[Book Review] The Chronicles of Audy: 21

22590893

Judul: The Chronicles of Audy: 21
Penulis: Orizuka
Penerbit: Haru
Terbit: Juli 2014
Tebal: 308 hlm.
ISBN: 602-774-237-2

 

Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: “bagian dari keluarga”.

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka,
pada suatu siang,
salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan,
terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.

 

REVIEW:

Jika dilihat dari tampilan cover depan, tidak ada yang menarik, malahan terkesan suram. Entah kenapa, aku kurang ‘srek’ sama cover pada buku kedua ini. Yang menarik dari tampilan cover buku ini hanya: Nama Pengarang= Orizuka. Meskipun memang dari jauh-jauh hari saya sudah merencanakan untuk membeli buku ini. Kenapa? Karena buku ini merupakan lanjutan dari buku pertamanya yang berjudul: The Chronicles of Audy: 4R.
Dan untungnya, isinya tidak sesuram tampilan covernya. Malahan aku lebih suka buku ini dari pada buku pertamanya.
Seperti yan dituliskan pada sinopsis di atas.
Audy sempat berhenti menjadi baby sitter Rafael untuk sementara waktu dannn…. 4R membujuk orang tua Audy agar mereka mengizinkan Audy untuk tinggal lagi bersama mereka dengan memberi Audy titel baru: ‘bagian dari keluarga’.
Yang nyatanya, titel baru itu nggak berdampak apa-apa. Hanya sebatas iming-iming untuk mengembalikan Audy sebagai baby sitter yang menjelma menjadi pembantu sekaligus. Semua kehidupan masih tetap sama: Regan masih tetap sibuk dengan pekerjaannya sebagai pengacara, Romeo masih sibuk dengan komputernya (dan masih malas untuk keramas, yang belakangan aku ketahui karena Romeo punya phobia terhadap shampo), Rex yang masih dengan tampang dinginnya dan selalu belajar tak kenal waktu, dan tidak lupa juga, ada Rafael si bungsu dengan segala sikap kekurangajarannya yang sering kali membuat Audy malu saat berada di ‘kumpulan jangkrik’ : sebutan Rafael untuk ibu-ibu tukang gosip di depan sekolahnya.
Masalahnya bukan hanya pada ‘hidup Audy yang tidak berubah+mereka masih memperlakukannya dengan semena-mena’. Tapi…. salah satu dari 4 bersaudara itu menyatakan perasaannya pada Audy! Situasi ini membuat semuanya terasa canggung, padahal Audy sudah mulai terbiasa dengan sikap-sikap aneh yang menonjol pada keluarga ini.
Ditambah lagi, Maura, tunangan Regan yang baru siuman dari koma 2 tahun! Otomatis situasi ini membuat Audy mau-tidak mau harus keluar dari rumah 4R!
Bicara tentang karakter favorit, aku menyukai semua karakter yang ada pada buku ini. Tapi, karakter yang pantas untuk menjadi ‘panutan’ adalah karakter Regan. Regan digambarkan sebagai sosok yang sangat setia dan peduli pada tunangannya. Bayangkan saja! Regan masih tetap setia dan menjaga hatinya demi menunggu tunangannya, Maura sadar!
Tapi, sayangnya karakter Regan, menurutku yang paling sedikit muncul di buku ini.
Ada buku ke-3 nggak ya dari serial ini? I’ll wait!

 

Ratings: 4 of 5 stars

Book Review: Girls in the Dark

22432940

Judul: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerbit: Haru
Terbit:  Mei 2014
Tebal: 279 hlm.
ISBN: 978-602-7742-31-4
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu…?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….

Kau… pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

REVIEW&PLOT:

 

 

WHEN: Tanggal x Juli, setelah sekolah usai.
WHERE: SMA Putri Santa Maria. Pot bunga.
WHO: Kelas 3-B. Shiraishi Itsumi.
WHAT: Meninggal berlumuran darah.
WHY: Tidak jelas.
HOW: Jatuh dari teras.

 

