Book Review: Heart Quay

18160716

Judul: Heart Quay
Penulis: Putu Felisia
Penerbit: Gramedia
Terbit: Juli 2013
Tebal: 248hlm.
ISBN: 978-979-22-9762-1
“Apakah pernah berpacaran, sehingga berhak meminta putus? Apakah pernah memiliki sehingga berhak merasa kehilangan?”
Kalimat yang terucap dengan mantap dan jelas dari mulut Zoya itu menggoreskan kepedihan bagi Elang Angkasa. Menghancurkan dua hati yang pernah menyimpan rasa.
Zoya berharap semua kenangan pahitnya bersama Elang bisa pudar seiring waktu. Namun kenyataan berkata lain. Bahkan ketika jarak semakin jauh dan tahun-tahun berlalu… bahkan ketika Elang memutuskan untuk menikah dengan Tiara, sahabatnya sendiri.
Dalam perjalanan ke Singapura menuju pernikahan Elang dan Tiara, Zoya bertemu Kenneth Yang, laki-laki menyebalkan yang skeptis dan lebih akrab dengan gadget daripada manusia. Dari lelaki yang menyebalkan, Kenneth berubah menjadi lelaki yang penuh perhatian pada saat terapuh Zoya dan menumbuhkan kepercayaan gadis itu kembali akan cinta.
Di Marina Bay Sands, patahan hati, lipatan kenangan, kebencian dan rindu, semua terungkap. Ketika setiap hati akhirnya harus mengambil pilihan sulit, apakah bisa mereka mengosongkan hati dan membuka kesempatan untuk cinta yang baru?

REVIEW:

