Book Review: CasaBlanca

22033520

 

Judul: CasaBlanca
Penulis: Dahlian
Penerbit: GagasMedia
Terbit: 2014
Tebal: 336 hlm.
ISBN: 9797807126

 

Pembaca tersayang,

Ambil petamu dan bentangkanlah. Dahlian, penulis “Promises Promises” dan “Andai Kau Tahu”, akan mengajak kita berkunjung ke Casablanca, salah satu kota eksotis di Maroko.

Temui Vanda di lobi sebuah hotel. Dia bimbang dengan rencana pernikahannya dan ingin menenangkan diri, jauh dari Jakarta. Pertemuan berkali-kali dengan seorang pria Indonesia bernama Laz mengganggu pelariannya. Namun, kegigihan pendekatan Laz membuat Vanda luluh, dan memberinya kesempatan untuk sekadar berteman.

Di tengah-tengah itu, sang tunangan datang dan mendesaknya pulang. Keadaan semakin genting ketika Laz mendadak muncul di antara mereka berdua. Vanda harus segera mengambil keputusan. Di manakah hatinya tak lagi bimbang; pulang ataukah tetap berada di kota yang diam-diam memberinya hangat dalam bincang akrab?

Setiap tempat punya cerita. Dihembus aroma angin Mediterania, ada rahasia yang segera terkuak.

Enjoy the journey,


Editor

REVIEW&PLOT:

Seperti yang editor katakan, ini ceria tentang kebimbangan, juga penyesalan.
Ditengah persiapan pernikahannya, Vanda dilanda kebimbangan. Jika menurut orang lain ia bimbang karena seperti pengantin umumnya yang juga merasa bimbang dan resah, Vanda kebalikannya. Ia bimbang karena ia rasa ia ragu untuk menikahi tunangannya, Rommy. Maka, Vanda pun memutuskan untuk menenangkan diri ke kota yang jauh dari Indonesia. Kota yang menjadi destinasi Vanda kali ini adalah Casablanca, sebuah kota paling eksotik di Maroko. Vanda memilih kota ini sebagai tempat peristrirahatannya karena ia terinspirasi dari film Hollywood kesukaannya yang judulnya juga ‘Casablanca’.
Disisi lain, ada Lazuardi yang dipanggil Laz. Laz selalu menggangu Vanda ditengah peristirahatannya, dan hal itu membuat Vanda kesal, belum lagi Laz selalu mengusik ketenangan Vanda dan selalu muncul dimana-mana. Sampai-sampai Vanda menjuluki Laz sebagai ulat bulu.
Kegigihan Laz mendekati Vanda membuat Vanda akhirnya luluh juga. Disisi lain, Laz juga sempat beberapa kali menyelamatkan Vanda.
Laz juga merupakan orang Indonesia yang sudah sering ke Maroko karena pacar Laz orang Maroko. Tapi, berbanding terbalik dengan Vanda yang meninggalkan tunangannya, Laz malah ditinggal menikah oleh pacarnya.
Pada pertengahan buku, hubungan Laz dan Vanda sudah membaik. Dan itu membuat mereka bertambah dekat. Sampai-sampai Vanda tidak bisa menjaga hatinya dan jatuh cinta pada Laz.
Masalah di persulit saat tunangannya, Rommy datang menjemput Vanda ke kota Casablanca! Rommy menanyakan kepastian Vanda, ditambah Laz yang selalu membujuk Vanda untuk membatalkan pernikahannya! Jadi, pada akhirnya, apakah Vanda akan membatalkan pernikahannya?
Aku sedikit terkejut dengan masa lalu Laz. Ternyata Laz sudah mengenal Vanda di masa lalu dan menyimpan dendam terhadap perempuan itu, hanya saja, Vanda tidak mengingat Laz. Dan hal ini membuat Laz lebih gampang melaksanakan pembalasannya.
Aku selalu menyukai karya-karya Dahlian, meskipun karya-karya Dahlian cenderung ke-sinteron-an. Konfliknya juga sudah mainstream. Sejauh ini, aku telah membaca 3 buku Dahlian. Promises-promises, Andai Kau Tahu, dan Casablanca ini. Buku Dahlain yang menjadi favorit aku adalah Promises-promises, buku ini masih belum bisa menggeser Promises-promises dari List Favorit aku.
Kenapa? Mari kita bahas!
https://i2.wp.com/cheria-maros.com/wp-content/uploads/2014/06/casablanca-morocco-mosque.jpg
Entah kenapa, saya merasa buku ini ditulis secara cepat dan penulis seperti mengejar deadline. Soalnya, Feel dari buku ini kurang saya dapatkan. Kota Casablanca yang menjadi setting dari buku ini nggak berdampak apa-apa pada kemanisan cerita ini. Yang saya harapkan, setting kota Casablanca dapat menambahkan keromantisan buku ini, nyatanya, lebih banyak kesialan yang menimpa Vanda daripada keromantisan antara Vanda dan Laz. Tapi, saya akan memberikan satu jempol untuk penulis yang sukses menggambarkan keindahan dan kuliner-kuliner yang terdapat di kota Casablanca. Penggambaran penulis tentang itu semua sangat jelas.
Buku ini di tulis dari sudut pandang orang ke 3, seperti semua buku yang telah ditulis oleh penulis. Jujur saja, saya akan menambahkan poin plus jika penulis menceritakan buku ini dari sudut pandang orang pertama atau pergantian sudut pandang tiap babnya. Karena jarang ada penulis yang sukses membubuhkan cerita dari sudut pandang oeang pertama. Karena, penulisan dari sudut pandang orang pertama lebih sulit. Penulis harus benar-benar ikut terhanyut dan memahami setiap karakternya dengan cermat.
Overall, saya ‘cukup’ menikmati buku ini. Meskipun sempet stuck di pertengahan dan beralih ke buku lain, akhirnya saya tetap menyelesaikan buku ini dan membuat sukses membuat review pada hari ini. Direkomendasikan untuk pembaca yang ingin mengetahui seluk beluk kota Casablanca.

 

Ratings: 3 of 5 Stars.

Advertisements

3 thoughts on “Book Review: CasaBlanca

  1. Pingback: [WRAP-UP] Indonesian Romance Reading Challenge | StarKing's Library

  2. Pingback: [Playing Around with Romance] Top Romantic Cities from Books | StarKing's Library

  3. Pingback: [Special Post] Selamat Hari Buku Nasional! | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s