[Book Review] A Dandelion Wish

A Dandelion Wish
Judul: A Dandelion Wish
Penulis: Xi Zhi
Genre: Drama, Romance
Penerbit: Haru
Terbit: 2014
Tebal: 346 hlm.
ISBN: 978-602-7742-34-5

Pria itu pasti sudah gila. 

Orang normal tidak akan duduk di atas kap mobil orang yang tak ia kenal dan menyanyikan lagu blues di tengah badai topan.

Dokter Bai Qian Xun yang sedang lelah karena baru mengoperasi sekumpulan remaja gila yang kecelakaan di hari hujan disertai badai topan kaget melihat seorang pria asing duduk dengan santai di atas kap mobil toyota abu-abunya sambil menyanyikan lagu blues. Yang lebih menjengkelkan lagi, pria itu meminta Dokter Bai untuk menampungnya malam itu.
      “Aku… tidak punya tempat untuk dituju…”
      Sangat lama. Bai Qian Xun menungu jawaban dari pria itu dengan sangat lama. Hampir dia mengira bahwa pria itu mungkin tidak bisa bersuara. Namun, setelah sekian lama, pria itu akhirnya bicara juga.
      “Apa dimukaku terpampang tulisan Chun Feng Tour And Travel?”
Pada awalnya Dokter Bai menolak mentah-mentah untuk menampung pria itu. Dokter yang terkenal sebagai manusia robot yang selalu memasang wajah dingin itu akhirnya tergerak hatinya dan mengeluarkan welas asihnya untuk menampung pria gila itu. Pada awalnya, Bai Qian Xun hanya berniat untuk menampung pria itu satu malam saja. Lalu satu malam berlanjut hingga malam-malam berikutnya. Pria itu setuju untuk menjadi pembantu dan pemasak untuk Bai Qian Xun.
Pria misterius itu kemudian memperkenalkan namanya sebagai Cheng Feng. Pria yang kemudian membuat hati dingin Qian Xun meleleh juga. Yang tentunya hal ini ditentang habis-habisan oleh ibu dari Dokter Bai. Mana ada wanita yang memelihara pria?
Lalu, pada akhirnya kebahagiaan Bai Qian Xun tidak bertahan lama. Pria itu ternyata hilang ingatan, dan parahnya, pria itu ternyata sudah memiliki tunangan yang merupakan teman sepermainan pria itu sejak kecil dan akan menikah!
Bai Qian Xun tidak mendengarkan Xin He Qin. Dia hanya mendengar bahwa Cheng Feng yang dikenalnya sudah berganti nama. Berganti nama menjadi Ou Yang Xing.
Cheng Feng sudah mau menikah, pria itu bukan seorang pengangguran, bukan seorang juru masak, tetapi adalah bos di belakang restoran ternama yang sudah memiliki tujuh ratusan cabang yang tersebar di seluruh dunia.
Lalu, siapa yang akan Cheng Feng (Yang Xing) pilih? Ruo Ke yang merupakan teman masa kecil yang sudah ia kenal selama 20 tahun atau dokter Bai Qian Xin yang tidak bisa mengurus diri sendiri tapi memiliki tangan seharga 5 miliar yang baru dikenalnya selama 2 bulan?

A Dandelion Wish bercerita tentang seorang wanita jenius ber-IQ 183 yang telah menjadi dokter spesialis bedah jantung di umur 27 tahun. Dokter ini dikenal dengan nama Bai Qian Xun, atau dokter robot.
Komentar aku yang pertama adalah: Masalah IQ yang dimiliki oleh dokter Bai
IQ 183 itu sangatlah tinggi! Bahkan Einsten pun hanya 160-an. Masalahnya, penulis mulai menggambarkan bahwa Qian Xun tidak pandai merawat diri, hanya pandai mengoperasi pasien dengan tangan berharga 5 miliyarnya itu. Bai Qian Xun juga tidak pandai memasak, memasak mie saja sangat lembek. Bagaimana bisa orang ber-IQ setinggi itu tidak pandai merawat diri dan tidak BELAJAR cara memasak?
Warna kuning pada covernya bener-bener NOT MY CUP OF TEA. Meskipun kuning muda, seperti warna kuning pastel. Tapi, yang jelas kuning itu nggak banget buat aku. Fyi, buku ini ku pinjam dari kawan 🙂
Konfik pada buku ini tidak begitu berat, dan yah… KLISE. Selalu ada orang ketiga. Masalahnya, Bai Qian Xun itu si pihak ketiga atau Ruo Ke?
Ide cerita ini sangat unik, dan yang paling penting: nggak mainstream! Um…. sedikit sih, perihal Yang Xing dengan Ruo Ke yang merupakan teman sejak lama, tapi ini nggak bisa di bilang ‘sahabat-jadi-cinta’ karena cuma Ruo Ke yang cinta sama A Xing sejak dulu dan selalu ‘memenjarakan’ A Xing agar selalu di sampingnya. Selfish!
Karena di ceritakan dari POV orang ke-3, alurnya maju. Nggak ada Flashback. Alasan kenapa A Xing bisa hilang ingatan pun diceritakan oleh orang lain. Bukan melalui Flashback yang dialami A Xing.
Karakter yang digambarkan tidak terlalu kuat, banyak pihak yang hanya dianggap angin lalu. Seperti ayah dokter Bai yang nggak diceritakan secara detail, namanya pun tidak diketahui! Yang aku tahu hanya: Marganya pasti Bai.
Tentu saja buku ini merupakan buku karya penulis mandarin pertama yang aku baca, Xi Zhi.
Overall, meskipun ditulis dari POV ke-3, aku dapat merasakan ketegangan dan suasana di dalam cerita ini. Penulis benar-benar pandai dalam menyertai konflik dalam cerita. Konflik yang tidak terlalu keras, tetapi menambah ‘keseruan’ dalam cerita. Ide ceritanya juga sangat fresh. Nggak klise. Meskipun novel terjemahan, terjemahannya benar-benar memberi rasa puas pada pembaca. Nggak kaku sama sekali. Proposional. Klimaks dalam cerita juga dapat diselesaikan dengan baik. Buku ini direkomendasikan untuk para pelajar yang baru selesai US, melepaskan penat dengan cerita yang easy.

Ratings: 4.5 of 5 stars

Advertisements

2 thoughts on “[Book Review] A Dandelion Wish

  1. Pingback: Scene On Three #2 | StarKing's Library

  2. Pingback: [Wrap-Up] New Author Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s