Book Review: Always With Me

18739103

 

Judul: Always With Me
Penulis: Hyun Go Wun
Penerbit: Haru
Terbit: 2013
Tebal: 428 hlm.
ISBN: 978-602-7742-23-9

 

KISAH LELAKI YANG SANGAT PERCAYA PADA ‘TAKDIR’,
DAN WANITA YANG MENGANGGAP SEMUA KEJADIAN HANYA
‘KEBETULAN SEMATA’.
Chae Song Hwa, Cinderella Bertubuh Besar
“Dasar lelaki cabul! Awas saja kalau kau tertangkap tanganku lagi.”
Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia dokter pengobatan tradisional. Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku, kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya.
Mencurigakan! Pasti ada sesuatu yang busuk di balik semua sikapnya itu.
Yoon Sang Yup, Romeo yang Kurang Ajar
“Pasti nanti kau akan menyesal. Sudahlah, tidak usah banyak alasan. Ayo, berpacaran denganku!”
Setiap pagi wanita itu selalu tertidur di dalam kereta dengan bau alkohol yang tercium kuat dari tubuhnya. Tidak hanya itu, bahkan air liurnya sampai menetes-netes. Benar-benar ‘suguhan’ sebelum bekerja yang tidak menyenangkan. Namun entah sejak kapan, wanita bernama Song Hwa ini mulai membuatku tersenyum.
Akan tetapi, ketika aku mengajaknya berpacaran, mengapa ia malah menjawabnya dengan permainan gunting-batu-kertas? Aneh. Apa yang sebenarnya ada di dalam kepala wanita itu?

 

REVIEW:

Jujur, alur cerita buku ini bagus, banyak kata-kata mutiara di dalamnya. Tapi, entah kenapa saya menyelesaikan buku ini dalam jangka waktu yang sangat lama, Mulai membaca pada 9 Febuari dan selesai pada 19 Febuari sekitar jam 4 siang. Biasanya buku dengan tebal 400-an bisa diselesaikan dengan jangka waktu hanya satu hari ( Kalau mulai baca dari pagi.) Mungkin bukan karena buku ini membosankan, tapi saya-nya aja yang mood bacanya berkurang.
Oiya, seperti biasa, buku terjemahan penerbit haru itu typo-nya sedikit (mungkin tidak ada), soalnya saya tidak melihat ada kesalahan (mata rabun). Hasil terjemahannya pun bagus, tidak buat pusing kepala.
Tapi, ada footnote yang kurang. Yaitu pada halaman [Lupa]. Disana ada tulisan soju yang diberi nomor 44, tapi di Footnote nya tidak tertera apapun, meski ya, mungkin kalau orang indonesia yang sudah terbiasa baca novel bergenre korea dan drama korea pasti sudah tau apa itu soju. 
Ya, Minuman keras asal korea yang terbuat dari beras [bener gak sih?]
Always with me
Always With Me merupakan novel bergenre dewasa, tapi masih aman-aman saja dibaca oleh remaja yang belum cukup umur, karena isinya tidak ‘terlalu’ dewasa. Adegan XXX-nya tidak diceritakan sebegitu detail seperti yang ada di After D-100 by Park Mi Youn atau Explicit Love Story. Singkatnya, novel ini tidak mengandung unsur erotis seperti pada kedua novel tersebut. So aman-aman saja untuk semua kalangan.
Sampul Always With Me ini kurang menarik sebenernya, terlalu biasa. Saya beli buku ini karena ngoleksi pembatas buku haru yang bisa ditukar menjadi hadiah + banyak blog-blog yang Review.
Tokoh Chae Song Hwa digambarkan sebagai perempuan yang bertubuh besar, juga tidak cantik. Sedangkan tokoh Sang Yup, si dokter tradisional digambarkan sebagai pria yang hampir sempurna, kaya, tampan, seorang dokter.
Tokoh-tokoh pendukung juga digambarkan dengan jelas. Yang Ji, Kakak tiri Chae Song Hwa, perempuan yang sangat pintar dan terpintar di Korea, Kelemahannya terletak pada percintaan, Yang Ji pernah bercerai karena mendapati suaminya selingkuh pada wanita lain. Lalu ada Jin Wook, sahabat sekaligus mitra kerja di perusahaan tempat Song Hwa bekerja, Jin Wook adalah seorang playboy yang nantinya akan tergila-gila dengan Yang Ji.
Sedangkan Jang Mi, seorang Artis yang sangat cantik, menjadi wanita nomor satu di Korea. Bersifat egois, adik Chae Song Hwa, satu ayah lain ibu.
Konfliknya juga cukup unik, Ibu kandung Chae Song Hwa merupakan cinta pertama-nya Ayah Sang Yup. Lalu juga ada Jang Mi yang tergila-gila pada Sang Yup.
“Pepatah lama memang tidak ada yang salah. Kata orang, jika sudah benci pada seseorang, maka semua tingkahnya pun terlihat menyebalkan.”
“Dalam cinta, yang penting bukanlah berapa kali kalian bertemu. Kalau hatimu sudah tergerak, otakmu pasti akan menyerah. Entah apakah pilihanmu itu benar atau tidak.”
“Meskipun aku tidak tahu mengapa kau membutuhkanku, tolong jangan terlalu berusaha keras seperti ini. Karena jika tidak tulus, usaha sekeras apapun akan sia-sia.”
Always with mme
Always with me 02

