[Book Review] Apapun Selain Hujan

Apa Pun selain Hujan

Judul: Apapun Selain Hujan
Penulis: Orizuka
Penerbit: GagasMedia
Terbit: April, 2016
Tebal: 196 hlm. 

[Ikuti Blog Tour + Giveaway]

Wira membenci hujan. Hujan mengingatkannya akan sebuah memori buruk, menyakitinya….

Agar bisa terus melangkah, Wira meninggalkan semuanya. Ia meninggalkan kota tempat tinggalnya. Meninggalkan mimpi terbesarnya. Bahkan, meninggalkan perempuan yang disayanginya.

Namun, seberapa pun jauh langkah Wira meninggalkan mimpi, mimpi itu justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras melupakan masa lalu, saat itulah ia bertemu Kayla.

Pertemuan itu mengubah segalanya.

Sebuah novel tentang melepaskan mimpi di bawah hujan. Tentang cinta yang diam-diam tumbuh bersama luka. Juga tentang memaafkan diri sendiri.

REVIEW:

Wira, Faiz, dan Nadine merupakan sahabat dari kecil, dan mungkin.. akan jadi sahabat selamanya jika Faiz tidak meninggalkan mereka.

Maka dari itu, demi mengobati kesalahannya, Wira memutuskan untuk pindah ke Malang dan tinggal di rumah neneknya. Dan disanalah, ia bertemu perempuan bernama Kayla.

      “Kamu masih hidup, Wira,” tekan Kayla lagi. “Kamu masih hidup, tapi kamu nggak berusaha untuk hidup. Apa itu bukan penghinaan buat Faiz namanya?”

Kayla selalu mengingatkan Wira pada Nadine meskipun Nadine dan Kayla memiliki segala hal yang berbeda. Kayla pendek tapi berisi, Nadine tinggi dan kurus.

Wira yang berkepribadian pendiam menyukai Nadine, begitupula dengan Faiz. Maka, disaat Faiz pergi meninggalkan mereka. Persahabatan mereka hancur. Wira dan Nadine sama-sama memutuskan untuk menjalani hidup mereka sendiri. Sampai Kayla, memutuskan untuk kembali mempertemukan mereka di pertandingan taekwondo. Dan pada titik tersebut, Wira mendapatkan kilas balik yang sudah mati-matian di pendam.

Awal tahun 2013, Wira bertanding dengan Faiz dengan hasil: Wira meraih kemenangan dengan memukul lawannya sampai mati K.O.

Di sisi lain, sepertinya Kayla sudah mulai mencintai Wira. Dan disisi lainnya, Wira seperti tidak dapat lepas dari bayang-bayang Nadine, tapi ia mulai terbiasa dan membuka diri pada Kayla.

Lalu, pada akhirnya, dapatkan Wira memaafkan dirinya?

images (2)

Ditawarkan untuk menjadi host blog tour ini adalah tawaran yang sangat menarik, berhubung karena Orizuka merupakan salah satu penulis favoritku, dan yah.. aku memang udah penasaran banget dan berekspetasi tinggi terhadap buku ini.

Dan.. yah.. buku ini sukses membuat aku terharu. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan tapi menusuk (ini maksudnya apa ? haha) Gaya penulisannya tidak kaku meskipun ditulis dari sudut pandang orang ketiga.

Aku sedikit sulit menentukan tema yang pas buat buku ini. Mungkin kekeluargaan? Atau persahabatan? Eh, mungkin pengorbanan dan ketulusan?
Jujur aja, unsur persahabatan dan ketulusannya terasa banget. Terutama saat Faiz mengatakan sesuatu pada Wira dihari mereka bertanding. Padahal ya, (spoiler) kemarin malam Nadine dan Wira kepergok pulang bersama. It’s very heartbreaking.. Terharu banget, truly love antar sahabat nih. Dan.. bahkan Wira juga nggak nyangka kalau Faiz bisa ngomong begitu. Aduh….

Tokoh favoritku dalam buku ini adalah Kayla. Karakternya terlalu baik. Nggak egois dan peduli sesama. Dan untuk Wira, aku kurang menyukai karakteri ini. Terkadang aku sampai merasa bahwa Wira terlalu emosional sehingga terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
Ada juga Uti, nenek Wira yang ‘super-duper’ pengertian. Di sisi lain, penulis banyak menelurkan tokoh sampingan yang ‘cukup’ berperan. Sebagai contoh, si kucing yang bernama Sarang. Secara keseluruhan, Sarang ini seperti titik yang mendekatkan Wira dan Kayla.
Dan untuk teman-teman Wira di Jurusan Teknik yang perhatian sama Wira. Meskipun Wira selalu menolak ajakan mereka, mereka tidak serta-merta mengucilkan Wira. Nggak kayak temen SMA Wira..

Overall, aku sangat menyukai buku ini. Prolog dari buku ini SANGAT menjanjikan! Membaca buku ini membuatku teringat kembali akan buku Orizuka yang terdahulu, The Truth About Forever. Sama-sama bikin nyesek. Bener nggak?

Advertisements

3 thoughts on “[Book Review] Apapun Selain Hujan

  1. Novel ini berhubungan sama hujan dan aku penasaran dengan cara Wira agar nggak selalu menyalahkan diri sendiri. Apa masih berhubungan dengan hujan penyelesaiannya?
    Penasaran deh, Mbak Orizuka.

  2. Iya, The Truth emang bikin nyesek euy. 😂
    Kak Orizuka bisa bikin saya asma lama-lama. Hujan itu penuh dengan ide. Banyak yang make buat cerita. Kebanyakan cinta hujan. Sedang ini “Apapun Selain Hujan”

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s