Ketua klub sastra SMA Putri Santa Maria tewas mengenaskan! Gadis yang malang. Lalu, beredar rumor bahwa salah satu anggota klub sastra yang membunuh Itsumi!
Kalian juga melihat jasad Itsumi di tempat kejadian, kan? Kenapa Itsumi meninggal di kompleks sekolah? Kenapa dia telungkup di dekat pot bunga di bawah teras? Kenapa dia memegang benda itu saat dia meninggal? Apa yang ingin disampakan oleh gadis itu…
Shiraishi Itsumi namanya.
Ia memiliki segalanya. Kecantikan, kepopuleran, harta.
Sang wakil ketua klub yang juga merupakan sahabat Itsumi kini menggantikan Itsumi sebagai ketua klub yang baru.
Sumikawa Sayuri sudah bersahabat dengan Itsumi sejak SD. Itsumi dan Sayuri sangat bertolak belakang. Itsumi yang memiliki semuanya, dan Sayuri yang hidup dilindungi oleh bayangan Itsumi.
Dua orang yang mirip kalau tidak saling mendukung, pasti saling berlawanan. Lalu, dua orang yang bertolak belakang kalau tidak saling mendukung, pasti akan saling berlawanan. Tidak ada yang terletak diantaranya. Mungkin, kalau kita sudah dewasa, kita bisa mengendalikannya dengan terampil. Mirip atau tidak mirip, cocok atau tidak cocok, kita pasti bisa menemukan rahasianya dan berenang-renang dalam masyarakat.
Klub sastra selalu melakukan pertemuan rutin. Pertemuan rutin setiap akhir semester ke-16 selalu memakai acara Yami-nabe. “Pertemuan Pembacaan Naskah dan Yami-nabe.” Tema acara hari ini adalah “Kematian ketua klub sebelumnya, Shiraishi Itsumi.”
“Sebuah naskah dengan tema kematian Itsumi. Naskah yang kita persembahkan bagi Itsumi. Saya ingin kita mencoba mengingat sekuat tenaga, menceritakan sesuai dengan ingatan itu, dan saling berbagi tentang kejadian tidak menyenangkan ini. Pasti ada yang bisa terlihat dengan meleburkan kematian Itsumi dalam sebuah naskah.
Kenapa Itsumi harus mati? Kemudian… apakah benar ada di antara kita yang membunuhnya?
Yami-nabe: Arti harafiahnya “panci dalam kegelapan”. Peserta akan membawa bahan makanan yang dirahasiakan dari orang lain. Semua orang harus memasukkannya ke dalam panci berisi air mendidih dan kemudian memakannya. Karena saling tidak tahu bahan masing-masing (tidak diperkenankan untuk memberi tahu), biasanya rasanya menjadi tidak keruan, kalau beruntung, jadi enak.
Ada 7 anggota di klub Sastra, termasuk Itsumi dan Sayuri.
Anggota pertama yang membaca naskah adalah Nitani Mirei (Kelas 1-A). Nitani Mirei adalah siswa dengan keterbatasan ekonomi namun memiliki otak yang pintar, maka dialah si penerima beasiswa.
Pembaca kedua, Kominami Akane (kelas 2-B)
Kominami Akane sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan klub sastra, ia lebih tertarik dengan restoran ala barat. Tapi, setelah mendegar rumor bahwa di dalam klub itu ada sebuah kitchen shet yang canggih, Akane pun berpikir lagi saat diajak Itsumi untuk bergabung
Shiraishi Itsumi terlalu sempurna. Secara umum, baik itu dalam menghias roti, atau kudapan tradisional, untuk meningkatkan cita rasa, seorang artis sengaja menghancurkan kesimetrisannya. Bentuk itulah yang justru menarik. Tetapi, sosok Itsumi terlalu mendetail seolah sudah dihitung dengan cermat dan diatur terlalu teratur dan tidak ada yang tidak sempurna. Benda yang sempurna itu tidak cantik. Vulgar.
Pembaca Ketiga, Diana Detecheva (Murid Internasional)
Diana Detecheva merupakan murid internasional yang berasal dari Bulgaria dan bersekolah di SMA Santa Maria. Diana memiliki penyimpangan seksual, Diana menyukai Itsumi! Berawal dari rasa kagum, berkembang menjadi Cinta, ingin memiliki, posesif.
Pembaca keempat, Koga Sonoko (kelas 3-B)
Merupakan saingan terberat Itsumi karena sama-sama bercita-cita menjadi seorang dokter.
Manusia hidup bukan karena adanya jiwa. Manusia hidup karena dia menarik napas, mengalirkan oksigen di sekujur tubuh, mengeluarkan hormon, mengalirkan darah, melakukan reaksi kimia didalam tubuh. Lewat pembedahan, aku sadah bahwa hidup hanyalah sebuah proses fisika.
Pembaca terakhir, Takaoko Shiyo (Kelas 2-C)
Penulis Bestseller terkenal yang muda!
Mereka membaca naskah mereka masing-masing, dan anehnya, isi naskah mereka saling menuduh satu sama lain! Alibi-alibi bermunculan.
~~~
Menulis sebuah novel dengan menceritakan dari sudut pandang orang pertama adalah hal yang tersulit bagi penulis, itulah yang aku baca pada sebuah artikel. Kenapa sulit? Si penulis harus benar-benar memahami karakter tersebut, sehingga saat ditulis, pembaca dapan merasakan ‘feel’-nya. Dan ini terjadi pada Okiyoshi Rikako.
Rikako benar-benar memahami setiap karakter dalam buku ini. Hebatnya, karakter dibuku ini bukan sedikit, tapi ada 7 orang pemeran yang harus diceritakan dari sudut pandangnya masing-masing. Di setiap babnya, POV bergantian dari karakter satu dengan karakter yang lain.
