Book Review: Kedai 1001 Mimpi

kedai 1001 mimpi

Judul: Kedai 1001 Mimpi
Penulis: Valiant Budi
Penerbit: Gagas Media
Terbit: 2011
Tebal: 444 hlm.
ISBN: 9797804976
"Kita ini konon pahlawan devisa. Tapi kalau mati, ya sudah, dianggap binatang saja."
"Saya datang buat mempertebal iman, bukan jadi mainan."
"Datang ke sini itu harus siap 'dijajah'. Baik jiwa maupun raga!"
"KAMU tidak perhatikan, banyak orang MATI karena terlalu BANYAK TAHU?!"

REVIEW&PLOT:

Kedai 1001 Mimpi ini ditulis penulis berdasarkan kisah nyata. Kisah yang dialami penulis tersebut sendiri. Kesempatan kerja di Arab Saudi yang di dapat penulis ternyata dapat membuat hidupnya penuh dengan drama.
Maka, penulis pun menuliskan perjalanan hidupnya saat bekerja manjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Arab Saudi.
Ekspetasi penulis berbeda jauh dengan realiti yang terjadi di lingkungan sekitar tempatnya bekerja. Arab terkenal dengan tanah kelahiran Nabi Muhammad, semua islam menunaikan ibadah haji di sana. Arab adalah tempat yang suci. Tapi, dengan buku ini aku menyadari suatu hal: Tempat yang suci tidak dapat menjamin orangnya juga suci.
Seperti di Indonesia, di Arab juga memiliki kebijakan ini:
Peraturan di buat untuk dilanggar
Bedanya, kalau di Arab, yang boleh melanggar aturan hanya warga negara Arab, kalau sebatas TKW, DILARANG!
      “Maaf, kami belum buka dan Anda merokok di wilayah antirokok!” Aku menyodorkan asbak darurat sambil menunjuk tanda larangan merokok yang jelas-jelas nongkrong di meja.
      Bapak beruban itu menatapku dengan senyuman santai dikebun petai. “Tak perlu khawatir. Ini negara saya,”
Di kota tempat vibi bekerja (aku lupa namanya), yang pasti, sebuah kota di Arab menanamkan kebijakan bahwa pria dan wanita yang bukan muhrim dilarang berjalan bersama apalagi bergandeng tangan. Maka, banyak sepasang kekasih yang bersembunyi pacaran dan melakukan hal mesum di Kafe tempat penulis bekerja. Berkedok sebagai saudara (kebanyakan). Mereka juga selalu mencari kenalan melalui bluetooth (Tahun itu masih belum se canggih tahun ini). Juga, nama-nama di kontak ponsel orang Saudi tidak bisa dipercaya, karena mereka selalu mengubah nama wanita dengan nama pria.
Ada banyak hal yang masih belum bisa aku percaya. Seperti banyaknya TKW yang dipaksa untuk melayani majikannya, seorang pria yang dengan tidak malunya memamerkan ‘anu’nya.
Sebelum di buat menjadi buku, penulis juga selalu menuliskan cerita nya di blognya. Sialnya, seperti aku, banyak orang yang nggak percaya dengan apa yang dipaparkan penulis, bedanya, mereka mencaci maki penulis dan aku tidak.
Overall, buku ini sangat membantu aku dalam memberantas rasa bosanku di waktu renggang. Meskipun ada beberapa hal yang tergolong ‘impossible’, aku selalu mencoba untuk memercayai apa yang dipaparkan penulis pada buku ini. Karena penulis menyertakan beberapa gambar makanan dan view yang ia temui di Saudi. Itu semua menambah point ‘kepercayaan’ku.
Tidak lupa untuk mengkritik tentang Typo. Sangat banyak Typo yang saya temui di dalam buku ini. Catat: Banyak.

Ratings: 4 of 5 Stars

Advertisements

One thought on “Book Review: Kedai 1001 Mimpi

  1. Pingback: September Wrap Up & Books Haul | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s