[Book Review] Walking After You

23686088

Judul: Walking After You
Penulis: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia
Terbit: 2014
Tebal: 320 hlm.
ISBN: 979-780-772
Masa lalu akan tetap ada. Kau tidak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.
Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali kepadanya.
An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang tak bisa ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.
Pernahkan kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali hatimu yang tak lagi bahagia. Pernahkah kau merasa seperti itu? Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka.
Mungkin, kisah An seperti kisahmu.
Diam-diam, doa yang sama masih kau tunggu.

REVIEW:

“Pelangi yang muncul setelah hujan adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja.”
Buku ini menceritakan tentang Anise, atau yang sering dipanggil An. Wanita yang tidak bisa berdamai dengan masa lalu, selalu diganggu oleh rasa bersalah hingga mengorbankan cita-citanya. Anise menyukai makanan prancis, lalu kenapa ia bekerja di Afternoon Tea sebagai koki kue?
Dibalik keceriaan Anise, ternyata Anise menyimpan luka yang mendalam. Ia tidak dapat berdamai dengan masa lalunya.
Disisi lain, ada Julian, koki kue yang dingin dan apatis, tetapi tampan. Karena pipi Julian yang gampang memerah, An selalu menggoda Julian. Lambat laun, An merasa bahwa ia menyukai Julian.
Lalu, seorang dari masa lalu muncul kembali. Jinendra. Jinendra mengajak An untuk kembali bekerja direstorannya (restoran masakan prancis). Pada akhirnya, apakah An akan tetap mengikuti mimpinya, yaitu menjadi koki masakan prancis, atau mengorbankannya demi menjadi koki kue yang sama sekali bukan keahliannya?
Windry selalu menjadi penulis favorit aku. Ada banyak alasan untuk itu. Terutama pada gaya penulisannya. Sebuah cerita yang sederhana, dengan konflik yang cenderung ringan dan klimaks yang biasa saja dapat dijadikan lebih dari biasa dari sisi keahlian dalam penulisan. Konflik yang ringan akan membuat kita terbawa suasana hingga mata berkaca-kaca adalah hasil dari gaya penulisan yang lembut dan memikat. Pada awalnya, aku paling menyukai gaya penulisan Winna Efendi, dari Refrain, Ai, Unbelievable, Remember When, Happily Ever After, Tomodachi. Pada akhirnya, aku harus menggeser jabatan Winna Efendi dan menempatkan Windry Ramadhina sebagai penulis favorit dari segi gaya penulisan dan ide cerita.
Ya, selain gaya penulisan, hal lain yang aku sukai dari penulis adalah ide cerita. Metropolis yang membuat penasaran, montase, Interlude dan Walking After You yang membuat mata berkaca-kaca.

 

Ratings: 4 of 5 Stars.

Advertisements

19 thoughts on “[Book Review] Walking After You

  1. Pingback: [Book Review] London: Angel | StarKing's Library

  2. Pingback: Giveaway HOP [Romance] | StarKing's Library

  3. Wah.., cerita gagal move on ya! Sebenernya sih kisah gagal move on ya bgitu2 aja.. tapi kalau lihat review kamu, 4/5 kayanya aku kudu baca juga. Penasaran juga gimana sih Windry nyeritain di kisah kuliner kue-kue.
    BUat referensi dan inspirasiku. Kebetulan aku juga lagi nulis tentang bakery. 😀

    Thanks reviewnya ya..

  4. Belum pernah baca karya Windry, tapi kemaren emang temen saya ngomporin buat baca buku ini sama buku Montase. Katanya rugi banget kalo nggak baca. Hahaha. Tapi dari sekian review yang saya baca tentang buku-bukunya Windry emang kayaknya worth to buy deh 🙂 Yaaah, masuk wishlist deh buku ini ^^

  5. sebenernya, yang menurut saya rada mengganggu adalah kemunculan Gilang sama Ayu. Berasa fokusnya rada kabur sesaat dari pemeran utama : An, Arlet dan Jun.

    Terus rada bingung aja sama nama Jinendra. Why oh why? nyebutnya susah =)) *personal*

  6. Belum membaca buku ini, tapi sepertinya menarik ya. Banyak yang bilang tulisan Windry emang bagus dan kalo dari reviewmu disini yang dapet 4 bintang kayaknya emang nggak mengecewakan ya. Ingin membaca buku ini, buku tentang tema belum bisa move on dari masa lalu sampai mengorbankan sebuah impian.

