[Book Review] Croissant

23454393

Judul: Croissant
Penulis: Josephine Winda
Penerbit: Elex Media Komptuindo
Terbit: 2014
Tebal: 208 hlm.
ISBN:9786020251394
Ditemani santainya kepulan asap teh saat senja
Sepotong croissant renyah mencecap rasa
Berlapis seperti kisah kehidupan yang tak kunjung habis
Diwakili sepuluh cerita dunia
Semoga tak lekas ucapkan bon voyage—selamat tinggal
Hanya maklumi
c’est la vie—itulah hidup.

REVIEW:

Buku ini merupakan Antologi yang berisi 10 cerita pendek. Antologi kisah kehidupan.
Setiap cerita selalu memuat pesan. Dari 10 cerita pendek yang dipilih penulis untuk dibukukan, aku akan mereview beberapa cerita favoritku.
  • Deja Vu
Bercerita tentang Ericka yang dilanda kegalauan karena pacarnya memutuskannya dan terang-terangan ‘beromantis-ria’ dengan perempuan lain di hadapannya.
— Sebenarnya aku juga tidak terlampau menyukai cerita ini. Hanya saja, aku tertarik dengan sang tokoh utama, Ericka. Dan anehnya, aku bukan tertarik dengan kelebihannya, melainkan kecerobohan dan kebodohannya. Euh~ Tipe Heroine yang sering ditemukan di novel-novel teenlit.
  • Touche

      “If someday burung-burung yang ada di muka bumi ini punah dan tidak ada lagi yang berkicau, pagiku akan tetap cerah ceria selama aku masih bisa mendengar suara celotehanmu!”

Touche bercerita tentang Grace yang ingin menemukan belahan jiwanya tetapi selalu merasa tidak ‘pas’. Hingga, Grace kemudian menemukan lelaki yang tepat, bernama Noah. Hanya saja, Noah memiliki kekurangan dalam fisiknya.

Penulis menggunakan bahasa prancis, atau bisa juga disebut dengan ‘ungkapan’ dalam bahasa prancis yang mencerminkan setiap ceritanya. Sebagai contoh: C’est la vie. Tidak lupa, penulis menambahkan ‘arti’ dari judul pada akhir cerita, artinya: That’s Life! 
Secara keseluruhan, aku tidak begitu tertarik dengan covernya, hanya saja, jika sudah tiba di halaman-halaman awal, kalian akan memahami, mengapa ada menara Eiffel di sampulnya.
Dari segi cerita, ada beberapa cerita yang aku rasa tidak sesuai dengan judulnya, atau barangkali judulnya dipaksakan?
Ada juga yang aku rasa ‘terlalu drama’.
Ini adalah kali pertama aku membaca karya penulis ini, Josephine Winda. Ah, by the way, makasih mbak Luckty dan penulis karena sudah membiarkan aku menang giveaway dan mengirimiku buku ini 😀
Penulis menuliskan cerita ini dari sudut pandang orang kedua, meski begitu, aku tidak merasakan adanya kata-kata yang kaku, meskipun aku ‘kurang’ bisa terbawa suasana (mungkin karena cerita-pendek,ya.)
After all, buku ini cocok di baca untuk mereka yang ‘kebanyakan’ waktu luang dan ingin melewatinya dengan bahan bacaan ringan!

Review: 3 of 5 stars.

Advertisements

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s