Rikako juga menuliskan sebuah penggambaran dengan sangat lengkap. Mengingatkan saya dengan J.K. Rowling. Singkatnya, gaya penulisan Rikako sangat spesifik. Penggambaran yang sangat jelas.
Saya menemukan sebuah typo pada halaman awal. Lavendel, pada halaman 7, seharusnya ‘Lavender’.
Alur ceritanya maju, plotnya keren, seperti kumpulan cerita pendek yang saling berhubungan. Tema ceritanya juga tergolong langka.
Tapi, entah kenapa, saya merasa cerita ini ‘agak’ mirip dengan Omen karya Lexie Xu. Saya tidak akan menceritakan dimana letak persamaanya, karena jika saya ceritakan, saya akan memberi spoiler lengkap dari buku ini. Yang jelas, ada kesamaan.
Saat kita membaca naskah pertama yang dibacakan oleh Mirei, awalnya saya kira si pelaku adalah Sanoko, tapi saat pembacaan naskah kedua, orang yang tertuduh berbeda lagi. Singkatnya, endingnya nggak ketebak.
Novel ini sukses tidak membuat saya bingung, soalnya biasanya, saya selalu sering bingung dengan pemeran utama yang terlalu banyak.
Pada pergantian babnya pun, novel ini memberi latar yang terkesan kelam, sesuai dengan temanya. Juga covernya yang berwarna hitam memberi kecendurungan pada novel misteri. Tidak ada kesalahan warna. Pas. Cocok. Gambar seorang cewek yang aku duga Itsumi menghiasi covernya, menghadiakan kesan gotic. Keren.
Overall, saya sangat menikmati novel ini. Saya membaca novel ini hanya dalam waktu beberapa jam dengan ditemani segelas chatime yang langsung habis di menit-menit pertama. Gaya penulisan Rikako sangat rinci, lengkap, jelas. Memudahkan para pembaca untuk berimajinasi sepuas-puasnya. Sebenarnya, beberapa kekurangan yang sangat spesifik dalam novel ini adalah pada pencarian si pelaku. Latar waktu di novel ini tidak disebutkan dengan jelas, tapi, yang pasti, saya pikir latar waktu nya adalah masa kini. Pada masa kini, penemuan seorang pelaku pembunuhan kan gampang-gampang saja? Tinggal otopsi, atau pengecekan CCTV disekitar sekolah. Nah, dinovel ini tidak ada tuh yang begituan, hanya berdasarkan naskah-naskah tiap anggota saja.

RATINGS: 4.5 of 5 Stars.

Book Review: Who Are You?

22032526

Judul: Who Are You?
Penulis: Lim Eun Hee
Penerbit: Haru
Terbit: April 2014
Tebal: 320 hlmn.
ISBN: 978-602-7742-33-8
Song Ah Ri

Siapa pria itu? Pria yang sanggup memberi cinta sehangat itu?

Selama ini, Ah Ri selalu bermimpi tentang seorang pria yang tak dikenalnya. Sampai akhirnya secara tak sengaja ia bertemu dengan pria itu, dan Ah Ri pun yakin bahwa mimpi-mimpinya tersebut adalah suatu “ramalan”.

Yoon Ian

Jangan menangis lagi. Mengapa kau sering sekali menangis?

Song Ah Ri hanyalah seorang gadis yang baru kemarin Ian kenal. Jadi… mengapa gadis itu bisa mengatakan suka padanya? Lalu… bagaimana ia bisa tertidur di samping gadis tersebut?

Kim Gana

Maafkan aku, Gyu Wan….

Kematian Gyu Wan—teman baik Yoon Ian sekaligus kekasih Kim Gana—beberapa tahun lalu masih membuat hati wanita itu terperangkap. Gana pun tak bisa begitu saja mengaku bahwa sebenarnya Ian-lah yang ia cintai. Namun, setelah percobaan-percobaan bunuh diri Ian serta pertemuan pria itu dengan seorang gadis aneh dan mencurigakan, Gana tahu dirinya harus segera bertindak.

REVIEW&PLOT:

Terkadang manusia mempunyai sifat kejam yang terbentuk secara alami. Meskipun tak ada yang mengajari cara untuk mengakhiri suatu hubungan, tapi mereka bisa belajar dengan sendirinya.
Cerita ini dibuka dengan scene Ah Ri yang baru diputuskan oleh pacarnya, Ah Sung. Dengan alasan yang paling mainstream sedunia: Bosan.
Dan inilah kekurangan si tokoh utama wanitanya, Ah Ri.
Ah Ri digambarkan sebagai seorang gadis yang polos, juga sangat gampang menangis. Ditambah lagi Ah Ri sering bermimpi. Mimpi yang aneh. Mimpi yang sama. Selalu berakhir dengan Ah Ri terbangun dari tidurnya dan menangis meraung-raung.
Yoon Ian. Hidup dalam rasa kebersalahan dan penyesalan. Selalu mencoba bunuh diri. Tidak punya tujuan hidup.
Itu semua dialami Yoon Ian setelah kepergian Gyu Wan, sahabat yang sudah Ian anggap sebagai abang sendiri.
Sampai suatu saat, Ian bertemu Ah Ri. Dan hidupnya mulai berwarna. Mulai saat itu.
Kim Gana. Gadis yang menyedihkan. Lebih tua 5 tahun dari Yoon Ian. Meski lebih tua, umur tidak menjadi halangan untuk Gana mencintai Ian. Tapi, tentu saja. Ironis sekali. Cinta Gana bertepuk sebelah tangan. Terlebih lagi Ian sudah menganggap Gana sebagai kakak sendiri, karena Gana merupakan pacar Gyu Wan.
Manusia memiliki nasibnya masing-masing. Apakah seseorang bernasib baik atau buruk, itu tergantung pada orang itu sendiri. Apa pun yang terjadi pada seseorang, itu merupakan pilihannya sendiri.
