[Book Review] Muse

23432894

Judul: Muse
Penulis: Devania Annesya
Penerbit: Grasindo
Terbit: 2014
Tebal: 200 hlm
ISBN: 9786022517474
Aku sahabat dari istrimu, tempat kau biasa mendiskusikan segala hal. Aku sahabat dari istrimu, tempat di mana kau selalu meminta nasihat dalam menghadapi kegilaan istrimu. Aku sahabat dari istrimu, dan aku jatuh cinta padamu.

Jatuh cinta pada Jonas adalah apa yang tidak pernah Renatha rencanakan. Namun begitulah adanya, ia jatuh cinta pada Jonas, suami dari Nadia – sahabatnya. Mulanya itu hanya sebuah rasa tanpa perlu mendapat pengakuan. Mulanya…

“Kau… mau sampai kapan kau akan lari, hm?“
“Kenapa tidak? Kalau perlu aku lari lagi sekarang. Aku akan pergi ke tempat di mana aku tidak akan menemukan satu orang pun yang mengetahui masa laluku. Terutama kamu! Adalah sebuah kesalahan mempercayaimu malam itu!“

REVIEW:

Memang benar bahwa Renatha memiliki segalanya, secara fisik. Renatha memiliki darah Jerman, dari ayahnya. Barangkali, kelebihan-kelebihan itu yang membuat ia populer, dimanapun. Apalagi dengan warna mata hijaunya yang berkilauan. Memiliki daya ikat tersendiri.
Tentu saja, sebagai tokoh dalam sebuah cerita fiksi, Renatha tidak akan pernah memiliki ‘kesempurnaan’ yang lengkap. Memang benar, ‘daya tarik’ mata hijaunya merupakan pemberian dari ayahnya yang juga bermata hijau, tapi… ‘mata hijau’-nya adalah satu-satunya hal yang ayahnya berikan (turunkan) padanya. Karena sejak awal, Renatha tidak pernah dekat… atau bertegur sapa dengan ayahnya. Bagi Renatha, ayahnya… tidak terjangkau.
Renatha memiliki pekerjaan yang menjanjikan, pramugari di sebuah maskapai penerbangan di Jakarta. Begitu juga dengan Nadia, sahabat Renatha. Mungkin, ‘daya tarik’ Nadia tidak ada apa-apa jika dibandingkan dengan ‘daya tarik’ yang dimiliki Renatha. Hanya saja, ‘keberuntungan’ Nadia membuat Renatha iri.
Keberuntungan bahwa Nadia menikahi Jonas Antariksa, seorang penulis novel. Iri karena ‘kesetiaan’ dan ‘kecintaan’ Jonas pada Nadia. Iri karena Nadia mendapatkan suami ‘langka’. Suami yang memiliki aspek-aspek yang ‘diidamkan’ oleh wanita.
Awalnya, Renatha merasa akan ‘merebut’ kebebasan Nadia, hal yang lazim dilakukan oleh suami kebanyakan. Tapi, Jonas berbeda, ia tidak mengekang Nadia. Ia membebaskan Nadia untuk ‘melanjutkan’ hubungan persahabatan lagi dengan Renatha. Awalnya, hanya Nadia-lah sahabat Renatha. Lalu, entah kenapa, kemudian Renatha menjadi ‘tempat’ untuk Jonas menumpahkan semua ‘curahan hati’ tentang kehidupan rumah tangganya dengan Nadia. Barangkali, ‘kegigihan’ Jonas untuk mempertahankan rumah tangganya membuat Renatha jatuh cinta pada Jonas.
Ya, Renatha jatuh cinta pada Jonas, suami sahabatnya sendiri.
      Adalah kamu yang selama ini kunanti. Adalah kamu yang selama ini kucari. Adalah kamu yang merupakan akhir dari hidup yang kujalani. Bagimu mungkin aku hanya seorang gadis asing yang mudah tertawa oleh candamu. Hanya kenalan yang selalu ada ketika kau merasa lelah melangkah. Hanya seorang kawan yang menangis ketika kau bilang kau ingin hilang dari muka bumi. 
      Yang perlu kamu tahu, akulah seorang yang akan gemetar ketakutan seperti anak kecil ketika membayangkan kau akan benar-benar hilang. Yang perlu kamu tahu, akulah seorang yang jantungnya rapuh kala lenganmu menggesek lenganku. Dan akulah gadis yang separuh napasnya hilang menguap di dimensi nanti tanpa pernah kau menyadari rasa ini.
Renatha.
Cerita ini disusun dengan alur maju-mundur. Di bagian prolog, kita akan menemukan surat berisi ‘ungkapan hati’ Renatha yang ditujukan pada Jonas. Lalu, pada bab 2, pembaca aka dibawa kembali ke masa-masa pertemuan Nadia dengan Jonas. Kala itu, Nadia dan Jonas belum berkenalan. Mungkin ‘kegigihan’ Nadia untuk berkenalan dengan Jonas membuat Jonas tertarik dan kemudian menyukai Nadia. Lain dengan Renatha yang cenderung dingin dan sering melamun.
Mungkin, pembaca akan menyebut Renatha ‘perempuan licik’ atau barangkali ‘perempuan ular’. Mungkin semua itu tidak benar, walau sedikit benar. Renatha benar-benar menyayangi Raisa, anak dari Jonas dan Nadia. Tapi, itu semua tidak menutup kemungkinan akan Renatha yang tidak ‘memanfaatkan’ Raisa untuk bertemu lebih sering dengan Jonas. Raisa adalah alasan Jonas untuk berada lebih dekat dengan Renatha.
Cerita ini tidak akan lengkap tanpa kehadiran tokoh lain di samping Renatha.
Davi, mari kita menyebutnya ‘pria brengsek pura-pura baik depan apartemen’. Davi menyukai kecantikan Renatha. Tentu saja, seperti pria metropolitan brengsek lainnya, Davi tidak percaya dengan komitmen. Berpacaran dengan banyak perempuan sekaligus. Renatha adalah perempuan yang cantik. Davi tidak akan pernah tidak menyukai perempuan yang cantik. Itulah asumsi Davi, pada awalnya. Tapi, akhir selalu berbeda dengan awal. Hipotesis awal dan hipotesis akhir seringkali berbeda.
Pada akhirnya, bagaimana keadaan rumah tangga Jonas dan Nadia? Bagaimana pula ‘keadaan’ hati Renatha? Mengingat bahwa ‘keadaan hati’ dapat berubah. Apakah Renatha akan mencintai Jonas sampai akhir? Lalu, bagaimana dengan Davi? Bagaimana pula keadaan Raisa jika Jonas dan Nadia bercerai?
Tokoh favoritku dalam cerita ini adalah Jonas. Jonas adalah tipe suami yang tidak ‘mengekang’ kebebasan istrinya. Selalu mengalah untuk menyelamatkan rumah tangganya. Suami yang tidak mudah tergoda dengan wanita lain. Dan yang paling penting, suami yang memprioritaskan kenyamanan anaknya.
Konflik pada cerita ini tergolong sensitif. Seorang wanita yang menyukai suami dari sahabatnya sendiri. Untungnya, konflik yang diangkat tidak klise. Jangan bertanya lagi konflik seperti apa yang klise. Semua pembaca tahu itu.
Sejak lama, buku ini sudah ‘menempati’ wishlist aku. Aku selalu penasaran dengan karya ini. Terutama karena pengarangnya adalah pengarang yang sama dengan pengarang X: Kenangan yang Berpulang serta Blurb buku yang sangat menjanjikan.
Ekspetasi awalku akan seberapa besar aku akan menyukai buku ini ternyata tidak begitu berbeda dengan akhirnya. Aku menyukai buku ini. Aku menyukai cover dari buku ini. Sangat suka. Aku juga menyukai klimaks dari konflik dalam buku ini. Terutama karena konflik yang diangkat pun juga sedikit sensitif.

