Scene On Three #2

sceneonthree

Pernah nggak nulis sesuatu di blog dan tulisan itu panjangggg bangettttt lalu tiba-tiba laptop ke restart sendiri dannnn wusshhhhh……….. SEMUANYA ILANG BEGITU SAJA! Nggak ada Auto-save. Setelah hiatus 2 bulan lebih, sekarang aku mulai nge-post Scene On Three lagi 🙂 Btw Scene on Three ku yang pertama aku post di bulan September loh^^
Itulah yang aku alami beberapa bulan yang lalu, sebenarnya Scene On Three yang ke -2 udah ku selesaikan. Judul buku awalnya adalah People Like Us. Sekarang berganti menjadi A Dandelion Wish.
“Apa kelebihan Bai Qian Xun bila dibandingkan denganku?”
“Dia…”
Memikirkan Bai Qian Xun, belum berkata apa pun Ou Yang Xing sudah lebih dahulu memperlihatkan mimik wajah bahagia.
Fang Ruo Ke menghela napas dengan perlahan. Fang Ruo Ke sudah mengerti. Wanita itu kalah karena tidak dapat membuat A Xing mengeluarkan ekspresi wajah seperti itu.
“Bai Qian Xun sangat kuat. Dia tidak akan pernah menunjukkan sisi lemahnya. Dia terlihat begitu pintar, tapi sebenarnya kemampuan hidup sehari-harinya sangatlah buruk dan berantakan…
“Kemampuan memasaknya membuat orang lain ingin menangis. Mie saja bisa dimasaknya sampai begitu lembek. Wanita itu mempunyai sepasang tangan yang bernilai lima miliar, bisa mengangkat pisau bedah dengan begitu mudah dan tepat, tetapi menggoreng satu buah telur saja, masih beruntung jika hanya sekedar gosong. Kenyataannya, bisa-bisanya kulit telurnya masih ada di telur dadar itu.
“Aku menyukai saat-saat dirinya sedang memakan masakanku. Ekspresinya yang begitu puas itu, seakan-akan aku adalah koki restoran bintang lima yang terkenal.”
Dia memasak untuk Bai Qian Xun?
Sungguh menarik. Selama ini Ruo Ke mengira pria itu alergi terhadap dapur.
“Aku hanya membuatkannya the merah rasa lemon, dia meminumnya seakan-akan sedang meminum air suci.”
Ternyata karena Bai Qian Xun-lah pria itu menjadikan the merah rasa lemon yang begitu tidak enak itu sebagai selera lambungnya.
“Dia Cuma bisa menaruh uang di bank untuk di tabung. Itu adalah cara investasi yang paling buruk. Aku ingin mengajarinya tapi dia sampai mati pun tidak mau belajar. Aku sampai perlu menipu total yang yang kugunakan untuk belajar sayur-mayur yang diberikannya padaku, agar dapat membantunya mengelola investasi.”
Aku memohan pada pria itu entah sampai berapa kali saja, dia tidak pernah mau mengajariku cara melakukan investasi. Namun, demi Bai Qian Xun dia malah sampai memalsukan total belanja sayur-mayur yang diberikan wanita itu??
Bukankankah itu berarti aku sudah kalah telak?
A Xing bener-bener nggak waras. Meskipun dia nggak suka Ruo Ke, bagaimana bisa seorang pria memuji mantan pacarnya di depan wajah istrinya? Meskipun suka Bai Qian Xun, kenapa harus to the point?
Btw, itu masih ada lanjutannya, masa aku harus ketik semua tulisan di 3 halaman buku? Hehe. Serasa nulis cerpen 😀
Baca review A Dandelion Wish ya!
Cara mengikuti Scene on Three:
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).
Advertisements

2 thoughts on “Scene On Three #2

  1. Betul itu si A Xing keterlaluan *keplak A Xing*

    Eh tapi bisa juga sih A Xing cuma pengen nge-tes apakah Ruo Ke cemburu atau ga kalau dia memuji-muji Bai Qian Xun kayak gitu, huehehehe 😀

  2. Eh, buset, ternyata yg dipuji itu mantan pacarnya, di depan istrinya?! Kaget pas baca keterangannya, soalnya sama sekali blm tahu bukunya.
    Btw, aku juga pernah kehilangan draft post, nyebelin memang.

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s