[Book Review] Omen #6: Sang Penghianat

23261061

Judul: Sang Pengkhianat
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia
Terbit: 2014
Tebal: 472 pages
ISBN: 9786020309002
File 6 : Kasus Penjahit Manusia dengan Korban Atlet-Atlet Unggulan Pekan Olahraga

Tertuduh : Kami. Yep, kalian tidak salah baca. Kami-kami yang seharusnya menyelidiki kasus ini malah menjadi tertuduh lantaran ada beberapa saksi yang mengatakan mereka melihat kami di tempat kejadian. Tentu saja kami tidak sudi pasrah dengan situasi ini dan bertekad untuk menyelidikinya. Kecurigaan kami jatuh pada dua cewek paling jahat di sekolah kami: Nikki dan Eliza. Tambahan lagi, kini mereka mendapat bantuan dari Damian Erlangga sang pangeran iblis, serta mantan sobat kami yang kini menjadi musuh bebuyutan kami: Erika Guruh.

Fakta-fakta : Pada hari-hari menjelang Pekan Olahraga, atlet badminton unggulan sekolah kami ditemukan di lapangan badminton dalam kondisi tidak sadar dengan mata, mulut, dan anggota badan terjahit rapat. Saksi mata berupa sahabat korban mengatakan dia melihat Rima berkeliaran di dekat lapangan pada saat kejadian. Di siang hari, pada hari yang sama, kapten tim futsal ditemukan mengalami kejadian tragis yang sama, dan kali ini orang-orang melihat Putri Badai melarikan diri dari tempat kejadian. Keesokan harinya ada “tips tepercaya” yang mengatakan Aya akan melakukan kejahatan berikutnya, dan sebelum kami sempat melakukan sesuatu Aya sudah ditahan polisi.

Misi kami : Menemukan pelaku sebenarnya sebelum kami dihukum untuk perbuatan yang tidak kami lakukan.

Penyidik kasus,
Valeria Guntur, Rima Hujan, Putri Badai, dan Aria Topan

REVIEW:

Membaca buku karya Lexie Xu selalu menyenangkan. Mengingatkanku pada Tuan Holmes dan detektif Strike. Tentu saja, kasus-kasus mereka lebih berat dan membutuhkan banyak halaman.
Kembali lagi pada buku ini. Buku ke 6 dari Omen Series membahas tentang penyiksaan dengan cara menjahit beberapa bagian tubuh korban. Korban yang dituju tidak sembarang. Pada dasarnya, orang-orang yang menjadi korban merupakan atlit unggulan dari masing-masing klub olahraga yang mengikuti Pekan Olahraga SMA Harapan Nusantara.
Perlu di ingatkan. Bagi para calon readers yang ingin membaca buku ini, aku sarankan untuk membaca dari buku pertama. Kenapa? Karena ada tokoh yang dijelaskan pada buku pertama. Lalu hiatus dan ‘kembali’ berperan pada buku ini. Namanya Eliza, adik kembarnya Erika.
Seperti yang di jelaskan pada sinopsis di atas. Yang tertuduh adalah Valeria, Rima, Putri, dan Aya. Padahal (jika di baca dari buku awal-berurut), mereka adalah orang-orang bersih. Mereka jugalah yang selalu membantu penyidikan kasus-kasus mengerikan di SMA Harapan Nusantara.
Salah satu hal yang paling sulit dibendung di dunia ini adalah Gosip
Jika aku menjadi murid SMA Harapan Nusantara, aku langsung keluar pada hari pertama!
Kenapa?
Karena SEDERETAN KEJADIAN BURUK selalu menimpa SMA Harapan Nusantara. Seperti di kutuk. Meskipun, sebenarnya karena siswa-siswi mereka banyak yang sakit.
Cerita tentang penyelidikan kasus selalu menarik. Apalagi saat proses intrograsi. Banyak alibi.
Tapi, meskipun kasus-kasus yang dibuat penulis dari buku pertama sampai terakhir selalu menarik, tapi nggak ‘cukup’ berat. Di lain sisi, aku ngerasa kalau penulis nggak cukup pengalaman untuk melakukan penggambaran suasana. Singkatnya, seringkali suasananya nggak ‘mencengkam’
Overall, meskipun buku ini cuma pinjeman dari teman. Aku selalu ngerasa bahwa penerbit membandrol harga terlalu tinggi untuk buku yang satu ini. Memang sih, buku ini tebel banget. Halamannya samapi 400-an. Tapi, kok harganya sampai 80ribuan ya? T_T

 

Ratings: 4 of 5 Stars

Advertisements

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s