PLOT:

Pertemuan pertama mungkin akan menjadi sesuatu yang tidak ingin dilupakan oleh setiap pasangan. Tapi, berbeda dengan Chae Song Hwa, ia ingin melupakan hal itu.
Setiap pagi wanita itu selalu tidur di kereta dengan bau alkohol yang tercium kuat dari tubuhnya. Tak hanya itu, bahkan air liurnya sampai menetes-netes.
Yah, Chae Song Hwa bertemu dengan Yoon Sang Yup di kereta, dengan keadaan yang memalukan. Air liur Song Hwa menetes-netes ke baju Armani-nya Sang Yup. Tapi, mungkin itu adalah pertemuan pertama yang disadari hanya oleh satu pihak, Sang Yup.
Sebenarnya itu bukan pertemuan pertama mereka, mereka juga pernah bertemu di klub malam. Dengan keadaan Song Hwa yang memalukan, tidur di toliet pria.
Pertemuan ketiga mereka terjadi di Rumah Sakit tempat Sang Yup praktek sebagai dokter Tradisional.
Lelaki itu sungguh arogan. Ia menganggap bahwa seluruh wanita di Korea Selatan harus menyukainya. Selain itu, ia juga punya kebiasaan berbicara banmal kepada para pasiennya seenaknya. Ia bahkan dengan beraninya memanggilku ‘ajumma’, mentang-mentang ia dokter pengobatan tradisional. Entah apa yang terjadi padanya, setelah selama ini bersikap tak sopan padaku, kini tiba-tiba saja lelaki itu tak hentinya memintaku menjadi kekasihnya.
Song Hwa yang bertubuh besar tapi takut dengan jarum akupuntur membuatnya terlihat menggemaskan dimata Sang Yup.
Aku tidak suka jarum dan obat-obatan yang pahit. Saat itu, terpaksa saja aku harus rela ditusuk oleh jarum-jarum itu meskipun menyakitkan. Namun, untuk obat, dibayarpun aku tidak rela memakannya.
Sang Yup yang didesak oleh orang tuanya untuk menikah dan mempunyai anak karena wasiat dari Kakeknya sebagai calon penerus.
Sang Yup pun mengajak Song Hwa untuk berpacaran, dan anehnya, Song Hwa menjawab dengan permainan gunting-batu-kertas.
Kalau kau menang, aku akan menjadi pacarmu – Song Hwa
Hasilnya, Song Hwa kalah, artinya mereka berpacaran.
Kita berpacaran karena keputusanku – Song Hwa.
Kelemahan Song Hwa adalah pada permainan gunting-batu-kertas, ia akan selalu kalah dalam permainan itu, keberuntungan selalu tidak berada dipihaknya.
Kisah Hidup Song Hwa bagaikan Cinderella, bedanya, ibu tirinya menyayanginya. Ia juga tidak secantik Cinderella, tubuhnya besar. Song Hwa kehilangan ibunya saat umurnya bahkan belum mencapai 100 hari. Benar-benar menyedihkan.
Hubungan Song Hwa dan Sang Yup ditentang oleh ibu Sang Yup dengan alasan karena ibu Kandung Song Hwa merupakan cinta pertama ayah Sang Yup yang sampai sekarangpun masih belum bisa dilupakan.

Ratings: 3.5  Of 5 Stars

Advertisements

5 thoughts on “Book Review: Always With Me

  1. Pingback: Lucky No.14 Reading Challenge [Wrap- Up] | StarKing's Library

  2. Pingback: DAFTAR BACAAN FEBUARY- MARET | StarKing's Library

  3. Pingback: [Wrap-Up] New Author Reading Challenge 2014 | StarKing's Library

  4. Pingback: Top 10 Tuesday: Top Ten Books I’ve Read So Far This Year | StarKing's Library

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s