[Book Review] Sabtu Bersama Bapak

22544789

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Aditya Mulyo
Penerbit: GagasMedia
Terbit: 2014
Tebal: 278 hlm.
ISBN: 9797807215
Format: Paperback

“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak.
Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.

Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.

REVIEW:

Pada awalnya, aku benar-benar tidak tertarik dengan buku ini. Meskipun buku ini cukup populer di para blogger buku, begitupula di goodreads. Banyak user yang memberi bintang tinggi untuk buku ini. Hanya saja, aku tidak tertarik, setidaknya, begitu pada awalnya. Alasan kenapa aku tidak tertarik mungkin karena judul yang diambil, Sabtu Bersama Bapak. Selain judul, sinopsis sampul belakang juga kurang menonton. Terlalu flat, atau begitulah menurutku pada awalnya.

Membeli dan membaca buku ini benar-benar tidak ada dalam rencanaku awalnya. Bulan lalu, aku pergi ke pameran buku yang diadakan Gramedia di kotaku (mengingat tidak adanya toko buku Gramedia di kotaku). Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, aku datang ke pameran terserbut. Hanya saja, novel fiksi dalam pameran tersebut sangat sedikit, banyak sekali novel fiksi yang sudah kubeli maupun kubaca. Maka dari itu, sebagai opsi terakhir, aku membeli Sabtu Bersama Bapak. Buku yang ‘ceritanya’ sangat diluar ekspetasiku. Seperti kata Ika Natassa, Sabtu Bersama Bapak deserves a shoutout!

Jujur saja, aku belum pernah membaca buku karya penulis ini sebelumnya. Singkat kata, penulis ini benar-benar penulis baru untukku.

Sabtu Bersama Bapak mengangkat tema kekeluargaan diselipi berbagai konflik yang menyerang tokoh-tokohnya.
Sabtu Bersama Bapak mengangat Satya, Cakra, Bapak dan Ibu Gunawan sebagai tokoh utama. Sebenarnya, tokoh ‘bapak’ disini tidak berperan langsung. Maksudnya, peranannya tidak langsung. Hanya saja, tokoh ‘bapak’ sangat mendominasi cerita. Tanpa karakter ‘bapak’, mungkin saja cerita ini tidak akan terbentuk.
Bapak meninggal karena kanker yang mengerogotinya. Bapak meninggal disaat Satya dan Cakra masih muda. Hanya saja, Bapak membuat sebuah inovasi. Sebuah ide. Ide yang membuat ‘Bapak’ selalu hadir didalam hidup mereka meskipun sudah berpulang.
Sabtu Bersama Bapak menceritakan tentang kehidupan-kehidupan tokohnya. Ada Satya yang tampan tetapi gila kesempurnaan. Ada pula Cakra yang sedang mencari cinta.

Kewajiban suami adalah siap lahir dan batin. Ketika Bapak menikah tanpa persiapan lahir yang matang, itu artinya batin Bapak juga belum matang. Belum siap mentalnya. Karena Bapak gak cukup dewasa untuk mikir apa arti dari ‘siap melindungi’. – Pak Gunawan

Nah, Satya memang tampan, ia juga sudah berkeluarga dengan istri yang cantik dan tiga orang anak. Satya juga memiliki perkerjaan yang menjanjikan. Hanya saja, Satya memiliki karakter yang tidak menyukai kekurangan. Ia mau segalanya terlihat sempurna. Ia sering mengeluh masakan istrinya yang tidak selevel ibunya, anaknya yang tidak pandai matematika, anaknya yang tidak bisa berenang. Meskipun begitu, Satya memiliki istri yang sabar. Hanya saja, kesabaran seseorang selalu ada batasnya.
Dalam mengatasi permasalahan di rumah tangganya, Satya mendengarkan nasehat dari bapak. Bapak selalu berhasil menjadi ‘guru’ dalam segala hal. Belajar menjadi suami dan bapak yang baik.

Disisi lain, Bapak Gunawan memiliki putra kedua. Namanya Cakra. Jika konflik yang dialami tokoh Satya cukup sensitif, konflik yang dialami Cakra cukup mengalir dengan tentang. Juga diselipi beberapa humor yang sukses membuatku terbahak. Cakra sudah bekepala 3… dan.. masih jomblo. Lalu, ia bertemu Ayu.

“Kata Bapak saya… dan dia dapat ini dari orang lain. Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan, Yu.”

“…”

Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain.

s

Aku sangat menyukai sampul dari buku ini. Unsur kekeluargaannya sangat terasa. Ditambah lagi warna latar yang memberi rasa ‘adem’.

Cerita ini ditulis dari sudut pandang orang ketiga. Dengan alur yang maju. Dibumbui banyak sekali kata-kata manis, tapi nggak sampai diabetes. Penulis juga ‘menyuguhkan’ latar tempat yang berbeda untuk setiap tokohnya.

Aku benar-benar menyukai ‘ide cerita’ ini. Sangat… em, bikin terbawa suasana. Menghanyutkan. Emosi yang dirasakan tokoh benar-benar terasa.

Overall, aku sangat menyukai cerita ini! Lima bintang! Unsur kekeluargaannya sangat terasa. Diselipi humor dan romansa. Cocok untuk semua kalangan yang ingin ‘merasakan’ banyaknya unsur dalam cerita yang melebur dan menciptakan sebuah karya bagus.

By the way, buku ini akan segera diangkat ke layar lebar. Kabarnya, mereka juga akan syuting di luar negeri! *excited!! Untuk itu, aku berdoa supaya filmnya tidak akan mengecewakan pembaca :)!

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] Sabtu Bersama Bapak

  1. Aku juga awalnya nggak tertarik sama buku ini. Ya mirip-miriplah sama pendapat kak Vio pada awal ngelihat buku ini. Tapi, beberapa waktu lalu dengar kabar bahwa buku ini mau difilmkan, karena penasaran jadi aku ngebuka goodreads dan ngebaca review orang-orang, sepertinya cerita ini cukup menjanjikan. HUHU PENGEN BANGET BACANYA!

    • uhh!! Wajib baca banget pokok’e! Harus baca ya 🙂 *ehkokmaksa
      hahahaha.. Btw castnya juga ga mengecewakan kayak itu tuh yang posternya ada hujan buatan x_x

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s