 

Ratings: 4 of 5 Stars

Advertisements

14 thoughts on “[Book Review] Muse

  1. Pingback: Giveaway HOP [Romance] | StarKing's Library

    • Dan parahnya.. Renatha itu tokoh utama lo. Aku rekomendasiin nih ke kamu, Renatha nggak sejahat itu kok :). Btw, kalo Renatha nggak jatuh cinta sama suami sahabatnya sendiri, jadi konfliknya gimana dong? hehe

  2. awalnya gua ga suka sama si Renatha, setelah baca sampe bab 3. hey ! malahan Renathan yg paling gua suka. emang logis sih kalo suka sama suami temen sendiri. terlebih kalo suaminya deket banget sama di Renatha. 5 stars deh buat novel novel Muse. Novel yang paling bikin gua penasaran sama endingnya !

  3. Belum pernah sebelumnya baca buku dengan tema seperti ini. Jadi penasaran ingin tahu seperti apakah akhir dari kisah Nadia-Jonas-Renatha. Apakah Nadia akhirnya tahu kalao Renatha menyukai suaminya, trus gimana nasib persahabatan mereka. Huwaaa penasaran sayaaa 😀
    btw, saat kita tau pacar kita ternyata disukai sahabat kita, rasanya gak enak bukan main. Lah ini suami sendiri pulak. Gimanalah itu. Hehehe.

  4. Pingback: [Playing Around with Romance] Ten Romance Covers | StarKing's Library

  5. Baru baca reviewnya aja udah berdebar-debar dan pengen nangis. Gak bisa ngebayangin keadaan-keadaan yang ada di novel itu.. Jadi benar-benar tertarik buat beli novelnya..

  6. Wow, kalau di buku lain, tokoh utama nya mungkin Nadia yang notabene nya istri dari Jonas dan sahabat dari Renatha yang suka sama suaminya. Tapi di buku ini, tokoh utamanya adalah Renatha, orang yang suka sama Jonas, suami dari sahabatnya sendiri. Wah, ini sih bener-bener bikin penasaran. Kapan lagi kita tau isi hati dan pikiran dari tokoh yang kalo di buku dan sinetron biasanya kita tau jahat? Harus baca banget inimah. Thanks kak review nya!^^

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s