalau kata nggak baku di novel-novel sih udah biasa, tapi kata nggak baku di sini itu aneh, lain daripada yang lain.

 

Overall, Buku ini cukup baik ya bagi penulis debutan, buku ini juga buku yang diterbitkan setelah si penulis sendiri sudah pernah mempublikasi kan cerita ini di Wattpad. Tapi, tidak seperti Abigail Gabbs (penulis Dinner With Vampire) yang tidak menghapus ceritanya di Wattpad, Mbak Nima menghapus cerita ini di Wattpad.

Kemudian, aku ingin mengomentari sesuatu lagi:
Untuk ‘kata’ yang dipakai dalam penulisaannya (bukan masalah besar sih..):

Misalnya nih ya,

Kalo di novel lain, kata kamu (nggak baku) bakal menjadi ‘lo’, atau ‘elo’. Tapi disini pake ‘lu’, atau ‘elu’.

Atau kata aku (nggak baku) yang biasanya ‘gue’ bakal menjadi ‘gua’ di novel ini.

Untuk jalan ceritanya, penulis membuat plot maju-mundur pada tiap babnya, dan ini berhasil membuat saya penasaran dan juga ingin cepat-cepat menyelesaikan buku ini. Dan holla! saya membaca buku ini dari 30 Mei sampai hari ini, alias 31 Mei! Dan langsung membuat Review 🙂

Overall, terlepas dari ‘segala kekurangan’ dari buku ini, entah kenapa, aku sangat menyukai ide cerita dari buku ini (meskipun sedikit mainstream plotnya)
Aku merekomendasikan buku ini pada kalian yang ingin ‘buku tipis’, cerita ‘galau’ (meskipun sedikit drama ehehhe).

Ratings: 3.5 Stars of 5 Stars

Advertisements

Wishful Wednesday #10

wishful-wednesday

 

FYI, sebenernya post ini buat minggu lalu, tapi karena minggu lalu saya nggak nampak apa-apa di blog perpus kecil, so bisanya rabu ini nge-post.
*Liat jam* dan baru nyadar kalo ini udah jam 8 malem, hampir jam 9! Baru nyadar kalo hari ini adalah hari RABU, dan yang artinya ada meme Wishful Wednesday. Mungkin ini pengaruh libur panjang siap UN kali ya, jadi nggak peduli hari apa. (Biasanya kan kalo sekolah selalu liat kalender dan berpikir *kapan minggunya????!!!!!*)
Oya, saya punya kabar yang nggak kalah hotnya dari ‘Depe yang keluar dari penjara’ atau ‘Marshanda gugat cerai Ben’. Yaitu: …
WISHFUL WEDNESDAY #4(The Cuckoo’s Calling)  dan WISHFUL WEDNESDAY #7 (Wishing Her To Die) dan WISHFUL WEDNESDAY #3 (Insurgent) Terkabul!!
Aku juga baru nyelesain baca buku Wishing Her To Die seminggu yang lalu dann…. Reviewnya [disini]
🙂 🙂 🙂
Langsung aja.. Wishlist ku untuk Minggu ke3 bulan Mei ini adalah…
CASABLANCA: Forget Me Not [Goodreads]

22033520

 

Jujur aja yah, aku ‘kurang’ suka dengan semua seri STPC, entah kenapa. Dan waktu tahu ada buku barunya Dahlian, dan judulnya Casablanca dannn merupakan seri STPC, entah kenapaaa aku langsung kepingin pake banget! *alay*
FYI, CASABLANCA merupakan kota eksotis di Maroko. *Search google*
Alasan kenapa aku menjadikan buku ini sebagai *HARUS BELI*:
1. Covernya keren! Simpel banget!
2. Penulisnya Dahlian! (Dahlian adalah salah satu penulis favorit saya! Setelah baca Promises-Promises dan Andai Kau Tahu)
3. Casablanca? Kota apaan tuh? Penasaran!
4. Karena penulis mengambil setting tempat di sebuah tempat yang terkenal tapi banyak orang yg ngak tahu (atau mungkin aku doang yang ngak tau tempat itu?)
Yuk ikutan Wishful Wednesday^^ Caranya:
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 

Book Review: Wishing Her To Die

wishing-her-to-die
Judul: Wishing Her To Die
Penulis: Jung Soo Hyun
Penerbit: Haru
Terbit: Maret 2014
Tebal: 410
ISBN: 9786027742307

 

Kepada Lee Min-ah.
Salam kenal. Aku Yoon Jae-hee. Meski sulit dipercaya, sekarang aku ada di dalam tubuhmu.


