[Book Review] The Chronicles of Audy: 4/4

25661516

Judul: The Chronicles of Audy 4/4
Penulis: Orizuka
Penerbit: Haru
Terbit: 2015
Tebal: 314 hlm.
ISBN: 978-602-7742-53-6

Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.

Kuakui aku bertingkah (super) norak soal ini,
tapi kenapa dia malah kelihatan santai-santai saja?
Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya, tapi dia bahkan tidak peduli!

Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah percintaan ini, seperti biasa, muncul masalah lainnya.

Tahu-tahu saja, keluarga ini berada di ambang perpisahan.
Aku tidak ingin mereka tercerai-berai, tapi aku bisa apa?

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih saja ribet.
Kronik dari seorang Audy.

REVIEW:

Buku ini merupakan buku ke-tiga dari The Chronicles of Audy. [ Setelah 4R & 21 ]

Seperti buku-buku sebelumnya. Buku ini mengisahkan kelanjutan dari ‘kronik’ hidup seorang Audy. Untuk teman-teman yang belum membaca buku pertama dan kedua, diharapkan membaca terlebih dahulu ya, karena buku ketiga ini sangat berhubungan dengan buku pertama dan kedua (meskipun ada note singkat penulis di bagian-bagian yang berhubungan dengan buku awal)

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, buku ini mengambil 4R dan Audy sebagai pemeran utamanya. 4R sendiri merupakan singkatan dari nama-nama 4 makhluk ganteng, imut, dan kece: (berurut dari yang tertua) Regan, Romeo, Rex, dan Rafael (balita berumur 5 tahun yang super-jenius).

Sepertinya akan sangat sulit untuk mereview buku ini tanpa membeberkan sedikit spoiler dari buku pertama dan kedua. Singkatnya, di buku pertama, Orangtua Audy lagi kesulitan ekonomi karena baru ditipu oleh perusahaan asuransi. Maka dari itu, sebagai mahasiswi yang sebentar lagi akan lulus (baca: lagi nyusun skripsi yang nggak pernah selesai), Audy pun mencari alternatif lain untuk membiayai uang kuliahnya sendiri: mencari kerja. Iya, bener. Kerja di rumah 4R! Awalnya cuma dijanjikan jadi pengasuh si unyu Rafael, eh malah merangkap jadi pembantu.

Sebenernya jadi pembantu di rumah 4R nggak parah-parah amat kok, berhubung karena makhluk yang menghuni rumah tersebut kece-kece semua! Hehe #lupakan

Jujur saja, aku merasa kalau konflik dalam buku ini terlalu dipaksakan. Aku tidak dapat menjelaskannya dengan jelas (karena aku pikir, itu sama saja dengan membeberkan  ‘mutiara terpendam’, bener nggak?) Aku juga agak bimbang pada ‘dimana’ letak klimaksnya?

Jika dilihat dari segi cover, aku lebih menyukai cover buku ke-tiga ini daripada buku-buku sebelumnya. Lebih imut.

Kalau bicara soal karakter, aku kira, dalam buku ini aku lebih menyukai Romeo (mungkin karena porsi ‘kehadiran’ Romeo lebih banyak di buku ini) Untuk si pemeran wanita sendiri, Audy. Aku malah makin tidak menyukai Audy, ambisinya untuk ‘menaikkan’ IQ itu bikin greget-gimana. Makin gimana ya, labil?  Tidak lupa untuk mengomentari sikap Rex. Rex itu bener-bener kayak robot. Nggak ada ekspresi. Bahkan saat bicara dengan orang yang ia sukai. Dan terlebih lagi, Rex tega-teganya bilang gini: (kurang lebih ya, nggak sama percis) Kamu nggak ada bagian di masa depan aku, Audy.

Terkadang, aku juga merasa kalau buku ini ‘sedikit’ membosankan di bagian tengahnya.

Overall, ‘cukup’ baik. Bacaan ringan khusus untuk remaja-remaja! 🙂

Ratings: 2.5 of 5 stars.

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] The Chronicles of Audy: 4/4

  1. Tuhkaaannn, aku belum siap buat baca Audy ini. Padahal kalo dicukupkan sampe buku keduanya saja itu lebih baik. Ini terlalu dipaksakan buat jadi tetralogi. Apalagi si Rex ini, padahal dibuku ke 2 dia udah mulai manusiawi masa harus balik jadi kaku kayak robot lagi? huhuhu…

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s