Kim Gana memerankan tokoh antagonis disini. Menghalalkan semua cara demi mengikat Yoon Ian untuk tetap bersamanya.
Masalah diperumit saat teman Gyu Wan memiliki buku harian yang ditulis 1 minggu sebelum kematian Gyu Wan.
Dan itu membuat saya terkejut.
Banyak hal-hal yang membuat saya terperangah, terutama fakta dari kematian Gyu Wan.
Lalu suatu saat, Ah Sung, mantan pacar Ah Ri mengajak balikan! Padahal Ah Ri sedang berkencan dengan Ian. Ditambah Gana mengajak Ian melanjutkan sekolah di Inggris! Lalu bagaimana kisah mereka?!
“Meski kau bilang cinta, meski kau buka kembali hatimu untukku, hubungan di antara kita tetap tidak akan pernah kembali. Bahkan bila tak ada orang yang memahami perasaanku pun, di dunia ini ada yang namanya aturan. Itulah mengapa kita perlu kehadiran orang lain, karena bagaimanapun juga, itu akan menjadikan kita lebih baik daripada hidup sendirian di pulau kosong. Kalau kau gunakan kecerdasanmu, mestinya dulu kau tidak mengatakannya. Kata ‘berpisah’mu dulu menghinaku. Ketika kita berpisah karena Won Hee, saat itulah aku mencampakkanmu.” Ah Ri mencurahkan perasaannya.

Who are u

Pada pertengahan halaman ada typo salah penyebutan nama. Nama yang benar adalah Gyu Wan, tapi pada pertengahan halaman di tulis Gyu Won, lalu balik lagi namanya Ke Gyu Wan. Bagi saya ini adalah kesalahan typo yang cukup serius. Membuat pembaca bingung. Sebenarnya saya juga tidak begitunyadar, tapi saya merasa sedikit janggal, lalu saya ulang baca.
Loh, kok Gyu Won namanya? Bukannya Gyu Wan?
Tokoh utama wanita disini membuat saya muak yah, soalnya dia terlalu cenggeng, dan buat cerita ini jadi agak menye-menye. Padahal saya udah suka banget sama jalan ceritanya.
Malahan keambisiusan dan pengorbanan Gana membuat saya terharu, pada awalnya. Dan berubah jadi benci banget sama Gana. Gara-gara cinta dia jadi nggak waras.
Prolog pada buku ini sangat menjanjikan. Membuat saya semakin penasaran. Dan ingin terus membaca sampai habis.
Bicara tentang typo. Ada. Itu yang aku tahu. Selain kesalahan penyebutan nama tadi, aku lupa berada di mana para typo-typo itu. Dan aku nggak ada waktu buat rekap semua typo tersebut 🙂
Karakter di buku ini nggak terlalu kuat, yang paling kuat justru penggambaran karakter Kim Gana. Meski begitu, chemistry antara Ian dan Ah Ri terasa kok^^.
Overall, dibalik segala kekurangan buku ini. Entah kenapa saya tetap menyukai buku ini. Mungkin karena tema dan plotnya itu aku banget. Jadi, 4 bintang untuk buku ini!!~ Love it~~

 

Book Review: Wishing Her To Die

wishing-her-to-die
Judul: Wishing Her To Die
Penulis: Jung Soo Hyun
Penerbit: Haru
Terbit: Maret 2014
Tebal: 410
ISBN: 9786027742307

 

Kepada Lee Min-ah.
Salam kenal. Aku Yoon Jae-hee. Meski sulit dipercaya, sekarang aku ada di dalam tubuhmu.


Jae-hee

Nasibku sungguh sial: pacarku meninggalkanku, aku tidak lulus audisi musikal, ditambah lagi aku mati ditabrak truk.
Tapi aku mendapat kesempatan untuk merasuki tubuh orang lain meskipun hanya sehari, dan aku mengambil kesempatan itu.


Boleh, kan? Hanya satu hari saja.


Min-ah

Orang pikir aku memiliki segalanya: karier sebagai pengacara di firma hukum raksasa Korea, kecantikan, dan kekayaan. Tapi, aku masih terikat dengan masa laluku. Aku harus menyelidiki semuanya sampai tuntas. 

Namun, kenapa aku membuang waktu mengikuti audisi musikal yang bahkan tak bisa kuingat? Ke mana ingatanku selama beberapa jam itu? Jae-hee? Siapa Jae-hee?

Kenapa sepertinya dia menginginkan tubuhku selamanya?

 

REVIEW&PLOT:

Tema yang sangat menarik. Ada dua jiwa dalam satu tubuh. Lee Min-ah dan Yoon Jae-hee.
Lee Min-ah adalah anak tunggal Lee Joo-seung, direktur firma hukum terbesar kedua di Korea. Sejak lahir, ia dianggap sebagai keberuntungan. Kepintaran dan suara indahnya mirip dengan sang ayah, sementara wajahnya yang sangat cantik ia dapatkan dari ibunya, Yoo Eun-hee yang dulunya seorang artis. Karena itulah, di umur 29 tahun yang masih muda ini, ia sangat cocok menjadi seorang mitra pengacara.
Bahkan, tak jarang ia membuat iri orang lain. Saat melihat Min-ah, pikiran pertama yang muncul di kepala orang lain adalah “dunia memang tak adil”. Kata-kata itu adalah 99,9% adalah rasa iri dan dengki dari semua orang, sedangkan 0,1% yang lain merupakan pujian terhadap kesempurnaannya.
Yoon Jae-hee adalah seorang wanita yang gendut. Sangat berbeda dengan Min-ah. Min-ah pintar, Jae-hee bodoh; Min-ah cantik, Jae-hee biasa saja; Min-ah langsing, Jae-hee gendut. Jae-hee juga sering tidak lolos dalam audisi teater, alasannya karena badannya yang gendut. Jae-hee juga sudah putus asa dengan hidupnya. Meskipun begitu, kelebihan Jae-hee adalah.. ia wanita yang baik, berbeda dengan Min-ah yang cenderung temperamental.
