[Book Review] Gloomy Gift

24937809

Judul: Gloomy Gift
Penulis: Rhein Fathia
Penerbit: Bentang Belia
Terbit: Maret, 2015
Tebal: 284 hlm.
ISBN: 9786022910893
Kupandangi kamu dengan wajah memelas. Berharap kamu mau menyingkap apa yang sedang kita alami sekarang. Kamu tetap pada pendirianmu, bungkam. Pura-pura tak ada hal besar yang baru saja terjadi.
Bagaimana mungkin semua baik-baik saja? Di hari pertunangan kita, segerombolan orang menyerbu rumah. Tembakkan diletuskan. Peluru. Jeritan orang-orang. Dan, kamu membawaku kabur masih dengan kebaya impian yang kini terasa menyiksa dipakai di saat yang tak sepantasnya.
Hari yang seharusnya bahagia, menjelma tegang dan penuh tanya. Kenapa kita harus lari? Belum cukupkah aku mengenalmu sejauh ini?
Aku tak siap menyambut kenyataan. Tak siap jika harus kehilangan. Tak kuat menahan rasa takut yang berkepanjangan.

REVIEW:

Terkadang, cinta adalah tentang menghadapi ketakutan terbesarmu. 
Kara dan Zeno. Di hari pertunangan mereka, sekelompok orang tidak di kenal menyerbu masuk membawa senjata api dan melepaskan tembakan. Kontan saja, seluruh orang di ruangan mulai panik, termasuk Kara. Entah kenapa, terhitung dari ‘waktu’ pertunangan mereka, Kara dan Zeno ‘resmi’ jadi buronan. Bukan buronan polisi. Melainkan buronan Lintang Samudra.
Kara memang mengenal Zeno. Tapi, masih banyak hal yang belum Kara ketahui tentang Zeno. Kara mengetahui bahwa pekerjaan Zeno adalah arsitek. Hanya saja, kenapa seorang arsitek bisa menyimpan sebuah pistol dalam laci di ruang apartemennya?
      “Satu setengah tahun kenal, setahun pacaran, dan baru hari ini aku tahu sisi lain dari kehidupanmu.” Kara merasa dirinya telah ditipu.
Save Your Life, disingkat SYL merupakan organisasi yang membantu seorang/sekelompok dalam memecahkan masalahnya. Biasanya masalah yang ‘dituntaskan’ SYL merupakan masalah yang terlalu rumit jalur biroaksinya jika harus melalui kepolisian. Cara kerja anggota SYL pun sangat terutup, hanya anggota inti saja yang mengetahui identitas masing-masing, anggota lainnya bahkan tidak pernah bertemu muka/sekedar mengetahui nama asli (Anggota SYL biasanya berkomunikasi melalui telepon khusus dan menggunakan ‘nama samaran’ agar tidak terlacak keberadaannya. Menurutnya, semakin terutup organisasinya, semakin lancar proses kerjanya)
Setelah ditelah lebih lanjut, segerombol orang yang menyerbu masuk di acara pertunangan mereka merupakan kroco Lintang Samudra. Lintang Samudra baru-baru ini meminta cairan dana ‘yang tidak masuk akal’ terlalu besar kepada pihak asuransi karena tenggelamnya kapal miliknya di perairan manui. Yang menjadi masalah, pihak asuransi merasa bahwa kasus kecelakan kapal milik Lintang Samudra sangat mencurigakan, seperti ‘kecelakaan’ yang direncanakan. Maka dari itu, pihak asuransi meminta ‘bantuan’ SYL untuk memecahkan kasus ini.
Tapi, apa hubungan Zeno dan Kara dengan Lintang Samudra? Mengapa Kroco Lintang Samudra mengincar mereka?
Ya, ini merupakan pertama kalinya aku membaca karya penulis, Rhein Fathia.
Jujur saja, aku sangat terkesan akan ide cerita dalam novel ini. Tidak kliseHanya saja, aku kurang menyukai gaya penulisan penulis yang menuliskan cerita dari sudut pandang penulis, mungkin, jika ditulis dari sudut pandang tokoh utama, baik Zeno maupun Kara, atau bergantian setiap babnya pasti akan lebih ‘terasa’ perasaannya. Mungkin, aku akan ‘lebih’ terbuai dalam cerita ini. 
Buku ini dibuka dengan prolog yang sangat menjanjikan, membuat pembaca (aku) sangat penasaran akan apa yang akan terjadi selanjutnya/ kenapa bisa terjadi? Lalu, tiba di bagian bab pertama yang pada awalnya aku kira Flashback (berhubung potongan kisah pada prolog sangat berbeda dengan bab pertama), lalu saat tiba di bab 3 atau 4, aku mulai menyadari tentang ‘keterkaitan’nya. 
Ada beberapa hal yang ‘tidak’ dapat aku uraikan. Seperti klimaks pada konflik (atau mungkin, karena aku ‘ngebut’ baca kali ya? Btw, aku baca buku ini dalam sekali duduk 😀 mungkin 3 jam? #lupakan). Nah, aku sedikit binggung sih pada klimaksnya. Jadi, aku akan ‘membahas’ tentang ending cerita ini. Sangat unbelievable! Pada bab 16- bab terakhir sebelum epilog, aku mulai ‘berpikir’ bahwa penulis akan menyajikan sad ending. Lalu, saat menuju epilog… 
Bicara soal tokoh favorit, tentu saja Zeno! Zeno merupakan tipe yang ‘setia’ meskipun sedikit dingin, dia juga ‘rela’ mengorbankan nyawanya untuk Kara (hu..uh.. jadi terharu). Tapiiiiiii… aku nggak begitu suka Kara, Kara terlalu gimana ya… cenggeng? Bodoh? Lebih percaya dengan orang lain daripada tunangannya sendiri. Menyimpulkan sesuatu tanpa bertanya ‘kebenaran’ pada Zeno. Sebenernya aku bisa sih toleransi sikap Kara, berhubung karena Kara memiliki trauma gara-gara kehilangan ayahnya. Hanya saja, karakter Kara kurang cocok sih sama buku bergenre romance dengan ‘selipan’ action didalamnya 😀
Pada awalnya, aku tidak begitu tertarik dengan buku ini. Entah kenapa. Mungkin karena Rhein Fathia masih merupakan ‘penulis’ baru untukku, aku belum pernah membaca satupun karyanya. Dan disusul dengan cover yang ‘kurang’ menarik sih, mungkin harus ‘diselipin’ muka si doi ya? Hehe. Tapi, jika dilihat lebih rinci, cover dari buku ini ‘sangat’ mencerminkan genre cerita (perhatikan pistol yang dipegang di kedua tangannya), ‘aksi’ banget. Pada akhirnya, setelah ‘melihat’ beberapa ulasan teman ditambah dengan lomba review yang diinformasikan dalam komunitas BBI (ditambah hadiah yang *kalo menang* sangat menarik #nyarigratisan), jadi beli deh buku ini 😀
Overall, aku sangat menikmati buku ini. Aku rekomendasikan kepada semua pembaca yang ingin ‘membaca’ sesuatu yang berbeda dan tidak klise (jangan tanyakan tema gimana yang klise, semua pembaca tahu itu). Diselipi adengan aksi dan romantis 😀 serta ending yang sangat.. unbelievable! Like it! Planned to read the others Rhein’s books :O 

