Book Review: Wishing Her To Die

wishing-her-to-die
Judul: Wishing Her To Die
Penulis: Jung Soo Hyun
Penerbit: Haru
Terbit: Maret 2014
Tebal: 410
ISBN: 9786027742307

 

Kepada Lee Min-ah.
Salam kenal. Aku Yoon Jae-hee. Meski sulit dipercaya, sekarang aku ada di dalam tubuhmu.


Jae-hee

Nasibku sungguh sial: pacarku meninggalkanku, aku tidak lulus audisi musikal, ditambah lagi aku mati ditabrak truk.
Tapi aku mendapat kesempatan untuk merasuki tubuh orang lain meskipun hanya sehari, dan aku mengambil kesempatan itu.


Boleh, kan? Hanya satu hari saja.


Min-ah

Orang pikir aku memiliki segalanya: karier sebagai pengacara di firma hukum raksasa Korea, kecantikan, dan kekayaan. Tapi, aku masih terikat dengan masa laluku. Aku harus menyelidiki semuanya sampai tuntas. 

Namun, kenapa aku membuang waktu mengikuti audisi musikal yang bahkan tak bisa kuingat? Ke mana ingatanku selama beberapa jam itu? Jae-hee? Siapa Jae-hee?

Kenapa sepertinya dia menginginkan tubuhku selamanya?

 

REVIEW&PLOT:

Tema yang sangat menarik. Ada dua jiwa dalam satu tubuh. Lee Min-ah dan Yoon Jae-hee.
Lee Min-ah adalah anak tunggal Lee Joo-seung, direktur firma hukum terbesar kedua di Korea. Sejak lahir, ia dianggap sebagai keberuntungan. Kepintaran dan suara indahnya mirip dengan sang ayah, sementara wajahnya yang sangat cantik ia dapatkan dari ibunya, Yoo Eun-hee yang dulunya seorang artis. Karena itulah, di umur 29 tahun yang masih muda ini, ia sangat cocok menjadi seorang mitra pengacara.
Bahkan, tak jarang ia membuat iri orang lain. Saat melihat Min-ah, pikiran pertama yang muncul di kepala orang lain adalah “dunia memang tak adil”. Kata-kata itu adalah 99,9% adalah rasa iri dan dengki dari semua orang, sedangkan 0,1% yang lain merupakan pujian terhadap kesempurnaannya.
Yoon Jae-hee adalah seorang wanita yang gendut. Sangat berbeda dengan Min-ah. Min-ah pintar, Jae-hee bodoh; Min-ah cantik, Jae-hee biasa saja; Min-ah langsing, Jae-hee gendut. Jae-hee juga sering tidak lolos dalam audisi teater, alasannya karena badannya yang gendut. Jae-hee juga sudah putus asa dengan hidupnya. Meskipun begitu, kelebihan Jae-hee adalah.. ia wanita yang baik, berbeda dengan Min-ah yang cenderung temperamental.
Nasib Jae-hee sungguh sial, selain ditolak audisi, pacarnya juga meninggalkannya dan memilih menikah dengan wanita lain. Undangan yang tersemat di kotak posnya dengan nama pengantin pria yang dulu adalah kekasihnya dan pengantin wanita yang dulu adalah temannya.
   “Kalau seseorang memberimu pilihan untuk hidup sangat pendek tapi indah seperti bunga sakura, atau hidup panjang tanpa masalah tapi kering, apa jawabanmu?”
Geon-woo mengeluh pendek seperti bingung, lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa Inggris yang sering diingatnya.
   “It’s better to burn out than to fade away.”
Di suatu malam yang tidak indah, Jae-hee ditabrak truk gara-gara ingin menyelamatkan anak yang tinggal di lantai bawah rumah tua dan dekat dengannya. Cihhh… Jae-hee ‘terlalu baik’.
 Dan disitulah semua berawal. Jae-hee mengalami koma.
Di dunia ini ada banyak hal yang tak bisa dimengerti dengan akal sehat manusia.
Sebuah suara misterius memberitahu Jae-hee bahwa ia bisa hidup kembali, tapi hidup di tubuh orang lain. Tapi, Jae-hee harus kembali ke tubuhnya sendiri pada jam 12 malam. Karena saat itu matahari tidak bisa melihat kita yang bertentangan dengan hukum alam.