Nasib Jae-hee sungguh sial, selain ditolak audisi, pacarnya juga meninggalkannya dan memilih menikah dengan wanita lain. Undangan yang tersemat di kotak posnya dengan nama pengantin pria yang dulu adalah kekasihnya dan pengantin wanita yang dulu adalah temannya.
   “Kalau seseorang memberimu pilihan untuk hidup sangat pendek tapi indah seperti bunga sakura, atau hidup panjang tanpa masalah tapi kering, apa jawabanmu?”
Geon-woo mengeluh pendek seperti bingung, lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa Inggris yang sering diingatnya.
   “It’s better to burn out than to fade away.”
Di suatu malam yang tidak indah, Jae-hee ditabrak truk gara-gara ingin menyelamatkan anak yang tinggal di lantai bawah rumah tua dan dekat dengannya. Cihhh… Jae-hee ‘terlalu baik’.
 Dan disitulah semua berawal. Jae-hee mengalami koma.
Di dunia ini ada banyak hal yang tak bisa dimengerti dengan akal sehat manusia.
Sebuah suara misterius memberitahu Jae-hee bahwa ia bisa hidup kembali, tapi hidup di tubuh orang lain. Tapi, Jae-hee harus kembali ke tubuhnya sendiri pada jam 12 malam. Karena saat itu matahari tidak bisa melihat kita yang bertentangan dengan hukum alam.

wishing her to die

Penulis menempatkan Geon-woo sebagai pemeran utama pria. Geon-woo merupakan teman Min-ah dari kecil. Geon-woo merupakan anak dari teman ayah Min-ah. Seperti cerita lainnya, teman jadi cinta juga berlaku di sini. Min-ah diam-diam telah menyukai Geon-woo sejak lama, begitu pula dengan Geon-woo. Hanya saja, Geon-woo tidak menyadari itu semua.
Disinilah peran penting Jae-hee. Arwah Jae-hee yang berada di tubuh Min-ah dengan segala sikapnya membuat Geon-woo menyadari bahwa sebenarnya ia menyukai Min-ah.
Ada kesalahpahaman disini, awalnya Min-ah pikir Geon-woo menyukai Arwah Jae-hee yang berada ditubuhnya.
Seperti yang saya sebutkan di atas. Min-ah dan Jae-hee adalah dua orang yang sangat berbeda. Disegala sisi.
Min-ah adalah tipe wanita yang tidak suka manis, karena rasa manis membuatnya ingin muntah. Disisi lain, Jae-hee penyuka manis.
Min-ah menggangap Jae-hee tidak tahu diri, menggunakan tubuhnya sesuka hati. Dan yang paling parah, Jae-hee menggunakan tubuh Min-ah untuk mengikuti audisi muskial dan lulus! Kontan ini membuat Min-ah makin naik darah. Belum lagi Min-ah menemukan dirinya sedang berciuman panas dengan Geon-woo di mobil, dengan posisi yang memalukan.
Namun, dunia ini seperti teater, hanya ada satu pemimpin dan banyak pendukung. Kalau begitu, tidakkah 99% dari penduduk dunia adalah pendukung?
Para pendukung itu akan merasa perputaran dunia setelah alarm berbunyi, dan terbangun di depan shower. Kemudian, mereka akan berdesak-desakkan di sarana transportasi umum sambil menahan lapar.
Nah, disini entah kenapa, awalnya saya kasihan dengan Jae-hee dan segala kekurangannya dan malah membenci Min-ah yang tidak punya belas kasihan.. Tapi begitu sampai di bab pertengahan, saya malah kasihan pada Min-ah dan benci pada Jae-hee. Menurut saya, Jae-hee itu egois banget! Lalu perihal ‘kasihan’ pada Min-ah. Min-ah ternyata mempunyai masa lalu yang kelam. Masa lalu itulah yang membuat Min-ah membangun pagar dan menutup diri dari orang lain.
Dunia ini sama dengan dunia binatang. Yang kuat memakan yang lemah dan orang-orang hidup demi keuntungan pribadi. Kalaupun ada seseorang yang berbuat baik, itu hanya untuk kebanggan pribadi, juga untuk membedakan dirinya dari yang lemah. Meskipun demikian, kehidupan sosial manusia dan hutan punya satu perbedaan; yaitu hukum yang menciptakan kekejaman baru. Hukum sangat berharga bagi kita. Hukum itu lebih kuat dari apapun. Hukum adalah bentuk kekejaman yang ditoleransi oleh masyarakat.
Tidak peduli Kliennya berada pada pihak yang salah atau benar, Min-ah sebagai pengacara selalu menghalalkan segala cara untuk menang dalam persidangan, hal ini membuat Geon-woo cemas.
Begitulah dengan mengkritik orang lain, kita melindungi diri sendiri; dan dengan menghibur orang lain, kita berusaha menenangkan diri sendiri.
Tokoh lainnya adalah Ayah Min-ah, Lee Joo-seung dan juga ibu Min-ah, Yoo Eun Hee. Lalu ada si dokter jiwa, Seon-jeong yang juga merupakan teman Min-ah.
Saya menemukan beberapa typo pada beberapa bab awal dan bab pertengahan. Seperti: Ketidakvadilan yang seharusnya ketidakadilan pada halaman 341
Sama seperti penulis (Kesan penulis di p.400) saya juga merasa bahwa judul Wishing Her To Die terdengar dramatis. Meskipun begitu, setiap judul dalam setiap cerita memiliki arti tertentu.