  7. nama: irnalasari

    Sejak dulu pengin banget baca novel karya-karya Windry Ramadhina, tapi belum pernah kesampaian.. kayaknya memang harus maksain deh buat punya biar rasa penasaranku hilang xD
    Sama banget lho selera kita..aku juga suka Winna Efendi. Nah, katamu novel-novel Windry lebih dapet gaya penulisan dan ide ceritanya.. aku pun tipe pembaca yang sangat suka dengan penulis yang lihai meracik gaya penulisannya plus ide ceritanya. Hmm, semakin pengin baca karyanya saja.. salah satunya ini, walking after you.. Dari reviewmu yang singkat dan jelas aku pengin tahu An jadi milih mimpinya apa nggak. Ahh recommend banget kayaknya untuk segera dibaca..

  8. Aku suka quote ini “Saat cinta menyapa, kau memilih berpaling karena terlalu takut bertemu luka” aku merasa quote ini juga aku rasakan hehe sedikit curcol*
    dari review ini aku jadi tertarik ingin membacanya. Aku suka membaca novel yg gaya bahasanya mampu memikat pembaca, apalagi di review kakak ini novel ini mampu menggeser karya2 Winna Effendi. Wah jadi penasaran gimana gaya bahasa yg ditulis oleh Windry. Sepertinya memang harus dibaca nih melihat ratingnya 4 bintang 🙂

  9. Novel ini sedikit banyak memang sama seperti kisah saya. Tentang seseorang yang tak bisa keluar dari masa lalu. Dari review yang pernah saya baca di beberapa blog, novel ini menyuguhkan cerita yang menarik. Dan saya kepengen banget tahu kelanjutan ceritanya. Bagaimana An bisa mengatasi masa lalunya.

  10. Arghh…saya belum baca buku kak Windry yang ini. Setelah rilis rencananya dulu mau beli. Tapi kok ya nggak bisa-bisa karena kegeser pengen beli buku yang lain. Dan setelah baca review-nya, keinginan buat baca dan beli makin kuat deh. Btw, gaya kepenulisan yang ringan memang selalu disukai pembaca, termasuk saya.

  11. WAY membuatku menjadi perempuan yang tak setia. Ju adalah sebabnya, tokoh laki-laki dingin yang sering digoda An ini memiliki pesona yang sulit untuk diabaikan, sehingga membuatku menasbihkannya sebagai pemuda kedua yang kusuka (selain karakter Jun di novel Interlude) dari semua tulisannya Mbak Windry. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari WAY ini, salah satunya adalah untuk dapat berdamai dengan masa lalu, hal pertama yang bisa dilakukan adalah menerimanya. Kemudian ada pesan untuk terus berusaha menggapai impian, meski di waktu lalu kita telah melakukan kesalahan, namun impian tidak lantas dilupakan begitu saja.

  12. Entah kenapa saya tertarik dengan cerita ini. Udah pernah sih baca reviewnya. Dan ternyata saya makin penasaran. Saya belum pernah baca satupun karya Windry Ramadhina. Itulah sebabnya saya pengen nyoba baca. Kalo melihat dari review-review sebelumnya banyak yg blg Walking After You itu bagus banget. Dan juga banyak yg ngasih bintang 4. Sebenarnya pernah sih niat beli Interlude, tp entah kenapa sampe sekarang belum kesampaian >,<
    Oh, iya kak Winna Efendi juga salah satu penulis fav saya loh xoxo

  13. Oh my god ini kayanya nyindir aku banget ya :’D emang suka sama novel karyanya windry ramadhyna, contohnya Orange dan Montase. Beneran bikin mata berkaca kaca :’D dari lama udah tertarik sama novel yang satu ini, tapi belum kesampean juga buat beli :’D kakak ga mau ngadain giveaway novel ini apa ya? 😦 haduh, yasudahlah, nanti abis UN aku beli 😀 quotes nya keren, memotivasi, dan alur ceritanya aku banget 😀

  14. Udah masuk wishllist aku. Karena dari dulu suka sama cerita romance yang karakternya punya trauma masa lalu dan bagaimana cinta si cowok bisa menyembuhkan luka masa lalu si cewek.

    Buku Windry baru punya London dan belum sempat dibaca (_ _”)

    Tapi dari reviewmu, jadi makin pengen baca nih buku.

  15. Ah, ini review Walking After You yang kesekian yang aku baca sejak buku ini terbit. Selain temenku Sinta yang sering ngomporin aku tentang buku-bukunya Windry, review-review dengan rating bagus di goodreads dan blog-blog makin bikin aku penasaran sama buku ini. Thanks for the review kak, buku ini fix masuk wishlist novel aku bulan depan!^^

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s