Book Review: Guilty Pleasure

21942347

Judul: Guilty Pleasure
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia
Terbit: 2014
Tebal: 410 hlm.
ISBN: 979-780-713-4

 

BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA.
MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI.
Dear pembaca,
Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini cara paling pas untuk mempertemukan Julien dan Devika, mengingat keduanya berasal dari dua dunia yang sama sekali berbeda.
Guilty Pleasure adalah sebuah cerita cinta, yang tentu saja terasa sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumitnya hubungan percintaan di dunia nyata. Novel ini bercerita tentang keraguan; bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?
Bolehkah aku bertanya sekarang, apakah bacaan yang seperti ini yang sedang kamu cari? Kalau benar begitu, aku bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa…
selamat jatuh cinta.
CHRISTIAN SIMAMORA

 

REVIEW&PLOT:

Ya, seperti yang di katakan penulis, cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan.
Devika Kirnandita, yang mendapatkan julukan TV Bitch karena peran jahat yang selalu diperankan di setiap sinetron-sinetron mengalami hari yang benar-benar sial: menabrak bumper (bagian belakang) sebuah mobil dan Americano (ceritanya, si Dev lagi nyetir sambil minum kopi) -nya tumpah (uh, panas) dan mengenai paha Dev.
Dan di sini lah awal pertemuan Dev dengan Julien.
Penulis menggambarkan rambut Julien berwarna garam merica a.k.a mulai ubanan yang bikin gue Ill-Feel. Gawd.
FYI, Julien (nama panggilan: Jules) si tokoh utama itu udah kepala empat! Alias forty-something. Tua banget! Udah cocok jadi bapak dari anak yang udah remaja. Euw. Untung aja penulis menggambarkan bahwa Julien itu hawttt di umur senja nya ini (Lol). Dan hell-o, Julien masih single.
Cewek itu dinyatakan bersalah hanya sampai dia meneteskan air mata saja. Setelah itu, tak seorang pun yang bisa menghakiminya.
Yap, setelah kejadian tabrakan menabrak itu, Dev langsung pura-pura menangis. (dunno, itu pura-pura atau acting.)
Dan hari-hari mereka berlanjut dengan pertemuan-pertemuan. Terlepas dari aksi ‘pertanggungjawaban’ itu, Dev bertemu kembali dengan Julien di acara Pamela Ang yang juga merupakan saudara Julien.
 Bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?
It’s Julien. Which is, dia bukannya nggak bisa move-on dari Miranda, mantan tunangannya yang udah meninggal, tapi Jules nggak tahu caranya untuk ‘melupakan’ Miranda.
Julien sering banget nginap di apartemennya Dev, dan Dev nggak pernah sekalipun menginjakkan kaki di apartemen pacarnya itu.
Dev sudah berjalan sampai ke tengah-tengah ruang tamu, tersentak dengan apa yang dia lihat di sekelilingnya
Guess apa yang Dev lihat?
Disana-sini Dev melihat adanya artefak Miranda, Foto dan lukisan bergambar Miranda.
Singkatnya, Dev merasa (aku juga) kalau Jules masih belum Move-on dari mantannya itu.
“How could you do this to me?!” seru cewek itu lagi, suaranya terdengar sangat terluka. “Membuat aku harus bersaing dengan orang yang bahkan sudah nggak ada lagi di dunia ini?”
Kejadian “pertengkaran” itu membuat hubungan keduanya renggang, bisa dibilang putus hiatus. Dan itu membuat Dev kembali dekat dengan Heze, mantan pacarnya. Meskipun Dev tidak bisa menyangkal perasaannya yang masih mencintai Julien.
Pemeran sampingannya cukup banyak, meskipun banyak yang melenceng. Melenceng dari artianku adalah banyak yang ‘tidak normal’ alias Gay. Contohnya seperti manager Dev yang Gay bernama Ren.
So, pada akhirnya, bagaimana kisah ini tamat? Dan aku yakin, semua pembaca diluar sana pasti akan bisa menembak dengan siapa Dev pada akhirnya.
 “She’s just… amazing.” Julien berdeham. “Beautiful and amazing at the same time. Jadi, kalo lo bilang gue kelihatan gembira sekarang…- damn right, I’m so happy. I hit the jackpot, Man. I found her.”

Ill-Feel banget sama judul-judul FTV-nya si Dev seperti: Dendam Kesumat Kakak Ipar, d-l-l.
Gaya penulisan ChrisMo yang bikin aku sedikit bingung kali ini.
Seperti ei-bi-ji yang belakangan aku ketahui artinya adalah ABG
atau Amazing yang ditulis Ah-mazing.
Juga menemukan istilah-istilah yang ‘weird’ seputar kehidupan ke-Gay-an seperti Gesek Hore. 
Jujur aja, kurang suka dengan penulisan CS di sini, entah kenapa, (biasanya suka banget sama gaya penulisan CS). Alur, plot yang dibuat CS di sini kesannya itu seperti ngejar Deadline. (Dan aslinya CS menulis cerita ini dalam waktu 2 bulan aja, cepet kan?)
Ada adegan-adegan yang terlalu vulgar seperti adegan krim strawberry, Euw!
Saya juga ngerasa Julien itu pasif banget, malahan Dev yang aktif.
Untuk tokoh utama favorit aku dari seri J-Boyfriend ini, aku paling suka Jandro dari ALL YOU CAN EAT.  Dan paling nggak suka Julien karena itu loh… TUA banget!
Alur cerita dari bab satu itu menjanjikan banget yah, terbukti dari aku yang ‘curious’ untuk membaca bab selanjutnya.
Suka dengan karakter-karakter di sini, kuat sih penggambarannya. Tapi soal umur, umur devika berapa sih?
Covernya yang seperti cover-cover luar. Karena ciri-ciri cover luar itu nama pengarangnya lebih besar daripada judulnya (kebanyakan yang begini tuh penulis yang udah terkenal atau karya-karyanya sering masuk NewYork times Bestseller seperti Johanna Lindsey yah)
Overall, saya menikmati buku ini, (dilihat dari segi positifnya dan melupakan gaya penulisan). Ditambah mood baca yang lagi tinggi, saya memberi empat dari lima bintang untuk buku ini.
Advertisements

4 thoughts on “Book Review: Guilty Pleasure

  1. Pingback: JUNE Wrap-Up | StarKing's Library

  2. Pingback: [Master+Wrap Up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

  3. Pingback: #2 Book Haul: June 2014 | StarKing's Library

  4. Pingback: [WRAP-UP] Indonesian Romance Reading Challenge | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s