Saya cukup salut dengan penulis, penulis mengangkat tema yang cenderung ‘jarang’ ditemukan.
Pembaca juga dibuat penasaran tentang sebab-akibat masa lalu Min-ah.
Membaca buku ini membuat saya teringat dengan drama korea “49 Days”. Ceritanya hampir sama, tapi banyak perbedaan.
Persamaanya ada pada pemeran utama yang mengalami kecelakaan lalu arwahnya pergi dan menempati lalu menggunakan tubuh orang lain.
Konflik dalam buku ini dan drama 49Days juga sangat berbeda. Tapi, menurutku, konflik yang terdapat dalam drama 49Days lebih menegangkan.
Masyarakat adalah pihak yang berkuasa untuk menjaga agar tidak ada penjahat yang tidak dihukum dan memastikan tidak ada penjahat yang tidak dihukum dan memastikan tidak ada orang yang dihukum secara tidak adil.
Overall, saya sangat menikmati jalan cerita di buku ini. Penggambaran karakter yang kuat membuat saya jatuh cinta pada ke-ambisiusan Min-ah. Entah kenapa, saya merasa penulis lebih banyak menceritakan segala sesuatu tentang Min-ah, hanya sedikit tentang Jae-hee. Perihal tentang “Pacar yang berselingkuh” juga tidak diceritakan secara detail.
Meskipun begitu, saya hanya memberikan 4 bintang, kenapa? karena saya cukup kecewa dengan editornya, ada banyak typo juga untuk penerjemahnya, ada beberapa kata yang terlalu kaku, membuat saya bingung dengan maksudnya.

Ratings: 4 of 5 Stars.

Book Review: THE LAST 2%

20625057 (1)

Judul: The Last 2%
Penulis: Kim Rang 
Penerbit: Haru
Terbit: 2014
Tebal: 424 hlm.
ISBN: 978602742246

 

Jeongha, si ratu pemenang undian, memang selalu beruntung. Kali ini ia mendapatkan hadiah menginap di Arizona, hotel bintang lima yang sangat terkenal. Sayangnya, keberuntungan sepertinya tidak menyertai wanita ini dalam hal percintaan. Jeongha melihat sendiri pacarnya, Minsu, bermesraan dengan seorang wanita berpakaian merah layaknya cabai!
Saking kesalnya, saat Minsu meneleponnya, Jeongha malah berpura-pura sedang menikmati malam yang menyenangkan di Hotel Arizona bersamapria lain. Saat Jeongha sedang mengeluarkan suara-suaranya yang dipenuhi kenikmatan palsu, pria yang tinggal persis di sebelah kamar Jeongha memergokinya.
Alih-alih menertawainya, pria itu justru membantunya memberi pelajaran bagi Minsu. Mencurigakan! Apakah pria itu benar-benar tulus?

REVIEW:

Penerbit haru. Identik dengan novel Korea&Jepang.
Suka nih buku yang kayak gini. Gak tipis banget dan gak tebel banget. Cocok. Pas. Cuma 424 hlm aja. [Menurutku 424hlm gak tebel, yang tebel tuh INFERNO.]
Back to topic.
Typo? Ada (mungkin) Tapi dikit. [gak terlalu merhatiin typo.]
Meskipun buku ini ‘agak’ tebel, Babnya cuma sampe bab 6! Nah, ini ciri khas novel korea, sikit babnya. Gak kayak Elanor&Park atau novel-novel Indonesia. Babnya ampe 20-an. Tapi gak masalah sih. Hehe.
FYI, aku suka ngoleksi buku-buku Haru, dirumah buku hari ada kira-kira 18-an. Tapi belum nyempet ngereview semua.
Kenapa?
Nah, pembatas bukunya kalo dikumpul bisa dapet hadiah. Placebo namanya. [Suka gratisan]
Alurnya? Majuu terus.
Konflik? Plagiator. Greget sih. Eh biasa aja. Eh dikit deh.
Cover? Bagus, itu aja.
Meskipun ini buku luar, tapi hasil translate ke Indonesia gak abal-abal. Saya mengerti. Gak kayak Eleanor&Park, dibuat pusing 7 keliling.
Oya, ini Novel Dewasa. Ada adegan XXX nya dikit +Kissing lah. Tapi (Kurasa) Remaja ababil bolehlah baca. Soalnya buku ini gak se-parah Explicit Love Story dan After D-100.
I Love the character so much!
Karakter di sini banyak, dan gak membingungkan. Penggambaran karakternya juga jelas.

PLOT:

Jeongha, si ratu pemenang undian, selalu beruntung. 70% barang yang ada di apartemennya adalah gratisan a.k.a menang undian.
Iya. Sekali lagi selamat. Anda memenangkan hadiah berupa voucher menginap satu malam di Hotel Arizona dan bisa langsung mengambilnya di kantor kami.
“Pasti. Saya pasti ke sana.”
Hal pertama yang terbesit dalam pikiran JeongHa adalah Minsu, pacarnya. Ia akan mengajak Minsu menginap bersama.
Tapi itu semua tidak pernah jadi. Ia memergoki Minsu tengah berselingkuh dengan seorang perempuan cabai. Perempuan itu membungkus dirinya dengan segala sesuatu yang berwarna merah, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
JeongHa pun memutuskan untuk menginap sendirian.
Nah, di hotel itulah JeongHa bertemu Seongwoo, presiden Walden grup. Seoungwoo itu campuran, korea sama barat.
So cerita mereka berlanjut-lanjut. [Males bahas, hehe]
Oya…
JeongHa itu penulis. Tapi belum terkenal. Trus ada tokoh antagonisnya, namanya Inyoung.
Inyoung ini dulu sahabatan sama JeongHa, tapi sekarang udah enggak. Soalnya Inyoung (juga penulis) mencuri naskah Jeongha lalu diikutkan ke lomba. Otomatis Inyoung menang (padahal naskah plagiat). Sekarang malah Inyoung menjadi penulis terkenal.