Jae-hee

Nasibku sungguh sial: pacarku meninggalkanku, aku tidak lulus audisi musikal, ditambah lagi aku mati ditabrak truk.
Tapi aku mendapat kesempatan untuk merasuki tubuh orang lain meskipun hanya sehari, dan aku mengambil kesempatan itu.


Boleh, kan? Hanya satu hari saja.


Min-ah

Orang pikir aku memiliki segalanya: karier sebagai pengacara di firma hukum raksasa Korea, kecantikan, dan kekayaan. Tapi, aku masih terikat dengan masa laluku. Aku harus menyelidiki semuanya sampai tuntas. 

Namun, kenapa aku membuang waktu mengikuti audisi musikal yang bahkan tak bisa kuingat? Ke mana ingatanku selama beberapa jam itu? Jae-hee? Siapa Jae-hee?

Kenapa sepertinya dia menginginkan tubuhku selamanya?

 

REVIEW&PLOT:

Tema yang sangat menarik. Ada dua jiwa dalam satu tubuh. Lee Min-ah dan Yoon Jae-hee.
Lee Min-ah adalah anak tunggal Lee Joo-seung, direktur firma hukum terbesar kedua di Korea. Sejak lahir, ia dianggap sebagai keberuntungan. Kepintaran dan suara indahnya mirip dengan sang ayah, sementara wajahnya yang sangat cantik ia dapatkan dari ibunya, Yoo Eun-hee yang dulunya seorang artis. Karena itulah, di umur 29 tahun yang masih muda ini, ia sangat cocok menjadi seorang mitra pengacara.
Bahkan, tak jarang ia membuat iri orang lain. Saat melihat Min-ah, pikiran pertama yang muncul di kepala orang lain adalah “dunia memang tak adil”. Kata-kata itu adalah 99,9% adalah rasa iri dan dengki dari semua orang, sedangkan 0,1% yang lain merupakan pujian terhadap kesempurnaannya.
Yoon Jae-hee adalah seorang wanita yang gendut. Sangat berbeda dengan Min-ah. Min-ah pintar, Jae-hee bodoh; Min-ah cantik, Jae-hee biasa saja; Min-ah langsing, Jae-hee gendut. Jae-hee juga sering tidak lolos dalam audisi teater, alasannya karena badannya yang gendut. Jae-hee juga sudah putus asa dengan hidupnya. Meskipun begitu, kelebihan Jae-hee adalah.. ia wanita yang baik, berbeda dengan Min-ah yang cenderung temperamental.
Nasib Jae-hee sungguh sial, selain ditolak audisi, pacarnya juga meninggalkannya dan memilih menikah dengan wanita lain. Undangan yang tersemat di kotak posnya dengan nama pengantin pria yang dulu adalah kekasihnya dan pengantin wanita yang dulu adalah temannya.
   “Kalau seseorang memberimu pilihan untuk hidup sangat pendek tapi indah seperti bunga sakura, atau hidup panjang tanpa masalah tapi kering, apa jawabanmu?”
Geon-woo mengeluh pendek seperti bingung, lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa Inggris yang sering diingatnya.
   “It’s better to burn out than to fade away.”
Di suatu malam yang tidak indah, Jae-hee ditabrak truk gara-gara ingin menyelamatkan anak yang tinggal di lantai bawah rumah tua dan dekat dengannya. Cihhh… Jae-hee ‘terlalu baik’.
 Dan disitulah semua berawal. Jae-hee mengalami koma.
Di dunia ini ada banyak hal yang tak bisa dimengerti dengan akal sehat manusia.
Sebuah suara misterius memberitahu Jae-hee bahwa ia bisa hidup kembali, tapi hidup di tubuh orang lain. Tapi, Jae-hee harus kembali ke tubuhnya sendiri pada jam 12 malam. Karena saat itu matahari tidak bisa melihat kita yang bertentangan dengan hukum alam.

