Book Review: The Devil Who Tamed Her

301818
Judul: The Devil Who Tamed Her
Penulis: Johanna Lindsey
Penerbit: GagasMedia (Ind. Ver)
Terbit: 2009
Tebal: 538 Hlm.
ISBN: 979-780-366

REVIEW&PLOT:

Ophelia Reid adalah wanita yang paling cantik dan juga menjadi wanita yang paling dibenci di Inggris. Karena Ophelia dikenal sebagai penggosip, penyebar rumor kebohongan, dan juga pembohong.
Sebagai wanita yang memiliki kecantikan luar biasa, maka tidak aneh bagi Ophelia jika setiap bulannya ia menerima banyak sekali surat lamaran.
Ophelia tidak memiliki teman–sebenarnya ada, tapi ia tidak mengangapnya sebagai teman, karena mereka hanya menempel pada Ophelia dan berharap mendapat seorang suami yang bergelar Duke karena kepopuleran Ophelia. Maka dari itu, Ophelia selalu berbohong pada orang yang tidak ia anggap teman.
Karena kecantikan putrinya, ayah Ophelia juga tak gencar-gencarnya berburu suami yang kaya untuk Ophelia, anaknya. Maka ayah Ophelia pun men-tunangkan anaknya dengan Duncan, yang sebenarnya mencintai wanita lain, Sabrina. Sayangnya, pertunangan itu tidak berjalan mulus, Ophelia mengakhiri pertunangannya dengan Duncan.
Dan hal itu membuat Raphel marah, karena Ophelia secara tidak langsung mempermalukan keluarga Duncan yang notabenenya adalah sahabat Raphel. Raphel sendiri juga benci Ophelia karena sikapnya yang egois itu.
Maka Raphel memutuskan untuk memberi pelajaran tersendiri pada sang lady tak berperasaan itu.
Raphel pun mengajak Duncan bertaruh. Taruhannya adalah ‘menjinakkan Ophelia’ dalam artian lain: mengubah sikap Ophelia.
Raphel menaikkan sebelah alisnya “Benarkah? Yah, inilah yang terjadi, Sayangku. Kita akan mengubahmu menjadi wanita yang baik dan ramah, yang akan membuat orang-orang senang berada di dekatmu. Dan, kesediaan mereka menemaniu sama sekali tidak ada hubungannya dengan kecantikanmu yang mengagumkan, tapi semua itu karena mereka melihat betapa manis dan baiknya dirimu. Ketika kau bisa meyakinkan aku bahwa rencana kita itu berhasil, baru aku akan membawamu pulang.”
Apakah manusia bisa berubah?
Dapatkah Raphel menjinakkan sang lady?
“Aku, kan, sudah memperingatkanmu bahwa aku tidak memiliki kesabaran. Itu adalah salah satu kekuranganku, yang tidak ragu kuakui. Aku tidak memiliki kesabaran atau apa pun namanya.” – Ophelia.
Maka, untuk menjalankan misinya itu, Raphel mengasingkan sang lady ke sudut terasing di Northumberland. Bersama bibinya, Esmeralda, Raphel mengajarkan Ophelia tentang nilai-nilai penting yang seharusnya dimiliki seorang lady.
Berada di sebuah tempat asing bersama Ophelia, Raphel ternyata tak cukup kebal untuk menghindari kecantikan yang dimiliki Ophelia.
Apakah ini cinta?
Saya rasa penulis sedikit berlebihan dalam penggambaran karakter Ophelia, kenapa?
Penulis menggambarkan bahwa Ophelia memiliki cantik yang sungguh luar biasa, pokoknya cantik banget.
Dan bukannya cantik itu relatif?
Saya membaca buku ini dalam versi Indonesia yang diterbitkan oleh GagasMedia, dan saya kecewa. Saya menemukan banyak sekali typo dalam buku ini. Catat. Banyak.
Saya tidak akan membahas bagaimana cara penulisan penulis sendiri, karena buku ini telah diterjemahkan. Maka, saya akan membahas tentang sudut pandang. Sudut pandang yang digunakan adalah dari sudut pandang orang ketiga.
Buku ini merupakan buku ke 2 dari seri Reid Family. Judul pertamanya dalah The Heir, yang terbit tahun 2000. Sedangkan buku ini terbit tahun 2007. 7 tahun untuk menulis sekuel? Lama ya? The Heir sendiri menceritakan tentang Duncan dan Sabrina.
Jujur saja, saya tidak suka pada Ophelia, pada awalnya. Dan berubah menjadi, saya suka Ophelia. Ia berbohong karena memiliki maksud tertentu. Tidak jahat tentunya. Ia hanya membangun perisai untuk dirinya.
Lalu, Raphel, saya kurang suka dengan tokoh Raphel disini. Kenapa?
Karena Raphel itu kan.. ‘suka, tapi nggak suka.’
ngerti nggak? Dia suka sama Pheli, tapi dia nggak mau ngungkapin.
OMG, disini juga banyak adegan dewasanya, maklum lah ya, novel luar.
Saya suka dengan jalan ceritanya, meskipun mengalir tidak cepat, cenderung lambat.
Konflik yang diciptakan penulis disela-sela percakapan antara Ophelia-Raphel menambah bumbu kemanisan pada kedua pasangan ini.
Ini pertama kalinya saya membaca buku karya Johanna Lindsey, dan saya ingin mengatakan. Dia penulis yang pandai membuat cerita romance, membuat plot yang tidak bosan meskipun agak lambat.
Saya merekomendasikan buku ini pada kalian yang menyukai Historical-Romance!
Overall, meskipun saya menikmati buku ini, saya hanya bisa kasih 3,5 bintang saja. Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam proses pengeditan. Juga, kualitas kertas yang digunakan sangat buruk.

 

Ratings: 3,5 of 5 Stars

Advertisements

2 thoughts on “Book Review: The Devil Who Tamed Her

  1. Pingback: [Wrap-Up] New Author Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

  2. Pingback: JUNE Wrap-Up | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s