[Book Review] LET GO

7363495

Judul: Let Go
Penulis: Windhy Puspitadewi
Penerbit: GagasMedia
Terbit: 2009
Tebal: 244 hlm.
ISBN: 9797803821
“Setiap cerita memliki ruang tersendiri didalam hati.”
Cerita ini menempatkan Caraka, Nathan, Nadya, dan Sarah sebagai tokoh utama. Empat orang yang masing-masing memiliki kepribadiaan dan sifat yang berbeda. Empat orang yang awalnya tidak cocok lalu menemukan kecocokan satu sama lain. Empat orang yang kemudian berteman lalu… bersahabat.
Caraka, biasa dipanggil Raka adalah tipe cowok yang keras kepala. Ia akan melakukan apapun jika ia rasa apa yang ia lakukan itu benar. Raka bisa mengubah pendirian orang lain, meskipun ia sendiri tidak menyadarinya.
“Batas antara keras kepala dan bodoh itu sangat tipis.”
Nathan, tipe cowok yang banyak di temukan di roman-roman picisan. Pintar, tampan, kaya, tapi… dingin dan selalu bersikap sinis seolah-olah ingin menjauhkan semua orang yang mencoba berteman dengannya. Seperti biasa, ternyata Nathan memiliki rahasia yang… menyakitkan.
Nadya, si ketua kelas yang tidak pernah meminta bantuan orang lain. Selalu merasa bahwa ia dapat melakukan apapun dengan sendirinya. Sifatnya sangat tegas dan berwibawa, meskipun cantik, tapi tidak ada yang berani menyatakan perasaannya pada Nadya.
Sarah, si cewek pemalu dan kutu buku, tidak sanggup jika harus menolak permintaan orang lain.
Endingnya… menggantung.
Windhy Puspitadewi tergolong penulis baru untuk aku. Buku ini adalah buku pertamanya yang aku baca. Buku ini sendiri sudah terbit 5 tahun yang lalu, 2009. Dan aku baru siap baca pagi ini.
Awalnya, buku ini tidak pernah masuk ke wishlist aku. Kisah teenlit berbau remaja dan sekolah sudah aku hindari akhir-akhir ini. Kecuali penulisnya adalah penulis favorit aku. Winna Efendi contohnya. Karena novel teenlit kebanyakan chessy.
Konflik pada buku ini tergolong ringan. Hanya saja, aku nggak begitu yakin di mana letak klimaks dari konflik pada buku ini. Membingungkan. Dan yah.. menyebalkan.. mengingat endingnya yang ‘nggak banget
Aku rasa, penulis kurang ahli dalam membuat tokoh. Penulis seperti hanya memfokuskan segala sesuatu hanya pada lingkaran keempat tokoh utama tersebut. Sampai-sampai tokoh pajangan pun sedikit. Hanya mama Raka, papa Nathan, dan beberapa murid yang tidak di sebutkan namanya. Mengingat tipisnya buku ini.
Penulis menempatkan sudut pandang masing-masing tokoh secara bergantian. Hal ini memudahkan pembaca untuk merasakan apa yang dirasakan oleh masing-masing tokoh.
Truth to be told, aku membaca buku ini dalam format e-book. E-book bajakan (mungkin) yang aku download dan baca melalui Adobe Reader (.pdf) Maka, jika ada hal-hal yang bertentangan dengan cerita aslinya, tolong dipahami. Mengingat jumlah halaman di E-book dan jumlah halaman buku sebenarnya pun tidak sama.
Overall, atmosfer zaman sekolah sangat terasa pada buku ini. Konflik ringan yang disuguhkan pada buku ini menambah keseruan dan keminatan aku dalam menyelesaikan buku ini. Seperti biasa, ending dalam buku ini sudah ketebak dari awal. Karena bulan ini sedang libur panjang, bagi semua orang yang merindukan kehidupan sekolah, aku rekomendasikan buku ini sebagai pelepas rindu 🙂

 

Ratings: 3 of 5 stars

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] LET GO

  1. Pingback: [WRAP-UP] Indonesian Romance Reading Challenge | StarKing's Library

  2. Pingback: [Wrap-Up] New Author Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s