Book Review: Always, Laila

18161208

Judul: Always, Laila
Penulis: Andi Eriawan
Terbit: 2013 (Repacked)
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 240 hlm.
ISBN: 9797806308
Gemuruh di hatiku mereda sendirinya,
langit menjadi lebih cerah,
dan udara tak lagi menyesakkan dada.
Mungkin karena kutemukan
definisi lain dari cinta.
Makna tak lagi berasal dari pertemuan 
dan rasa rindu membuatku bahagia

“Perempuan menulis dengan ‘jiwa’.
Laki-laki menulis dengan ‘apa adanya’.
Maka yang terjadi adalah cerita dari
dua sisi yang dilihat dengan ‘rasa’.”
-Anjar (Penulis Beraja)

REVIEW&PLOT:

Berbeda dengan penulis lainnya di luar sana yang selalu menggambarkan tokoh utama pria sebagai manusia yang sempurna, disini Andi Eriawan menggambarkan sang tokoh utama, yakni Prameswari sebagai pria yang ‘biasa’.
Pram hanyalah seorang lelaki biasa, baik tingkah maupun rupa. Tapi, lelaki ini memiliki apa yang Laila cari : kunci membuka beribu rahasia, pintu menuju masa lalu, jendela mengintip masa depan. Pram mempunyai kantung berisi semua hal yang Laila suka : laci penyimpan keping demi keping kenangan, dan peti untuk menaruh sebentuk rindu, segenggam cemburu, dan gairah menggebu
Lalu juga ada Laila, si tokoh utama wanita. Laila digambarkan sebagai perempuan yang cantik luar biasa–setidaknya itulah yang dikatakan Pram.
Namanya Laila Indahsari, begitu kata temanku yang sekelas dengannya. Wajah perempuan itu luar biasa cantik. Rambutnya panjang hitam terawat. Kulitnya putih. Sepintas kulihat ada tahi lalat di pipi kirinya. Sungguh manis… Tinggi badannya hampir setinggi aku. Bunda tidak akan menemukan perempuan seperti ini di antara tiga puluh anak perempuan tetangga kita
Alur maju-mundur yang membuat pembaca selalu menebak-nebak apa yang akan terjadi pada akhir cerita. Dan saat pembaca tiba pada bab-bab terakhir, pembaca langsung kecewa, ending yang jauh dari perkiraan pembaca.
Pembaca juga diajak untuk menelusuri kota Bandung pada Kurun waktu tahun 1996-2004, tidak lupa menyinggahi Kota Yogyakarta sampai Ibukota Malaysia, Kuala Lumpur.
Dalam kurun waktu 2000-an yang smartphone atau handphone masih minim diproduksi di Ind0nesia menambah keromantisan cerita ini. Pram sering mengirim surat elektronik ataupun puisi dengan kata yang indah kepada Laila, juga Laila yang membalas surat dari Pram. Yang akhirnya selalu ditutup dengan dua kata. Always, Laila.
27 Juli 2002,
Kamu adalah kecoak…
yang diciptakan dengan energi luar biasa
walau evolusi selama jutaan tahun
dan radiasi nuklir menimpa
kamu tetap bertahan
Tidak!
Kamu adalah angin…
yang membelai dahan-dahan
dan menggoyang rerumputan
tak pernah diam
Tidak!
Kamu adalah ksatria tanpa kuda…
yang tak pernah mengeluh
walau berjalan kaki menumpas musuh
Tidak!
Kamu adalah anak-anak domba
yang harus kuhitung sebelum tidur
Tidak!
Kamu adalah sepotong ujung pelangi…
yang masuk dalam saku celana
ke mana aku pergi
selalu kubawa serta
ulang tahun untuk kita yang ketujuh…
I Love U, until I find another better 🙂
Always, 
Laila
Dari Puisi diatas, saya dapat menyimpulkan. Bahwa penulis adalah orang yang romantis.
Cover versi re-packed ini sangat manis, memberi kesan keteduhan dari pohon dan daun-daun yang berguguran.
Meskipun penulis adalah seorang pria, tapi gaya penulisanya mengalir indah, teratur, membuat pembaca mengerti semua alur dan plot yang dijabarkan. Ceritanya juga mengalir cepat, tidak terkesan menye-menye. Temanya juga tidak mainstrem. [Tema yang mainstream contohnya: Bestfriend become Lovers, Affair, dll] Kadang, tema sebuah cerita yang nggak mainstream menambah minat baca pembaca. Alasannya? pembaca bosan. Semua orang bisa bosan.
Penggambaran karakter yang kuat membuat saya langsung jatuh cinta pada tokoh fiksi, Prameswari. Pria yang ‘terlalu’ baik dan hanya tersisa 0,1% di dunia.

Ratings: 4 of 5 Stars.

Advertisements

5 thoughts on “Book Review: Always, Laila

  1. Pingback: [Master+Wrap Up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

  2. Pingback: #1 Book Haul: May 2014 | StarKing's Library

  3. Pingback: Top 10 Tuesday: Top Ten Books I’ve Read So Far This Year | StarKing's Library

  4. Pingback: [Wrap-Up] New Author Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

  5. Pingback: [WRAP-UP] Indonesian Romance Reading Challenge | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s