[Book Review] Maret: Flowers

24977368

Judul: Maret, Flowers.
Penulis: Adya Pramudita, Ninna Rosmina, Kezia Evi Wiadji
Penerbit: Grasindo
Terbit: 2015
Tebal: 232 hlm.
ISBN: 9786022519218
Kisah tentang perempuan yang mengalami kehilangan
juga penderitaan yang sama.
Masa lalu ternyata menghubungkan mereka
untuk tiga kejadian mengerikan
di bulan Maret.
Seruni:
Ia berani mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan
apa yang menjadi miliknya lima tahun lalu.
Anggrek:
Sejak kejadian itu, hidupnya penuh dengan kepahitan.
Dan ia menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam.
Lily & Rose:
Mereka berbeda, tetapi mempunyai satu kesamaan,
yaitu masa lalu. Jika konsekuensi dari sebuah perbuatan adalah kematian,
salah satu dari mereka dengan senang hati akan
menuntutnya!

REVIEW:

Buku ini merupakan seri ke-3 dari proyek Monthly Series. Jujur saja, aku belum membaca Januari ataupun Febuari, bisa di bilang, ini buku pertama dari Monthly Series yang aku baca.
Karena ditulis oleh 3 penulis berbeda, buku ini menyajikan 3 kisah dengan konflik yang hampir mirip dengan tokoh yang berbeda-beda tetapi saling berhubungan satu sama lain.
1. Losing You [Seruni] Oleh: Adya Pramudita
Dia yang hilang, 
akan kembali dengan rupa berbeda.
Seruni hamil diluar nikah. Dihamili oleh teman abangnya. Ini bukan bagian terburuknya.
Seruni dipaksa untuk menggugurkan kandungannya. Mengingat bahwa ayah Seruni merupakan tokoh masyarakat dan ibunya memiliki karier gemilang di salah satu kantor pemerintahan. Dan, tentu saja Seruni menolak mentah-mentah. Karena penolakan Seruni, kedua orangtuanya memutuskan untuk ‘mengasingkan’ Seruni.
Rabu malam di minggu pertama bulan Maret itu Seruni merasakan mulas yang hebat, semakin lama semakin hebat. Lalu, ketika matahari mulai terbit, seorang bayi lahir. Bayi laki-laki.
Seperti katanya, hari setelah ia melahirkan bayinya adalah hari yang tidak pernah sama lagi.
Bayi yang terlahir sehat itu tiba-tiba menangis keras. Kata orangtua Seruni, bayi laki-laki tersebut tidak dapat bertahan karena hipotermia.
Lima tahun kemudian, Seruni mengetahui rahasia-rahasia yang diperbuat oleh kedua orangtuanya. Karena ‘kesalahan’ orangtua Seruni, Seruni memutuskan untuk kembali ‘menemui’ Raf, ayah biologis dari anak yang pernah dikandungnya 5 tahun lagi. Seruni menemui Raf dengan sebuah alasan kuat. Seruni meminta bantuan dari Raf.
     “Kemarin pertama kalinya Banna menemuiku, sebelumnya ia tidak pernah lagi mau bertemu denganku, memutuskan pertemanan sejak itu. Semua teman yang sering main di rumahmu dulu, semuanya meninggalkanku. Setelah aku dipenjara akibat perbuatan bejatku padamu, hidupku selesai. Ketika kamu tidak pernah lagi mau bicara denganku, hidupku berakhir.” Raf mencondongkan tubuhnya ke depan, menegaskan keyakinan dari setiap kata yang ia ucapkan. “Selama ini aku tahu hidupmu juga berakhir, Seruni.” lanjutnya lirih.

 