Oya, Inyoung juga suka sama SeungWoo dan ingin merebut SeungWoo.
FYI, Walden korea itu kayak perusahaan perfiliman.
NB: Maap yah, kalo plotnya membingungkan. Lagi males berpikir. FYI, aku nyelesaiin baca buku ini seminggu yang lalu. Entah kenapa seminggu ini males banget. Plotnya pun itu kubikin ugal-ugalan [hhehe].

Ratings: 4 of 5 Stars.

SUKA BANGET sama buku ini, but cuma 4 bintang. Gapapa ya?

Book Review: Always With Me

18739103

 

Judul: Always With Me
Penulis: Hyun Go Wun
Penerbit: Haru
Terbit: 2013
Tebal: 428 hlm.
ISBN: 978-602-7742-23-9

 

KISAH LELAKI YANG SANGAT PERCAYA PADA ‘TAKDIR’,
DAN WANITA YANG MENGANGGAP SEMUA KEJADIAN HANYA
‘KEBETULAN SEMATA’.
Chae Song Hwa, Cinderella Bertubuh Besar
“Dasar lelaki cabul! Awas saja kalau kau tertangkap tanganku lagi.”
Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia dokter pengobatan tradisional. Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku, kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya.
Mencurigakan! Pasti ada sesuatu yang busuk di balik semua sikapnya itu.
Yoon Sang Yup, Romeo yang Kurang Ajar
“Pasti nanti kau akan menyesal. Sudahlah, tidak usah banyak alasan. Ayo, berpacaran denganku!”
Setiap pagi wanita itu selalu tertidur di dalam kereta dengan bau alkohol yang tercium kuat dari tubuhnya. Tidak hanya itu, bahkan air liurnya sampai menetes-netes. Benar-benar ‘suguhan’ sebelum bekerja yang tidak menyenangkan. Namun entah sejak kapan, wanita bernama Song Hwa ini mulai membuatku tersenyum.
Akan tetapi, ketika aku mengajaknya berpacaran, mengapa ia malah menjawabnya dengan permainan gunting-batu-kertas? Aneh. Apa yang sebenarnya ada di dalam kepala wanita itu?

 

REVIEW:

Jujur, alur cerita buku ini bagus, banyak kata-kata mutiara di dalamnya. Tapi, entah kenapa saya menyelesaikan buku ini dalam jangka waktu yang sangat lama, Mulai membaca pada 9 Febuari dan selesai pada 19 Febuari sekitar jam 4 siang. Biasanya buku dengan tebal 400-an bisa diselesaikan dengan jangka waktu hanya satu hari ( Kalau mulai baca dari pagi.) Mungkin bukan karena buku ini membosankan, tapi saya-nya aja yang mood bacanya berkurang.
Oiya, seperti biasa, buku terjemahan penerbit haru itu typo-nya sedikit (mungkin tidak ada), soalnya saya tidak melihat ada kesalahan (mata rabun). Hasil terjemahannya pun bagus, tidak buat pusing kepala.
Tapi, ada footnote yang kurang. Yaitu pada halaman [Lupa]. Disana ada tulisan soju yang diberi nomor 44, tapi di Footnote nya tidak tertera apapun, meski ya, mungkin kalau orang indonesia yang sudah terbiasa baca novel bergenre korea dan drama korea pasti sudah tau apa itu soju. 
Ya, Minuman keras asal korea yang terbuat dari beras [bener gak sih?]
Always with me
Always With Me merupakan novel bergenre dewasa, tapi masih aman-aman saja dibaca oleh remaja yang belum cukup umur, karena isinya tidak ‘terlalu’ dewasa. Adegan XXX-nya tidak diceritakan sebegitu detail seperti yang ada di After D-100 by Park Mi Youn atau Explicit Love Story. Singkatnya, novel ini tidak mengandung unsur erotis seperti pada kedua novel tersebut. So aman-aman saja untuk semua kalangan.
Sampul Always With Me ini kurang menarik sebenernya, terlalu biasa. Saya beli buku ini karena ngoleksi pembatas buku haru yang bisa ditukar menjadi hadiah + banyak blog-blog yang Review.
Tokoh Chae Song Hwa digambarkan sebagai perempuan yang bertubuh besar, juga tidak cantik. Sedangkan tokoh Sang Yup, si dokter tradisional digambarkan sebagai pria yang hampir sempurna, kaya, tampan, seorang dokter.
Tokoh-tokoh pendukung juga digambarkan dengan jelas. Yang Ji, Kakak tiri Chae Song Hwa, perempuan yang sangat pintar dan terpintar di Korea, Kelemahannya terletak pada percintaan, Yang Ji pernah bercerai karena mendapati suaminya selingkuh pada wanita lain. Lalu ada Jin Wook, sahabat sekaligus mitra kerja di perusahaan tempat Song Hwa bekerja, Jin Wook adalah seorang playboy yang nantinya akan tergila-gila dengan Yang Ji.
Sedangkan Jang Mi, seorang Artis yang sangat cantik, menjadi wanita nomor satu di Korea. Bersifat egois, adik Chae Song Hwa, satu ayah lain ibu.
Konfliknya juga cukup unik, Ibu kandung Chae Song Hwa merupakan cinta pertama-nya Ayah Sang Yup. Lalu juga ada Jang Mi yang tergila-gila pada Sang Yup.
“Pepatah lama memang tidak ada yang salah. Kata orang, jika sudah benci pada seseorang, maka semua tingkahnya pun terlihat menyebalkan.”
“Dalam cinta, yang penting bukanlah berapa kali kalian bertemu. Kalau hatimu sudah tergerak, otakmu pasti akan menyerah. Entah apakah pilihanmu itu benar atau tidak.”