wishing her to die

Penulis menempatkan Geon-woo sebagai pemeran utama pria. Geon-woo merupakan teman Min-ah dari kecil. Geon-woo merupakan anak dari teman ayah Min-ah. Seperti cerita lainnya, teman jadi cinta juga berlaku di sini. Min-ah diam-diam telah menyukai Geon-woo sejak lama, begitu pula dengan Geon-woo. Hanya saja, Geon-woo tidak menyadari itu semua.
Disinilah peran penting Jae-hee. Arwah Jae-hee yang berada di tubuh Min-ah dengan segala sikapnya membuat Geon-woo menyadari bahwa sebenarnya ia menyukai Min-ah.
Ada kesalahpahaman disini, awalnya Min-ah pikir Geon-woo menyukai Arwah Jae-hee yang berada ditubuhnya.
Seperti yang saya sebutkan di atas. Min-ah dan Jae-hee adalah dua orang yang sangat berbeda. Disegala sisi.
Min-ah adalah tipe wanita yang tidak suka manis, karena rasa manis membuatnya ingin muntah. Disisi lain, Jae-hee penyuka manis.
Min-ah menggangap Jae-hee tidak tahu diri, menggunakan tubuhnya sesuka hati. Dan yang paling parah, Jae-hee menggunakan tubuh Min-ah untuk mengikuti audisi muskial dan lulus! Kontan ini membuat Min-ah makin naik darah. Belum lagi Min-ah menemukan dirinya sedang berciuman panas dengan Geon-woo di mobil, dengan posisi yang memalukan.
Namun, dunia ini seperti teater, hanya ada satu pemimpin dan banyak pendukung. Kalau begitu, tidakkah 99% dari penduduk dunia adalah pendukung?
Para pendukung itu akan merasa perputaran dunia setelah alarm berbunyi, dan terbangun di depan shower. Kemudian, mereka akan berdesak-desakkan di sarana transportasi umum sambil menahan lapar.
Nah, disini entah kenapa, awalnya saya kasihan dengan Jae-hee dan segala kekurangannya dan malah membenci Min-ah yang tidak punya belas kasihan.. Tapi begitu sampai di bab pertengahan, saya malah kasihan pada Min-ah dan benci pada Jae-hee. Menurut saya, Jae-hee itu egois banget! Lalu perihal ‘kasihan’ pada Min-ah. Min-ah ternyata mempunyai masa lalu yang kelam. Masa lalu itulah yang membuat Min-ah membangun pagar dan menutup diri dari orang lain.
Dunia ini sama dengan dunia binatang. Yang kuat memakan yang lemah dan orang-orang hidup demi keuntungan pribadi. Kalaupun ada seseorang yang berbuat baik, itu hanya untuk kebanggan pribadi, juga untuk membedakan dirinya dari yang lemah. Meskipun demikian, kehidupan sosial manusia dan hutan punya satu perbedaan; yaitu hukum yang menciptakan kekejaman baru. Hukum sangat berharga bagi kita. Hukum itu lebih kuat dari apapun. Hukum adalah bentuk kekejaman yang ditoleransi oleh masyarakat.
Tidak peduli Kliennya berada pada pihak yang salah atau benar, Min-ah sebagai pengacara selalu menghalalkan segala cara untuk menang dalam persidangan, hal ini membuat Geon-woo cemas.
Begitulah dengan mengkritik orang lain, kita melindungi diri sendiri; dan dengan menghibur orang lain, kita berusaha menenangkan diri sendiri.
Tokoh lainnya adalah Ayah Min-ah, Lee Joo-seung dan juga ibu Min-ah, Yoo Eun Hee. Lalu ada si dokter jiwa, Seon-jeong yang juga merupakan teman Min-ah.
Saya menemukan beberapa typo pada beberapa bab awal dan bab pertengahan. Seperti: Ketidakvadilan yang seharusnya ketidakadilan pada halaman 341
Sama seperti penulis (Kesan penulis di p.400) saya juga merasa bahwa judul Wishing Her To Die terdengar dramatis. Meskipun begitu, setiap judul dalam setiap cerita memiliki arti tertentu.
Saya cukup salut dengan penulis, penulis mengangkat tema yang cenderung ‘jarang’ ditemukan.
Pembaca juga dibuat penasaran tentang sebab-akibat masa lalu Min-ah.
Membaca buku ini membuat saya teringat dengan drama korea “49 Days”. Ceritanya hampir sama, tapi banyak perbedaan.
Persamaanya ada pada pemeran utama yang mengalami kecelakaan lalu arwahnya pergi dan menempati lalu menggunakan tubuh orang lain.
Konflik dalam buku ini dan drama 49Days juga sangat berbeda. Tapi, menurutku, konflik yang terdapat dalam drama 49Days lebih menegangkan.
Masyarakat adalah pihak yang berkuasa untuk menjaga agar tidak ada penjahat yang tidak dihukum dan memastikan tidak ada penjahat yang tidak dihukum dan memastikan tidak ada orang yang dihukum secara tidak adil.
Overall, saya sangat menikmati jalan cerita di buku ini. Penggambaran karakter yang kuat membuat saya jatuh cinta pada ke-ambisiusan Min-ah. Entah kenapa, saya merasa penulis lebih banyak menceritakan segala sesuatu tentang Min-ah, hanya sedikit tentang Jae-hee. Perihal tentang “Pacar yang berselingkuh” juga tidak diceritakan secara detail.
Meskipun begitu, saya hanya memberikan 4 bintang, kenapa? karena saya cukup kecewa dengan editornya, ada banyak typo juga untuk penerjemahnya, ada beberapa kata yang terlalu kaku, membuat saya bingung dengan maksudnya.