2. Revenge [Anggrek] by Ninna Rasmina
Dia tidak akan pernah bisa hidup tenang
sebelum membalasnya…
Anggrek, atau biasa disapa Anggie bukan perempuan baik-baik. Semua orang tahu itu. Ada gossip bahwa Anggie hampir meniduri seluruh karyawan pria di kantornya. Anggie tidak membantah itu.
Hanya saja, meskipun Anggie cantik dan seksi, tidak ada pria yang ‘berniat’ bertemu kembali dengan Anggie setelah melewati malam bersama. Itu semua karena sebuah alasan. Anggie memiliki kelainan seksual.
Kelainan seksual yang didapat Anggie bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa sebab.
Diumur Anggie yang kesebelas, Anggie diperkosa oleh Om-nya. Lelaki bejat yang merupakan adik kandung ayahnya sendiri. Pria bejat bernama Austin. Anggie di’paksa’ untuk memenuhi nafsu hewan pamannya bukan hanya satu kali. Melainkan berkali-kali.
      Tanpa bisa ditahan, air matanya deras mengalir membasahi pipi. Ternyata air matanya belum habis sama sekali. Kenapa ini harus terjadi pada dirinya, kenapa Tuhan memberikan takdir kehidupan begitu kejam pada dirinya?
3. Deja Vu [Lily & Rose] by: Kezia Evi Wiadji
Jika konsekuensi dari sebuah perbuatan
adalah kematian,
Salah satu dari mereka dengan senang hati
akan menuntutnya!
Rose dan Lily tentu orang yang berbeda, sekilas.
Rose si cantik dan seksi, tapi misterius. Lily yang selalu dihantui oleh sederet mimpi buruk yang terjadi berulang-ulang. Lily orang yang tertutup, memilih untuk hidup seorang diri. Tanpa teman. Selain sederet mimpi buruk yang selalu menghantui Lily, Lily juga seringkali terbangun dan menemukan benda-benda tidak pada tempatnya. Suatu keanehan yang sering ia temui.
Lily seorang penulis. Karyanya selalu bestseller. Rose merupakan salah-satu dari sekian banyak fans Lily.
Jika dilihat sekilas, tentu saja mereka merupakan orang yang berbeda. Lily dan Rose memiliki segala sesuatu yang berbanding terbalik.
Tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa Rose merupakan Lily. Rose merupakan manifestasi dari Lily dengan kepribadian yang lebih kuat.
Jujur saja, hanya karya mbak Kezia yang pernah aku baca sebelumnya, You’re Invited dan Till it’s Gone. Dua penulis lainnya benar-benar masih ‘orang’ baru untukku.
Maret: Flowers merupakan buku ke-3 dari proyek Monthly Series oleh Grasindo. Untuk pertama kalinya, aku mengomentari tentang judul dari buku ini. Bukankah lebih cocok judulnya inggris semua? March: Flowers. Menurut aku sih lebih cocoknya gitu. Masa bulan ‘Maret’-nya bahasa Indonesia diikuti ‘Flowers’ bahasa Inggris.
Konflik  utama dari Losing You, Revenge, dan Deja vu mirip semua, dengan klimaks yang berbeda tentunya. Masa lalu kedua tokoh sama. Sama-sama kelam. Tapi, aku lebih menyukai kisah Losing You daripada Revenge. Entah kenapa, mungkin karena Losing You lebih ‘nyesek’ (?) [minus konflik yang klise, tentunya.]
Membaca kisah Lily dan Rose membuat aku teringat dengan drama korea yang baru-baru ini kutonton, Kill Me Heal Me. Tentu saja, kisah Lily dan Rose yang ‘lebih’ kelam.
Sederet mimpi buruk yang menimpa semua tokoh di masing-masing cerita semuanya terjadi pada bulan Maret. Tokoh-tokoh dalam setiap cerita, meskipun tidak ‘saling’ berhubungan secara langsung, minimalnya, mereka semua pernah bertemu.
Meskipun konflik yang ditawarkan cukup klise, entah kenapa, rata-rata aku menyukai semua cerita yang ditawarkan penulis. Menurut aku, ketiga penulis di sini, bisa ‘menggambar’ sesuatu yang sudah mainstream dengan ‘keahlian’ penggambaran yang berbeda. Dan tentunya, membuat aku ikut ‘terhanyut’.
Overall, membaca tiga kisah di sini membuat aku ikut ‘merasakan’ ‘nyesek’. Apalagi, cerita pertama yang sad ending, mengingat banyak cerita yang Happily Ever After, membuat aku ‘nyesek’ parah. Bagi pembaca yang ‘ingin’ membaca ‘sesuatu’ yang berbeda. Fiksi yang kelihatan ‘non-fiksi’, (meskipun cerita yang ditawarkan drama banget, my opinion), hanya saja ‘kedramaan’ tersebut ‘ditawarkan’ dengan ending yang… yahh…
Singkat kata, aku menyukai buku ini 😀

 

Ratings: 4 of 5 Stars

Advertisements

11 thoughts on “[Book Review] Maret: Flowers

  1. Tak kusangka novel ini ceritanya memiliki sisi kelam dari masing2 tokoh padahal dari nama tokoh dan judulnya udah manis banget. Aku berpikir akan disuguhi kisah cinta yg manis ternyata kisah dari tiga orang yg sama2 memiliki cerita kelam. Novel ini wajib dibaca karena ide ceritanya berani… gara2 review ini bertambahlah pengalamanku tentang novel ini ^^

  2. Tertipu. Itulah kalimat pertama yang ada dibenak saya setelah membaca review ini. Saya pikir novel ini bergenre romance apalagi ditunjang dengan cover novel dan judulnya yang menguatkan prediksi saya, tapi ternyata saya salah. Dari review-nya novel ini sedikit membuat saya tertarik untuk membacanya.

  3. Saya mengenal buku ini saat sedang hangat-hangatnya diperbincangkan di media sosial (Twitter) bulan Maret lalu. Namun saya hanya sekedar tahu bahwa novel ini ditulis oleh 3 penulis. Dan sama sekali nggak tahu kalau ceritanya akan sekelam itu. Dan menurutku cover dari buku ini sudah mencerminkan cerita kelam yang dihadirkan penulis.

  4. Bener sih kadang baca novel yang HEA itu agak ngebosenin dan cepet dilupain
    Terkadang baca novel yang endingnya nyesek malah keingetan mulu
    Contohnya waktu saya membaca novel Autmn in Paris By Ilana Tan :’D

    • Ahh iyaa.. Ilana Tan selalu sukses ngebuat aku terkesan sama novel2nya. Btw ending sunshine becomes you lebih nyesek lagi 😦

  5. Pingback: [Update] NARC 2015 | StarKing's Library

  6. Pingback: [Wrap-Up] 100 Days of Asian Reads Challenge | StarKing's Library

  7. Pingback: [Book Review] Januari: Flashback | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s