[Book Review] Manusia Setengah Salmon

13290213

Judul: Manusia Setengah Salmon
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: GagasMedia
Genre: Non-fiksi
Tebal: 264 hlm.
Terbit: 2011

REVIEW:

Jadi, ya. Aku nggak pernah membaca buku karya Raditya Dika sekalipun sebelumnya. Mungkin ini terdengar aneh, meingat bahwa Dika merupakan penulis Non-Fiksi yang paling terkenal di Indonesia, novelnya pun sudah dijadikan Film berkali-kali.
Dan yah… disaat semua orang sibuk pre-order dan berlomba-lomba mereview Koala Kumal-nya Raditya Dika, aku malah nge-stuck pada Manusia Setengah Salmon ini.
Pada awalnya, aku nggak pernah niat untuk ngebaca buku-buku komedi ya (bukan tidak suka yang bergenre komedi, hanya saja, aku orangnya suka ngebaca buku di kafe, sambil jaga toko, kalau tiba-tiba ketawa gak jelas kan berabe).
Aku membeli buku ini seharga 20rb saja, sebenarnya nggak gitu tertarik juga sih sama bukunya… sedetik kemudian… *baruingetkaloakulagiikutanNon-FictionRC*.
Lalu, buku itu aku beli dan langsung aku baca begitu sampai di rumah. Aku membaca buku ini hanya dalam waktu kurang lebih 3 jam. Kau tahu apa yang terjadi? Aku menyukai humor-humor dalam buku ini. Mungkin kita dapat menyebutnya ‘humor khas Dika’. Aku menyukai buku ini, dan ‘akan’ membeli dan membaca KOALA KUMAL!
*Raditya Dika saat di Belanda*
      Gue tanya balik ke dia, ‘And what’s your name?
  ‘Perek.’
      ‘I’m sorry?‘ tanya gue, lagi.
‘My name is Perek.’
      ‘Why is your name Perek?!’ tanya gue, kaget.
      Si perek agak kaget dikit, terus dia bilang, ‘Well, because my parents give my name Perek. I was born as a Perek.’
Kekurangan dari buku ini:
1. Gaya bahasa yang cenderung ‘apa adanya’. Tidak ada formalitas. Mungkin memang ini salah-satu karakteristik dari buku bergenre humor. Jika gaya bahasanya ditulis dengan ‘aku-kamu‘ mungkin buku ini akan menjadi buku bergenre romance atau sejenisnya.
2. Kualitas kertas yang dipakai memang bagus. HVS putih. Hanya saja… jika aku mengelus (kau tahu kan, jenis mengelus saat membalikkan halaman), telapak jari tangan saja jadi hitam. Intinya, tinta cetak dari buku ini mudah lengket. Nggak banget!
3. Alasan yang paling logis kenapa dari awal aku tidak pernah menaruh minat pada buku karya Raditya Dika adalah… Cover. Bukannya menghina tentang covernya ya (mengingat bahwa semua cover buku-nya Raditya Dika selalu menyertakan ‘muka’ dari penulisnya. Seperti ilustrasi-ilustrasi atau wajah penulis hasil rekayasa Photoshop, contoh: cover pada buku ini, muka penulis di’rekayasa’ menjadi ‘bersirip mirip ikan. Menurutku, cover ini sangat ‘Not My Cup of Tea’ atau ‘Nggak Aku Bangett’.
Pada awalnya, aku sempet terheran-heran dengan judulnya. Manusia Setengah Salmon?
Apaa???
Emang ada yang begituan? Nggak cukup Ganteng-ganteng Serigala atau Cantik-cantik magic?
Dan ternyataa…
Judul “Manusia Setengah Salmon” itu hanya sebagai ungkapan. ‘Salmon’ yang mengartikan pindah.
..setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur….
..Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan. Banyak juga yang menjadi santapan beruang yang nunggu di daerah-daerah danngkal. Namun salmon-salmon ini tetap pergi, tetap pindah, apapun yang terjadi.
..Salmon mengingatkan gue kembali, bahwa esensis kita menjadi makhluk hidup adalah pindah. Dimulai dari kecil, kita pindah dari rahim ibu kita ke dunia nyata. Lalu kita pindah sekolah, lalu pindah pekerjaan. Dan, pada akhirnya, kita pindah hidup. Mati, pindah ke alam lain.
Untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.Mau tidak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berni berjuang untuk mewujukan harapannya. Bahkan, rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.
Kenapa ‘Salmon’? Kenapa tidak lele? 
Karena, pada buku ini, penulis ‘lebih’ banyak menceritakan ‘hobi’ lain dari hidupnya. Yaitu: pindah. Pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati.
Dibalik segala kekurangan pada buku ini, tentu saja buku ini juga memiliki kelebihan. Buku ini menawarkan senyum dan tawa bagi pembacanya dengan observasi ngawur & humor khas Dika. Meskipun pada beberapa bagian aku merasa humornya ‘garing’, aku tetap menikmati kelucuan pada buku ini.
Overall, aku menawarkan buku ini untuk dibaca (meskipun sebagian besar dari kalian sudah membaca ini) kalian semua yang memiliki banyak waktu luang sehingga dilanda kebosanan, dan parahnya… kalian tidak bisa atau tidak tahu cara ‘mengusir’ rasa bosan itu. Buku ini ‘mungkin’ bisa menawarkan obat pengusir rasa bosan itu 🙂

Ratings: 3 of 5 Stars

Advertisements

7 thoughts on “[Book Review] Manusia Setengah Salmon

  1. Mungkin memang harus baca buku ini untuk mengurangi stress pasca UN nanti. Aku sedikit banyak memang sudah membaca novel Raditya Dika. Dan gaya bahasanya memang ‘apa adanya’. Tidak ada formalitas. Dan buku yang paling aku suka adalah cerita dalam novel Marmut Merah Jambu. Kocak banget dan bikin ketawa nggak bisa berhenti.

  2. Saya malah udah nonton film Manusia Setengah Salmon dan belum baca bukunya #WakssGimanaTuh? Tapi memang cerita yang dihadirkan oleh kak Dika selalu apa adanya dan saya selalu suka gaya kak Dika yang mampu membuat para pembacanya tertawa sampai sakit perut. Novel pertama kak Dika yang saya baca itu Marmut Merah Jambu (Itu juga hasil minjem) tapi, asli keren + bikin ngakak. Saya merekomendasikan buku itu untuk kakak baca.

    • Sperti yg aku blg di review ini, aku ngga trlalu tertarik sih dgan novelnya bang Radit. Tapi, ntar kalo ada waktu luang aku sempetin sit baca marmut itu.. wkwk
      wahh.. aku malahan blm nonton filmnya hehe.

  3. Saya sama sekali belum tertarik membaca buku Raditya Dika. ALasan yang sepele memang karen yah saya belum menyukai buku-buku dengan tema non-fiksi
    Cuman dulu banget pernah baca blognya dan memang lucu sih tulisan raditya.
    Dan kemaren sempet-sempetnya iseng liat twitter raditya dika dan takjub dengan banyaknya folower raditya yang sampai 9jt orang! WOW!

  4. Pingback: [Update] NARC 2015 | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s