Ratings: 4 of 5 Stars.

Book Review: Always, Laila

18161208

Judul: Always, Laila
Penulis: Andi Eriawan
Terbit: 2013 (Repacked)
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 240 hlm.
ISBN: 9797806308
Gemuruh di hatiku mereda sendirinya,
langit menjadi lebih cerah,
dan udara tak lagi menyesakkan dada.
Mungkin karena kutemukan
definisi lain dari cinta.
Makna tak lagi berasal dari pertemuan 
dan rasa rindu membuatku bahagia

“Perempuan menulis dengan ‘jiwa’.
Laki-laki menulis dengan ‘apa adanya’.
Maka yang terjadi adalah cerita dari
dua sisi yang dilihat dengan ‘rasa’.”
-Anjar (Penulis Beraja)

REVIEW&PLOT:

Berbeda dengan penulis lainnya di luar sana yang selalu menggambarkan tokoh utama pria sebagai manusia yang sempurna, disini Andi Eriawan menggambarkan sang tokoh utama, yakni Prameswari sebagai pria yang ‘biasa’.
Pram hanyalah seorang lelaki biasa, baik tingkah maupun rupa. Tapi, lelaki ini memiliki apa yang Laila cari : kunci membuka beribu rahasia, pintu menuju masa lalu, jendela mengintip masa depan. Pram mempunyai kantung berisi semua hal yang Laila suka : laci penyimpan keping demi keping kenangan, dan peti untuk menaruh sebentuk rindu, segenggam cemburu, dan gairah menggebu
Lalu juga ada Laila, si tokoh utama wanita. Laila digambarkan sebagai perempuan yang cantik luar biasa–setidaknya itulah yang dikatakan Pram.
Namanya Laila Indahsari, begitu kata temanku yang sekelas dengannya. Wajah perempuan itu luar biasa cantik. Rambutnya panjang hitam terawat. Kulitnya putih. Sepintas kulihat ada tahi lalat di pipi kirinya. Sungguh manis… Tinggi badannya hampir setinggi aku. Bunda tidak akan menemukan perempuan seperti ini di antara tiga puluh anak perempuan tetangga kita
Alur maju-mundur yang membuat pembaca selalu menebak-nebak apa yang akan terjadi pada akhir cerita. Dan saat pembaca tiba pada bab-bab terakhir, pembaca langsung kecewa, ending yang jauh dari perkiraan pembaca.
Pembaca juga diajak untuk menelusuri kota Bandung pada Kurun waktu tahun 1996-2004, tidak lupa menyinggahi Kota Yogyakarta sampai Ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.
Dalam kurun waktu 2000-an yang smartphone atau handphone masih minim diproduksi di Ind0nesia menambah keromantisan cerita ini. Pram sering mengirim surat elektronik ataupun puisi dengan kata yang indah kepada Laila, juga Laila yang membalas surat dari Pram. Yang akhirnya selalu ditutup dengan dua kata. Always, Laila.
27 Juli 2002,
Kamu adalah kecoak…
yang diciptakan dengan energi luar biasa
walau evolusi selama jutaan tahun
dan radiasi nuklir menimpa
kamu tetap bertahan
Tidak!
Kamu adalah angin…
yang membelai dahan-dahan
dan menggoyang rerumputan
tak pernah diam
Tidak!
Kamu adalah ksatria tanpa kuda…
yang tak pernah mengeluh
walau berjalan kaki menumpas musuh
Tidak!
Kamu adalah anak-anak domba
yang harus kuhitung sebelum tidur
Tidak!
Kamu adalah sepotong ujung pelangi…
yang masuk dalam saku celana
ke mana aku pergi
selalu kubawa serta
ulang tahun untuk kita yang ketujuh…
I Love U, until I find another better 🙂
Always, 
Laila
Dari Puisi diatas, saya dapat menyimpulkan. Bahwa penulis adalah orang yang romantis.
Cover versi re-packed ini sangat manis, memberi kesan keteduhan dari pohon dan daun-daun yang berguguran.
Meskipun penulis adalah seorang pria, tapi gaya penulisanya mengalir indah, teratur, membuat pembaca mengerti semua alur dan plot yang dijabarkan. Ceritanya juga mengalir cepat, tidak terkesan menye-menye. Temanya juga tidak mainstrem. [Tema yang mainstream contohnya: Bestfriend become Lovers, Affair, dll] Kadang, tema sebuah cerita yang nggak mainstream menambah minat baca pembaca. Alasannya? pembaca bosan. Semua orang bisa bosan.
Penggambaran karakter yang kuat membuat saya langsung jatuh cinta pada tokoh fiksi, Prameswari. Pria yang ‘terlalu’ baik dan hanya tersisa 0,1% di dunia.