Zoya Rafika. Gadis yang  membentengi dirinya dari cinta.
Elang Angkasa. Laki-laki yang ditinggalkan oleh cinta.
Awalnya, mereka terlibat di dalam hubungan percintaan masa SMA yang tidak jelas statusnya, entah pacaran atau tidak. Yang jelas, pihak Elang memaksa pihak Zoya untuk terlibat dalam sebuah hubungan yang tidak dapat dikatakan sebagai hubungan pacaran. Bahkan Zoya mengajukan dua syarat untuk dipatuhi saat mereka berhubungan satu sama lain.
      “Aku tidak ingin kau menggunakan nama keluargamu. Kekuasaan keluargamu. Harta keluargamu. Untuk menguasai aku. Atau sengaja meraju. Itu syarat pertamaku,” Zoya berkata tegas, matanya seolah tak pernah lepas dari Elang, menunjukkan bahwa dia tidak takut pada intimidasi pemuda itu.
      “Apakah kau setuju?”
     Elang tertawa, tapi dia menganguk.
      “Kedua, jika nanti aku atau kau menemukan alasan untuk pergi, tidak ada yang menghalangi,” nada suara Zoya semakin dingin. Sekilas rasa takut sempat terlintas dalam benak Elang. Gadis ini terlalu berani. Bagai sebilah pisau yang tajam. Suatu saat nanti pasti akan melukai.
Tiara juga sudah memperingati Zoya agar Zoya jangan dekat-dekat dengan Elang karena Elang membawa pengaruh negatif pada Zoya. Padahal, pada akhirnya Tiara sendiri yang membohongi perasaannya, sebenarnya ia juga suka dengan Elang.
Seperti cerita-cerita mainstrem lainnya, Elang digambarkan sebagai tipikal badboy yang suka tawuran tapi memiliki wajah yang tampan, dan juga kaya. Berbanding terbalik dengan Zoya yang tipikal cewek baik-baik, tidak populer, dan miskin.
Dan tentu saja, hubungan Elang dan Zoya dirahasiakan, bahasa gaulnya tuh: BackStreet. Karena Elang tahu,  bahwa keluarganya tidak akan menyetujui hubungan mereka. Melihat bahwa latar belakang Zoya yang lumayan kelam. Ayahnya lebih memilih perempuan lain dan meninggalkan ibunya, abangnya adalah seorang pecandu narkoba.
Juga ada tokoh-tokoh sampingan yang tidak lain tidak bukan adalah para sahabat Zoya, Tiara sitipikal cewek populer, dan Santi.
Cerita ini diawali dengan surat undangan pernikahan Elang dan Tiara yang diadakan di Singapore.
     “Kami akan menikah di Singapura,” Tiara berkata gembira, “Supaya seluruh keluarga besar bisa menghadiri pernikahaan itu. Dan aku ingin sekali kalian berdua hadir memberikan selamat.”
      Tiara sengaja datang ke Bali hanya untuk mengatakan hal ini. Laki-laki itu laki-laki yang sangat istimewa. Tiara sering menceritakannya dengan antusias.  Bahwa dia berbeda dari semua laki-laki yang sebelumnnya dikenal Tiara.
      Santi langsung bertepuk tangan dengan gembira. Tiara menarik kedua tangan sahabat-sahabatnya, lalu mengajak mereka membentuk lingkaran dan melompat berputar-putar. Sungguh riang dan senang.
      “Friends are forever, kan?” Kata Tiara saat itu, “Karena itu aku mohon kalian mau hadir untuk mendoakan aku dan Elang.”
Tentu saja, baik Tiara maupun Santi tidak ada yang mengetahui kenangan yang pernah dibentuk Zoya dan Elang saat itu. Awalnya, tidak ada yang mengetahui hubungan mereka, sampai hubungan mereka tercium oleh kedua orangtua Elang. Dan… selanjutnya… bisa ditebak. Ayah Elang memaksa Zoya untuk meninggalkan Elang.
Penulis yang tidka tega untuk menelantarkan hati Zoya menghadirkan sebuah tokoh yang mampu menggantikan Elang, dia adalah Kenneth Yang.
Ken nama panggilannya.
Kasus yang menimpa Ken sama dengan kasus yang menimpa Zoya, perbedaannya terletak di keberadaan mantan pacar mereka.
Mantan pacar Ken meninggal dunia. Dan Ken sangat terpuruk. Ken yakin, ia tidak bisa menemukan wanita yang seperti mantan pacarnya itu, sampai suatu saat di pesawat, Ken bertemu dengan Zoya dengan segala ketertarikannya pada gadis itu.
~
Aku beli buku ini karena ‘harus’, kenapa?
Karena kemaren, aku jalan-jalan ke toko buku PAPER CLIP dan nggak menemukan buku karya author Indonesia yang menarik perhatianku, sampai tibalah mataku pada buku ini karena covernya yang cantik dan juga embel-embel JUARA 3 lomba penulisan AMORE. Aku mengatakan ‘harus’ karena: kalo masuk ke toko buku harus membeli minimal 2 buku, kalo enggak rugi banget, ditambah ditraktir orang tua saat itu. (Bukan sombong atau apalah yah hehe~)
Setting waktu pada cerita ini sangat dominan pada negara Singapura, meski sedikit kecewa karena penulis tidak begitu ahli dalam penggambaran tempat maupun suasana, aku merasa seperti ada yang kurang, penulis lebih menfokuskan pada konflik utama para tokoh tanpa embel-embel setting yang sempurna, settingnya sangat sederhana. Hanya beberapa kali penulis mengatakan “Marina Bay” itu pun tidak di gambarkan betapa mewahnya Marina Bay singapura itu.
Penulis menuliskan buku ini berdasarkan sudut pandang penulis sendiri.
Plotnya maju-mundur. Membuat para pembaca selalu menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya dan apa yang terjadi sebelumnya. Hanya saja, penulis menempatkan plot yang maju dan mundur pada satu bab yang sama atau tanpa pembatas pengenal sama sekali. Itu semua membuat saya sedikit bingung dan untungnya paham dengan semua plot yang dijabarkan.
Bicara soal tokoh favorit, Ken sukses mengambil hati aku dengan segala kepeduliannya terhadap Zoya.
Bicara soal tokoh yang aku benci, sudah pasti ELANG! Padahal pada awalnya, aku lebih setuju Elang sama Zoya, Elang juga tipikal badboy yang baik pada kekasihnya. Rasa ‘suka’ku pada Elang memudar saat aku tiba di pertengahan halaman novel. Disaat perasaan-perasaan Elang yang mulai terdefinisi, entah cinta atau karena harga diri.
 Sekedar curhat ya, aku nggak pernah kepikiran untuk membeli buku ini atau sekedar menempatkan buku ini ke Wishlist-ku. Dan… Aku juga nggak nyangka kalau rating buku ini di GoodReads sangat rendah! Bayangkan! Hanya 2,98! Tapi, entah kenapa, terlepas dari segala keburukan dan rating yang rendah pada buku ini, aku tetap menikmati buku ini. Memang sih, buku ini banyak DERAMA-nya.
Overall, aku sangat menikmati buku ini. Penulis sukses membuat aku tersedot ke dalam cerita ini dan merasakan pedihnya hidup menjadi seorang Zoya. Bayangkan, aku membaca buku ini dalam waktu yang sangat singkat, hanya kurang lebih 3 jam, dalam sekali duduk. Buku ini juga merupakan buku pertama karya Putu Felisia yang aku baca 🙂

 

Ratings: 4 of 5 Stars

Advertisements

4 thoughts on “Book Review: Heart Quay

  1. Pingback: September Wrap Up & Books Haul | StarKing's Library

  2. Pingback: [Wrap-Up] New Author Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

  3. Pingback: [Book Review] Mahogany Hills | StarKing's Library

  4. Pingback: [WRAP-UP] Indonesian Romance Reading Challenge | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s