wishing her to die

Penulis menempatkan Geon-woo sebagai pemeran utama pria. Geon-woo merupakan teman Min-ah dari kecil. Geon-woo merupakan anak dari teman ayah Min-ah. Seperti cerita lainnya, teman jadi cinta juga berlaku di sini. Min-ah diam-diam telah menyukai Geon-woo sejak lama, begitu pula dengan Geon-woo. Hanya saja, Geon-woo tidak menyadari itu semua.
Disinilah peran penting Jae-hee. Arwah Jae-hee yang berada di tubuh Min-ah dengan segala sikapnya membuat Geon-woo menyadari bahwa sebenarnya ia menyukai Min-ah.
Ada kesalahpahaman disini, awalnya Min-ah pikir Geon-woo menyukai Arwah Jae-hee yang berada ditubuhnya.
Seperti yang saya sebutkan di atas. Min-ah dan Jae-hee adalah dua orang yang sangat berbeda. Disegala sisi.
Min-ah adalah tipe wanita yang tidak suka manis, karena rasa manis membuatnya ingin muntah. Disisi lain, Jae-hee penyuka manis.
Min-ah menggangap Jae-hee tidak tahu diri, menggunakan tubuhnya sesuka hati. Dan yang paling parah, Jae-hee menggunakan tubuh Min-ah untuk mengikuti audisi muskial dan lulus! Kontan ini membuat Min-ah makin naik darah. Belum lagi Min-ah menemukan dirinya sedang berciuman panas dengan Geon-woo di mobil, dengan posisi yang memalukan.
Namun, dunia ini seperti teater, hanya ada satu pemimpin dan banyak pendukung. Kalau begitu, tidakkah 99% dari penduduk dunia adalah pendukung?
Para pendukung itu akan merasa perputaran dunia setelah alarm berbunyi, dan terbangun di depan shower. Kemudian, mereka akan berdesak-desakkan di sarana transportasi umum sambil menahan lapar.
Nah, disini entah kenapa, awalnya saya kasihan dengan Jae-hee dan segala kekurangannya dan malah membenci Min-ah yang tidak punya belas kasihan.. Tapi begitu sampai di bab pertengahan, saya malah kasihan pada Min-ah dan benci pada Jae-hee. Menurut saya, Jae-hee itu egois banget! Lalu perihal ‘kasihan’ pada Min-ah. Min-ah ternyata mempunyai masa lalu yang kelam. Masa lalu itulah yang membuat Min-ah membangun pagar dan menutup diri dari orang lain.
Dunia ini sama dengan dunia binatang. Yang kuat memakan yang lemah dan orang-orang hidup demi keuntungan pribadi. Kalaupun ada seseorang yang berbuat baik, itu hanya untuk kebanggan pribadi, juga untuk membedakan dirinya dari yang lemah. Meskipun demikian, kehidupan sosial manusia dan hutan punya satu perbedaan; yaitu hukum yang menciptakan kekejaman baru. Hukum sangat berharga bagi kita. Hukum itu lebih kuat dari apapun. Hukum adalah bentuk kekejaman yang ditoleransi oleh masyarakat.
Tidak peduli Kliennya berada pada pihak yang salah atau benar, Min-ah sebagai pengacara selalu menghalalkan segala cara untuk menang dalam persidangan, hal ini membuat Geon-woo cemas.
Begitulah dengan mengkritik orang lain, kita melindungi diri sendiri; dan dengan menghibur orang lain, kita berusaha menenangkan diri sendiri.
Tokoh lainnya adalah Ayah Min-ah, Lee Joo-seung dan juga ibu Min-ah, Yoo Eun Hee. Lalu ada si dokter jiwa, Seon-jeong yang juga merupakan teman Min-ah.
Saya menemukan beberapa typo pada beberapa bab awal dan bab pertengahan. Seperti: Ketidakvadilan yang seharusnya ketidakadilan pada halaman 341
Sama seperti penulis (Kesan penulis di p.400) saya juga merasa bahwa judul Wishing Her To Die terdengar dramatis. Meskipun begitu, setiap judul dalam setiap cerita memiliki arti tertentu.
Saya cukup salut dengan penulis, penulis mengangkat tema yang cenderung ‘jarang’ ditemukan.
Pembaca juga dibuat penasaran tentang sebab-akibat masa lalu Min-ah.
Membaca buku ini membuat saya teringat dengan drama korea “49 Days”. Ceritanya hampir sama, tapi banyak perbedaan.
Persamaanya ada pada pemeran utama yang mengalami kecelakaan lalu arwahnya pergi dan menempati lalu menggunakan tubuh orang lain.
Konflik dalam buku ini dan drama 49Days juga sangat berbeda. Tapi, menurutku, konflik yang terdapat dalam drama 49Days lebih menegangkan.
Masyarakat adalah pihak yang berkuasa untuk menjaga agar tidak ada penjahat yang tidak dihukum dan memastikan tidak ada penjahat yang tidak dihukum dan memastikan tidak ada orang yang dihukum secara tidak adil.
Overall, saya sangat menikmati jalan cerita di buku ini. Penggambaran karakter yang kuat membuat saya jatuh cinta pada ke-ambisiusan Min-ah. Entah kenapa, saya merasa penulis lebih banyak menceritakan segala sesuatu tentang Min-ah, hanya sedikit tentang Jae-hee. Perihal tentang “Pacar yang berselingkuh” juga tidak diceritakan secara detail.
Meskipun begitu, saya hanya memberikan 4 bintang, kenapa? karena saya cukup kecewa dengan editornya, ada banyak typo juga untuk penerjemahnya, ada beberapa kata yang terlalu kaku, membuat saya bingung dengan maksudnya.

Ratings: 4 of 5 Stars.

Advertisements

6 thoughts on “Book Review: Wishing Her To Die

  1. Pingback: Lucky No.14 Reading Challenge [Wrap- Up] | StarKing's Library

  2. Pingback: Wishful Wednesday #10 | StarKing's Library

  3. Pingback: #1 Book Haul: May 2014 | StarKing's Library

  4. Pingback: Top 10 Tuesday: Top Ten Books I’ve Read So Far This Year | StarKing's Library

  5. Pingback: [Wrap-Up] New Author Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

  6. Pingback: Wishful Wednesday #11 | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s