Image6

 Ratings: 4 of 5 Stars

Advertisements

14 thoughts on “[Book Review] Gloomy Gift

  1. Aku setuju dengan reviewnya kalo diliat dari covernya memang kurang menarik, tetapi dari mambaca sinopsis dan tau ini cerita romance yang dibalut dengan action jadi penasaran gimana penulis menuangkan idenya! Apalagi kakak ngasih bintang 4! Woww ini pasti novel recommend bgt :))

  2. *Eh komentar sebelumku terpotong ternyata* Kyaaa nemu review Gloomy Gift, sebenarnya udah lama lihat cover buku ini gentayangan di Twitter, tapi diriku nggak terlalu tertarik ;3 dan belum pernah baca blurb nya juga sih -,- eh tapi nemu review ini dan baru tahu kalau genre ceritanya itu Romance Action >,,< soalnya diriku nggak terlalu suka genre romance yang kental hoho kecuali karya beberapa penulis favoritku, misalnya karya Ilana Tan ^^. Sip masukin Wishlist ^^

    • Rekomen sih kalo kamu mau baca sesuatu yang ‘agak’ beda. Eh, btw ini aku ikut sertakan ke lomba review loh makanya aku insert selfie with gloomy gift #fyi haha.. ngga ikutan juga? lumayan sih hadiahnyaa:D

  3. Buku ini jadi salah satu wishlist yang paling ingin aku baca. Review dan rating yang bagus di GR membuatku makin penasaran dengan jalinan cerita yang Rhein Fathia suguhkan. Menurut beberapa review yg aku baca, novel ini juga bertempo cepat, namun penulis mampu mengikat pembaca untuk terus mengikuti alur sampai akhirnya pembaca menutup buku ini di akhir. Genre action-romance yang dihadirkan pun gak biasa, semakin menambah rasa penasaranku saja.

  4. Ikut GA dan ternyata buku ini direview. Buku yang kemarin bikin saya kepo. IDK. Pas lihat cover & judulnya, awalnya saya pikir ini novel romance terjemahan tapi gak tahunya penulis lokal dan namanya sudah gak asing. Kemarin sempet mampir lihat blog/medsos-nya si penulis saya lupa (hm, penting banget diceritain sih).

    Lihat review ini sejujurnya sinopsis etcnya menarik. Penulis lokal berkembang untuk genre seperti ini ya (bukan sastra tingkat tinggi) wha, wha, wha, jadi makin kepo, tapi nda punya uang buat beli & menikmati.

    Tapi pas baca isi reviewnya jadi ragu. Hng. Recomended gak nih?!
    (balada mahasisa ya gini, pelit)

  5. Lho padahal menurutku covernya bagus! hehe
    Padahal awalnya saya tidak minat baca buku ini
    Setelah baca resensinya Mas Ijul kepincut pengen baca
    dan ditamba resensi ini makin penasaran, khususnya ending dan adegan aksi buku ini!

  6. Bagus juga reviewnya.Aku juga belum baca Rhein fathia.mudah mudahan bisa punya bukunya.btw,dr review diatas kisah romantis diselipkan yg lucu sebenarnya makin penasaran.bagaimana akhir kisah mereka jg buat penasaran.makasih reviewnya.cover udah cukup OK menurutku.viionna cantik poninya.suskes selalu dear

  7. lini Bentang Belia? nggak salah tuh? dilihat dari kontennya, menurutku nggak cocok deh dimasukin ke lini Belia, atau kak Viona salah nulis? 😀
    Dari review ini kayaknya novelnya menjanjikan nihh, aku jadi pengen ngulik tentang SYL dan berharap SYL benar-benar ada di dunia nyata hehehe

  8. Pingback: [Update] NARC 2015 | StarKing's Library

  9. Pingback: [Wrap-Up] 100 Days of Asian Reads Challenge | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s