[Book Review] Aku Tahu Kamu Hantu

18168966

Judul: Aku Tahu Kamu Hantu
Penulis: Eve Shi
Penerbit: Gagas Media
Terbit: July, 2013
Tebal: 268
ISBN: 9797806529
Aku di sini.
Kamu bisa melihatku,
tetapi kamu tidak bisa mendengarku.
Aku tahu kamu bingung,tetapi yakinlah…
aku tidak pernah bermaksud jahat.
Aku hanya ingin meminta tolong,
karena kamulah satu-satunya orang yang bisa memecahkan teka-teki ini.
Jika kamu melihatku lagi,
tolong jangan berpaling.
Semoga kamu mengerti isyaratku.

REVIEW:

Dalam silsilah keluarga Olivia, anak perempuan sulung akan memiliki kemampuan untuk melihat ‘makhluk tak kasat mata’ jika sudah tujuh belas tahun. Seperti yang terjadi pada ibu dan neneknya, Oliviapun mewarisi kemampuan ini.
Di hari ia ulang tahun ke tujuh belas, Liv melihat banyak makhluk halus.
Frans, teman satu sekolah Liv sudah tidak pulang 1 minggu. Orangtua Frans ingin melapor ke polisi tentang anaknya yang hilang. Dan, kau tahu apa yang terjadi? Liv melihat Frans. Ya, hanya Liv yang ‘melihat’ Frans. Frans dengan tubuh transparan jangkungnya disertai lebam di beberapa tempat. Frans sudah mati.
Liv menceritakan ‘pengelihatan’nya ini pada sahabatnya, Daniel. Liv juga menceritakan tentang keinginannya untung menolong arwah Frans dengan menemukan keberadaan mayat Frans. Bukannya mendukung dan membantu Liv, Daniel malah menjauhi Liv dengan alasan ‘menjernihkan pikiran’.
Di samping itu, Liv mencurigai tiga cowok populer di sekolahnya: Bayu, Arwin, dan Stefan. Bukan dengan alasan dan bukti tidak jelas. Liv memergokki Sarah, temannya menangis di balik toilet dengan tas yang koyak bekas silet. Belum Sarah yang takut hanya pada suara-suara ketiga cowok populer itu. Liv yakin kematian Frans ada hubungannya dengan ketiga cowok populer tersebut.
Tidak seperti novel-novel thiller Lixie Xu atau Agatha Christie yang membuat pembaca mencurigai banyak tokoh. Disini, aku tidak mencurigai banyak tokoh. Pada awalnya, aku mencurigai Daniel, kemudian tiga cowok populer itu. Hanya itu saja, tidak ada yang lain.
Aku membaca buku ini hanya dalam waktu beberapa jam. Sekitar jam 11 sampai jam 2. Sudah lama aku tidak membaca buku sedemikian cepat. Mungkin karena ‘semangat’ku karena baru habis ujian (btw, aku nggak baca satu bukupun selama satu minggu ini). Beli buku ini pun kemarin. Aku bukan tipe pembaca yang menyukai novel horror. Aku lebih prefer nonton film horror daripada membaca. Ada beberapa novel horror yang aku baca, beberapa merupakan novel fantasteen, dan berakhir dengan kekecewaanku akan tokoh hantu yang menurutku tidak cukup ‘horror’ untuk menguji adrenalian. Maka dari itu, aku juga lebih menyukai genre thiller yang selalu membuatku mencurigai tokoh ini-itu.
Cover pada novel ini ‘cukup’ misterius. Gambar bunga di cover sebenarnya cukup manis. Hanya saja, jika diteliti lebih mendalam, kalian akan menemukan gambar tengkorak di tengah-tengahnya. Benar-benar mencerminkan kehorroran dari novel horror (minus bunga mawarnya yang aku kira lebih cocok buat cover novel romance)
Jadi ya, inti cerita disini (Liv dapat melihat makhluk gaib) aku rasa sudah terlalu mainstream untuk novel horror. (Ya kali, kalo nggak bisa lihat bukan novel horor dong!(?)!). #lupakanbagianini
Tidak ada satupun tokoh yang aku favoritkan dalam buku ini karena aku rasa dibalik kelebihan Liv yang dapat melihat hantu, aku tidak melihat kelebihan-kelebihan lain yang dipaparkan penulis. Ah, jangan lupa tentang hati mulia Liv yang ingin menolong hantu. Hanya saja, sifat Liv yang beginian aku rasa terlalu naif.
Tokoh Daniel, sahabat Liv yang malah menjauh saat sahabatnya dilanda ‘kegalauan’. Bagaimana tipe yang beginian dijadikan sahabat?! Ah, ya, aku bersyukur banget penulis nggak buat persahabatan Daniel-Liv jadi sahabat tapi cinta. Kan nggak bangett untuk novel horror.
Overall, meskipun novel ini tidak cukup ‘horror’ untuk menguji adrenalinku, novel ini telah menolong aku untuk melewati waktu senggangku yang membosankan. Meskipun aku rasa novel ini tarafnya ‘biasa-biasa’ saja untuk genre horror, untungnya novel ini tidak membosankan. Novel yang tidak membuat pembaca merasa bosan sudah bisa mendapat nilai plus, meskipun banyak unsur yang membuat pembaca tidak puas.

 

Ratings: 2.5 of 5 Stars.

Advertisements

4 thoughts on “[Book Review] Aku Tahu Kamu Hantu

  1. Aku pikir novel ini akan menyuguhkan adegan-adegan horror yang bisa membuat bulu kuduk merinding sendiri saat membacanya, tapi setelah membaca reviewnya, mugkin novel ini bukan novel yang bergenre horror. Dan setelah dilihat lebih teliti, memang benar kalau ada gambar tengkorak di bagian dalam kelopak bunga-nya. Dan aku sangat penasaran book blurb-nya. Semacam puisi-kah?

  2. Sebelumnya aku mau berpendapat kalau covernya nggak cocok banget sama judulnya. Masa judulnya “Aku tahu kamu hantu” covernya malah bergambar bunga ? Kan nggak mencerminkan kesan horror. Tapi setelah baca review dan dijelaskan bahwa sebenarnya ada gambar tengkorak kalau mau lebih teliti, mau nggak mau saya cek juga. Eh, ternyata bener. Pandanganku terhadap covernya jadi berubah, meskipun masih agak bingung kenapa harus menampilkan ilustrasi bunga dan bukannya sesuatu yang lebih “horror”. Tapi, terlepas dari itu semua, kesan misterius untuk covernya dapet banget.

  3. Pingback: [Update] NARC 2015 | StarKing's Library

  4. Pingback: [Special Post] Selamat Hari Buku Nasional! | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s