Ratings: 4 of 5 Stars.

[Wrap-Up] New Author Reading Challenge 2014

nuauthor-2
FYI, aku nggak bikin update 2 bulan sekali dengan buat post baru, langsung buat Wrap-Up Post aja [penyakit males]. Di RC ini, saya ambil level middle yang diharuskan baca 15 sampai 30 buku, dan semoga aja bisa naik level ke Hard 🙂
So, langsung aja nii list nya:

 

JANUARY

1. Marriageable By Dyah Rini
2. Explicit Love Story By Lee Sae In
3. The Man Next Door By Angelique Puspadewi  
4. A Miracle Of Touch By Riawani Elyta
5. After D-100 By Park Mi Youn
6. Seoul Love Story By Meiliana Zaenudin
7. BlackJack By Clara Ng

 

FEBRUARY

8. The Last 2% By Kim Rang
9. Always With Me By Hyun Go Wun
10. Dear Friend With Love By Nurilla Iryani
11. Yamaniwa By Netty Virginiati
12. An Affair to Forget by Armaya Junior

 

 MARCH

13. Divergent By Veronica Roth

 

APRIL

14. Hijau By Agnes Jesica
15. Run To You By Indah Hanaco
16. Till It’s Gone By Kezia Evi Wiadji
17. Benabook By Benazio Rizki
18. Marginalia By Dyah Rini
19. Kotak Mimpi By Primadona Angela

 

MAY

20. Cinta Masa Lalu By Nima Muntaz
21. Wishing Her To Die By Jung Soo Hyun
22. Always, Laila By Andi Eriawan

 

JUNE

23. Cinta. (baca pakai titik) By Bernard Batubara
24. The Fault in Our Stars By John Green
25. The Devil Who Tamed Her By Johanna Lindsey
 26. Love & misadventure By Long Leav
27. Who Are You? By Lim Eun Hee

 

JULY

28. Selamat Datang Cinta by Odet Rachmawati
29. Girls in The Dark by Akiyoshi Rikako
30. Interlude by Windry Rahmadina

 

AUGUST

31. Sweet Melody 1 & 2 by Baek Myo
32. X: Kenangan yang Berpulang by Devania Annesya

 

SEPTEMBER

33. Heart Quay by Putu Felisia
34. The Cuckoo’s Calling by Robert Galbraith
35. Selamanya Cinta by Rudy Efendi

OCTOBER

36. Priceless Moment by Prisca Primasari
37. FATE
38. Menunggu by Robin Wijaya
39. People Like Us by Yosephine Monica
40. Fangirl by Rainbow Rowell

 

NOVEMBER

41. Mahogany Hills by Tia Widiana
42. I Hate Rich Men by Virginia Novita
43. Bonus Track by Koshigaya Osamu
44. Al Dente by Helvira Hasan
45. Mei Hwa: Sang Pelintas Zaman by Afifah Afira
46. Covet by Tracey Garvis Graves

DECEMBER

47. A Dandelion Wish by Xi Zhi
48. Tangled by Emma Chase
49. Let Me Kiss You by Christina Juzwar
50. Let Go by Windhy Puspitadewi