“Meskipun aku tidak tahu mengapa kau membutuhkanku, tolong jangan terlalu berusaha keras seperti ini. Karena jika tidak tulus, usaha sekeras apapun akan sia-sia.”
Always with mme
Always with me 02

PLOT:

Pertemuan pertama mungkin akan menjadi sesuatu yang tidak ingin dilupakan oleh setiap pasangan. Tapi, berbeda dengan Chae Song Hwa, ia ingin melupakan hal itu.
Setiap pagi wanita itu selalu tidur di kereta dengan bau alkohol yang tercium kuat dari tubuhnya. Tak hanya itu, bahkan air liurnya sampai menetes-netes.
Yah, Chae Song Hwa bertemu dengan Yoon Sang Yup di kereta, dengan keadaan yang memalukan. Air liur Song Hwa menetes-netes ke baju Armani-nya Sang Yup. Tapi, mungkin itu adalah pertemuan pertama yang disadari hanya oleh satu pihak, Sang Yup.
Sebenarnya itu bukan pertemuan pertama mereka, mereka juga pernah bertemu di klub malam. Dengan keadaan Song Hwa yang memalukan, tidur di toliet pria.
Pertemuan ketiga mereka terjadi di Rumah Sakit tempat Sang Yup praktek sebagai dokter Tradisional.
Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia dokter pengobatan tradisional. Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku, kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya.
Song Hwa yang bertubuh besar tapi takut dengan jarum akupuntur membuatnya terlihat menggemaskan dimata Sang Yup.
Aku tidak suka jarum dan obat-obatan yang pahit. Saat itu, terpaksa saja aku harus rela ditusuk oleh jarum-jarum itu meskipun menyakitkan. Namun, untuk obat, dibayarpun aku tidak rela memakannya.
Sang Yup yang didesak oleh orang tuanya untuk menikah dan mempunyai anak karena wasiat dari Kakeknya sebagai calon penerus.
Sang Yup pun mengajak Song Hwa untuk berpacaran, dan anehnya, Song Hwa menjawab dengan permainan gunting-batu-kertas.
Kalau kau menang, aku akan menjadi pacarmu – Song Hwa
Hasilnya, Song Hwa kalah, artinya mereka berpacaran.
Kita berpacaran karena keputusanku – Song Hwa.
Kelemahan Song Hwa adalah pada permainan gunting-batu-kertas, ia akan selalu kalah dalam permainan itu, keberuntungan selalu tidak berada dipihaknya.
Kisah Hidup Song Hwa bagaikan Cinderella, bedanya, ibu tirinya menyayanginya. Ia juga tidak secantik Cinderella, tubuhnya besar. Song Hwa kehilangan ibunya saat umurnya bahkan belum mencapai 100 hari. Benar-benar menyedihkan.
Hubungan Song Hwa dan Sang Yup ditentang oleh ibu Sang Yup dengan alasan karena ibu Kandung Song Hwa merupakan cinta pertama ayah Sang Yup yang sampai sekarangpun masih belum bisa dilupakan.

Ratings: 3.5  Of 5 Stars

[Book Review] Oppa&i: Love Missions

17160792

Judul:Oppa & I: Love Missions
Genre:Teen Romance, Family Drama
Kategori:Fiksi, Novel Lokal
Penulis:Orizuka & Lia Indra Andriana
ISBN:978-602-7742-093
Ukuran:13 x 19 cm
Tebal:220 halaman
Harga:Rp 35.000
Terbit:Desember 2012
Jae In:
Oppa.
‘Cinta’ itu sebenarnya apa?
Kenapa ia tidak bisa membuat orang-orang tetap tinggal?
Katakan padaku, aku harus bagaimana?
Jae Kwon:
Jae In-a.
Tak usah cemas, ada Oppa di sampingmu, kan?
Kita akan melalui semuanya bersama. Kau hanya harus percaya pada Oppa!
Oppa&I: Love Missions adalah buku kedua dari seri Oppa&I yang diangkat dari webseries di KoreanUpdates.com

REVIEW:

Buku ini merupakan buku ke 2 dari Trilogi Oppa&i By Lia Indra Andriana dan Orizuka. Hanya butuh waktu 2 jam untuk menyelesaikan buku ini, buku ini terlalu tipis.
Jika di buku ketiga difokuskan pada percintaan Seung Won dan Jae In, dibuku ini difokuskan pada Jae Kwon yang patah hati karena Hye Rin. Jika dibuku ketiga keluarga mereka telah harmonis, disini ayah Jae Kwon dan Jae In als Jae Bin menghilang, kembali meninggalkan Sandy dan kedua anak kembarnya.
Tadi saat Seung Won muncul di pintu kelasnya, jantungnya seperti berhenti berdetak. Apa yang salah dengan dirinya? Kenapa jantungnya bisa berbuat seperti itu? Bukankah otot jantung merupakan otot yang tidak bisa dikendalikan oleh otak? Kalau bukan otaknya yang menyuruh, lalu siapa? 
Dibuku ketiga Jae In dan SeungWon kan pacaran. Nah, dibuku pertama dan kedua benih-benih cinta mulai tertanam #Lebay.
Buku ini juga mengandung Komedi, Kelakuan Jae Kwon yang bodoh.
Oiya, buku ini juga jadi BestSeller loh di tahun 2011.
Kekurangan buku ini adalah…
1. Buku ini terlalu tipis, seperti buku pertama dan ketiga. Saya jadi kurang menikmati buku ini.
2. Covernya kurang menarik, lebih keren cover dibuku pertama.
Overall, buku ini tidak terlalu mengecewakan. Saya paling suka buku ketiga, alias Oppa&i: Love Signs.
OriLia sukses menciptakan buku yang dicampur-aduk. Ada Romance, Comedy, Family juga.

Ratings: 3.5 of 5 Stars.