[Book Review] Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

24636477

Judul: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Penulis: Eka Kurniawan

Penerbit: GagasMedia

Terbit: Maret 2015

Tebal: 170 hlm.

ISBN: 6022910722

“Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.”

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

REVIEW:

Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi merupakan salah satu judul dari 15 cerita pendek dalam buku ini. Dibandingkan dengan Kumcer Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri, kumcer di sini lebih pendek. Bayangkan saja, buku ini hanya memiliki 170 halaman dan menampung 15 cerpen.

Ini adalah pertama kalinya aku membaca karya Eka Kurniawan. Sedikit telat memang, secara tuh, penulis ini sudah sangat terkenal di Indonesia. Bahkan, beberapa bukunya sudah diterjemahkan ke bahasa asing.

Jadi, ini beberapa ‘cerpen’ favoritku dari buku ini:

  • Gincu ini Merah, Sayang

Kecemburuan itu membawa mereka kepada pertengkaran kecil, yang lalu diselamatkan oleh cinta.

Gincu ini Merah, Sayang bercerita tentang suami-istri yang saling mencurigai satu sama lain. Wajar saja sang suami mencurigai istrinya, Marni. Marni, sang istri, sebelum dipersunting oleh suaminya, Rohmat Nurjaman, bekerja sebagai wanita penghibur di bar Beranda. Kemudian, setelah bertemu Rohmat Nurjaman, hidup Marni pelan-pelan berubah. Setelah menikah, Marni melepaskan pekerjaan haramnya itu. Hanya saja, rumah tangga mereka selalu dipenuhi dengan ‘kecurigaan’ satu sama lain. Cerita ini memberi pesan: Jika mencintai, maka harus ‘memercayai’.

  • Penafsir Kebahagiaan.

Sebelumnya, Siti bekerja sebagai pelacur di salah satu tempat pelacuran di daerah kota Jakarta. Belakangan, seorang mahasiswa Amerika mengajaknya ke Amerika. Untuk dipekerjakan. Pekerjaan yang sama. Hanya saja, bayarannya lebih tinggi.

      Ia masih tak yakin dan kembali bertanya, “Untuk itu kenapa kalian, enam pemuda sinting ini, harus membawa perempuan dari Jakarta?”

      Jimmi menghembuskan napas dan berkata sejujurnya, “Pelacur Amerika, hmmm, kamu tahu, mahal.”

      “Jadi itu alasannya. Mahal dan murah.”

  • Cerita Batu

Cerita Batu bercerita tentang sebongkah batu yang amat sial. Menjadi saksi mata dan tertuduh. Seorang pria membunuh seorang wanita dan mengikat tubuh wanita tersebut dengan batu dan membuangnya ke sungai agar jasadnya tidak mengambang. Batu terus berteriak kepada manusia tentang siapa si pembunuh. Dan benar saja, ia hanyalah sebongkah batu seukuran kepala bayi yang kian mengecil karena terkikis. Tapi, tekadnya tidak berubah. Ia tetap bertekad untuk membalas dendam pada manusia itu.

      “Jika manusia tidak bisa menegakkan keadilan,” katanya, sedikit menggeram, “akulah yang akan melakukannya.”

  • Teka-teki Silang

Cerpen ini sedikit berbeda jika dibandingkan dengan cerpen-cerpen lainnya pada buku ini. Teka-teki Silang mirip seperti cerita psikopat, atau memang cerita psikopat? (Jujur saja, aku tidak begitu pandai dalam menilai cerita.)

Juwita adalah salah satu dari sekian orang yang menyukai Teka-teki Silang. Ia selalu mengumpulkan potongan surat kabar yang memuat Teka-teki Silang, ada beberapa yang ia dapatkan dari majalah. Suatu ketika, ia mengisi sebuah Teka-teki Silang. Dan anehnya, apapun yang berhasil dijawabnya menjadi sebuah kebenaran. Ia benar-benar menemukan ‘kucing gosong’ di depan ‘halaman’ rumahnya. Kata ‘kucing’ ‘gosong’ dan ‘halaman’ adalah jawaban yang ‘berhasil’ ia temukan pada Teka-teki Silang itu. Lalu, kenapa semua menjadi sebuah kenyataan? Belum lagi Juwita menemukan kata ‘Juwita’ pada salah satu pertanyaaan pada Teka-teki Silang itu.

Sebenarnya, apa yang terjadi?


Aku rasa, cerpen-cerpen pada buku ini terlampau singkat (ah, ini cerpen, ya kan?). Iya, sih. Memang benar, sesuai namanya ‘Cerita Pendek’, hanya saja, pada beberapa cerita, memang benar-benar pendek, sampai ending yang penulis gantung. Ah, jika beruntung maka para pembaca akan mengerti sebab-akibat konfliknya.

Perempuan Patah Hari yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Penulis benar-benar sangat ‘ahli‘ dalam menemukan sebuah judul yang ‘pas’ untuk mewakili ke-limabelas cerpen pada buku ini. Sampul bukunya juga sangat adem! Meskipun tergolong simpel, ya.

Aku tidak begitu menikmati buku ini. Mungkin karena kekecewaanku pada beberapa cerpen yang memiliki ‘akhir’ yang menggantung. Atau mungkin, kembali ke awal, aku bukanlah ‘seorang’ peminat cerpen? (Walau akhir-akhir ini aku lebih sering membaca cerpen.)

Nilai plus dari novel ini adalah adanya ide cerita yang bervariasi pada setiap cerpen di novel ini! Sangat kreatif! Penulis bahkan tidak mengangkat tema super-klise di kalangan novel Indonesia.

Meski begitu, aku tetap akan membaca karya lain dari penulis ini. Cantik itu Luka. Salah satu novel Sastra Indonesia yang populer. Bahkan sudah diterjemahkan ke bahasa lain. Judul inggrisnya adalah Beauty is Wound.

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

  1. Pingback: [Wrap-Up] 100 Days of Asian Reads Challenge | StarKing's Library

  2. Pingback: [Update] NARC 2015 | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s