Book Review: The Selection

1050729316004121

Penulis: Kierra Cass

Penerbit: HarperTeen/ Bentang Belia

Terbit: April 2012

Tebal: 426 hlm.

 

Semua gadis di sini menginginkannya, Kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin merebut hatinya, kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin berdiri di sana sebagai Putri raja, kecuali aku.

Jika bukan demi keluargaku, aku tak mungkin mau melakukannya. Yang kuinginkan hanyalah hidup bersama Aspen, pujaan hatiku, cinta pertamaku.

Demi Tuhan, aku tidak mau ikut Seleksi konyol itu, memperebutkan seorang Pangeran Bodoh di dalam istana sana. Mereka menjanjikan berbagai hal yang menyilaukan bagi kami, kasta bawah. Harta, takhta, dan kehidupan yang lebih layak.

Tapi, apa mereka punya cinta? Apa Pangeran Maxon nanti akan bersikap baik? Gimana dengan Aspen? Kenapa Aspen justru ikut memaksaku masuk ke dalam permainan itu? Haruskah aku menghadapi ini sendirian?

REVIEW:

Dari Sinopsis di atas, para reader pasti udah menemukan inti cerita ini.

America Singer adalah seorang kasta Lima, Aspen yang notabene-nya adalah ‘pacar America’ kastanya tujuh. Sedangan The Prince, Maxon Schreave berkasta satu. Di kota illea, terdapat delapan kasta. Kasta satu adalah raja, ratu, pangeran ataupun putri dan kasta delapan adalah yang terendah dari semua kasta (budak). Bahkan kasta delapan tidak diakui lagi oleh masyarakat,  biasanya yang menduduki kasta delapan adalah para pengkhianat.

Semua gadis di sini menginginkannya, Kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin merebut hatinya, kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin berdiri di sana sebagai Putri raja, kecuali aku.

Alasannya adalah karena America telah jatuh cinta dengan Aspen, meskipun hubungan mereka diam-diam. Di ibukota illea, si suami kastanya harus lebih tinggi dari si istri.

America adalah kasta lima, sedangkan Aspen kasta enam. Kasta enam adalah pelayan dan hanya satu tingkat lebih tinggi dari kasta tujuh.

Jika bukan demi keluargaku, aku tak mungkin mau melakukannya

America menolak keras untuk mengikuti seleksi itu, tapi keluarganya, terutama Mom terus memaksannya. Bahkan Aspen-pun menyuruh America untuk mengikuti seleksi itu. Jika terpilih menjadi salah satu peserta, otomatis kasta America akan dinaikkan menjadi kasta Tiga.

Akhirnya America mengikuti seleksi itu dan diterima. Yang terpilih hanya tigapuluh lima gadis dari tiap daerah.

~~~

Tema yang sudah biasa, cinta segitiga. Cerita ini seperti gabungan antara Cinderella Story dan The Hunger Games.

Sama-sama seleksi. Jika di Hunger Games yang paling kuat yang akan menang, di The Selection pemenangnya ditentukan oleh Pangeran Maxon sendiri.

Saya menyukai cerita ini, temanya adalah tentang pemilihan putri di kerajaan illea dan cinta segitiga. Memang sih, tema yang sudah terlalu umum.

Saya membaca versi Indonesianya, banyak kesalahan pada typo-nya sehingga men-‘yulitkan’ saya untuk memahaminya.

Overall, saya tertarik untuk membeli buku ini karena ‘cover’ yang menarik (Versi inggris), dan merupakan New York Times Bestseller.

One Star Buat Tema yang diangkat.

Two Star buat ‘Karakter’ yang kuat, selain tiga pemeran utama, Kierra Cass juga menceritakan tentang keluarga America, Aspen dan Maxon, belum lagi beberapa peserta seleksi dan para pemberontak. Kierra Cass menceritakan dengan sangat detail.

One Star buat Covernya

Minus 1/2 karena nama Karakter yang buruk, America Singer? Well, profesi America adalah seorang penyanyi, ibunya juga seorang penyanyi. Tapi kenapa harus Singer? Juga, ‘America’ seperti nama benua. America bahkan dipanggil ‘Mer’ oleh Pangeran Maxon dan Aspen.

W.E.I.R.D

Ratings: 3.5 of 5 Stars.

Advertisements

Don't Be Quiet Reader, Leave Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s